CHAPTER 11 Sebuah Pelukan

Senja mulai merayap, langit menguning keemasan. Lana kembali ke kota, namun enggan pulang ke rumah. Kesepian di rumahnya, dengan dinding-dinding bisu, hanya akan memperdalam luka di hatinya.

Ia memilih untuk menghabiskan waktu di taman kota, sebuah oase di tengah hiruk pikuk. Telinganya menangkap riang tawa anak-anak yang bermain, matanya menikmati teduhnya pohon rindang yang menaburkan kelopak tabebuya, dan hatinya terenyuh melihat keakraban ibu dan anak, bukti nyata kasih sayang keluarga.

Momen-momen sederhana ini selalu menjadi pelipur lara bagi Lana. Kebahagiaan kecil di sekitarnya, meski bukan miliknya, memberinya kekuatan untuk bertahan. Ia duduk di ayunan, merasakan ayunan pelan membawanya ke alam mimpi. Saat hari semakin gelap, taman mulai sepi.

Lana bimbang, antara pulang ke rumah atau tetap di sini. Ia masih enggan menghadapi kesendirian di rumahnya yang besar. Perutnya keroncongan, sejak pagi belum terisi apa pun. Lana kemudian bangkit, berjalan ke minimarket terdekat, memutuskan mengisi perutnya terlebih dahulu.

Minimarket itu menyambutnya dengan sapaan ramah karyawan. Lana menuju rak makanan favoritnya yang menyuguhkan sekotak choco pie, onigiri salmon, susu pisang, dan es matcha latte. Cukup untuk mengenyangkan perutnya hingga malam tiba. Ia menemukan bangku di sisi minimarket yang menghadap jalan yang ramai, ia pun memutuskan untuk menikmati makanannya di sana. 

Setelah membayar, Lana duduk, menghabiskan makanannya dengan lahap. Makanan lezat ini tak pernah mengecewakannya, hiburan kecil di tengah kesedihan. Mulutnya penuh dengan onigiri, matanya menatap keramaian, tanpa menyadari seseorang duduk di sampingnya, memperhatikannya.

Seseorang yang menahan tawa melihat pipi Lana yang menggembung, seperti ikan buntal. Lana akhirnya menyadari kehadiran seseorang. Ia menoleh, mulutnya masih penuh, dan mendapati Sakha menatapnya dengan senyum santai.

Lana mengerutkan kening, matanya berkedip bingung. Sakha hanya tersenyum melihat kebingungan di wajah Lana. 

Lana menelan makanannya, tak sabar bertanya. "Kamu sedang apa di sini?"

"Tadi lewat, lihat kamu, jadi aku masuk," jawab Sakha santai.

Lana mengangguk, melanjutkan makannya. Ia tak tahu Sakha berbohong, sebenarnya ia sudah memperhatikan Lana sejak di taman. Ia tak berani mendekat, melihat Lana yang murung, Sakha putuskan untuk membiarkannya sendiri dahulu.

Saat melihat Lana masuk minimarket dan tampak lebih baik saat makan, Sakha memberanikan diri mendekat. Lana mengangguk, menggeser choco pie ke arah Sakha, lalu melanjutkan makannya. 

Sakha mengambil choco pie, membukanya, dan menggigitnya. 

"Hmm... enak juga," serunya. "Kamu sering makan di sini?"

Lana mengangguk. Ia sering membeli makanan di sini saat malas memasak dan ingin makanan praktis. 

"Nonton yuk. Aku traktir," ajak Sakha.

Lana meliriknya sejenak, lalu menggeleng. 

"Mau ke rumah, ketemu nenek?"

Lana kembali menggeleng sebagai jawaban. 

Sakha menghela napas, mengusap puncak kepala Lana, membuatnya menoleh. 

"Kamu baik-baik saja?" tanya Sakha lembut.

Pertanyaan itu membuat Lana membeku, rasa sesak kembali menyeruak. Sentuhan Sakha menghangatkan hatinya, namun matanya berkaca-kaca. Lana menurunkan tangan Sakha perlahan. 

