Kari baru bernafas lega setelah Lordan keluar. Ia memutuskan berjalan-jalan keluar, di halaman rumah. Mudah-mudahan saja urusan Lordan lama karena Kari semakin hari merasa tidak nyaman melihat suaminya yang memiliki penyimpangan itu. Ia jijik.
Kari menghela napas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang masih bergejolak. Begitu langkahnya mencapai halaman, ia memandang langit biru kota California dari kebun belakang rumah. Indah sekali langit siang ini.
Harus Kari akui kalau keluarga Rafael memiliki rumah megah dengan pemandangan yang sangat indah. Rumah ini begitu besar, banyak pepohonan besar yang tumbuh di kebun belakang
Kari berjalan lebih jauh ke kebun belakang, membiarkan angin sepoi-sepoi membelai rambutnya. Wangi bunga mawar dan lavender bercampur dalam udara, membawa ketenangan sesaat di tengah pikirannya yang kalut. Ia mencoba mengabaikan bayangan Lordan yang semakin hari semakin membuatnya muak.
Ia tahu pernikahan mereka memang tidak di dasari dengan cinta. Dulu, ia berpikir bisa bertahan demi keluarganya, bahwa ia bisa menerima segala kekurangan Lordan, termasuk kebiasaannya yang aneh dan menyimpang. Tapi ternyata ia salah. Tidak ada yang bisa dilakukan selain berharap Lordan sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak banyak mengganggunya.
Saat matanya menelusuri hamparan kebun yang luas, pandangannya menangkap sosok seseorang di kejauhan. Kari menyipitkan mata. Seorang pria berdiri di dekat air mancur kecil di sudut halaman, terlihat mengamati sekeliling dengan ekspresi datar.
Kari menegang. Ia masih ingat jelas wajah itu, walau hanya melihatnya dari samping. Pria itu adalah laki-laki yang sama dengan laki-laki yang menidurinya semalam atas perintah Lordan.
Jacob.
Pengawal Lordan.
Sebelum lelaki itu menyadari keberadaannya, Kari segera menjauh, masuk lebih dalam ke kebun belakang yang sudah mengarah ke hutan. Rumah ini memang menyatu dengan hutan. Entahlah apa maksud keluarga itu membuat rumah megah di area hutan, Kari tidak begitu peduli selagi banyak pemandangan yang bagus dari rumah ini.
Kari masuk lebih dalam agar bisa menghindari Jacob. Peristiwa semalam masih terbayang-bayang dalam ingatannya. Bagaimana panasnya pria itu waktu menggagahinya. Kari akui pria itu sangat seksi tampan. Tubuhnya sempurna.
Seandainya dia tidak tahu pria itu adalah salah satu pengawal yang bekerja untuk Lordan, tentu saja ia sudah mengira kalau pria itu adalah salah satu laki-laki kaya yang berkuasa. Tampangnya seperti pria bangsawan, atau pangeran. Kharisma dan tatapannya yang lembut seakan menghipnotis Kari. Bahkan saat pria itu memasukinya ...
Kari menggeleng kuat, membuang pikirannya jauh-jauh.
Astaga Kari, what the hell are you doing?
Kari tidak menyangka otaknya akan berpikir senakal ini. Ia berusaha menghilangkan pikiran kotornya. Wajahnya mendongak ke sebuah pohon ara yang menjulang tinggi di hadapannya. Kari menatap buah-buah ara yang ada di atas pohon tersebut.
Ia penasaran bagaimana rasanya.
Tapi buahnya terlalu tinggi, ia tidak bisa meraih dengan tangannya.
Kari menatap ke samping kanan kiri. Tidak ada siapa-siapa. Jarang ada orang yang masuk sampai ke sini juga pasti. Kalau dia naik ke pohon itu dan memetik buahnya untuk di makan, pasti tidak ada yang akan melihat.
Tanpa pikir panjang ia pun berusaha naik. Untuk hari ini ia pakai jeans. Wanita itu berjuang naik dengan susah payah hingga akhirnya berhasil. Ia bernafas lega. Setelah beristirahat sejenak, ia pun memetik buah ara dan mengisinya ke dalam mulut.
Manis.
Kari tidak menyangka rasa buah ara ini akan sebaik ini. Teksturnya lembut dengan rasa madu yang menyentuh lidahnya. Ia mengambil satu lagi, lalu satu lagi, sampai tangannya hampir penuh dengan buah.
Namun, ketika ia sedang menikmati camilannya yang tidak dia sangka enak ini, ia merasakan ada yang aneh.
Dari sudut matanya, ia melihat pergerakan di bawah pohon. Seseorang berdiri di sana, menatapnya dengan ekspresi datar.
Jacob.
