Butuh Kepastian

Sonia bersiap untuk rapat hari ini, Sonia berjalan di belakang Vanno memasuki ruang meeting. CEO perusahaan besar yang dimaksud Vanno adalah Sean Aznand.

Meeting berjalan dengan lancar, kerjasama antara perusahaan Sean dan Vanno terjalin dengan baik dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Vanno mengajak Sean untuk berbincang dulu di ruangannya karena Vanno sangat tau bahwa Sean bukanlah orang yang gampang diajak untuk bekerja sama.

"Saya berharap semoga kedepannya hubungan bisnis ini semakin baik dan saling menguntungkan bagi kita." Kata Vanno.

"Iya, saya juga berharap demikian."

Sonia memasuki ruangan Vanno yang sebelumnya sudah diizinkan oleh Vanno untuk masuk.

"Permisi pak, ini semua berkas dan file yang bapak minta tadi." Kata Sonia sambil memberikan dokumen kerja yang dia pegang pada Vanno.

"Oke kamu boleh kembali bekerja, semua sudah lengkap disini. Terimakasih Sonia." Ucap Vanno setelah memeriksa dokumen yang diberikan oleh Sonia. 

"Iya pak, saya permisi."

Sonia meninggalkan ruangan bosnya itu, dia kembali berkutat dengan pekerjaan nya. Tak terasa sekarang sudah pukul 5 sore, Sonia bersiap untuk pulang dan harus mengerjakan pesanan cake dari pelanggannya yang akan diambil nanti malam. 

Sonia bergegas menuju tempat dimana motornya di parkir, dia menghembuskan nafas dengan kasar karena melihat ban motornya kempes.

"Kenapa harus sekarang sih kempesnya, kan bisa nanti aja pas di rumah. Ah, nyari kerjaan banget sih ini motor, mana pesanan banyak lagi buat nanti malam." Gerutu Sonia melihat motornya, dia harus membawa motornya itu ke bengkel dulu dan akan membuang banyak waktunya.

"Mari saya antar pulang, motormu bisa diantar oleh orang suruhan ku nanti." Sonia terdiam mendengar suara tegas di belakangnya, Sonia langsung menoleh, ternyata itu adalah Sean. Sonia seketika terpaku melihat Sean ada di depannya dengan jarak yang begitu dekat namun Sean hanya menunjukkan ekspresi datar dan dingin.

"Nggak usah pak, saya bisa kok pulang dengan ojek nanti." Tolak Sonia dengan lembut.

"Saya tidak suka ditolak, mari ikut saya." Sonia dengan terpaksa mengikuti Sean karena Sonia tau bahwa Sean orangnya suka memerintah dan tidak suka ditolak.

Sean membukakan pintu mobil untuk Sonia, dengan perasaan segan, Sonia memasuki mobil Sean. Tanpa mereka sadari kalau dari kejauhan ada sepasang mata yang mengamati mereka. 

"Kenapa Sonia mau pergi dengan Sean? Sedangkan setiap kali aku mengajaknya pulang bersama, dia tidak pernah mau." Gumam Vanno yang melihat Sonia dan Sean dari balkon ruangannya, yang kebetulan dia berdiri menatap keluar.

Semua karyawan di perusahaan itu menatap Sonia dengan tatapan yang beragam ketika memasuki mobil Sean. 

"Beruntung banget Sonia, bisa semobil sama Pak Sean." Kata salah seorang perempuan yang menjadi karyawan di Green House.

"Pasti di booking sama Pak Sean, dia kan selalu deketin bos-bos besar, contohnya CEO kita tuh." Sahut yang lain.

"Iri banget liat Sonia." Bermacam tanggapan dari teman-teman kantor Sonia. 

Selama di perjalanan, Sean dan Sonia tidak bicara satu katapun setelah Sonia menunjukkan alamat rumahnya. Sean fokus mengendarai mobilnya dan menghabiskan 35 menit di perjalanan karena jalanan lumayan padat, mobil Sean berhenti tepat di depan rumah Sonia. 

"Terimakasih banyak pak, kalau begitu saya pamit untuk masuk dulu." Ucap Sonia dengan sopan.

"Sama-sama Son, saya pamit pulang dulu."

"Iya pak, hati-hati di jalan."

"Iya." Sean tersenyum pada Sonia yang membuat hati Sonia berdesir, terpancar kerinduan hebat dari tatapan mereka berdua. 

"Ya Allah, ini kenapa." Kata Sonia pelan sambil memegang dadanya setelah keluar dari mobil Sean. 

Sonia memasuki rumah dan membersihkan dirinya. Dia langsung menunaikan ibadah Sholat Maghrib, setelah itu dia langsung berkutat dengan pekerjaan sampingannya. Sonia disibukkan dengan membuat 10 cake pesanan pelanggan setianya. Selama 4 jam akhirnya semua cake sudah masak, sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam.

"Buat apa ya cake malam-malam begini, apa dia lagi ngadain pesta?" Ujar Sonia pada dirinya sendiri karena biasanya para pelanggan akan order cake untuk pagi atau siang hari, tapi berbeda dengan pelanggannya yang satu ini, selalu order cake untuk malam hari

Sonia menghubungi orang yang memesan cake nya, karena orang tersebut ingin menjemputnya sendiri. Sonia menyandarkan tubuhnya di sofa ruang tamu, dia begitu kelelahan. Tak lama ada yang mengetuk pintu rumah, segera Sonia membuka pintu dan terlihat disana seorang pria berbadan tegap dan tampan tersenyum padanya. 

"Saya mau ambil pesanan atas nama Rani." Kata pria itu.

"Oh baik, tunggu sebentar."  Sonia masuk ke dalam rumah dan mengambil pesanan kue yang sudah dia packing dengan rapi dan memberikannya pada pria itu. Setelah memberikan uang, pria tersebut pergi meninggalkan rumah Sonia. Sonia akhirnya lega dan merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur, pekerjaannya hari ini sudah selesai. 

"Berkahilah penghasilanku ini ya Allah." Doa Sonia sebelum memejamkan mata nya dan tak lama dia pun terlelap.

"Buat apa kau cake sebanyak ini Sean? " Tanya Kenzo yang baru saja memasuki mobil, mobil Sean di parkir agak jauh dari rumah Sonia, jadi Sonia tidak tau kalau yang memesan cake itu adalah Sean.

"Cake nya sangat enak, cobalah." Jawab Sean, Kenzo mencoba cake buatan Sonia, memang sangat enak dan nikmat.

"Jadi selama ini kau order atas nama si Rani?"

"Iya dan aku selalu menyuruh Rani yang ambil." Kenzo geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu. 

"Menyusahkan si Rani saja kau ini."

"Memang apalagi tugas pembantu kalau bukan untuk aku susahkan." Mereka berdua tertawa sambil menyantap cake buatan Sonia yang memang sangat lezat. Rani adalah salah seorang pembantu yang ada di rumah Sean, dia selalu menyuruh Rani untuk membeli cake Sonia dengan jumlah yang lumayan banyak.

Sean sampai di rumahnya, Kenzo tidak masuk ke dalam rumah Sean, dia memilih untuk pergi ke diskotik.

...***...

Angel membuka matanya dan menatap Derren yang sudah bersiap untuk pergi bekerja. Deren semalam tidur di kos Angel, mereka melakukan hubungan terlarang itu lagi sepulang dari club malam.

"Derren." Angel mengenakan pakaiannya dan mendekati Derren yang sudah rapi.

"Ada apa sayang? "

"Aku pengen ngomong serius sama kamu."

"Ngomong aja."

"Please, tolong duduklah dulu, ini pembicaraan yang sangat penting."

"Aduh sayang, aku udah telat ini ke kantor. Lain kali aja ya kita bicara."

"Ngak, aku mau bicara sekarang." Angel menahan lengan Derren yang membuat Derren kesal.

"Mau ngomongin nikah lagi? "

"Iya, emang apalagi coba? Apa hubungan kita hanya begini-begini saja, aku nggak mungkin digantung terus sama kamu kayak gini."

"Dengar Ngel, masih banyak hal yang harus aku capai, aku nggak mau terhalang hanya karena pernikahan. Aku harap kamu mengerti."

"Emang kamu pikir aku nggak ada target pencapaian juga hah? Selama ini kamu pikir aku cuma main-main aja gitu? Banyak hal juga yang ingin aku capai Der, kamu jangan egois dong. Pikirin juga gimana nasib aku. Aku nggak bisa terus-terusan begini, kalau memang kamu tidak ada niatan untuk menikahi aku, kita akhiri saja hubungan ini." Angel sudah tidak sanggup menahan emosinya. Dia merasa sangat dipermainkan oleh Derren.

"Haha akhiri? Kamu yakin? Denger ya Ngel, kamu itu perempuan bekas yang nggak akan bisa ngapa-ngapain tanpa aku, kamu pikir segampang itu melepaskan hubungan kita."

"Ya kalo gitu ayo nikahin aku Der. Aku pengen hubungan kita jelas."

"Aku nggak mau untuk menikah sekarang, jalani dan nikmati saja semua ini, kita pikirkan pernikahan nanti setelah aku siap."

"Siap? Kapan kamu siapnya Der? Aku bener-bener udah nggak bisa begini terus sama kamu."

