Pembalasan Untuk Ibu Tiri

Sonia terbatuk setelah Sean mengangkat kepalanya dari bathub, dia mengatur pernapasan karena hampir mati dibuat oleh Sean.

Sean membuka ikat pinggangnya dan melayangkan ikat pinggang itu ke tubuh Sonia, rasa sakit luar biasa yang Sonia rasakan saat ini, sakit kemarin belum sembuh, ditambah lagi dengan sakit saat ini.

Sonia hanya bisa meringis kesakitan dan seperti biasa, dia tidak mengeluarkan suara, dia tahan sebisa mungkin.

"Kenapa kau membuat aku gila hah? Tidak bisa memangnya kau itu menjaga jarak dari laki-laki lain?" Sean terus memukul Sonia menggunakan ikat pinggangnya di dalam kamar mandi.

"Maaf Sean." Ucap Sonia.

"Kau tidak punya kata lain selain maaf?"

Setelah puas mendera istrinya, Sean keluar kamar dengan perasaan marah dan kesal, dia mengambil kunci mobil dan menuju tempat dimana Nila berada.

Sean mendatangi sebuah klub malam yang terkenal di Bandung, dia mencari keberadaan Nila di sana dan benar saja, wanita itu sedang bersenang-senang dengan seorang pria seumuran dirinya. Sean melihat Nila sedang beradegan mesra dengan laki-laki itu.

"Dasar jalang sialan." Umpat Sean.

Diamendekati Nila dan menjambak kuat rambut Nila hingga pria yang bersamanya tadi kaget dan menjauh.

"Sorry bro, apa dia kekasihmu?" Tanya pria itu.

"Pergi sana." Usir Sean pada pria tersebut.

"Ikut aku." Sean menarik rambut Nila untuk ikut dengannya.

"Lepaskan Sean, kau keterlaluan, apa begini perlakuanmu pada orang tua?”

"Kau tidak pantas disebut orang tua, kau itu cuma sampah."

"Kurang ajar, aku akan mengadukan sikapmu ini pada papamu."

"Kau pikir aku takut, aku tidak peduli."

Sean mendorong Nila hingga terjungkal, Nila merasakan sakit di kepalanya akibat tarikan Sean di rambutnya. Sean membawa Nila ke area belakang club, di sana sangat sepi, apapun yang akan Sean lakukan pada Nila tidak akan dilihat oleh siapapun.

Sean berjongkok di hadapan Nila dan menatap sinis pada ibu tirinya itu.

"Kenapa kau menyakiti istriku?" Tanya Sean dengan nada pelan namun menakutkan.

"A-aku tidak menyakitinya." Sreettt "Sakit Sean." Sean menggoreskan pisau lipat dengan kuat ke lengan Nila.

"Jawab pertanyaanku dengan jujur, kenapa kau menyakiti istriku jalang?" Masih dengan nada yang pelan.

"Aku sangat membencinya, dia sudah merusak hidupku dan juga hidupmu, dia pantas mendapatkan hal itu, aku sayang padamu Sean, aku sedang berusaha menjauhkanmu dari wanita ular itu." Jelas Nila membela dirinya.

"DIAM." Nila kaget mendengar teriakan Sean.

"Berani sekali kau menghina istriku, ingat satu hal, aku bisa mengurus diriku sendiri, kau tidak perlu ikut campur urusanku, jika kau berani menyentuh istriku, aku tidak akan segan menjadikan kau bubur manusia." Ancam Sean yang membuat Nila bergetar ketakutan, baru kali ini dia melihat Sean semarah ini.

"A-apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Nila saat melihat Sean berdiri dan mengambil cambuk yang memang sudah dia sediakan.

"Bersenang-senang denganmu." Jawab Sean sembari mencambuk Nila berkali-kali tanpa henti, cambuk yang digunakan bukanlah yang biasa dia gunakan untuk Sonia, namun cambuk itu memiliki duri yang akan merobek bagian kulit orang yang terkena cambukan.

"Ampun Sean, Ampun, aku tidak akan mengganggu Sonia lagi, tolong berhenti." Mohon Nila pada Sean, pakaian yang dia kenakan sekarang sudah robek-robek.

Sean berhenti dan melihat wajah Nila yang masih sangat mulus tanpa luka, dia ingat bahwa Sonia memiliki bekas tamparan di kedua pipinya. Sean menampar pipi Nila berkali-kali hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Sakit hah? Itu juga yang dirasakan oleh istriku saat kau menamparnya." Sean kemudian mencekik leher Nila hingga wanita itu kesulitan bernafas dan melepaskan cekikannya saat Nila hampir mati.

