Jacob berdiri mematung, napasnya tercekat di tenggorokan.
Kari mengenakan gaun tipis berwarna gading, hampir transparan di bawah pencahayaan temaram. Kedua pergelangan tangannya terikat pada rantai besi yang tergantung dari atas, sementara mata indahnya tertutup kain hitam. Jacob bisa melihat betapa tubuh wanita itu bergetar, ia belum menyadari mereka sudah berada di ruangan itu. Saat sadar dan tatapannya bertemu dengan Jacob, jantung Kari berdegup hebat. Ia benci kenapa dirinya harus berada dalam situasi seperti ini. Ia malu di lihat oleh lelaki itu, pengawal Lordan.
Lordan tertawa kecil di samping Jacob.
"Kenapa diam, Jacob? Kau kaget? Jangan seperti pria baik-baik. Aku tahu hampir semua laki-laki memiliki otak nakal sepertiku.
Jacob menoleh, menatap Lordan dengan amarah yang tertahan. Ia ingin menghantam pria brengsek itu hingga hancur, tetapi ia tahu tidak boleh gegabah.
"Apa maksudmu, tuan? Kenapa istrimu di ikat seperti itu?" Jacob akhirnya berbicara, suaranya tetap tenang meskipun hatinya berkecamuk.
Lordan melangkah mendekati Kari, tangannya terulur untuk menyentuh wajah wanita itu. Jacob menahan diri untuk tidak meninju laki-laki itu.
"Kau lihat ini, Jacob? Istriku ini terlalu polos, terlalu menawan, dia sangat patuh padaku. Tiap kali aku mengikatnya seperti ini dan meraba tubuhnya, dia akan bergetar mendambakan sentuhanku." suara Lordan rendah, dengan senyuman yang puas.
Kari tertawa sinis dalam hati. Mendambakan sentuhan pria gila itu? Pria itu saja yang tidak tahu bagaimana Kari sangat jijik dengan setiap sentuhan dan permainan gilanya. Kalau bukan karena keadaan, dia tidak akan pernah menjadi wanita bodoh yang mau dipermainkan seperti ini.
Jacob mengepalkan tinjunya di belakang Lordan. Bajingan ini sungguh ingin dia bunuh.
"Hari ini, aku ingin kau bermain-main dengan istriku. Karena istriku menikmati permainan seperti ini, aku ingin kau memanjakan dia. Buat dia bergetar hebat karena sentuhanmu." lanjut Lordan, kali ini menatap Jacob dengan senyum penuh arti.
"Aku ingin kau mengajarinya menjadi lebih pintar. Jangan lupa pakai banyak sisi, agar dia cepat hamil."
Jacob merasa isi perutnya bergejolak. Lordan menginginkan dia bermain-main dengan Kari dengan posisi seperti ini?
Sialan!
Namun, Jacob tidak boleh menunjukkan reaksi berlebihan. Jika dia menolak mentah-mentah, Lordan pasti akan cari laki-laki lain.
"Bagaimana? Kenapa diam saja, Jacob. Aku tahu kau pasti menginginkannya," Lordan berbisik, kini berdiri tepat di belakang Jacob.
Jacob menelan ludah, menatap tubuh Kari yang terikat tanpa daya. Jika dia tidak melakukan sesuatu, bukan hanya rencana balas dendamnya yang hancur, tetapi juga wanita yang sangat ia cintai akan terus hidup dalam neraka tanpa akhir.
Perlahan, Jacob melangkah mendekat. Ia bisa mendengar napas Kari yang tersengal, dadanya naik turun.
"Bagus, Jacob. Aku akan menonton, sentuh dia sesuka hatimu, aku tidak keberatan." Lordan bersandar di dinding, menyilangkan tangan dengan senyum licik di wajahnya.
Jacob berdiri tepat di depan Kari. Napas wanita itu semakin tak teratur, tubuhnya bergetar. Ia bisa melihat bekas kemerahan di pergelangan tangan Kari akibat gesekan rantai. Sudah berapa lama dia di ikat seperti ini?
Jacob mengulurkan tangannya perlahan, menyentuh pipi Kari dengan lembut. Ia harus membuat Lordan percaya bahwa dia benar-benar melakukan ini.
Kari tersentak di bawah sentuhannya. Mereka saling menatap beberapa detik. Lalu Kari segera memalingkan wajahnya ke arah lain. Dadanya bergerak naik turun.
"Istriku, jangan terlalu pemalu. Bukankah laki-laki ini sudah pernah menyentuhmu?" Lordan yang duduk di belakang Jacob buka suara.
Jacob merasakan amarah mendidih dalam dadanya, tetapi ia menahan diri. Dengan gerakan lembut, ia menyelipkan jemarinya ke rambut Kari, membiarkan sentuhan itu terasa nyata bagi Lordan. Sejujurnya dia juga sangat ingin menyentuh wanita ini, tapi bukan dengan cara seperti ini. Namun sekarang, tidak ada jalan lain, dia memang harus mengikuti perintah Lordan.
