CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek

"Belajarnya dibatalkan saja ya? Sepertinya kamu perlu istirahat," ujar Lana, nada suaranya penuh kekhawatiran, sambil memapah Sakha memasuki rumah megah itu. Wajah pucat Sakha membuatnya tak tega, ia merasa bertanggung jawab atas kondisi pemuda itu.

"Jangan. Aku tidak apa-apa," tolak Sakha, suaranya lemah namun tegas.

"Kamu yakin?" Lana menatapnya dengan mata penuh selidik.

Sakha mengangguk, lalu berujar, "Di kamarku saja."

"Hah?" Lana terkejut, alisnya terangkat.

"Di sana," Sakha menunjuk ke arah kamarnya dengan dagu.

"Ngapain di kamar kamu?" tanya Lana, bingung. 

"Ya belajar."

"Kenapa harus di kamar?" sergah Lana, matanya memicing curiga. "Di sini saja," pintanya, menunjuk ruang tamu yang nyaman.

"Buku-buku ada di kamar," jelas Sakha, berusaha meyakinkan.

"Ya tinggal diambil," Lana mengernyitkan dahi, tak habis pikir. 

"Memangnya kenapa kalau di kamar? Toh kita cuma belajar," gumam Sakha, nada suaranya terdengar sedikit kesal.

"Sepertinya kau tidak bisa melihat, aku beritahu ya... kalau aku adalah seorang gadis. Tidak baik anak gadis berada di kamar seorang pemuda yang bahkan bukan keluarganya," jelas Lana, senyum palsu menghiasi wajahnya. "Jadi, cepat kau ambil buku-buku yang dibutuhkan. Lalu kita belajar di sini," tukas Lana bersikeras, sambil menjatuhkan diri di sofa empuk.

"Oke... kalau begitu di ruang keluarga saja, di sana," tunjuk Sakha, mengalah.

"Baiklah," Lana mengikuti arah yang ditunjuk Sakha, melangkah menuju ruang keluarga yang luas.

Sakha segera berlari ke kamarnya, mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian santai, mencuci wajahnya yang pucat, lalu kembali ke ruang keluarga.

Saat ia tiba, pemandangan yang dilihatnya membuat hatinya mencelos. Lana tampak asyik bercengkrama dengan Berry, kucing kesayangan neneknya. Gadis itu menggendong Berry dengan lembut, mengelus bulu halusnya, dan Berry tampak nyaman dalam pelukannya.

Padahal, Berry selalu mencakar, berlari menjauh, dan menatap sinis padanya. Tapi dengan Lana, kucing itu langsung akrab, seolah mereka sudah berteman lama.

"Dasar kucing genit!" batin Sakha, cemburu melihat keakraban mereka.

...--------...

"Sakha, ini kucing kamu? Lucu!" Lana memasang wajah menggemaskan, matanya menyipit membentak eye smile yang cantik.

Sakha mematung, terkesima dengan ekspresi yang baru pertama kali ia lihat.

"Namanya siapa? Gemas sekali kucingnya. Bulunya lembut banget." Lana mengelus Berry dengan penuh kasih sayang, membuat kucing itu terlihat semakin nyaman dalam pelukannya.

"Berry." Sakha menjawab sambil berjalan mendekat dan duduk di samping gadis itu.

"Berry..Berry..kamu lucuuuu banget." Lana semakin mengeratkan pelukannya pada kucing itu. Berry yang dipeluk dengan erat, tampak tidak keberatan dan terlihat semakin menenggelamkan dirinya ke tubuh Lana. 

"Jangan sampai dia mati tercekik, nenekku bisa marah."

Lana langsung tersadar dan melonggarkan pelukannya. Ia terkekeh pelan.

"Nanti main lagi yang Berry, sekarang kakak mau belajar dulu." Lana mengangkat tubuh Berry dari pangkuannya lalu meletakkan kucing itu dengan hati hati di karpet.

"Oke, kita mulai dengan pelajaran Kimia saja ya." pinta Lana.

Sakha hanya menjawab dengan menghela nafas malas, namun pemuda itu menurut dan membuka buku pelajarannya.

Selanjutnya, Lana mulai menjelaskan materi yang menurut Sakha sulit, ia lalu menyuruh Sakha menjawab beberapa pertanyaan yang ada di buku mereka.

