"Ko, nanti mau tidak? nganterin Mbak?"
Rani bertanya pada Joko sambil berjalan.
"Mau ke mana Mbak?"Joko menjawab.
"Itu lho,
nganterin roti pesanannya bulek Siti."
"Ibu nyuruh Mbak nganterin roti ke sana."
"Ow"
"Bu lek siti yang deket pantai itu Mbak? "
Elsa memastikan.
"Ya iya, katanya mau buat arisan," Rani menjelaskan.
"Sama aku aja Mbak?
dah lama aku ga liat pantai," Elsa menjawab.
"Ya ga papa sih, tapi kamu mau? bonceng sambil bawa kardus besar berisi roti?" tanya Rani kepada Elsa.
"Ya elah, masak kaya gitu,
Pakai bawa-bawa segala,"
Elsa kecewa dengan wajah yang cemberut.
"Ya makanya itu,
Ibu nyuruhnya Mbak ngajak Joko bukan kamu,"
Rani menjelaskan ke Elsa.
"Gimana Jok?
mau ga?"
Elsa bertanya pada Joko.
"Mau"
Joko menjawabnya.
"Kamu itu Jok,
mau-mau aja di suruh-suruh,"
Elsa merasa heran pada Joko.
Setelah jalan-jalan memutari kampus,
Elsa melihat bubur ayam, yang setiap kali berangkat sekolah selalu rame,
dan Elsa belum sempat ke sana.
"Traktir bubur ayam aja Jok, Gimana?
Pagi gini enaknya makan Jok, itu lho dekat pom itu,"
Elsa menunjuk arah sebrang ring road.
"Terserah aja, gimana Mbak?"
Joko menanyakan ide tersebut kepada Rani.
"Yo terserah kamu, Jok,"
Rani menyerahkan keputusannya kepada Joko.
"Yo, ayo,"
Joko menjawabnya.
Setelah itu Rani, Elsa,dan Joko , menyebrang ring road tersebut.
Joko mentraktir bubur ayam di tempat itu.
Dan ternyata memang benar, di tempat itu pagi-pagi sudah banyak pembeli yang telah makan disitu, dan memang rasanya enak.
Setelah makan
Joko, Rani, dan Elsa pun pulang.
Tidak lupa, Joko juga membelikannya untuk bude Atun ,
Sebenarnya Joko juga berniat membeli 2 bungkus
Bubur ayam untuk bude, dan mas Parmin, tapi Rani
Mencegahnya, karna mas Parmin ga ada di rumah,
Setelah sampai di rumah, ternyata
Warung bude Atun sudah buka.
"Gimana ko mau kan?"
Rani memastikan Joko .
"Mau Mbak, emangnya Kapan Mbak?"
Jawab Joko untuk memperjelas.
"Ya habis ini aja?
Soalnya rada jauh ko tempatnya."
"Ow ya udah ga papa,"
Joko menyetujui.
"Ya udah, tak mandi dulu ya."
Rani merasa lega,
Rani berjalan ke arah rumah bersama Elsa.
Joko masuk ke kosan lewat tempat parkir,
Dan membuka pintu belakang.
Joko melihat bude Atun yg sedang memasukkan roti ke kardus.
Joko menghampirinya.
"Bude ini ada bubur ayam,
buat Bude,"
Joko menaruh bubur ayam itu dimeja dekat televisi.
"Kamu ini kok malah repot-repot beliin bude sarapan, katanya mau nabung."
"Iya Bude, ga papa, ini tadi sekalian Bude.
Tadi sarapan bareng sama Elsa, dan Mbak Rani,
Itu lho bubur ayam di deket Pom," Joko menjelaskan
"Oh yang rame itu tow!
Bude malah belum pernah Ko!, itu kan bukanya belum lama Ko
baru sekitar dua mingguan kayaknya,
Tapi malah udan rame," Bude Atun memberitahu ke Joko sambil berjalan menuju sofa.
Bude Atun duduk sambil mengambil bubur ayam itu,
"Makasih ya ko! Tp aku Makan nya nanti aja ya ko Bude belum laper.!"
Bude menaruh bubur itu di laci di bawah televisi.
"Ow ya Ko kamu dah di kasih tahu Rani belum Ko?"
"Kasih tau apa ya, Bude?"
"Bude mau minta tolong kamu Ko,
ikut Rani nganter roti ke adiknya Bude deket pantai sana."
"Ow itu, Bude,
Mbak Rani tadi dah ngomong kok Bude,"
"Ow ya syukur kalau gitu,
Bude ngucapin makasih ya Ko, dah mau tak suruh-suruh."
"Ga papa Bude,
aku malah seneng kok,!
nanti bisa liat pantai,
oh ya udah Bude, Joko mandi dulu Bude tadi kata Mbak Rani suruh berangkat pagi,"
"Ow ya,"
Bude menjawab nya.
Setelah itu Joko masuk kamar mengambil baju, dan menuju kamar mandi.
Setelah Joko menyelesaikan mandinya,
Joko menemui Bude Atun dan membantunya menata roti.
Di saat yang sama
terdengar suara motor melewati samping rumah dan berhenti di depan toko.
Joko melihat ke arah depan ternyata itu Mbak Rani yang sudah siap dengan motornya, Shogun biru, dengan helm putih.
Pada tahun itu shogun biru termasuk motor favorit anak muda .
Joko terpesona melihat nya.
Rani memakai jaket jeans biru agak tua, dan celana panjang biru muda agak putih.
Dengan sandal Converse hitam putih,
Tren anak muda pada masa itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments