Cemburu

Sonia, gadis cantik yang dicintai oleh dua bos besar yang sekarang hidup sebatang kara tanpa adanya keluarga. Ayahnya sudah meninggal dunia saat dia berusia 12 tahun karena serangan jantung dan ibunya pergi bersama dengan selingkuhannya setelah sang ayah meninggal, Sonia merupakan anak tunggal, dia sangat dekat dan begitu manja pada Emir, ayahnya.

Saat Emir meninggal, kehidupan Sonia begitu kelam dan buntu, dia kehilangan sandaran hidupnya sedangkan sang ibu tidak pernah peduli padanya lagi, dia tidak mengetahui keluarga dari pihak ayah maupun ibunya karena kedua orang tuanya itu menikah tanpa restu keluarga. Sonia memulai kemandirian nya semenjak usia 12 tahun, dia berjuang untuk bisa melanjutkan hidup dan juga sekolahnya. Dengan uang tabungan yang ditinggalkan oleh Emir, Sonia mencoba untuk membuka usaha, bayangkan saja, diusia yang masih begitu muda, Sonia harus berusaha agar memiliki penghasilan untuk dirinya sendiri. Untung saja ada Ibu Visa, tetangga dekat Sonia yang selalu membantu gadis malang itu dan rumah yang Sonia tempati juga rumah peninggalan almarhum Emir, jadi dia tidak harus memikirkan kontrak rumah. Yang harus dia pikirkan sekarang adalah belajar dengan giat, membuka usaha agar bisa memiliki penghasilan serta tidak boleh putus asa karena hidup masih terus berjalan walau tanpa sang ayah.

...***...

Saat menduduki sekolah menengah pertama, Sonia terus menyemangati dirinya, dia selalu menjadi primadona di sekolah, selain pintar, dia juga sangat cantik dan manis. Sekolah Sonia adalah sekolah yang sekalian ada SMA nya. Jadi setelah lulus SMP pun dia tidak perlu repot-repot mendaftar karena bisa langsung menyambung disana.

Di masa sekolah itulah Sonia kenal dengan sosok Sean, ketika itu Sean menduduki kelas 2 SMA, selisih usia mereka yaitu 4 tahun. Sedari awal Sonia masuk ke sekolah itu, Sean sudah tertarik dan berusaha untuk mendekati Sonia, karena memang gadis itu gadis yang ceria dan periang, jadi dia mudah untuk berbaur dengan siapa saja. Selama di sekolah, Sean selalu menjaga dan membantu Sonia jika ada yang gadis itu butuhkan. Sonia kembali merasakan ada sosok yang bisa menjaga dan melindungi selain Emir.

"Son, kamu janji sama aku, apapun yang terjadi kita tidak boleh berpisah." Kata Sean dengan mengangkat jari kelingkingnya pada Sonia. Sonia menautkan kelingkingnya juga pada Sean dan tersenyum.

"Aku janji Sean."

Awalnya Sonia hanya menganggap Sean sebagai seorang kakak, namun Sean beranggapan lain. Dia lebih ingin memiliki Sonia seutuhnya sebagai seorang kekasih bukan saudara.

Hubungan mereka semakin hari semakin membaik, dan Sean ingin meresmikan hubungan saat Sonia sudah SMA. Karena dianggap Sonia sudah semakin dewasa dan mengerti akan sebuah hubungan, bagaimana gadis itu bermanja ria pada Emir, dia juga melakukan hal yang sama pada Sean dan Sean pun welcome dengan sifat Sonia itu bahkan senang ketika Sonia bergantung padanya.

"Sayang." Sapa Sean membuat Sonia tersadar dari lamunannya.

"Ah iya kenapa?" Tanya Sonia, "loh kok kamu disini?" Sonia sedikit melotot pada Sean yang sudah ada di depannya. Sonia dari tadi melamun mengingat bagaimana dia dan Sean dulu kenal.

"Aku ada janji dengan Vanno, urusan kami sudah selesai dan aku meminta izin pada bosmu itu untuk menemuimu disini." Jawab Sean santai.

"Oh aku lagi banyak kerjaan nih, kayaknya kita nggak bisa ngobrol banyak dulu deh."

"Kerjaan banyak tapi kamu malah melamun, mikirin apa sih? Angel lagi? "

"Enggak, hanya mikirin masa lalu aku aja, lagi kangen banget sama ayah."

Sonia terlihat sedih dan Sean mengecup lembut kening Sonia untuk memberikan energi positif pada gadisnya. Sonia sontak kaget mendapat ciuman tiba-tiba dari Sean, dia malu kalau ada yang melihatnya. Sonia memiliki ruangan sendiri, dia tidak bergabung dengan karyawan lain karena posisinya adalah sekretaris pribadi dari Vanno.

