Menemui Sean

Empat bulan sudah berlalu, toko kue Sonia semakin laris dan ramai pengunjung, Sonia beberapa kali sempat masuk rumah sakit karena kelelahan, Sean sedang membantu Sonia membuat kue, banyak pesanan hari ini untung saja Andre orangnya cekatan dan dapat diandalkan jadi Sonia sangat terbantu dengan semua itu.

Sean memasukkan loyang ke dalam oven, hari ini dia tidak ke kantor karena ingin membantu Sonia di toko.

"Pantesan aja kamu sering sakit, kerja sesibuk ini, lebih sibuk dari pada jadi seorang sekretaris." Kata Sean.

"Tapi aku senang kok, lebih menikmati malahan." Sonia menjawab.

"Mending kamu jadi sekretaris aku aja, toko ini biar dikelola sama Jonathan."

"Nggak ah, aku mau di sini aja, lagian jadi sekretaris itu hal yang membosankan untukku."

"Terserah kamu aja."

Kue-kue sudah matang, Sean membantu Sonia untuk menata ke dalam kotak. Kue-kue yang terpajang pun sudah habis terjual, Andre sudah mengantarkan kue yang baru matang ke depan dan di susun rapi oleh Indah sedangkan Lidia ada di meja kasir.

"Perlu nambah karyawan nggak?" Tanya Sean.

"Nggak ah, ini aja udah cukup." Jawab Sonia ketika meramu adonan kue yang baru.

"Pesanan banyak begini, pembeli yang datang silih berganti, kalau begini kalian nggak ada waktu istirahatnya."

"Untuk karyawan sih kalo nggak cocok malah nambah beban, aku udah cocok banget sama Andre, Indah, Naya, dan Lidia. Aku nggak butuh tambahan karyawan lagi kok, aku lebih baik naikin gaji mereka daripada harus nambah karyawan."

"Iya juga, mana lagi yang bisa aku bantu?"

"Itu tolong ambilkan karung tepung, tepung yang di sini udah habis." Sean mengambil sekarung tepung yang diminta oleh Sonia dan membawanya ke dekat Sonia.

"Pak, ada kenalan cewek kayak Kak Sonia lagi nggak?" Tanya Andre yang membuat Sean menatapnya aneh.

"Kenapa pak? Kok ngeliat saya begitu?" Tanya Andre.

"Kenapa kamu tiba-tiba nanya begitu?" Tanya Sean.

"Saya kepengen juga istri kayak Kak Sonia."

"Nggak ada, dia limited edition, nggak dicetak lagi dimanapun." Sonia tertawa mendengar jawaban suaminya.

"Dikira aku apa limited edition." Tawa Sonia.

"Abis pertanyaan ini anak random banget."

"Pak, saya ini udah sepatutnya menikah, tapi hilal jodoh saya masih belum keliatan, mumpung masih bisa berdoa dan berusaha saya mau mencari sosok yang seperti Kak Sonia ini." Jelas Andre.

"Saya bukan biro jodoh Ndre, kalau kamu mau cari jodoh ya jangan tanya saya, coba aja cek di aplikasi-aplikasi, banyak kan itu." Kata Sean dengan sedikit tersenyum geli.

"Saya udah coba pak, nggak ada yang cocok dan nggak ada yang kayak Kak Sonia."

"Jadi patokan kamu nyari jodoh itu, istri saya?"

"Iya pak hehe."

"Nggak bakalan dapat kamu, udah saya bilang kan, istri saya limited edition, nggak ada duanya. Mending kamu cari patokan lain deh."

"Bapak cariin ya." Sonia dan Sean semakin tertawa mendengar celetukan Andre.

Andre pergi ke depan untuk mengantarkan kue, sekarang hanya tinggal Sean dan Sonia di dapur, mereka masih sibuk mengerjakan adonan kue.

"Kamu bahagia nggak sayang?" Tanya Sean.

"Bahagia dong, kenapa memangnya?" Tanya Sonia.

"Kalau seandainya kamu nggak kuat bertahan denganku, apa kamu bakalan memilih si Andre?"

"Haha kamu yang benar aja ih, masak mikirnya sejauh itu, aku aja nggak kepikiran sampai ke sana." Tawa Sonia.

"Ya nanti kamu malah banding-bandingin perlakuan aku sama Andre padamu, terus kamu bakalan bilang kalau Andre lebih baik dariku."

"Nggak lah Sean, aku nggak begitu, aku nggak pernah banding-bandingin kamu sama siapapun. Kamu itu suami aku, orang yang paling berharga dalam hidupku, ya nggak mungkin aku bandingin kamu sama laki-laki lain, jangan mikir ke mana-mana deh."