Kari menahan napasnya,
Lordan tertawa kecil, menikmati pemandangan di hadapannya.
"Lanjutkan, Jacob. Buat dia menikmati ini."
Jacob menggeretakkan giginya. Di matanya, wanita yang terikat di hadapannya bukanlah istri Lordan, melainkan seseorang yang ingin ia lindungi dengan seluruh nyawanya. Dengan hati-hati, ia menelusuri rahang Kari dengan ibu jarinya, lalu membungkuk mendekat ke telinganya.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku janji akan melindungimu nanti, sekarang kita ikuti dulu permainan ini," bisiknya lirih, nyaris tak terdengar oleh Lordan.
Kari menegang, tetapi dalam hatinya ia merasa percaya dengan pria itu. Dengan gemetar, ia menggigit bibirnya, ia tidak tahu kenapa, tetapi ia malah tidak merasa jijik karena yang berdiri di depannya saat ini adalah pria itu, bukan suaminya.
Jacob meremas bahu Kari dengan lembut, lalu menggerakkan jemarinya turun ke lengannya, kemudian naik ke wajah wanita itu, membelainya lembut, dan mengusap bibirnya. Jantung Kari berdegup makin cepat.
"Cium bibirnya, Jacob." ujar Lordan.
"Aku ingin melihat kau mencumbunya dengan panas."
Jacob menangkup wajah Kari, ibu jarinya kembali mengusap bibir wanita itu dengan gerakan lembut, seolah mengajaknya untuk tenang. Kemudian, ia mencondongkan tubuhnya, wajahnya semakin dekat, napasnya hangat di kulit Kari.
Lalu, bibirnya menyentuh bibir Kari.
Seketika, seluruh tubuh Kari menegang, tetapi bukan karena jijik atau takut, melainkan karena merasakan sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.
Jacob mencium bibirnya dengan lembut, tanpa paksaan, tanpa nafsu liar seperti yang biasa ia dapatkan dari suaminya. Ini berbeda. Jelas sangat berbeda.
Lordan tertawa pelan.
"Bagus … Lanjutkan, Jacob. Buat dia melayang dengan semua sentuhanmu."
Jacob menggeretakkan giginya di sela ciuman mereka, tetapi ia tetap berusaha mengontrol emosinya.
Dengan lembut, Jacob memperdalam ciumannya, membiarkan bibirnya menekan bibir Kari sedikit lebih lama. Tangannya mengusap lembut pipi wanita itu, berusaha meyakinkannya bahwa ia ada di sini bukan untuk menyakitinya.
Lordan menyipitkan mata, lalu berdecak.
"Kalian membosankan," katanya seraya berdiri.
"Jacob, kau terlalu lembut. Aku ingin melihat sesuatu yang lebih liar. Cium dia dengan ganas."
Mau tak mau Jacob pun mengikuti perintah Lordan. Ia menggigit bibir bawah Kari dan lidahnya masuk ke dalam mulut wanita itu. Jacob mulai terbawa suasana. Ia makin liar di dalam mulut Kari.
Kari mengejang di bawah ciumannya, Jacob mencium dengan penuh gairah, ada kehangatan yang samar, sesuatu yang tidak pernah ia rasakan saat bersama Lordan.
Jacob menekan tubuhnya lebih dekat, membiarkan napas mereka bercampur. Tangannya turun ke bahu Kari, lalu bergerak ke punggungnya. Mengusap-usap dengan gerakan sensual.
Lordan mengamati mereka dengan seringai puas, tetapi ia mulai bosan.
"Hentikan. Aku ingin melihat permainan yang lain." katanya, melangkah mendekat.
"Sekarang kau buka seluruh pakaiannya dan bermainlah dengan tubuhnya."
Jacob menunjukkan ekspresi tenangnya. Ia tahu ia datang ke sini memang bertujuan untuk meniduri Kari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments
🌺🌸CantikaLovely🎀💖
ehhhhh cerita othor kali ini beda...
ga nyaman aku baca nya...
lebih ke kasian sama Kari jd kyk..perempuan jalang...
Ga nyaman juga bagaimana bisa suami..mengijinkan istrinya di setubuhi pria lain d depan suami sendiri...
Walaupn Jacob ad suami sah Kari..
Kalo ada adegan kyk gitu aku lewatin aj..ga mau baca...
2025-03-17
3
Ahmad Zaki Zulkarnain
mantaaap jiwa lanjut updatenya thor makin seru bikin penasaran sama kelanjutan cerita nya terimakasih
2025-03-15
7
Ayesha Almira
kpn c lordan dpt balasan dr kebejatannya
2025-03-15
1