Awalnya Sakha mengira Lana hanya siswi pintar biasa, namun mendengar dan memperhatikan bagaimana gadis itu berusaha menjelaskan materi pelajaran kepadanya, ia akhirnya mengerti kenapa Lana bisa menjadi siswi berprestasi di sekolah.

Banyak orang yang bisa belajar dengan baik, namun tidak semua orang pandai mengajar. Menurut Sakha, gadis itu termasuk yang bisa melakukan keduanya, caranya menjelaskan materi sangat sederhana dan sama sekali tidak terkesan menggurui. Selain itu Lana memilih metode interaktif sehingga proses belajar mereka terasa seperti diskusi. Sakha, sama sekali tidak merasa gadis itu menganggapnya bodoh karena harus mengajarinya. Lana tidak menunjukan dirinya lebih pintar atau superior dibanding dirinya. Diam-diam Sakha merasa kagum padanya.

-----------

"Sakha...nenek pulang."

Selang beberapa jam setelah mereka belajar, sebuah suara terdengar dari arah pintu depan. Derap langkah kecil dapat mereka dengar dan berjalan mendekati ruang keluarga.

Lana yang saat itu sedang membereskan peralatan sekolahnya menoleh ke arah sumber suara. Kegiatan belajar mereka sudah selesai, jadi Lana memutuskan untuk segera pulang. Ia melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 7 malam. Ia berencana akan menggunakan transportasi umum untuk pulang.

"Nek." Sakha menyapa neneknya yang baru saja datang.

Seorang wanita paruh baya berusia sekitar 60 tahunan berjalan mendekat ke arah Lana dan Sakha. Raut wajah nenek tampak terkejut saat dilihatnya seorang gadis remaja yang cantik sedang berada di rumahnya. Matanya bergantian menatap Sakha dan Lana seolah bertanya siapa gadis ini dan apa yang sedang mereka lakukan di sana.

Lana segera berdiri dan memberanikan dirinya untuk mendekati nenek dari Sakha.

"Selamat malam, nek. Kenalkan saya Lana, teman sekelasnya Sakha."  Lana mencium punggung tangan nenek dengan sopan dan berusaha tersenyum ramah walau sedikit canggung.

"Malam. Kamu cantik sekali." Nenek terlihat sumringah menyambut kedatangan Lana. "Oh,  nama nenek, Yasmin. Jadi kamu bisa panggil nenek Yasmin saja."ujarnya seraya mengelus lembut kepala gadis itu.

Lana sedikit terhenyak dengan sikap nenek Yasmin yang sangat ramah padanya walaupun mereka baru pertama kali bertemu. Sifat nenek Yasmin berbanding terbalik dengan cucunya, yakni Sakha yang selalu tampak dingin dan tidak pernah tersenyum.

"Lana sudah mau pulang, nek."ujar Sakha.

"Eh kok pulang. Menginap saja di sini. Sudah malam. Lagipula besok akhir pekan, sekolah libur."

"Eh?" Lana terlihat gelagapan dan menoleh bingung ke arah Sakha.

"Jangan nek. Lana pulang saja."tolak gadis itu sopan.

"Ya sudah, tapi nanti pulangnya diantar Pak Izal saja ya, berbahaya naik transportasi umum malam-malam."

"Enggak perlu nek, merepotkan." respon Lana sungkan.

"Enggak repot sama sekali. Nanti pokoknya kamu pulangnya diantar Pak Izal, titik. Oh iya, kalian sudah makan?"

Sakha menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Astaga, Sakha kamu bagaimana sih. Ada tamu tidak disuguhi makanan apapun, bener-bener kamu ya." seloroh nenek yang terlihat kesal pada cucunya tersebut.

"Ayo makan dulu. Sebentar nenek minta bi Maya menyiapkan makanannya, enggak akan lama kok. Kamu duduk dulu ya sayang." pinta nenek sopan.

"Lana makan dirumah saja nek." Lana Masih merasa canggung dan malu jika harus menerima makan gratis di hari pertamanya berkunjung ke sana.

"Enggak boleh, kamu harus makan malam di sini. Tunggu ya, nenek ke dalam sebentar. Nanti kalau makanannya sudah siap, nenek panggil."

Nenek lalu buru-buru pergi dan tidak menghiraukan penolakan gadis itu.

Lana memainkan jemarinya gugup. Ia menoleh pada Sakha, khawatir pemuda itu akan keberatan dengan dirinya yang tanpa tahu malu ikut makan malam di rumahnya.