"Dan ini untuk leher Sonia yang sudah kau tinggalkan bekas tanganmu." Kata Sean puas.

Nila terbatuk dan beringsut menjauhi Sean, dia ketakutan saat ini melihat anak tirinya, dia tidak menyangka kalau Sean bisa sekejam ini. Sean melemparkan segepok uang ke wajah Nila.

"Ini untuk bayaran mu karena telah bersedia melayani emosiku." Setelah berkata seperti itu Sean langsung pergi menuju mobilnya. Dia begitu puas sudah menyiksa Nila, selama ini dia selalu memilih diam dan berusaha menghindari Nila tapi kali ini, Sean sudah memberikan balasan setimpal atas sakit hatinya pada Nila.

...🍂🍂🍂...

Sekarang sudah menunjukkan pukul 23.00, Sean tidak langsung menuju ke rumahnya, dia memilih pergi ke apotik membelikan obat luka untuk Sonia.

Tak lupa dia mampir ke tempat jualan martabak manis, dia membeli satu porsi martabak cokelat pisang keju, itu adalah rasa kesukaan Sonia. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Sean memacu mobilnya secepat mungkin agar segera sampai di rumah. Sebelum menuju kamar Sonia, dia memilih untuk mandi dan membersihkan tubuhnya, Sean menggunakan pakaian santai untuk tidur dan membawakan martabak yang dia beli ke kamar Sonia.

Klek

Sonia kaget mendengar suara pintu kamarnya dibuka. Dia sangat takut melihat Sean yang saat ini berjalan mendekatinya, Sonia menghapus air matanya dan berupaya agar terlihat lebih tenang di hadapan Sean.

"Kenapa belum tidur?" Tanya Sean sambil meletakkan makanan di atas nakas samping tempat tidur Sonia.

"Aku belum ngantuk, tadi habis nonton di netflix, filmnya baru selesai." Jawab Sonia.

"Aku membawakan mu martabak, makanlah, kamu pasti lapar." Kata Sean sambil memberikan martabak itu pada istrinya, sikap Sean pada Sonia sangat berubah dari yang tadi terakhir kali Sonia lihat.

"Terima kasih." Ucap Sonia sambil mengambil martabak dan memakannya, dia memakan dengan perlahan karena rahangnya masih terasa ngilu akibat ditampar oleh Sean tadi.

Sonia memakan martabak itu dengan penuh tekanan, dia takut jika tidak makan, Sean akan menjejalkan makanan itu ke mulutnya. Sesekali Sonia tersenyum pada Sean yang sedari tadi memperhatikannya.

Sean melihat tangan Sonia penuh dengan bekas pecutan ikat pinggangnya tadi, wajah istrinya juga lebam karena bekas tangannya.

Sean langsung memeluk Sonia, kali ini dia merasa iba dan kasihan pada istrinya itu. Sonia berusaha menahan tangis, dia menangis dalam diam sambil dipeluk oleh Sean, Sonia tidak bisa membalas pelukan Sean karena saat ini dia sedang memegang martabak.

"Buka baju, aku akan mengobati lukamu." Perintah Sean dan Sonia menurutinya, Sean dengan telaten mengobati luka Sonia yang ada di punggung, kaki dan tangan.

Sonia sesekali meringis karena rasa perih akibat obat yang dioleskan Sean. Setelah selesai, Sonia kembali mengenakan pakaiannya dan menyantap martabak lagi.

"Kamu mau nggak? Ini bakalan habis sama aku."

"Tidak, nakanlah!"

"Cobalah sedikit, ini sangat enak." Kata Sonia yang mencairkan suasana karena Sean saat ini merasa canggung dan bersalah pada dirinya. Sean menerima martabak dari tangan Sonia dengan langsung memakannya dari tangan sang istri.

"Iya, ini enak Son, pantas kamu suka banget." Kata Sean.

"Aku boleh request nggak?"

"Apa?"

"Aku mau makan pukis juga, besok kalo kamu pulang dari kantor, belikan aku pukis ya, udah lama banget nggak makan itu, terakhir kali aku makan bareng Angel." Kata Sonia dengan wajah yang ceria, Sean tersenyum.

"Kamu mau pukis sekarang?"

"Nggak usah sekarang juga, besok aja."

"Sekarang juga nggak apa-apa, masih ada kok yang jualan di luar sana, ayo." Ajak Sean sambil mengulurkan tangannya pada Sonia, Sonia dengan senang hati menyambut uluran tangan Sean.

