Bab 12

"Semuanya, duduk dan dengarkan baik-baik"

Mereka semua menutup mulut lalu duduk dengan patuh, melihat Ibu mereka yang terlihat serius.

"Hari ini air sedikit dan esok hari mungkin tidak ada air untuk kita gunakan, aku akan jujur pada kalian. "

Chu Wei menghelai napas nya seolah ini adalah suatu yang berat.

"Aku mendapatkan berkat dari dewa"

Chu berbicara dengan pelan, namun reaksi anak-anak nya sungguh mengejutkan. Mata mereka membulat.

"Sungguh? "

"Apakah itu benar? "

"Ibu mendapatkan berkat dari dewa? "

Chu Wei meredakan suara tinggi mereka.

"Ya, jika bukan karena dewa. Luka sebelum nya mungkin saya sudah tiada"

Untuk membuktikan Chu Wei mengulurkan tangan nya, lalu berbicara dalam hati. "Aku membeli jepit rambut emas"

Seketika jepit rambut emas ada di tangan Chu Wei, mata anak-anak nya tidak berkedip sama sekali.

Mereka terlalu terkejut.

"Ibu benar-benar mendapatkan berkat dewa! "

"Ibu memiliki kekuatan! "

Chu Wei tidak ingin anak-anak nya terus berisik dan di dengar orang lain.

"Benar, jadi jaga rahasia ini. Atau dewa akan marah dan menghukum kalian yang membocorkan nya. Saya memberi tahu kalian, karena mencegah banyak pertanyaan yang akan kalian tanyakan ketika saya mengeluarkan barang-barang."

Anak-anak nya mengangguk, ini terlalu luar bisa. Mereka berpikir pun mereka tidak bisa berani pada kehendak Ibu mereka.

Gu Zhi "Ibu, Ibu tenang saja. Saya akan menjaga rahasia."

Gu Mao "Ya, saya tidak akan membocorkan nya"

Gu Yuzi "Saya akan menutup mulut saya"

Kedua menantu pun dengan cepat berkat.

"Kami tidak akan berbicara, kami akan diam"

Tentu saja ini adalah kabar bahagia, ini rezeki. Mereka mendapatkan berkah dari Ibu mertua mereka karena Ibu mertua mereka mendapatkan berkat dewa.

Setelah saat itu, Chu Wei dapat mengeluarkan barang yang dapat berguna untuk keluarga nya.

Pertama ia mengeluarkan galon air, kedua ia mengeluarkan selimut lembut.

Semuanya dapat ia keluarkan tanpa ia dapat merasa kesusahan.

Ia memiliki uang dan makanan sekarang, dan ia tak perlu untuk mengeluarkan barang apapun dari pasar sistem nya mulai sekarang.

Ia hidup dengan berkecukupan tanpa orang-orang sadari. Makan daging dan sayur setiap hari.

Hari terus berlalu, setiap warga merasakan kesulitan dengan kekurangan nya air dan makanan. Namun hari ini semua penderitaan itu telah berakhir, karena hujan turun deras malam ini.

Beberapa orang keluar dengan meneriakan rasa syukur. Musim kemarau mencekik sudah berakhir, hujan turun dan memberikan kehidupan pada warga.

Tadinya sumur di rumah Li Zheng sudah kering dan mereka berpikir untuk menyerahkan beberapa kati biji untuk se ember air kepada desa sebelah, namun siapa sangka hujan turun malam ini.

Berbeda dengan warga desa yang merasa senang, Chu Wei tidak bisa tidur di rumah nya kali ini. Hujan turun lebat membuat atap rumah nya bocor, semua rumah nya di penuhi dengan air.

Dinding-dinding yang terbuat dari lumpur mulai basah dan goyah. Mereka mempertahankan rumah jerami mereka.

Chu Wei bangun tidur ketika Ayam berkokok, lingkaran hitam di matanya menunjukkan betapa bekerja keras nya ia semalam.

Ia hanya bisa duduk bersandar untuk tidur, hampir sebagian kamar tidur nya bocor.

Ia tidak bisa melakukan apapun, jika ia membangun rumah dengan segera ia akan di curigai.

Hujan yang semalam deras kini mulai reda, hanya menyisakan rintik-rintik kecil yang membasahi kepala.

Semuanya berjalan seperti semula, anak-anak nya bekerja. Sementara ia bebas untuk bergerak atau tetap duduk.