"Kalau mikirnya ke sini boleh nggak?" Tanya Sean sambil menyentuh bibir dan leher Sonia.

"Nggak boleh." Jawab Sonia lalu menuangkan adonan kue ke loyang.

"Mikir aja nggak boleh." Kesal Sean, Sonia hanya senyum membelakangi Sean.

"Pak, ada yang nyariin." Kata Indah pada Sean. Sean dan Sonia saling pandang, "siapa?"

"Katanya teman kuliah bapak dulu." Sonia sudah mengira itu siapa, dia kembali menuangkan adonan kue ke loyang-loyang yang sudah tersedia dan Sean memasukkannya ke dalam oven.

"Bilang aja saya sibuk." Suruh Sean dengan cuek.

"Baik pak." Indah kembali ke depan dan mengatakan pada Anna kalau Sean lagi sibuk.

"Kenapa nggak ditemuin? Dia sampe bela-belain datang ke sini buat nemuin kamu."

"Ngapain, nggak penting juga."

"Nanti dia malah ngambek."

"Bodo amat."

"Ih segitunya ya kamu."

"Jadi kamu mau kalau aku ke depan buat nemuin dia dan ngobrol santai sama dia gitu?"

"Ya terserah kamu, ngapain tanya aku." Sonia dan Sean bicara sambil mengerjakan pekerjaan masing-masing.

"Pak, itu si Anna maksa buat ketemu bapak." Kata Andre yang baru masuk ke dapur, Sean terlihat kesal lalu menemui Anna di depan.

Sonia saat ini tidak bisa mengondisikan hatinya, dia begitu cemburu dan marah karena Anna dengan tidak tau dirinya menemui Sean di toko ini. 

Sean menghampiri Anna dengan wajah tidak bersahabat, sedangkan Anna menyambut kedatangan Sean dengan mata yang berbinar, dia merentangkan tangan berharap Sean memeluknya, namun Sean dengan kasar menarik Anna keluar toko.

"Aduh sakit Sean." Ringis Anna menatap lengannya yang memerah akibat cengkraman Sean.

"Ngapain kamu kesini?"

"Nemuin kamu, tadi aku ke kantormu tapi kata Jonathan kamu di sini ya aku ke sini, aku kangen banget sama kamu Sean."

"Jangan pernah menemui aku lagi Anna, aku sudah menikah dan aku tidak ingin istriku salah paham denganmu."

"Memangnya berteman nggak boleh, lebay banget istri kamu."

"Dengar ya, aku tidak mau menjalin pertemanan dengan siapapun setelah menikah apalagi dengan seorang wanita, itu akan menyakiti hati istriku."

"Tapi kita ini sudah berteman sejak kuliah, masak harus dilupakan begitu saja."

"Tidak ada yang istimewa dari pertemanan kita dan satu hal lagi, istriku jauh lebih dulu mengenalku dibanding kamu jadi jangan besar kepala."

"Tapi dia wanita yang sudah menyakiti kamu dan mencampakkan mu Sean, kamu pikir aku nggak tau, dia juga selingkuh sama papa kamu dan asal kamu tau ya, kalau papamu sendiri yang bilang padaku, dia dan Sonia sering tidur bersama. Wanita begitu yang kamu banggakan?" Anna meremehkan Sonia, Sean dengan marah mencengkram dagu Anna "jika kau menghina istriku lagi, aku akan pastikan hidupmu tidak akan lama lagi." Ancam Sean.

"Kamu ngancam aku? Aku nggak takut, aku cuma mau buat kamu sadar kalau Sonia bukan wanita yang baik untuk kamu, emang kamu mau pake bekasan papa mu sendiri?" Sean mendorong tubuh Anna dengan keras hingga dia terperosok ke lantai.

"Lalu? Apa kau wanita baik? Mendekati suami orang hah?"

"Aku mencintaimu Sean, aku hanya ingin melindungimu dari wanita itu."

"Wanita itu adalah Sonia, dia istriku, kau tidak perlu melindungi diriku karena aku bukan bocab, pergi dari sini sebelum ikat pinggangku merusak kulitmu." Sean meninggalkan Anna sendiri, dia kembali ke dapur untuk membantu Sonia sedangkan Anna dengan keadaan marah kembali ke apartement miliknya.

