Bab 15

Ada dua orang yang menjaga rumah.

Menantu kedua awalnya ingin ikut membantu, namun Chu Wei melarangnya. Ia harus membantu menjaga rumah, karena sekarang di rumah mereka memiliki kain, makanan dan selimut yang bagus.

Chu Wei memasuki halaman dengan membawa kelinci.

"Bu, anda sudah kembali? Dan anda mendapatkan kelinci? "

Menantu kedua sedang mencuci baju, Chu Wei mengambil kursi dan duduk. Menantu kedua mengambil air dan memberikan nya pada Chu Wei.

"Ya, kelinci ini saya dapatkan di hutan. Karena kelinci ini sepasang dan sepertinya kelinci betina sedang mengandung, saya berencana memelihara nya."

Menantu kedua bersemangat . "Itu ada ide yang bagus! Saya memiliki banyak waktu senggang, saya akan mencari rumput setiap hari. Hari ini saya akan membuat kandang"

Chu Wei "....... "

Chu Wei tak bisa berkata-kata, menantu kedua baru saja mencuci pakaian dan sekarang akan membuat kandang. Menantu kedua nya memang tidak bisa duduk diam. Ia berdiri mengangkat kelinci ke dalam rumah dan suruh Wu Hua Ning menjaga nya untuk beberapa saat.

"Bu, anda sudah kembali? Saya baru saja memasak untuk kalian makan."

Di atas meja sudah terhidang nasi putih, tumis daging kimchi pedas, sayuran liar dan sup kaldu. Selama beberapa waktu ini keahlian memasak menantu pertama berkembang begitu pesat, dia pandai memasak. Chu Wei hanya sekali memberikan pengajaran teoritis kepada nya dan dia langsung bisa melakukan nya.

"Tidak baik membawa makanan ini keluar, masakan beberapa panekuk saja untuk mereka. Saya akan membawa nya nanti setelah makan"

Wu Hua Ning mengerti, selama priode ini setiap rumah tangga belum bisa makan dengan teratur seperti keluarga mereka yang setiap harinya makan sehari tiga kali. Akan banyak pertanyaan jika keluarga mereka mengeluarkan nasi dan daging untuk di lihat.

"Baik Bu! "

Chu Wei makan dengan tenang hingga ia mendengar suara anak anjing yang di selamat kan nya kemarin.

Anjing itu berlarian bebas di rumah nya. Luka nya sudah sembuh dan Chu Wei berniat memelihara nya untuk menjaga rumah dari pencuri.

Wuk.. wuk.. wuk..

Anjing itu menggonggong dengan antusias di bawah kaki Chu Wei.

Chu Wei mengambil daging kering dari sistem pasar nya dan memasukkan nya ke dalam mulut anjing itu.

Setelah di beri makan, anjing itu kembali berkeliaran di luar rumah nya.

Setelah beberapa saat ia selsai makan, ia kembali ke gunung dengan membawa bekal makanan untuk anak-anak nya. Ia kembali melanjutkan pekerjaan nya. Semakin matahari naik, semakin panas. Lumpur yang pagi terasa dingin pun mulai terasa panas membakar, anak-anak usia remaja keluar dari lumpur dan berganti tugas menjadi membawa hasil tangkapan ke desa, sementara orang dewasa bertahan mencari.

Hingga hari menjelang sore, para warga mulai turun gunung.

Total tangkapan yang semua warga hasilkan adalah 4.328 kati. Hampir setiap rumah mendapatkan di atas 250 kati.

Sesuai kesepakatan mereka memberikan beberapa puluh kati untuk orang tua, dan rumah yang tidak memiliki tenaga kerja.

Selain itu.

"Kita semua mendapatkan banyak makanan hari ini dan tidak perlu khawatir untuk beberapa hari kedepan, namun kita harus sadar jika bukan karena Zhi Niang kita semua tidak akan mendapatkan makanan ini. Untuk membalas kebaikan nya, saya akan memberikan 20 kati untuk Zhi Niang."

Mendengar ucapan Li Zheng mereka pun merasa ini adalah hal yang logis dan benar. Mereka harus berterimakasih kepada Zhi Niang.

"Jika bukan karena Zhi Niang saya dan keluarga saya tidak akan bisa bertahan karena tidak mempunyai makanan, saya akan memberikan 20 kati kepada Zhi Niang." Ucap Tuan Wang.

