Paginya, di rumah mewah milik keluarga Rafael, Kari berdiri di depan cermin kamarnya, menatap bayangan dirinya sendiri. Tubuhnya terasa lelah, pikirannya kacau. Apa yang terjadi tadi malam terus menghantuinya.
Ia tidak mengerti mengapa ia bisa terjerumus ke dalam permainan gila suaminya. Bersetubuh dengan si pengawal bernama Jacob itu. Laki-laki yang baru seminggu bekerja di kediaman keluarga besar tersebut. Itu salah. Seharusnya itu tidak pernah terjadi.
Tapi yang lebih membingungkannya adalah perasaan yang muncul di dalam hatinya. Jacob terasa begitu familiar. Matanya, suaranya, bahkan sentuhannya, semua terasa seperti sesuatu yang pernah ia alami sebelumnya.
Kari menggelengkan kepalanya. Itu pasti hanya perasaannya saja. Ia tidak mengenal pria itu, atas dasar apa coba dia bilang pernah mengalami sesuatu bersama pria itu.
Namun, ketika ia menurunkan pandangan ke pahanya, melihat tanda hitam berbentuk bulan sabit di sana, hatinya tiba-tiba berdegup kencang. Jacob juga melihat tanda itu tadi malam.
Mengapa semalam pria itu menatap ke tanda itu terus? Apa tanda itu menarik? Tidak, Lordan saja bilang tanda lahir di pahanya aneh. Suaminya itu tidak terlalu suka.
Kari mendesah berat, menatap ke cermin lagi. Jujur, sejak awal menikah dengan Lordan, ia belum menemukan kebahagiaannya. Mereka menikah karena di jodohkan. Keluarganya memaksa dia harus menikahi Lordan untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya yang waktu itu di ambang kehancuran.
Pernikahannya dengan Lordan adalah pernikahan atas dasar bisnis, tanpa adanya cinta. Kari pun sampai saat ini merasa belum jatuh cinta pada Lordan. Tetapi karena mereka telah menikah secara sah, tentu saja dia harus berkewajiban melakukan tugasnya sebagai seorang istri, termasuk melayani suaminya. Kalau ia tidak patuh, perusahaan keluarganya yang terancam.
Lordan memang aneh kalau perkara hubungan badan. Laki-laki itu suka mengikatnya dan bermain kasar, tetapi yang paling tidak di sangka-sangka oleh Kari adalah, suaminya itu memerintahkan pengawalnya untuk menyetubuhinya.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka tanpa ketukan. Lordan berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan seringai kecil.
"Kau terlihat lelah, baby," ujarnya sambil berjalan mendekat.
Kari menegang, tetapi ia tidak mau terlihat terlalu lemah di hadapan suaminya.
"Aku gak suka kamu maksa aku main sama pengawal kamu kaya tadi mama, baby." katanya dengan suara bergetar menahan emosi.
Lordan tertawa pelan, lalu mengangkat dagunya dengan ujung jarinya.
"Aku hanya ingin melihat apakah kau bisa menikmati sesuatu yang berbeda. Tapi kau memang terlihat menikmatinya semalam, babe. Lagipula aku melakukan itu demi kebaikan kita berdua. Kalau kau hamil, akan sangat menguntungkan. Aku akan memanggil pria itu lagi besok. Kalian harus sering-sering melakukannya agar kau cepat hamil."
Mata Kari membulat. Astaga, apa suaminya ini sudah gila? Mana ada seorang suami rela melihat istrinya bersetubuh dengan laki-laki lain di depan matanya sendiri? Lordan memang tidak normal.
Kari mundur selangkah, tubuhnya gemetar. Matanya menatap Lordan dengan tatapan tidak percaya. Suaminya tidak hanya aneh, dia gila.
"Apa … Apa yang baru saja kau katakan?" suaranya bergetar.
Lordan terkekeh, kemudian melangkah mendekat, membuat Kari kembali mundur hingga punggungnya menempel ke meja rias. Ia terperangkap.
"Kau mendengarnya dengan jelas, sayang, pengawalku akan terus meniduri sampai kau dinyatakan hamil." Lordan mengangkat alisnya.
"Jacob akan datang lagi besok malam, dan kau akan melakukan tugasmu sebagai istri yang baik."
Kari menggeleng keras.
"Aku tidak mau lagi Lordan! Kita bisa cari cara lain, tidak dengan cara aneh begitu."