"Aku baik-baik saja," jawabnya pelan, memalingkan wajah.

"Ikut aku yuk!" ajak Sakha. 

"Ka, aku mau sendiri ya, please! Aku sedang tak ingin melakukan apa pun," mohon Lana, suaranya sedikit meninggi, membuat Sakha terkejut.

Sakha mengangguk mengerti. Keduanya lalu terdiam, menatap jalanan yang mulai sepi. Lana menghabiskan minumannya. 

Sebenarnya Ia merasa bersalah menolak ajakan Sakha, namun energinya telah habis, ia tak sanggup berpura-pura tersenyum. 

Ia benar-benar lelah.

...--------...

Sakha mengantarkan Lana pulang, langkah kaki mereka menyusuri jalanan yang remang-remang. Jarak minimarket ke rumah gadis itu ternyata tak terlalu jauh, hanya sekitar 700 meter. Sakha memutuskan untuk menemani Lana berjalan pulang, menjaga langkahnya agar tak terlalu cepat, memberikan ruang bagi keheningan yang menyelimuti mereka. 

Lana tenggelam dalam pikirannya, enggan memecah kesunyian, sementara Sakha berusaha memahami, memberikan waktu bagi gadis itu untuk menenangkan diri.

Tak lama, sekitar lima belas menit berlalu, mereka tiba di depan rumah Lana yang gelap gulita. Rumah itu sunyi, tak ada cahaya yang menyambut. Sakha menyadari, setiap kali ia mengantarkan Lana pulang, rumah itu selalu kosong, sunyi seperti tak berpenghuni. Ke mana perginya orang tua gadis itu? tanya Sakha dalam hati.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucap Lana, suaranya pelan, nyaris berbisik. Ia menggigit bibirnya, seolah ada kata-kata yang ingin diucapkannya, namun ragu. 

"Maaf, tadi aku..." Lana tak melanjutkan kalimatnya, matanya tertunduk, menatap ujung sepatunya yang kotor. "Aku tidak bermaksud membentakmu tadi. Aku..."

Belum selesai Lana berbicara, tubuhnya terhuyung ke depan, dan dalam sekejap, ia merasakan kehangatan yang menyelimuti tubuhnya. Sakha menarik gadis itu ke dalam pelukannya, mendekapnya erat, mengelus rambutnya dengan lembut, berusaha menenangkan badai yang berkecamuk di dalam diri Lana.

"Sa... Kha..." bisik Lana, suaranya bergetar.

"Lana..." Sakha berbisik, suaranya lembut, penuh kasih.

Lana tertegun, hatinya berdesir. Baru kali ini ada seseorang yang memanggil namanya selembut itu, penuh perhatian.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu hari ini, tapi..." Sakha mengeratkan pelukannya, seolah tak ingin melepaskan Lana. "Setidaknya saat bersamaku, jangan berpura-pura kuat, jangan menyembunyikan kesedihanmu."

"Saat bersamaku, tak perlu tersenyum jika hatimu menangis, tak perlu bersikap ramah jika kamu lelah."

Sakha menyentuh wajah Lana dengan kedua telapak tangannya, mengangkat wajah gadis itu agar menatapnya. Jarak mereka sangat dekat, hembusan napas terasa hangat di kulit masing-masing. Jantung keduanya pun berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari dada.

"Saat bersamaku, jadilah dirimu sendiri," ucap Sakha, matanya menatap dalam mata Lana, menyampaikan ketulusan hatinya.