"Udahlah, aku udah telat kerja, mending kamu jangan banyak drama. Aku pergi dulu."

"Derren, kamu kenapa sih, tolong kasih aku kepastian. DERREENN." Angel berteriak memanggil pacarnya itu namun tidak diindahkan oleh Derren. Dada Angel begitu sesak melihat kepergian Derren yang seakan menggantung dirinya tanpa ikatan yang jelas. Angel menangis tersedu untuk sekian menit. 

Klek

Pintu kos Angel dibuka oleh Sonia, sekarang hari Minggu jadi Sonia ingin menghabiskan waktunya bersama Angel.

"Angel, kamu kenapa?" Angel langsung memeluk Sonia dengan erat, dia menumpahkan tangisnya pada Sonia.

"Nangis aja sampai perasaanmu lega. " Sonia membiarkan Angel menangis, setelah tangisnya reda, Sonia memberikan segelas air pada Angel.

"Minum dulu." Angel meminum air itu hingga tandas.

"Son, aku ingin mengakhiri semuanya. Aku ingin semuanya berakhir Son, aku udah ngak kuat." Tangis Angel pada Sonia. 

"Yaudah Angel, kamu putusin aja Derren, pasti karna dia kan kamu begini."

"Iya, dia nggak mau nikahin aku, ngak mungkin kan, aku jadi pemuas nafsu dia aja."

"Semuanya berpulang padamu, lagian yang menjalani hubungan kan kamu, jadi kamu pasti bisa memutuskan yang terbaik untuk dirimu Angel."

"Iya, aku udah mengambil keputusan untuk mengakhiri semuanya Son. Semoga dia bisa hidup bahagia tanpa aku."

Sonia memeluk sahabatnya itu, dia tau apa yang Angel rasakan karena selama dengan Derren, Angel hanya dijadikan pemuas nafsu saja, tak jarang Derren sering melakukan kekerasan pada Angel.

Seharian Sonia berada di kos Angel, mereka bercerita dan juga tertawa lepas seakan beban hidup mereka tidak ada. Sonia melihat jam dinding dan sudah menunjukkan pukul 16.00 yang mana Sonia harus pulang. Dia lumayan takut jika harus pulang malam, jarak dari kos Angel ke rumah Sonia cukup jauh.

"Ngel, aku pulang dulu ya, udah sore nih."

"Yah, cepet banget, baru juga bentaran disini."

"Bentar apanya, dari jam 8 pagi aku di sini. Kamu jaga diri baik-baik ya, jangan sedih-sedih lagi."

"Iya cantik, sini peluk dulu." Sonia tersenyum dan memeluk erat Angel, tiba-tiba Angel terisak dalam pelukan Sonia.

"Udah dong, jangan nangis, besok kan kita bisa ketemu lagi. Aku janji deh, sepulang kerja aku akan nginap disini." Bujuk Sonia yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Angel.

"Hati-hati di jalan ya Son."

Sonia dengan berat hati harus meninggalkan Angel sendirian di kos. Namun dia tidak memiliki pilihan karena besok pagi dia ada orderan dan harus ke kantor untuk bekerja. Sonia memacu motornya segera pulang, hari juga sedikit mendung, dia tidak mau jika kena hujan di jalan.

Sedangkan Angel kembali termenung sambil menatap foto dirinya bersama Derren. Hatinya begitu hancur.

"Kenapa ya aku jadi cewek bodoh banget, harusnya aku ngak terjebak dengan pria ini. Kenapa aku sangat mencintainya? Dan kenapa dia selalu bisa memanipulasi otakku agar tidak lepas darinya? Dasar bodoh kamu Angel." Angel merutuki dirinya sendiri karena sudah memberikan segalanya pada Derren, lelaki bajingan yang tidak pernah memberikan kata pasti untuk Angel. 

...***...

...Beri dukungannya dengan cara like serta tinggalkan jejak di kolom komentar ya sahabat, terima kasih sudah membaca cerita ini. ...