"Bentar dulu." Sonia mengambil jaket dan masker, selain udara dingin, dia tidak ingin ada orang yang melihat luka di tubuhnya itu dan mengenakan masker.

"Udah jangan pake ini." Sean mengambil masker itu dan membuangnya, biarkan saja orang berpikir apapun padaku, aku tidak peduli." Kata Sean.

Mereka pergi keluar untuk mencari jajanan pukis, setelah keliling tak ada satu pun yang buka, Sean terus mencari orang jualan pukis yang Sonia mau dan untungnya masih ada yang buka dan kedainya juga rame.

"Ada tuh." Sean menepikan mobilnya, mereka berdua turun dan membeli pukis, mata Sonia berbinar melihat makanan itu.

"Udah lama banget aku nggak makan ini." Kata Sonia, Sean langsung membeli beberapa pukis, para pengunjung di sana bisik-bisik sambil menatap Sonia dan Sean bergantian, pasalnya saat ini wajah Sonia ada bekas lebam.

"Aku tunggu di mobil ya, nggak papa kan?" Sean yang menyadari hal itu mengangguk dan membiarkan Sonia ke mobil, saat akan memasuki mobil Vanno lewat dan melihat wajah Sonia yang memar, Vanno menghentikan mobilnya dan memanggil Sonia.

"Son." Panggil Vanno.

Sonia melihat mobil Vanno berhenti dan Vanno keluar menghampirinya, Sonia merasa begitu takut, bayang Sean menyiksanya tadi kembali berputar di kepalanya, Sonia melirik Sean yang saat ini menatap dirinya dan Vanno.

"Jantungku benar-benar nggak aman, bisa-bisa mood suamiku jelek lagi, kenapa harus nyamperin sih ini orang Ya Allah." Batin Sonia, dia tersenyum pada Vanno yang saat ini sudah ada di dekatnya.

"Wajah kamu kenapa?" Tanya Vanno yang dengan lancang memegang wajah Sonia, Sonia mundur beberapa langkah.

"Aku nggak papa kok."

"Laki-laki gila itu mukul kamu lagi?"

"Enggak, bukan, ini bukan karena Sean."

"Jangan bohong Sonia, aku akan memberikan pelajaran padanya." Vanno membalikkan badan hendak menghampiri Sean yang sedang antri. Sean melihat Vanno dengan santai seakan siap juga menghajarnya.

"Jangan Vanno, aku mohon jangan bikin ribut di sini, aku dan Sean sedang baik-baik saja, tolong jangan merusaknya." Pinta Sonia sambil menahan lengan Vanno, Vanno melihat jelas di punggung tangan Sonia ada bekas luka memanjang dan sudah dipastikan itu luka pecutan.

Vanno memegang tangan Sonia dan menyibakkan lengan baju Sonia, Vanno melihat begitu banyak luka, pria itu memejamkan matanya dengan kesal.

"Pergilah Vanno, aku mohon." Melihat Sonia memohon begitu akhirnya Vanno mengalah.

"Oke aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik."

Vanno kembali ke mobilnya dan mengirimkan pesan whatsapp pada Sean.

[Kau memang pecundang Sean]

Sonia yang sudah memasuki mobil melihat kalau ada pesan masuk di hp suaminya. Sonia melihat itu pesan dari Vanno, dia hendak menghapus pesan itu namun Sean keburu masuk ke dalam mobil sedangkan Vanno sudah pergi.

"Sabar ya, pukisnya lagi dibikin." Kata Sean pada Sonia, Sonia saat ini jadi takut, dia takut kalau Sean akan marah melihat Vanno menghampirinya tadi.