"Saya akan memberikan 15 kati kepada Zhi Niang sebagai ucapan terimakasih"

"Saya akan memberikan 10 kati kepada Zhi Niang"

"Keluarga saya menghasilkan lebih dari yang lainnya, kami akan memberikan 30 kati" Ucap pak tua Gu.

Chu Wei terkejut dan ia tidak ingin menerima ini, namun penduduk desa bersikeras untuk memberikan nya yang membuat ia pun akhirnya menerima.

Sekarang di rumah nya memiliki 230 kati hasil tangkapan sendiri, 210 kati pemberian penduduk desa. Jika di jumlah kan mereka memiliki 440 kati untuk di konsumsi di rumah nya. Jumlah ini sangat banyak dan terlalu besar untuk mereka.

"Gu Zhi, besok bawalah 100 kati rebung, 20 kati biji millet dan 5 kati daging babi ke rumah mertua mu. Kamu bisa membawa istrimu namun saya tidak saran kan itu karena dia sedang mengandung."

Wu Hua Ning terkejut, selain jumlah yang di berikan Ibu mertuanya sangat banyak ia pun terkejut karena Ibu mertuanya memiliki inisiatif untuk memberikan nya. Awalnya ia ingin meminta untuk di bawa pulang kepada Ibu nya, namun siapa sangka Ibu mertua nya berinisiatif sendiri memberikan nya.

Bahkan ada daging dan biji millet, selama ini dia hanya bisa membawa diam-diam biji untuk di berikan kepada rumah orang tua nya dan jika ia ketahuan ia akan di pukul.

Namun Ibu mertua nya sudah berubah menjadi lebih baik sekarang, dan ia berpikir untuk mengambil beberapa tanpa izin jika tidak di izinkan.

Wu Hua Ning merasa emosional."Bu, tidak perlu millet dengan daging. Rebung saja sudah cukup."

"Wanita hamil, kamu membangkang? Terima saja, kamu sudah lama tidak mengirimkan untuk keluarga mu. Ambil ini dan mereka akan merasa kamu hidup dengan baik! "

Wu Hua Ning Mengangguk."Baik Bu"

Setelah makan Yuzi mengambil sisa-sisa daging dan tulang untuk di berikan kepada anak anjing itu.

"Bu, bagaimana jika anak anjing ini namanya Xiao Dai, atau mungkin Xiao Yi? "

Gu Mao "Nama Xiao Yi terdengar lemah! "

Yuzi " Jika begitu Xiao Dai saja, mulai sekarang nama mu adalah Xiao Dai! "

Wuuuuk.. Wukkk

Yuzi bermain bersama Xiao Dai sebelum tidur, namun Chu Wei selalu merasa ada yang aneh. Sejak ia turun gunung membawa Xiao Dai terakhir kali setiap malam selalu terdengar lolongan serigala, dan itu berasal dari bukit hutan belakang rumah nya.

Ia khawatir bagaimana jika serigala muncul dan menyerang rumah nya? Rumah nya akan hancur jika begitu.

Malam hari di mana bulan menjadi center pada kehidupan tanah jika memandang ke atas.

Bulan bersinar terang, dan suara lolongan kembali terdengar. Xiao Dai terbangun dan menggonggong beberapa saat hingga waktu menjelang lolongan pun sudah tidak ada.

Chu Wei bangun sebelum matahari berkokok, ia merasa tidak bisa tidur karena mendengar lolongan itu.

Ia keluar kamar dan mendapati kedua menantu nya sudah bangun dan mereka tengah menyalakan api dan menyapu. Mereka memang rajin, tapi Chu Wei tidak tahu mereka selalu bangun sepagi ini.

Chu Wei berjalan keluar untuk mencari udara segar.

Begitu ia keluar dan melihat halaman banyak sekali darah.

Terpopuler

Comments

Yurniati

Yurniati

tetap semangat terus update nya thorr

2024-12-17

0

Yurniati

Yurniati

terus lanjut update nya thorr update

2024-12-17

1

Darmanto Atok

Darmanto Atok

next Thor 💪😊👍

2024-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Pengumuman
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 S1 Tamat Yaaa
117 Pengumuman
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Pengumuman
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
S1 Tamat Yaaa
117
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!