CHAPTER 15 Study Tour Part 2

"Kau baik-baik saja?" Sakha menatap cemas Lana yang duduk di sampingnya, matanya menelisik wajah pucat gadis itu. Sejujurnya, sejak awal keberangkatan, Lana sudah terlihat kurang sehat. Dan kini, setelah setengah perjalanan berlalu, wajahnya semakin pucat pasi, keringat dingin membasahi kening dan pelipisnya, pertanda rasa sakit yang tak tertahankan.

Lana tidak menjawab, hanya bergumam lemah, matanya terpejam. Ia bersandar lesu ke sisi jendela, tangannya melingkar erat di area perutnya, seolah berusaha meredam rasa nyeri yang menggerogoti.

"Kamu sakit perut?" tanya Sakha, suaranya penuh kekhawatiran, tangannya terulur menyentuh bahu Lana.

Lana mengangguk lemah, bibirnya bergetar menahan sakit.

"Aku minta obat dulu ke guru, ya?" ucap Sakha, hendak bangkit dari duduknya.

"Jangan," cegah Lana, suaranya tertahan, tangannya menahan lengan Sakha. "Ini... bukan sakit perut itu," jelasnya terbata-bata, wajahnya semakin pucat.

"Hah? Maksudnya?" Sakha mengerutkan kening, bingung dengan ucapan Lana.

Lana menarik napas dalam-dalam, berusaha mengurangi nyeri yang menyiksa perutnya. "Aku nggak apa-apa. Nanti di rest area, aku bakal beli obat," ujarnya, suaranya bergetar namun penuh keyakinan.

Sakha akhirnya mengangguk, mengalah pada keras kepala Lana. Diambilnya tisu dari saku celananya, disekanya peluh yang membasahi kening Lana. Permukaan kulit gadis itu terasa dingin saat disentuhnya, membuat Sakha semakin khawatir. Ia merasa tak berdaya, tak tahu apa yang harus diperbuat untuk meringankan penderitaan Lana.

...-----------...

Saat bus mereka berhenti di rest area, Lana bergegas turun, tas selempangnya tersampir di bahu. Sakha, dengan sigap, mengikuti Lana yang berjalan tertatih, tangannya memegangi perut yang nyeri. Lana memasuki minimarket terdekat, sementara Sakha setia di sisinya, siap siaga jika sesuatu yang buruk terjadi.

Lana merasa canggung dengan Sakha yang terus mengikutinya, tapi rasa sakit di perutnya terlalu kuat untuk berdebat. Saat Sakha melihat apa yang dibeli Lana, barulah ia mengerti mengapa gadis itu terlihat menjaga jarak dan menyembunyikan sesuatu. Ternyata, Lana sedang mengalami PMS.

Lana membeli obat pereda nyeri dan pembalut. Setelah itu, ia bergegas menuju toilet. Ia menyuruh Sakha menunggu di bus, tapi pemuda itu bergeming, tetap di sisinya. Lana menghabiskan waktu di toilet, lalu kembali ke bus dengan bantuan Sakha.

"Kamu turun saja, aku sudah mendingan kok," kata Lana, menyandarkan tubuhnya di kursi, mencari posisi nyaman untuk meredakan nyeri di perutnya.

"Mau aku belikan makanan?" tanya Sakha, membuka botol air mineral dan menyodorkannya pada Lana.

Lana menerima botol itu dan segera meneguknya, lalu membuka obat yang baru dibelinya.

"Kamu belum makan. Makan nasi dulu sebelum minum obat," cegah Sakha, suaranya khawatir.

"Kan tadi sudah makan cokelat," jawab Lana, berusaha meyakinkan Sakha.

"Ya Tuhan," keluh Sakha, mengusap wajahnya cemas. Tanpa menghiraukan larangan Sakha, Lana menelan obatnya.

"Aku turun beli makan, ya. Kamu mau apa?" tanya Sakha, matanya menatap Lana penuh perhatian.

"Nggak mau," jawab Lana lemah, menggelengkan kepala.

Sakha mengusap kepala Lana perlahan, lalu melepas jaketnya dan menyelimuti gadis itu. 

"Aku turun sebentar, ya. Kamu tidur saja, kalau ada apa-apa, hubungi aku," ucapnya lembut.

Lana mengangguk, matanya mulai terpejam. 

Beberapa menit kemudian, Sakha kembali, membawa paper bag di tangannya. 

"Aku beli bubur, roti, dan nasi goreng. Kamu mau yang mana?" tanyanya, senyum tipis menghiasi wajahnya.