"Ih kamu ini, malu tau."

"Malu sama siapa? Orang kita cuma berdua aja di sini."

"Iya, di sini kan ada cctv, kalo dilihat pihak kantor gimana?"

"Kita kan ngak berbuat mesum sayang."

"Iya Sean aku tau, tapi aku kan malu nanti kalo dilihat orang. Udah ah, mending kamu balik ke kantor kamu dan biarin aku mengerjakan pekerjaanku dengan fokus agar semua ini cepat selesai."

"Oke aku akan pergi dan nanti jam 5 aku akan menjemputmu."

"Siap bos."

Sean meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kantornya, sedangkan Vanno begitu panas melihat kemesraan sepasang kekasih itu. Vanno memantau Sonia melalui cctv yang ada di ruangan nya.

"Kenapa harus dia sih Sonia? Padahal aku lebih lama mengenalmu ketimbang Sean. Sean saja yang baru kamu kenal kenapa bisa merebut hatimu? Apa istimewanya Sean dibanding diriku?" Gumam Vanno sambil menatap layar yang mana ada Sonia di sana. Vanno belum tau kalau Sean dan Sonia itu adalah sepasang kekasih yang sudah lama terpisah, Sonia juga bukan orang yang terbuka pada orang lain, sedangkan pada Angel saja dia tidak memberitahu siapa pria yang dia cintai.

...***...

Fian mengendarai mobilnya secara ugal-ugalan, malam sudah sangat larut dan dia pulang dalam keadaan mabuk berat. Fian tidak peduli pada Endro yang ada di rumah saat ini, sudah bisa dipastikan kalau Endro akan marah besar saat melihat Fian pulang dalam keadaan mabuk berat begini.

Benar saja, Fian disambut oleh Endro dan Nila, Endro sudah bersiap untuk memukuli putra bungsunya itu namun ditahan oleh Nila.

"Jangan mas, kalau dia terluka gimana? "

"Biarkan saja, biar mati sekalian, dasar anak tidak berguna. Hidupnya cuma menyusahkan aku saja, harusnya anak ini tidak pernah lahir ke dunia." Umpat Endro pada Fian.

"Tua bangka sialan, lu pikir gue mau punya ayah kayak lu, haha enggak ya sorry. Gue lebih bahagia kalau lu yang mati, kenapa nggak lu aja sih yang segera mati, kenapa harus nyumpahin gue. Harusnya tua bangka kayak lu hidupnya di desa terpencil nan jauh dari keramaian biar hidup lu itu tenang hahaha." Perkataan Fian membuat Endro semakin emosi, Endro mengambil vas bunga yang ada di dekatnya dan memukulkan vas itu ke kepala Fian. Nila yang kaget langsung menghampiri putranya dan segera meminta sopir untuk membawa Fian ke rumah sakit.

"Keterlaluan kamu mas, lihat kepala Fian berdarah." Teriak Nila pada suaminya.

"Biar mati sekalian." Endro memasuki kamarnya dan membiarkan Fian. Fian bukannya marah, dia malah tertawa mendapat perlakuan seperti itu dari Endro.

"Pergi kau jalang, aku tidak mau ke rumah sakit, aku butuh kasurku saat ini." Bentak Fian lalu mendorong tubuh Nila. Fian berusaha bangkit dan berjalan menuju kamarnya di lantai dua.

"Cepat bawa dia ke rumah sakit." Perintah Nila pada sopirnya.

Sopir dan Nila membawa paksa Fian ke rumah sakit, mereka tidak peduli dengan Fian yang saat ini berontak.

"Jaka, ambil tali, ikat saja dia hingga nanti sampai di rumah sakit." Jaka mengambil tali dan mengikat Fian agar anak itu diam dan tidak melakukan perlawanan saat akan di bawa ke rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, Nila menangis mengingat nasib anak bungsunya yang tidak pernah akur dengan papanya sendiri.