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

nyesek banget dgn nasib Lana,,, punya orang tua tapi seperti yatim piatu. bapak ibunya cuma pandai bikin setelah hadir di sia sia kan,,, bener bener orang tua egois,,

2025-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 Senyum Tulus Alana
2 CHAPTER 2 Hati Yang Mulai Tertarik
3 CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek
4 CHAPTER 4 Makan Malam Bersama
5 CHAPTER 5 Malaikat Penolong Nenek
6 CHAPTER 6 BERTEMAN
7 CHAPTER 7 Perhatian Lana
8 CHAPTER 8 Ulang Tahun Nenek
9 CHAPTER 9 Hadiah Untuk Nenek
10 CHAPTER 10 KELUARGA LANA
11 CHAPTER 11 Sebuah Pelukan
12 CHAPTER 12 Bekal Untuk Lana
13 CHAPTER 13 Lana Yang Sendiri
14 CHAPTER 14 Study Tour Part 1
15 CHAPTER 15 Study Tour Part 2
16 CHAPTER 16 Study Tour Part 3
17 CHAPTER 17 Apa itu cinta ?
18 CHAPTER 18 Kehadiran Bayu
19 CHAPTER 19 Nenek Yasmin Sakit
20 CHAPTER 20 Bersama Kak Bayu
21 CHAPTER 21 Bertemu Bunda Part 1
22 CHAPTER 22 Bertemu Bunda Part 2
23 CHAPTER 23 MENYEMBUNYIKAN LUKA
24 CHAPTER 24 Memasak Untuk Nenek Part 1
25 CHAPTER 25 Memasak Untuk Nenek Part 2
26 CHAPTER 26 Tentang Kuliah dan Masa Depan
27 CHAPTER 27 Jangan Membuatku Jatuh Cinta
28 CHAPTER 28 Kalian Pacaran ??
29 CHAPTER 29 Nasehat Dilla
30 CHAPTER 30 Hati Lana
31 CHAPTER 31 Berita Buruk dari Ibu
32 CHAPTER 32 Ada Apa dengan Sakha ? Part 1
33 CHAPTER 33 Ada Apa dengan Sakha ? Part 2
34 CHAPTER 34 ASING
35 CHAPTER 35 Pesta Kelulusan
36 CHAPTER 36 Air Mata Lana
37 CHAPTER 37 Kecelakaan Sakha
38 CHAPTER 38 10 Tahun Kemudian
39 CHAPTER 39 Bunda Sakit
40 CHAPTER 40 Kembali Ke Jakarta
41 CHAPTER 41 Bertemu Keanu yang Lucu
42 CHAPTER 42 Meninggalnya Bunda Part 1
43 CHAPTER 43 Meninggalnya Bunda Part 2
44 CHAPTER 44 Perjodohan Sakha
45 CHAPTER 45 Deluxe Line
46 CHAPTER 46 Kehadiran Lana di Deluxe Line
47 CHAPTER 47 Bermain Dengan Keanu
48 CHAPTER 48 Arriba Group Part 1
49 CHAPTER 49 Arriba Group Part 2
50 CHAPTER 50 Makan Malam dengan Nenek
51 CHAPTER 51 Kegundahan Dilla dan Lana
52 CHAPTER 52 Kak Gani
53 CHAPTER 53 Pertemuan Berikutnya
54 CHAPTER 54 MAAF
55 CHAPTER 55 Kejujuran
56 CHAPTER 56 Kenyataan
57 CHAPTER 57 Bahaya Mengintai
58 CHAPTER 58 Dalam Bahaya
59 CHAPTER 59 Tangisan Lana
60 CHAPTER 60 Di Rumah Sakit
61 CHAPTER 61 Memberi Kesempatan
62 CHAPTER 62 Kejujuran Sakha
63 CHAPTER 63 Coba Memaafkan
64 CHAPTER 64 Keluar Rumah Sakit
65 CHAPTER 65 Sakha di Deluxe Line
66 CHAPTER 66 Makan Siang Bersama
67 CHAPTER 67 Mencintaimu..Lagi..
68 CHAPTER 68 Tak Menyerah
69 CHAPTER 69 Survei Lokasi Project
70 CHAPTER 70 Sakit
Episodes