Episodes
1 Dilamar Bos
2 Butuh Kepastian
3 Sakit dan Kembali Bersama
4 Mencari Tahu
5 Cemburu
6 Perubahan Setelah Menikah
7 Pilihan
8 Penyiksaan
9 Tersiksa Kembali
10 Bertemu Sonia
11 Sakit
12 Emosi Kembali
13 Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14 Kemesraan Malam
15 Kehidupan Baru
16 Pengakuan
17 Menyerang
18 Cemburu Pada Anna
19 Menemui Sean
20 Kamu Kenapa?
21 Ungkapan Rasa Fian
22 Marah
23 Cincin
24 Kegiatan Panas Yang Terganggu
25 Rencana Pembalasan
26 Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27 Pernikahan Vanno
28 Perasaan Vanno
29 Dibawa Paksa
30 Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31 Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32 Pertemuan Singkat
33 Akan Dititipkan
34 Kesan Pertama Yang Buruk
35 Mulai Dekat
36 Dia Putri Kesayangan
37 Berkumpul
38 Beruntungnya
39 Misi Memburu Miller
40 Kehamilan
41 Melamar Kiara
42 Menikahi Akriti
43 Pembunuhan Endro
44 Kejujuran Kiara
45 Diculik
46 Keguguran
47 Akhir Ethan-Kiara
48 Ingin Berpisah
49 Hanya Mimpi
50 Kekecewaan Mendalam
51 Berdamai Dengan Keadaan
52 Penyesalan Laura
53 Perubahan Sonia
54 Amukan Sonia
55 Jambu Air
56 Pergi Bersama
57 Kecelakaan
58 Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59 Angel Ivana
60 Kehadiran Derren
61 Ciuman Untuk Angel
62 Perhatian Angel
63 Ingin Musyawarah
64 Melampiaskan Kekecewaan
65 Umpatan Kenzo
66 Ternyata Sudah Menikah
67 Kilas Balik Dengan Angel
68 Berc*nta Kembali
69 Pernikahan Kenzo-Angel
70 Berkumpul Di Mansion Miller
71 Menjadikan Dia Tawanan
72 Mendapatkan Dia Kembali
73 Cerita Masa Indah
74 Kecantikan Sonia
75 Bersikap Dingin
76 Membujuk Sonia
77 Terpana Akan Kecantikannya
78 Izin Keluar
79 Matteo Denaro
80 Dalam Bahaya
81 Pergi Untuk Selamanya
82 Menjadi Gina Valencia
83 Ketahuan
84 Kepulangan Sang Istri
85 Pernikahan Tak Terduga
86 Resepsi Pernikahan
87 Perkumpulan Yang Bahagia
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dilamar Bos
2
Butuh Kepastian
3
Sakit dan Kembali Bersama
4
Mencari Tahu
5
Cemburu
6
Perubahan Setelah Menikah
7
Pilihan
8
Penyiksaan
9
Tersiksa Kembali
10
Bertemu Sonia
11
Sakit
12
Emosi Kembali
13
Pembalasan Untuk Ibu Tiri
14
Kemesraan Malam
15
Kehidupan Baru
16
Pengakuan
17
Menyerang
18
Cemburu Pada Anna
19
Menemui Sean
20
Kamu Kenapa?
21
Ungkapan Rasa Fian
22
Marah
23
Cincin
24
Kegiatan Panas Yang Terganggu
25
Rencana Pembalasan
26
Membalas Perbuatan Nila dan Gladis
27
Pernikahan Vanno
28
Perasaan Vanno
29
Dibawa Paksa
30
Mengungkapkan Yang Sebenarnya
31
Menunaikan Kewajiban Yang Tertunda
32
Pertemuan Singkat
33
Akan Dititipkan
34
Kesan Pertama Yang Buruk
35
Mulai Dekat
36
Dia Putri Kesayangan
37
Berkumpul
38
Beruntungnya
39
Misi Memburu Miller
40
Kehamilan
41
Melamar Kiara
42
Menikahi Akriti
43
Pembunuhan Endro
44
Kejujuran Kiara
45
Diculik
46
Keguguran
47
Akhir Ethan-Kiara
48
Ingin Berpisah
49
Hanya Mimpi
50
Kekecewaan Mendalam
51
Berdamai Dengan Keadaan
52
Penyesalan Laura
53
Perubahan Sonia
54
Amukan Sonia
55
Jambu Air
56
Pergi Bersama
57
Kecelakaan
58
Kelahiran Zain, Zay dan Zoya
59
Angel Ivana
60
Kehadiran Derren
61
Ciuman Untuk Angel
62
Perhatian Angel
63
Ingin Musyawarah
64
Melampiaskan Kekecewaan
65
Umpatan Kenzo
66
Ternyata Sudah Menikah
67
Kilas Balik Dengan Angel
68
Berc*nta Kembali
69
Pernikahan Kenzo-Angel
70
Berkumpul Di Mansion Miller
71
Menjadikan Dia Tawanan
72
Mendapatkan Dia Kembali
73
Cerita Masa Indah
74
Kecantikan Sonia
75
Bersikap Dingin
76
Membujuk Sonia
77
Terpana Akan Kecantikannya
78
Izin Keluar
79
Matteo Denaro
80
Dalam Bahaya
81
Pergi Untuk Selamanya
82
Menjadi Gina Valencia
83
Ketahuan
84
Kepulangan Sang Istri
85
Pernikahan Tak Terduga
86
Resepsi Pernikahan
87
Perkumpulan Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!