Kari menahan napas. Pria itu menatapnya dalam diam, seolah sedang mengamati seekor kucing liar yang memanjat pohon dan sekarang terjebak. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi berarti, tetapi mata tajamnya membuat Kari bergidik.
"Apa yang kau lakukan di atas sana, nyonya?" Suara Jacob dalam dan tenang, tetapi ada sesuatu di dalamnya yang membuat Kari merasa seperti seorang anak kecil yang ketahuan berbuat nakal.
Kari menelan ludah, lalu mencoba menjawab dengan santai.
"Me-memetik buah."
Jacob menaikkan sebelah alisnya, masih menatapnya tanpa berkedip.
"Sebelum kau naik, apa kau tidak berpikir bagaimana caranya turun setelah naik ke atas sana?"
Kari baru sadar. Ia memang memanjat dengan senang walau berusaha keras sampai berhasil naik karena semangat mencoba buah ara itu, tetapi sekarang melihat ke bawah, ia menyadari betapa tingginya posisi dirinya.
Sial.
"Ya, naik saja aku bisa, aneh sekali kalau tidak bisa turun." balasnya berusaha bersikap setenang mungkin.
Di bawah sana Jacob tersenyum miring. Ia bisa melihat ekspresi wanita itu yang jelas-jelas seperti sedang berpikir bagaimana caranya turun.
"Kau yakin, nyonya?" ia bertanya lagi, menatap Kari dengan tatapan dalam.
Kari sendiri segera membuang muka dari tatapan lelaki itu. Jangan sampai dia kedapatan terpesona pada ketampanannya.
"Ya aku yakin, sangat yakin. Kau pergi saja. Jangan menggangguku. Aku ingin sendirian!" balas Kari lagi agak ketus. Tentu dia sengaja bersuara ketus begitu agar bisa mengusir laki-laki itu.
Sementara itu di bawah sana Jacob masih diam dengan pandangan mendongak ke atas. Rasanya ia ingin melompat ke atas pohon untuk segera membantu wanita itu turun, tetapi Jacob menahan diri.
Statusnya sekarang adalah pengawal Lordan, dan status wanita itu sebagai istri pria biadap itu. Jacob pun memang yakin sekali kalau wanita di atas sana adalah istrinya yang dinyatakan telah meninggal dunia enam tahun lalu. Tetapi karena dia tidak diingat sama sekali oleh wanita itu, ia harus memakai strategi untuk mendapatkan kembali miliknya.
"Hei, kenapa kau diam saja di sana? Aku bilang pergi!" Kari berseru lagi. Jacob akhirnya mundur dan berjalan menjauh. Tetapi ia tidak benar-benar pergi pastinya. Ia bersembunyi di balik pohon jeruk dengan mata mengamati Kari dari kejauhan.
Wanita itu masih berpikir keras mencari jalan bagaimana caranya turun. Jacob tak memalingkan pandangannya sedikitpun karena takut wanita itu jatuh.
Dan saat wanita itu berusaha turun, ia tidak sengaja menginjak sebuah ranting kering dan ...
Jacob langsung berlari kencang dari tempatnya bersembunyi pada saat tubuh Kari terjun ke bawah akibat salah injak ranting.
Kari menjerit pelan saat tubuhnya meluncur jatuh. Matanya terpejam, siap merasakan benturan keras dengan tanah.
Namun, yang ia rasakan justru sesuatu yang hangat dan kokoh menangkapnya tepat waktu.
Degupan jantungnya memburu ketika ia membuka mata dan menemukan wajah Jacob begitu dekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments
Dwi Winarni Wina
Jari merasa jijik dan muak sm lordan yg yg tega istrinya disentuh pria lain...
kari berkorban demi orgtua menikah dengan lordan agar perusahaan orgtuanya mengalami kebangkrutan...
mungkinkah kari itu istri jacob yg dinyatakan meninggal dlm tragedi kebakaran pdhal istri jacob selamat dan mengalami amnesia...
Jacob menyamar jd bodyguard tuk membalas dendam sm keluarga rafael....
Cie2 kari jatuh dr pohon ditolong sm sang bodyguard tampan....
lama2 kari dan sang bodyguard tampan bisa jatuh cinta...
Kari mirip bingit sm istri jacob yg meninggal tragedi kebakaran...
lanjut thor....
semangat selalu..
sehat selalu......
2025-03-11
2
sum mia
masih penasaran kenapa Kari bisa lupa ingatan . dan aku yakin kalau Kari sebenarnya kembar , dan yang meninggal terbakar itu kembarannya untuk menggantikan Kari .
tapi . au ah.... tunggu aja bab selanjutnya .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
2025-03-11
3
Ita rahmawati
penasaran bingit,,gimana ceritanya istrinya jacob yg dinyatakan meninggal tetiba jd kari dn amnesia pula 🤔
2025-03-11
1