Pakaian dalam mbak Rani

"Mbak, dimakan Mbak, nasi gorengnya, nanti keburu dingin lho,"

"Kamu duluan aja Ko, aku belum lapar."

Rani mengambil nampan yang berisi dua air mineral, dan dua piring sendok, dengan dua nasi bungkus di atas nampan itu. Kemudian Rani menaruh satu bungkus nasi goreng di piring yang telah di sediakan Buleknya.

Kemudian Rani mengasihnya ke Joko. "Ini Ko," Joko menerimanya dan membuka nasi goreng itu. Aroma khas nasi goreng jawa kesukaanya. " Ya udah Mbak, aku makan duluan ya," Joko mulai mencicipi nasi goreng itu.

"Em, Enak Mbak. Ayo Mbak makan, enak banget ini," Joko menyantap nasi goreng itu.

Rani mengamati Joko yang lagi makan, yang terlihat sangat menikmati dan membuat Rani jadi ingin untuk mencobanya.

"Ni Mbak di coba dulu, hak" Joko ingin menyuapi Mbak Rani. Dan mengarahkan sendok yang berisi nasi goreng itu, ke mulut Mbak Rani. Karena Mbak Rani ingin mencobanya, akhirnya Rani pun membuka mulutnya. Dan menerima suapan dari Joko.

"he..em enak," terlihat Rani manggut-manggut menikmati nasi goreng itu. Dan pada akhirnya mau memakan nasi goreng miliknya.

Setelah selesai makan Joko meminta izin ke Mbak Rani untuk merokok.

Joko membuka tas yang berisi rokok Sampoerna mild yang telah ia beli waktu di proyek.

Sebenarnya Rani tidak suka dengan asap rokok, tapi karna ia melihat rokok Joko yang sejenis mild, akhirnya mengizinkannya. Karena menurut pengalamannya bersebelahan dengan perokok asap mild tidak terlalu bau. "Sejak kapan Ko, kamu ngrokok?" Rani bertanya.

" Lha Ini baru aja Mbak, ini rokok pertama yang aku beli dengan uangku sendiri. Dulu waktu SD cuma sering dikasih temen, sama pas di proyek kemarin. Di sana malah di sediain."

"Owalah kirain udah pro,

ternyata masih amatir," Rani berkomentar.

" Maksudnya gimana Mbak?"

"Ga papa."

Rani melirik ke Joko dengan senyum-senyum. Dan tanpa sengaja mata Rani menangkap sesuatu yang tidak asing baginya. Rani memastikannya, apa iya itu pakaian dalam milik nya?.

Rani mengamati dengan teliti dan secara sembunyi-sembunyi.

Kemudian Rani teringat saat Bulek siti menyuruh Joko, menghanger pakaian yang basah ke balkon.

"Astaga! itu bener milik ku,"

Seketika Rani terkejut dengan apa yang terjadi. Mendadak jantungnya berdenyut kencang. Rani teringat saat Joko terlihat terkejut saat ia memergokinya. Mencium sesuatu dan menyembunyikannya di belakangnya.

Rani terlihat syok dengan keadaan itu. Dan memendam perasaannya. Rani bertanya-tanya dalam hati.

Apa iya Joko mencium pakaian dalamku? apa iya dia suka sama aku? dia kan masih kecil.

Rani kembali mengingat-ingat apa yang terjadi. Saat itu Rani kembali teringat saat ada sesuatu yang mengganjal, saat dia memeluknya.

Astaga apa iya itu adalah kepunyaan Joko?.

Jantung Rani Semakin berdenyut dengan kencang.

"Ada apa Mbak?" Joko bertanya. Seketika Rani terkejut dengan suara Joko, yang menanyainya. Rani berusaha menyembunyikan perasaannya. Dan berusaha untuk tenang.

"Itu pakaian dalam mbak, kenapa disitu? kenapa ga di hangeri?,"

"Deg" Joko di buat terkejut seketika. Iya mengingat telah menyembunyikan pakaian dalam Mbak Rani di belakangnya.

"Oh ini.. tadi belum sempet tak hangeri Mbak.

Maaf mbak."

Joko berusaha tenang menjawabnya. Rani melihat Joko nampak gugup saat menghangeri pakaian dalam itu. Sebenarnya Joko sedang menyembunyikan ketakutannya tapi karna terburu-buru, mengkaitkannya ke pipa. Rokok yang masih aktif. Yang sedang di mulut Joko terjatuh dan masuk ke dalem kaus Joko.

"Aduh" Joko dengan reflek membuka kaosnya sendiri.

Rani yang melihat itu pun tertawa. "Kamu itu lho ko, hangeri gitu aja kaya gugup gitu. Mbok ya pelan- pelan aja.

"Maaf Mbak," jawab Joko.

" Emang nya dalaman mbak ada hantunya pa?," tanya Rani. Rani tersenyum saat melihat ekspresi Joko yang ketakutan.

"Aduh!"

Joko menggosok-gosok perutnya yang tadi sempat terkena rokok, dan masih terasa panas. Seketika Rani panik dan menggeser duduknya ke arah Joko.

"Kenapa Ko? Mana yang panas?," tangan Rani menggantikan tangan Joko yang lagi menggosok perutnya. Rani berusaha membantunya meredakan panas itu. Joko merasa lega ternyata Mbak Rani tidak marah. Rani terlihat nampak begitu khawatir dan sayang pada Joko.

Joko yang melihat Rani pun senyum-senyum sendiri. Rani yang melihat itu pun jadi kesel. Rani pun mengganti elusan dengan mencubit Joko. "Aduh! Sakit Mbak,"

"Habisnya kamu Ko, di bantuin malah ngelamun, sambil senyum-senyum.

Kamu pura-pura sakit ya?.

Dah ah, Mbak mau ke toilet." Rani masuk ke dalam dengan perasaan yang bahagia. Ia merasa Joko suka padanya, dan berfikir untuk mengerjainya nanti.

Rani turun dan menuju ke toilet. Saat Rani hendak memegang hendel pintu toilet, tiba-tiba bulek siti menegornya.

" Ran, kamu mau ngapain?" tegor Siti.

"Gimana tow Bulek ini, ya mau ke toilet lah," jawab Rani.

"Kamu ngapain di toilet sini, kan di atas juga ada toiletnya," ungkap Siti yang sedang duduk di sofa dekat toilet.

"Masak tow Bulek, perasaan tadi ga liat?," Rani bingung.

"Ada, itu di samping kamar Bulek di balkon."

"Ow, ada ya? Ya udah Bulek tak kesana aja."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!