Namun, Sakha tampak santai dan membereskan buku-buku di meja yang masih berserakan.

Lana lalu berjongkok di samping pemuda itu.

"Sakha, memangnya tidak apa-apa aku makan di sini? Kamu keberatan ya?" Kening gadis itu berkerut menyiratkan kekhawatiran.

Sakha menatap sejenak wajah Lana yang terlihat khawatir.

Tangannya bergerak mendekati wajah gadis itu, lalu tiba-tiba ia meletakkan telapak tangannya di atas kepala Lana.

Gadis itu mendongak bingung, matanya mengerjap.

"Jangan berpikir yang tidak-tidak. Turuti saja kata nenek. Nanti aku antar kamu pulang."

"Eh?"

Episodes
1 CHAPTER 1 Senyum Tulus Alana
2 CHAPTER 2 Hati Yang Mulai Tertarik
3 CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek
4 CHAPTER 4 Makan Malam Bersama
5 CHAPTER 5 Malaikat Penolong Nenek
6 CHAPTER 6 BERTEMAN
7 CHAPTER 7 Perhatian Lana
8 CHAPTER 8 Ulang Tahun Nenek
9 CHAPTER 9 Hadiah Untuk Nenek
10 CHAPTER 10 KELUARGA LANA
11 CHAPTER 11 Sebuah Pelukan
12 CHAPTER 12 Bekal Untuk Lana
13 CHAPTER 13 Lana Yang Sendiri
14 CHAPTER 14 Study Tour Part 1
15 CHAPTER 15 Study Tour Part 2
16 CHAPTER 16 Study Tour Part 3
17 CHAPTER 17 Apa itu cinta ?
18 CHAPTER 18 Kehadiran Bayu
19 CHAPTER 19 Nenek Yasmin Sakit
20 CHAPTER 20 Bersama Kak Bayu
21 CHAPTER 21 Bertemu Bunda Part 1
22 CHAPTER 22 Bertemu Bunda Part 2
23 CHAPTER 23 MENYEMBUNYIKAN LUKA
24 CHAPTER 24 Memasak Untuk Nenek Part 1
25 CHAPTER 25 Memasak Untuk Nenek Part 2
26 CHAPTER 26 Tentang Kuliah dan Masa Depan
27 CHAPTER 27 Jangan Membuatku Jatuh Cinta
28 CHAPTER 28 Kalian Pacaran ??
29 CHAPTER 29 Nasehat Dilla
30 CHAPTER 30 Hati Lana
31 CHAPTER 31 Berita Buruk dari Ibu
32 CHAPTER 32 Ada Apa dengan Sakha ? Part 1
33 CHAPTER 33 Ada Apa dengan Sakha ? Part 2
34 CHAPTER 34 ASING
35 CHAPTER 35 Pesta Kelulusan
36 CHAPTER 36 Air Mata Lana
37 CHAPTER 37 Kecelakaan Sakha
38 CHAPTER 38 10 Tahun Kemudian
39 CHAPTER 39 Bunda Sakit
40 CHAPTER 40 Kembali Ke Jakarta
41 CHAPTER 41 Bertemu Keanu yang Lucu
42 CHAPTER 42 Meninggalnya Bunda Part 1
43 CHAPTER 43 Meninggalnya Bunda Part 2
44 CHAPTER 44 Perjodohan Sakha
45 CHAPTER 45 Deluxe Line
46 CHAPTER 46 Kehadiran Lana di Deluxe Line
47 CHAPTER 47 Bermain Dengan Keanu
48 CHAPTER 48 Arriba Group Part 1
49 CHAPTER 49 Arriba Group Part 2
50 CHAPTER 50 Makan Malam dengan Nenek
51 CHAPTER 51 Kegundahan Dilla dan Lana
52 CHAPTER 52 Kak Gani
53 CHAPTER 53 Pertemuan Berikutnya
54 CHAPTER 54 MAAF
55 CHAPTER 55 Kejujuran
56 CHAPTER 56 Kenyataan
57 CHAPTER 57 Bahaya Mengintai
58 CHAPTER 58 Dalam Bahaya
59 CHAPTER 59 Tangisan Lana
60 CHAPTER 60 Di Rumah Sakit
61 CHAPTER 61 Memberi Kesempatan
62 CHAPTER 62 Kejujuran Sakha
63 CHAPTER 63 Coba Memaafkan
64 CHAPTER 64 Keluar Rumah Sakit
65 CHAPTER 65 Sakha di Deluxe Line
66 CHAPTER 66 Makan Siang Bersama
67 CHAPTER 67 Mencintaimu..Lagi..
68 CHAPTER 68 Tak Menyerah
69 CHAPTER 69 Survei Lokasi Project
70 CHAPTER 70 Sakit
Episodes