Episodes
1 Dilamar Bos
2 Butuh Kepastian
3 Sakit dan Kembali Bersama
4 Mencari Tahu
5 Cemburu
6 Perubahan Setelah Menikah
7 Pilihan
8 Penyiksaan
9 Tersiksa Kembali
10 Bertemu Sonia
11 Sakit
12 Emosi Kembali
13 Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14 Kemesraan Malam
15 Kehidupan Baru
16 Pengakuan
17 Menyerang
18 Cemburu Pada Anna
19 Menemui Sean
20 Kamu Kenapa?
21 Ungkapan Rasa Fian
22 Marah
23 Cincin
24 Kegiatan Panas Yang Terganggu
25 Rencana Pembalasan
26 Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27 Pernikahan Vanno
28 Perasaan Vanno
29 Dibawa Paksa
30 Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31 Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32 Pertemuan Singkat
33 Akan Dititipkan
34 Kesan Pertama Yang Buruk
35 Mulai Dekat
36 Dia Putri Kesayangan
37 Berkumpul
38 Beruntungnya
39 Misi Memburu Miller
40 Kehamilan
41 Melamar Kiara
42 Menikahi Akriti
43 Pembunuhan Endro
44 Kejujuran Kiara
45 Diculik
46 Keguguran
47 Akhir Ethan-Kiara
48 Ingin Berpisah
49 Hanya Mimpi
50 Kekecewaan Mendalam
51 Berdamai Dengan Keadaan
52 Penyesalan Laura
53 Perubahan Sonia
54 Amukan Sonia
55 Jambu Air
56 Pergi Bersama
57 Kecelakaan
58 Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59 Angel Ivana
60 Kehadiran Derren
61 Ciuman Untuk Angel
62 Perhatian Angel
63 Ingin Musyawarah
64 Melampiaskan Kekecewaan
65 Umpatan Kenzo
66 Ternyata Sudah Menikah
67 Kilas Balik Dengan Angel
68 Berc*nta Kembali
69 Pernikahan Kenzo-Angel
70 Berkumpul Di Mansion Miller
71 Menjadikan Dia Tawanan
72 Mendapatkan Dia Kembali
73 Cerita Masa Indah
74 Kecantikan Sonia
75 Bersikap Dingin
76 Membujuk Sonia
77 Terpana Akan Kecantikannya
78 Izin Keluar
79 Matteo Denaro
80 Dalam Bahaya
81 Pergi Untuk Selamanya
82 Menjadi Gina Valencia
83 Ketahuan
84 Kepulangan Sang Istri
85 Pernikahan Tak Terduga
86 Resepsi Pernikahan
87 Perkumpulan Yang Bahagia
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dilamar Bos
2
Butuh Kepastian
3
Sakit dan Kembali Bersama
4
Mencari Tahu
5
Cemburu
6
Perubahan Setelah Menikah
7
Pilihan
8
Penyiksaan
9
Tersiksa Kembali
10
Bertemu Sonia
11
Sakit
12
Emosi Kembali
13
Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14
Kemesraan Malam
15
Kehidupan Baru
16
Pengakuan
17
Menyerang
18
Cemburu Pada Anna
19
Menemui Sean
20
Kamu Kenapa?
21
Ungkapan Rasa Fian
22
Marah
23
Cincin
24
Kegiatan Panas Yang Terganggu
25
Rencana Pembalasan
26
Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27
Pernikahan Vanno
28
Perasaan Vanno
29
Dibawa Paksa
30
Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31
Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32
Pertemuan Singkat
33
Akan Dititipkan
34
Kesan Pertama Yang Buruk
35
Mulai Dekat
36
Dia Putri Kesayangan
37
Berkumpul
38
Beruntungnya
39
Misi Memburu Miller
40
Kehamilan
41
Melamar Kiara
42
Menikahi Akriti
43
Pembunuhan Endro
44
Kejujuran Kiara
45
Diculik
46
Keguguran
47
Akhir Ethan-Kiara
48
Ingin Berpisah
49
Hanya Mimpi
50
Kekecewaan Mendalam
51
Berdamai Dengan Keadaan
52
Penyesalan Laura
53
Perubahan Sonia
54
Amukan Sonia
55
Jambu Air
56
Pergi Bersama
57
Kecelakaan
58
Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59
Angel Ivana
60
Kehadiran Derren
61
Ciuman Untuk Angel
62
Perhatian Angel
63
Ingin Musyawarah
64
Melampiaskan Kekecewaan
65
Umpatan Kenzo
66
Ternyata Sudah Menikah
67
Kilas Balik Dengan Angel
68
Berc*nta Kembali
69
Pernikahan Kenzo-Angel
70
Berkumpul Di Mansion Miller
71
Menjadikan Dia Tawanan
72
Mendapatkan Dia Kembali
73
Cerita Masa Indah
74
Kecantikan Sonia
75
Bersikap Dingin
76
Membujuk Sonia
77
Terpana Akan Kecantikannya
78
Izin Keluar
79
Matteo Denaro
80
Dalam Bahaya
81
Pergi Untuk Selamanya
82
Menjadi Gina Valencia
83
Ketahuan
84
Kepulangan Sang Istri
85
Pernikahan Tak Terduga
86
Resepsi Pernikahan
87
Perkumpulan Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!