Chu Wei membeli buku Ensiklopedia mengenai zaman kuno. Ia membaca mengenai tumbuhan, hewan dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan zaman ini.

Ia membaca sampai tengah hari. Setelah itu ia keluar dari ranjang nya. Di luar Gu Zhi dan Gu Mao sedang memperbaiki atap rumah, karena semalam hujan deras, atap menjadi bocor. Mereka menambah kan kayu kokoh dan beberapa jerami untuk menutupi nya.

"Saya akan pergi ke gunung, kalian selsaikan lah dengan cepat. Kemungkinan hujan akan terus datang"

Ucap Chu Wei.

Gu Zhi & Gu Mao "Baik Bu"

Ia berjalan sendiri ke atas gunung, ia tidak melihat orang-orang karena hari sudah siang menjelang sore.

Chu Wei memegang tongkat untuk tetap menjaga keseimbangan tubuh nya. Tadi setelah ia membaca buku, ia menyadari sesuatu.

Ada sayuran berharga yang pernah ia lihat sebelum nya saat mendaki gunung.

Setelah berjalan cukup lama dan tiba di belakang gunung, ia berhenti di sebuah sungai yang sudah mengering karena tidak ada hujan, saat melihat sungai ini kemarin ia melihat sungai ini begitu tandus, tanah pun keras. Namun sekarang tanah nya basah karena hujan semalam.

Ia berjongkok, mengambil tongkat kecil dan menggali. Beberapa lama menggali sedalam lutut, akhirnya ia menemukan nya.

Ini adalah akar teratai, sebelum sungai ini mengering pasti banyak sekali bunga teratai dan setelah sungai kering bunga teratai layu dan mati, namun akar teratai tidak akan mati, ia membesar dan memanjang.

Chu Wei menggali cukup lama hingga keranjang yang di bawa nya penuh. Ia berdiri dan menepuk-nepuk tangan nya untuk menghilangkan debu.

Ia melihat ke dalam layar hologram.

[ DING! Akar teratai alami, terdapat 2,4 ton akar teratai ]

Jelas mustahil baginya untuk menjualnya ke sistem pasar, selain itu ia tidak ingin serakah. Di desa ini, walaupun hujan sudah turun tapi makanan masih sulit di cari, padi di sawah tidak mungkin dapat langsung di panen.

Ia berniat untuk memberi tahu penduduk tentang akar teratai ini.

Ia bergegas untuk turun gunung, karena hari yang mulai sore. Saat ini menuruni bukit, ia mendengar suara lenguhan anak anjing.

Chu Wei mencari suara itu dan menemukan jejak darah dan sebuah jebakan pemburu, ia menengok ke arah lubang dan menemukan seekor anak anjing tergeletak dengan suara kecil.

Chu Wei berpikir, anak anjing ini mungkin tidak sengaja menginjak jebakan pemburu.

Ia menutupi anak anjing itu dengan kain lalu memeluk nya, kemudian ia berjalan menjauh dari tempat itu.

Di rumah nya ia membersihkan luka anak anjing itu dengan air hangat, mengoleskan obat merah dan membungkus nya dengan kain.

Yuzi sangat senang melihat anak anjing itu, ia menatap dan mengajak bermain anak anjing itu meski anak anjing itu belum bisa berdiri.

"Man Yue, kemarilah. Bersihkan ini untuk ku"

Man Yue membersihkan akar teratai itu kemudian menyerahkan nya pada Chu Wei. Chu Wei mengambil akar teratai itu kemudian memotong nya menjadi bagian-bagian kecil, ia memasukkan bagian-bagian kecil itu ke dalam adonan yang di buat Wu Hua Ning atas perintah nya.

Tidak lama kemudian wangi harum akar teratai goreng tepung tercium.

*

Maaf guys gak Up, author kemarin fokus belajar untuk lomba.

Terpopuler

Comments

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

semoga menang lomba ya thor 👍🏻👍🏻💪🏻💪🏻

2024-12-14

1

Darmanto Atok

Darmanto Atok

next Thor
semangat terus ya buat ceritanya Thor

2024-12-14

1

Darmanto Atok

Darmanto Atok

next Thor
semangat terus ya buat ceritanya Thor

2024-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Pengumuman
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 S1 Tamat Yaaa
117 Pengumuman
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Pengumuman
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
S1 Tamat Yaaa
117
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!