Updated 70 Episodes

1
CHAPTER 1 Senyum Tulus Alana
2
CHAPTER 2 Hati Yang Mulai Tertarik
3
CHAPTER 3 Pertemuan dengan Nenek
4
CHAPTER 4 Makan Malam Bersama
5
CHAPTER 5 Malaikat Penolong Nenek
6
CHAPTER 6 BERTEMAN
7
CHAPTER 7 Perhatian Lana
8
CHAPTER 8 Ulang Tahun Nenek
9
CHAPTER 9 Hadiah Untuk Nenek
10
CHAPTER 10 KELUARGA LANA
11
CHAPTER 11 Sebuah Pelukan
12
CHAPTER 12 Bekal Untuk Lana
13
CHAPTER 13 Lana Yang Sendiri
14
CHAPTER 14 Study Tour Part 1
15
CHAPTER 15 Study Tour Part 2
16
CHAPTER 16 Study Tour Part 3
17
CHAPTER 17 Apa itu cinta ?
18
CHAPTER 18 Kehadiran Bayu
19
CHAPTER 19 Nenek Yasmin Sakit
20
CHAPTER 20 Bersama Kak Bayu
21
CHAPTER 21 Bertemu Bunda Part 1
22
CHAPTER 22 Bertemu Bunda Part 2
23
CHAPTER 23 MENYEMBUNYIKAN LUKA
24
CHAPTER 24 Memasak Untuk Nenek Part 1
25
CHAPTER 25 Memasak Untuk Nenek Part 2
26
CHAPTER 26 Tentang Kuliah dan Masa Depan
27
CHAPTER 27 Jangan Membuatku Jatuh Cinta
28
CHAPTER 28 Kalian Pacaran ??
29
CHAPTER 29 Nasehat Dilla
30
CHAPTER 30 Hati Lana
31
CHAPTER 31 Berita Buruk dari Ibu
32
CHAPTER 32 Ada Apa dengan Sakha ? Part 1
33
CHAPTER 33 Ada Apa dengan Sakha ? Part 2
34
CHAPTER 34 ASING
35
CHAPTER 35 Pesta Kelulusan
36
CHAPTER 36 Air Mata Lana
37
CHAPTER 37 Kecelakaan Sakha
38
CHAPTER 38 10 Tahun Kemudian
39
CHAPTER 39 Bunda Sakit
40
CHAPTER 40 Kembali Ke Jakarta
41
CHAPTER 41 Bertemu Keanu yang Lucu
42
CHAPTER 42 Meninggalnya Bunda Part 1
43
CHAPTER 43 Meninggalnya Bunda Part 2
44
CHAPTER 44 Perjodohan Sakha
45
CHAPTER 45 Deluxe Line
46
CHAPTER 46 Kehadiran Lana di Deluxe Line
47
CHAPTER 47 Bermain Dengan Keanu
48
CHAPTER 48 Arriba Group Part 1
49
CHAPTER 49 Arriba Group Part 2
50
CHAPTER 50 Makan Malam dengan Nenek
51
CHAPTER 51 Kegundahan Dilla dan Lana
52
CHAPTER 52 Kak Gani
53
CHAPTER 53 Pertemuan Berikutnya
54
CHAPTER 54 MAAF
55
CHAPTER 55 Kejujuran
56
CHAPTER 56 Kenyataan
57
CHAPTER 57 Bahaya Mengintai
58
CHAPTER 58 Dalam Bahaya
59
CHAPTER 59 Tangisan Lana
60
CHAPTER 60 Di Rumah Sakit
61
CHAPTER 61 Memberi Kesempatan
62
CHAPTER 62 Kejujuran Sakha
63
CHAPTER 63 Coba Memaafkan
64
CHAPTER 64 Keluar Rumah Sakit
65
CHAPTER 65 Sakha di Deluxe Line
66
CHAPTER 66 Makan Siang Bersama
67
CHAPTER 67 Mencintaimu..Lagi..
68
CHAPTER 68 Tak Menyerah
69
CHAPTER 69 Survei Lokasi Project
70
CHAPTER 70 Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!