Lana terkejut, tak menyangka Sakha akan repot-repot membelikannya makanan. Hatinya tersentuh, ia tak pernah mendapat perhatian seperti ini sebelumnya.

"Lana?" Sakha mendekatkan wajahnya, melihat Lana yang termenung.

"Kenapa kamu repot-repot melakukan ini?" tanya Lana, mendongak menatap Sakha, matanya berkaca-kaca. 

Mungkin karena sedang datang bulan, ia jadi sangat sensitif. Air mata menggenang dan tiba-tiba jatuh ke pipinya.

Sakha panik melihat Lana menangis. 

"Kenapa kamu nangis? Ya Tuhan, perut kamu makin sakit, ya?" tanyanya khawatir.

Lana menggeleng pelan. 

Sakha menyentuh wajah Lana, menyeka air mata gadis itu dengan jemarinya.

"Te..." ucap Lana, suaranya bergetar.

"Hmm?" jawab Sakha, matanya menatap Lana lembut.

"Terimakasih, sudah baik sama aku," ucap Lana di sela tangisnya, hatinya dipenuhi rasa haru.

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

kasian banget Lana, nanti kalo kedua orang tua datang dgn penyesalan ga usah dipedulikan juga.abai kan

2025-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 Senyum Tulus Alana
2 CHAPTER 2 Hati Yang Mulai Tertarik
3 CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek
4 CHAPTER 4 Makan Malam Bersama
5 CHAPTER 5 Malaikat Penolong Nenek
6 CHAPTER 6 BERTEMAN
7 CHAPTER 7 Perhatian Lana
8 CHAPTER 8 Ulang Tahun Nenek
9 CHAPTER 9 Hadiah Untuk Nenek
10 CHAPTER 10 KELUARGA LANA
11 CHAPTER 11 Sebuah Pelukan
12 CHAPTER 12 Bekal Untuk Lana
13 CHAPTER 13 Lana Yang Sendiri
14 CHAPTER 14 Study Tour Part 1
15 CHAPTER 15 Study Tour Part 2
16 CHAPTER 16 Study Tour Part 3
17 CHAPTER 17 Apa itu cinta ?
18 CHAPTER 18 Kehadiran Bayu
19 CHAPTER 19 Nenek Yasmin Sakit
20 CHAPTER 20 Bersama Kak Bayu
21 CHAPTER 21 Bertemu Bunda Part 1
22 CHAPTER 22 Bertemu Bunda Part 2
23 CHAPTER 23 MENYEMBUNYIKAN LUKA
24 CHAPTER 24 Memasak Untuk Nenek Part 1
25 CHAPTER 25 Memasak Untuk Nenek Part 2
26 CHAPTER 26 Tentang Kuliah dan Masa Depan
27 CHAPTER 27 Jangan Membuatku Jatuh Cinta
28 CHAPTER 28 Kalian Pacaran ??
29 CHAPTER 29 Nasehat Dilla
30 CHAPTER 30 Hati Lana
31 CHAPTER 31 Berita Buruk dari Ibu
32 CHAPTER 32 Ada Apa dengan Sakha ? Part 1
33 CHAPTER 33 Ada Apa dengan Sakha ? Part 2
34 CHAPTER 34 ASING
35 CHAPTER 35 Pesta Kelulusan
36 CHAPTER 36 Air Mata Lana
37 CHAPTER 37 Kecelakaan Sakha
38 CHAPTER 38 10 Tahun Kemudian
39 CHAPTER 39 Bunda Sakit
40 CHAPTER 40 Kembali Ke Jakarta
41 CHAPTER 41 Bertemu Keanu yang Lucu
42 CHAPTER 42 Meninggalnya Bunda Part 1
43 CHAPTER 43 Meninggalnya Bunda Part 2
44 CHAPTER 44 Perjodohan Sakha
45 CHAPTER 45 Deluxe Line
46 CHAPTER 46 Kehadiran Lana di Deluxe Line
47 CHAPTER 47 Bermain Dengan Keanu
48 CHAPTER 48 Arriba Group Part 1
49 CHAPTER 49 Arriba Group Part 2
50 CHAPTER 50 Makan Malam dengan Nenek
51 CHAPTER 51 Kegundahan Dilla dan Lana
52 CHAPTER 52 Kak Gani
53 CHAPTER 53 Pertemuan Berikutnya
54 CHAPTER 54 MAAF
55 CHAPTER 55 Kejujuran
56 CHAPTER 56 Kenyataan
57 CHAPTER 57 Bahaya Mengintai
58 CHAPTER 58 Dalam Bahaya
59 CHAPTER 59 Tangisan Lana
60 CHAPTER 60 Di Rumah Sakit
61 CHAPTER 61 Memberi Kesempatan
62 CHAPTER 62 Kejujuran Sakha
63 CHAPTER 63 Coba Memaafkan
64 CHAPTER 64 Keluar Rumah Sakit
65 CHAPTER 65 Sakha di Deluxe Line
66 CHAPTER 66 Makan Siang Bersama
67 CHAPTER 67 Mencintaimu..Lagi..
68 CHAPTER 68 Tak Menyerah
69 CHAPTER 69 Survei Lokasi Project
70 CHAPTER 70 Sakit
Episodes