Lordan hanya tersenyum tipis, lalu membungkuk, menyandarkan kedua tangannya di meja rias di belakang Kari, membuat jarak mereka semakin dekat.
"Sudah ku bilang aku tidak ingin cara lain. Itu bisa membuat sepupuku curiga. Cara yang kemarin adalah yang paling gampang, kau sebagai istri patuh saja kepada suamimu. Aku akan terus menemanimu tiap kali pengawalku menyentuhmu. Aku akan memberikan arahan untuknya."
"Tapi ..."
"Jangan bantah aku, beb. Kau tahu kau tidak sedang dalam posisi yang bisa melawan suamimu kan? Hidup keluargamu akan melarat, kau mau?"
Kari terdiam. Lagi-lagi Lordan membawa-bawa nama keluarganya untuk membuatnya tunduk. Kari tidak suka. Tapi kalau dia terus membantah, Lordan akan makin menjadi-jadi. Akhirnya ia memilih diam sekarang.
Lordan memeluk pinggangnya dari belakang. Kari bisa lihat wajah pria itu dari cermin. Wajah yang lama-lama bikin Kari muak, sayangnya ia terlalu lemah untuk melawan keluarga pria itu yang berkuasa di kota ini.
"Katakan dengan jujur, saat laki-laki itu memasukimu semalam, kau sangat menikmatinya kan?" pertanyaan Lordan tentu tidak di jawab oleh Kari.
"Jawab aku baby, apa senikmat itu bercinta dengan bodyguardku?"
Kari menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan rasa jijik yang menggumpal di dadanya. Ia ingin berteriak, ingin menampar wajah suaminya yang semakin lama semakin terlihat seperti iblis di matanya.
"Aku tanya, apa kau menikmatinya?" Lordan mengeratkan pelukannya di pinggang Kari, bibirnya nyaris menyentuh leher istrinya.
Kari mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Ia tidak akan menjawab pertanyaan itu. Ia tidak akan memberi Lordan kepuasan mendengar reaksinya.
Melihat Kari hanya diam, Lordan tertawa kecil lalu melepaskannya.
"Baiklah, kau tidak perlu menjawab. Tapi aku sudah melihat ekspresi wajahmu semalam. Kau terlalu polos, Kari. Kau pikir aku tidak bisa membaca bahasa tubuhmu?"
Kari hanya diam. Lordan kemudian menepuk pantatnya pelan.
"Aku akan ke kantor setelah ini. Mungkin tidak akan pulang, kau diam dengan tenang di rumah. Jangan kemana-mana. Jangan lupa persiapkan dirimu juga untuk permainan besok. "
Setelah mengatakan itu, Lordan berbalik dan berjalan keluar dari kamar, meninggalkan Kari yang masih berdiri di tempat dengan tubuh terasa. Begitu pintu tertutup, napas Kari langsung memburu. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, menahan emosinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments
Dwi Winarni Wina
Demi ambisinya lordan rela mengorbankan istrinya bersetubuh dgn sang bodyguardnya kari merasa jijik dan muak,,,dasar suami tidak waras dan sakit jiwa lordan....
Kari sangat familiar dgn jacob dan telah lama mengenalnya tp kari tidak ingat apa2 kemungkinan kari mengalami insiden kecelakaan mengalami amnesia...
Dasar lordan suami edan dan sableng memaksa kari lagi bersentuh dgn sang bodyguard dan lordan tidak memikirkan perasaan kari gimana...
Lordan selalu menggungkit2 telah menolong keluarga kari dr kebangkrutan dan kari menikah dgn lordan krn perjodohan....
Lordan jgn sampai menyesal nantinya suatu saat nanti kari direbut sm jacob dan klo sampai hamidun jacob tidak akan melepaskan kari...
lanjut thor.....
semangat selalu.....
sehat selalu.....
2025-03-09
4
sum mia
Lordan menang gila.... tega menyerahkan istrinya disentuh pria lain bahkan didepan matanya .
tapi biarlah Kari dan Jacob sering-sering berhubungan biar Kari makin ingat dengan suaminya yang dulu .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
2025-03-09
1
Ilfa Yarni
dgn secara lgsg k.bertemu lg dgn suami pertamamu karl dialah pria yg kau cintai suatu saat ingatanmu akan pulih ikuti aja kemauan laki2 gila itu
2025-03-09
1