Episodes
1 Dilamar Bos
2 Butuh Kepastian
3 Sakit dan Kembali Bersama
4 Mencari Tahu
5 Cemburu
6 Perubahan Setelah Menikah
7 Pilihan
8 Penyiksaan
9 Tersiksa Kembali
10 Bertemu Sonia
11 Sakit
12 Emosi Kembali
13 Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14 Kemesraan Malam
15 Kehidupan Baru
16 Pengakuan
17 Menyerang
18 Cemburu Pada Anna
19 Menemui Sean
20 Kamu Kenapa?
21 Ungkapan Rasa Fian
22 Marah
23 Cincin
24 Kegiatan Panas Yang Terganggu
25 Rencana Pembalasan
26 Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27 Pernikahan Vanno
28 Perasaan Vanno
29 Dibawa Paksa
30 Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31 Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32 Pertemuan Singkat
33 Akan Dititipkan
34 Kesan Pertama Yang Buruk
35 Mulai Dekat
36 Dia Putri Kesayangan
37 Berkumpul
38 Beruntungnya
39 Misi Memburu Miller
40 Kehamilan
41 Melamar Kiara
42 Menikahi Akriti
43 Pembunuhan Endro
44 Kejujuran Kiara
45 Diculik
46 Keguguran
47 Akhir Ethan-Kiara
48 Ingin Berpisah
49 Hanya Mimpi
50 Kekecewaan Mendalam
51 Berdamai Dengan Keadaan
52 Penyesalan Laura
53 Perubahan Sonia
54 Amukan Sonia
55 Jambu Air
56 Pergi Bersama
57 Kecelakaan
58 Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59 Angel Ivana
60 Kehadiran Derren
61 Ciuman Untuk Angel
62 Perhatian Angel
63 Ingin Musyawarah
64 Melampiaskan Kekecewaan
65 Umpatan Kenzo
66 Ternyata Sudah Menikah
67 Kilas Balik Dengan Angel
68 Berc*nta Kembali
69 Pernikahan Kenzo-Angel
70 Berkumpul Di Mansion Miller
71 Menjadikan Dia Tawanan
72 Mendapatkan Dia Kembali
73 Cerita Masa Indah
74 Kecantikan Sonia
75 Bersikap Dingin
76 Membujuk Sonia
77 Terpana Akan Kecantikannya
78 Izin Keluar
79 Matteo Denaro
80 Dalam Bahaya
81 Pergi Untuk Selamanya
82 Menjadi Gina Valencia
83 Ketahuan
84 Kepulangan Sang Istri
85 Pernikahan Tak Terduga
86 Resepsi Pernikahan
87 Perkumpulan Yang Bahagia
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dilamar Bos
2
Butuh Kepastian
3
Sakit dan Kembali Bersama
4
Mencari Tahu
5
Cemburu
6
Perubahan Setelah Menikah
7
Pilihan
8
Penyiksaan
9
Tersiksa Kembali
10
Bertemu Sonia
11
Sakit
12
Emosi Kembali
13
Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14
Kemesraan Malam
15
Kehidupan Baru
16
Pengakuan
17
Menyerang
18
Cemburu Pada Anna
19
Menemui Sean
20
Kamu Kenapa?
21
Ungkapan Rasa Fian
22
Marah
23
Cincin
24
Kegiatan Panas Yang Terganggu
25
Rencana Pembalasan
26
Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27
Pernikahan Vanno
28
Perasaan Vanno
29
Dibawa Paksa
30
Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31
Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32
Pertemuan Singkat
33
Akan Dititipkan
34
Kesan Pertama Yang Buruk
35
Mulai Dekat
36
Dia Putri Kesayangan
37
Berkumpul
38
Beruntungnya
39
Misi Memburu Miller
40
Kehamilan
41
Melamar Kiara
42
Menikahi Akriti
43
Pembunuhan Endro
44
Kejujuran Kiara
45
Diculik
46
Keguguran
47
Akhir Ethan-Kiara
48
Ingin Berpisah
49
Hanya Mimpi
50
Kekecewaan Mendalam
51
Berdamai Dengan Keadaan
52
Penyesalan Laura
53
Perubahan Sonia
54
Amukan Sonia
55
Jambu Air
56
Pergi Bersama
57
Kecelakaan
58
Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59
Angel Ivana
60
Kehadiran Derren
61
Ciuman Untuk Angel
62
Perhatian Angel
63
Ingin Musyawarah
64
Melampiaskan Kekecewaan
65
Umpatan Kenzo
66
Ternyata Sudah Menikah
67
Kilas Balik Dengan Angel
68
Berc*nta Kembali
69
Pernikahan Kenzo-Angel
70
Berkumpul Di Mansion Miller
71
Menjadikan Dia Tawanan
72
Mendapatkan Dia Kembali
73
Cerita Masa Indah
74
Kecantikan Sonia
75
Bersikap Dingin
76
Membujuk Sonia
77
Terpana Akan Kecantikannya
78
Izin Keluar
79
Matteo Denaro
80
Dalam Bahaya
81
Pergi Untuk Selamanya
82
Menjadi Gina Valencia
83
Ketahuan
84
Kepulangan Sang Istri
85
Pernikahan Tak Terduga
86
Resepsi Pernikahan
87
Perkumpulan Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!