Terpopuler

Comments

Lina ciello

Lina ciello

iki koyone Wes depresii malah dadi penyakittt 😠😤🤬😡

2024-12-02

1

Lina ciello

Lina ciello

psikopat iki... gangguan jiwa 🤬😡🥵

2024-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 Dilamar Bos
2 Butuh Kepastian
3 Sakit dan Kembali Bersama
4 Mencari Tahu
5 Cemburu
6 Perubahan Setelah Menikah
7 Pilihan
8 Penyiksaan
9 Tersiksa Kembali
10 Bertemu Sonia
11 Sakit
12 Emosi Kembali
13 Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14 Kemesraan Malam
15 Kehidupan Baru
16 Pengakuan
17 Menyerang
18 Cemburu Pada Anna
19 Menemui Sean
20 Kamu Kenapa?
21 Ungkapan Rasa Fian
22 Marah
23 Cincin
24 Kegiatan Panas Yang Terganggu
25 Rencana Pembalasan
26 Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27 Pernikahan Vanno
28 Perasaan Vanno
29 Dibawa Paksa
30 Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31 Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32 Pertemuan Singkat
33 Akan Dititipkan
34 Kesan Pertama Yang Buruk
35 Mulai Dekat
36 Dia Putri Kesayangan
37 Berkumpul
38 Beruntungnya
39 Misi Memburu Miller
40 Kehamilan
41 Melamar Kiara
42 Menikahi Akriti
43 Pembunuhan Endro
44 Kejujuran Kiara
45 Diculik
46 Keguguran
47 Akhir Ethan-Kiara
48 Ingin Berpisah
49 Hanya Mimpi
50 Kekecewaan Mendalam
51 Berdamai Dengan Keadaan
52 Penyesalan Laura
53 Perubahan Sonia
54 Amukan Sonia
55 Jambu Air
56 Pergi Bersama
57 Kecelakaan
58 Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59 Angel Ivana
60 Kehadiran Derren
61 Ciuman Untuk Angel
62 Perhatian Angel
63 Ingin Musyawarah
64 Melampiaskan Kekecewaan
65 Umpatan Kenzo
66 Ternyata Sudah Menikah
67 Kilas Balik Dengan Angel
68 Berc*nta Kembali
69 Pernikahan Kenzo-Angel
70 Berkumpul Di Mansion Miller
71 Menjadikan Dia Tawanan
72 Mendapatkan Dia Kembali
73 Cerita Masa Indah
74 Kecantikan Sonia
75 Bersikap Dingin
76 Membujuk Sonia
77 Terpana Akan Kecantikannya
78 Izin Keluar
79 Matteo Denaro
80 Dalam Bahaya
81 Pergi Untuk Selamanya
82 Menjadi Gina Valencia
83 Ketahuan
84 Kepulangan Sang Istri
85 Pernikahan Tak Terduga
86 Resepsi Pernikahan
87 Perkumpulan Yang Bahagia
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dilamar Bos
2
Butuh Kepastian
3
Sakit dan Kembali Bersama
4
Mencari Tahu
5
Cemburu
6
Perubahan Setelah Menikah
7
Pilihan
8
Penyiksaan
9
Tersiksa Kembali
10
Bertemu Sonia
11
Sakit
12
Emosi Kembali
13
Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14
Kemesraan Malam
15
Kehidupan Baru
16
Pengakuan
17
Menyerang
18
Cemburu Pada Anna
19
Menemui Sean
20
Kamu Kenapa?
21
Ungkapan Rasa Fian
22
Marah
23
Cincin
24
Kegiatan Panas Yang Terganggu
25
Rencana Pembalasan
26
Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27
Pernikahan Vanno
28
Perasaan Vanno
29
Dibawa Paksa
30
Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31
Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32
Pertemuan Singkat
33
Akan Dititipkan
34
Kesan Pertama Yang Buruk
35
Mulai Dekat
36
Dia Putri Kesayangan
37
Berkumpul
38
Beruntungnya
39
Misi Memburu Miller
40
Kehamilan
41
Melamar Kiara
42
Menikahi Akriti
43
Pembunuhan Endro
44
Kejujuran Kiara
45
Diculik
46
Keguguran
47
Akhir Ethan-Kiara
48
Ingin Berpisah
49
Hanya Mimpi
50
Kekecewaan Mendalam
51
Berdamai Dengan Keadaan
52
Penyesalan Laura
53
Perubahan Sonia
54
Amukan Sonia
55
Jambu Air
56
Pergi Bersama
57
Kecelakaan
58
Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59
Angel Ivana
60
Kehadiran Derren
61
Ciuman Untuk Angel
62
Perhatian Angel
63
Ingin Musyawarah
64
Melampiaskan Kekecewaan
65
Umpatan Kenzo
66
Ternyata Sudah Menikah
67
Kilas Balik Dengan Angel
68
Berc*nta Kembali
69
Pernikahan Kenzo-Angel
70
Berkumpul Di Mansion Miller
71
Menjadikan Dia Tawanan
72
Mendapatkan Dia Kembali
73
Cerita Masa Indah
74
Kecantikan Sonia
75
Bersikap Dingin
76
Membujuk Sonia
77
Terpana Akan Kecantikannya
78
Izin Keluar
79
Matteo Denaro
80
Dalam Bahaya
81
Pergi Untuk Selamanya
82
Menjadi Gina Valencia
83
Ketahuan
84
Kepulangan Sang Istri
85
Pernikahan Tak Terduga
86
Resepsi Pernikahan
87
Perkumpulan Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!