Updated 70 Episodes

1
CHAPTER 1 Senyum Tulus Alana
2
CHAPTER 2 Hati Yang Mulai Tertarik
3
CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek
4
CHAPTER 4 Makan Malam Bersama
5
CHAPTER 5 Malaikat Penolong Nenek
6
CHAPTER 6 BERTEMAN
7
CHAPTER 7 Perhatian Lana
8
CHAPTER 8 Ulang Tahun Nenek
9
CHAPTER 9 Hadiah Untuk Nenek
10
CHAPTER 10 KELUARGA LANA
11
CHAPTER 11 Sebuah Pelukan
12
CHAPTER 12 Bekal Untuk Lana
13
CHAPTER 13 Lana Yang Sendiri
14
CHAPTER 14 Study Tour Part 1
15
CHAPTER 15 Study Tour Part 2
16
CHAPTER 16 Study Tour Part 3
17
CHAPTER 17 Apa itu cinta ?
18
CHAPTER 18 Kehadiran Bayu
19
CHAPTER 19 Nenek Yasmin Sakit
20
CHAPTER 20 Bersama Kak Bayu
21
CHAPTER 21 Bertemu Bunda Part 1
22
CHAPTER 22 Bertemu Bunda Part 2
23
CHAPTER 23 MENYEMBUNYIKAN LUKA
24
CHAPTER 24 Memasak Untuk Nenek Part 1
25
CHAPTER 25 Memasak Untuk Nenek Part 2
26
CHAPTER 26 Tentang Kuliah dan Masa Depan
27
CHAPTER 27 Jangan Membuatku Jatuh Cinta
28
CHAPTER 28 Kalian Pacaran ??
29
CHAPTER 29 Nasehat Dilla
30
CHAPTER 30 Hati Lana
31
CHAPTER 31 Berita Buruk dari Ibu
32
CHAPTER 32 Ada Apa dengan Sakha ? Part 1
33
CHAPTER 33 Ada Apa dengan Sakha ? Part 2
34
CHAPTER 34 ASING
35
CHAPTER 35 Pesta Kelulusan
36
CHAPTER 36 Air Mata Lana
37
CHAPTER 37 Kecelakaan Sakha
38
CHAPTER 38 10 Tahun Kemudian
39
CHAPTER 39 Bunda Sakit
40
CHAPTER 40 Kembali Ke Jakarta
41
CHAPTER 41 Bertemu Keanu yang Lucu
42
CHAPTER 42 Meninggalnya Bunda Part 1
43
CHAPTER 43 Meninggalnya Bunda Part 2
44
CHAPTER 44 Perjodohan Sakha
45
CHAPTER 45 Deluxe Line
46
CHAPTER 46 Kehadiran Lana di Deluxe Line
47
CHAPTER 47 Bermain Dengan Keanu
48
CHAPTER 48 Arriba Group Part 1
49
CHAPTER 49 Arriba Group Part 2
50
CHAPTER 50 Makan Malam dengan Nenek
51
CHAPTER 51 Kegundahan Dilla dan Lana
52
CHAPTER 52 Kak Gani
53
CHAPTER 53 Pertemuan Berikutnya
54
CHAPTER 54 MAAF
55
CHAPTER 55 Kejujuran
56
CHAPTER 56 Kenyataan
57
CHAPTER 57 Bahaya Mengintai
58
CHAPTER 58 Dalam Bahaya
59
CHAPTER 59 Tangisan Lana
60
CHAPTER 60 Di Rumah Sakit
61
CHAPTER 61 Memberi Kesempatan
62
CHAPTER 62 Kejujuran Sakha
63
CHAPTER 63 Coba Memaafkan
64
CHAPTER 64 Keluar Rumah Sakit
65
CHAPTER 65 Sakha di Deluxe Line
66
CHAPTER 66 Makan Siang Bersama
67
CHAPTER 67 Mencintaimu..Lagi..
68
CHAPTER 68 Tak Menyerah
69
CHAPTER 69 Survei Lokasi Project
70
CHAPTER 70 Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!