Updated 70 Episodes

1
CHAPTER 1 Senyum Tulus Alana
2
CHAPTER 2 Hati Yang Mulai Tertarik
3
CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek
4
CHAPTER 4 Makan Malam Bersama
5
CHAPTER 5 Malaikat Penolong Nenek
6
CHAPTER 6 BERTEMAN
7
CHAPTER 7 Perhatian Lana
8
CHAPTER 8 Ulang Tahun Nenek
9
CHAPTER 9 Hadiah Untuk Nenek
10
CHAPTER 10 KELUARGA LANA
11
CHAPTER 11 Sebuah Pelukan
12
CHAPTER 12 Bekal Untuk Lana
13
CHAPTER 13 Lana Yang Sendiri
14
CHAPTER 14 Study Tour Part 1
15
CHAPTER 15 Study Tour Part 2
16
CHAPTER 16 Study Tour Part 3
17
CHAPTER 17 Apa itu cinta ?
18
CHAPTER 18 Kehadiran Bayu
19
CHAPTER 19 Nenek Yasmin Sakit
20
CHAPTER 20 Bersama Kak Bayu
21
CHAPTER 21 Bertemu Bunda Part 1
22
CHAPTER 22 Bertemu Bunda Part 2
23
CHAPTER 23 MENYEMBUNYIKAN LUKA
24
CHAPTER 24 Memasak Untuk Nenek Part 1
25
CHAPTER 25 Memasak Untuk Nenek Part 2
26
CHAPTER 26 Tentang Kuliah dan Masa Depan
27
CHAPTER 27 Jangan Membuatku Jatuh Cinta
28
CHAPTER 28 Kalian Pacaran ??
29
CHAPTER 29 Nasehat Dilla
30
CHAPTER 30 Hati Lana
31
CHAPTER 31 Berita Buruk dari Ibu
32
CHAPTER 32 Ada Apa dengan Sakha ? Part 1
33
CHAPTER 33 Ada Apa dengan Sakha ? Part 2
34
CHAPTER 34 ASING
35
CHAPTER 35 Pesta Kelulusan
36
CHAPTER 36 Air Mata Lana
37
CHAPTER 37 Kecelakaan Sakha
38
CHAPTER 38 10 Tahun Kemudian
39
CHAPTER 39 Bunda Sakit
40
CHAPTER 40 Kembali Ke Jakarta
41
CHAPTER 41 Bertemu Keanu yang Lucu
42
CHAPTER 42 Meninggalnya Bunda Part 1
43
CHAPTER 43 Meninggalnya Bunda Part 2
44
CHAPTER 44 Perjodohan Sakha
45
CHAPTER 45 Deluxe Line
46
CHAPTER 46 Kehadiran Lana di Deluxe Line
47
CHAPTER 47 Bermain Dengan Keanu
48
CHAPTER 48 Arriba Group Part 1
49
CHAPTER 49 Arriba Group Part 2
50
CHAPTER 50 Makan Malam dengan Nenek
51
CHAPTER 51 Kegundahan Dilla dan Lana
52
CHAPTER 52 Kak Gani
53
CHAPTER 53 Pertemuan Berikutnya
54
CHAPTER 54 MAAF
55
CHAPTER 55 Kejujuran
56
CHAPTER 56 Kenyataan
57
CHAPTER 57 Bahaya Mengintai
58
CHAPTER 58 Dalam Bahaya
59
CHAPTER 59 Tangisan Lana
60
CHAPTER 60 Di Rumah Sakit
61
CHAPTER 61 Memberi Kesempatan
62
CHAPTER 62 Kejujuran Sakha
63
CHAPTER 63 Coba Memaafkan
64
CHAPTER 64 Keluar Rumah Sakit
65
CHAPTER 65 Sakha di Deluxe Line
66
CHAPTER 66 Makan Siang Bersama
67
CHAPTER 67 Mencintaimu..Lagi..
68
CHAPTER 68 Tak Menyerah
69
CHAPTER 69 Survei Lokasi Project
70
CHAPTER 70 Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!