Bab 10

Keesokan harinya.

Chu Wei kembali mencari sayuran liar di gunung di ikuti oleh Man Yue dan Gu Yuzi.

Di gunung sangat subur, penuh pohon hijau dan sayuran liar. Padahal sedang musim kemarau, Chu Wei berpikir pasti ada kandungan air yang melimpah di gunung ini. Jika bisa di gunakan saat musim kemarau seperti ini, pasti akan sangat berguna.

Kali ini Chu Wei berjalan bersama anak dan menantu nya. Mereka mulai membungkuk untuk mencari sayuran liar, sementara Chu Wei mendongak ke langit-langit.

Saat melihat ke arah utara matanya tiba-tiba bersinar cerah, itu adalah pohon kastanya!

"Yuzi, Menantu. Berhenti membungkuk dan ikuti saya! " Seru Chu Wei berjalan, Yuzi dan menantu kedua mengikuti Chu Wei tanpa tanya.

Di bawah pohon kastanya.

"Kamu lihat di atas sana? Itu adalah kacang kastanya, panjat lah dan ambil. Aku akan membuatkan camilan enak untuk mu."

Pohon kastanya relatif tinggi, perlu memanjat untuk mengambil buah nya.

Yuzi memanjat, Chu Wei dan Man Yue membungkuk untuk mengambil Kacang kastanya yang jatuh di lempar Yuzi.

Setelah beberapa saat orang-oranh yang lewat melihat mereka memunguti sebuah kacang dan setelah di lihat lagi itu adalah kacang kastanya. Mereka pun mengikuti, memanjat dan memungut kacang kastanya.

Hingga beberapa waktu kemudian tempat itu menjadi ramai, orang-orang memanjat dan memungut.

Keranjang Chu Wei, Man Yue dan Yuzi sudah penuh dengan kacang kastanya. Mereka berdiri lalu turun gunung untuk kembali ke rumah.

Sementara warga desa Xianhe masih memunguti, masing-masing rumah mendapatkan banyak kacang kastanya.

Setelah pulang ke rumah, Chu Wei mengupas nya. Hasil kacang kastanya setelah di kupas di perkirakan memiliki berat 25 kati atau 15 kilo gram.

Chu Wei memasaknya 5 kati, lalu menyimpan sisa nya.

Chu Wei berpikir, kacang kastanya yang di goreng dengan gula akan memiliki rasa yang enak.

Ia menambahkan 2 kati gula merah, membuat Wu Hua Ning maupun Man Yue menghelai napas nya.

Kastanya yang di masak dengan gula merah sangat lah enak. Chu Wei mengambil satu dan memasukan nya ke dalam mulut Yuzi.

"Bagaimana? "

"Enak sekali! "

Mata Yuzi bersinar cerah.

Chu Wei mengangkat nya dari panci dan memasukkan nya ke dalam wadah.

Setelah nya ia mengajak anak-anaknya untuk makan.

"Semuanya berhenti bekerja dulu, cuci tangan kalian dan makan camilan"

Camilan di letakan di atas meja, anak-anak langsung masuk rumah dan memakan nya dengan lahap.

Chu Wei masuk ke kamar untuk menghitung koin, ia menjual semua kastanya yang tersisa lalu membeli kastanya yang lebih besar dari sistem dengan harga murah.

1 kati Kastanya yang di jual ke pasar sistem berharga 10 koin tembaga, dan kacang kastanya yang di beli dari sistem berharga 4 koin. Ia untung 6 koin per kati nya.

Chu Wei memilih-milih, ia melihat ternyata mie instan dunia modern pun tersedia. Namun ia tidak bisa, tidak membeli nya. Tidak peduli apa yang akan di tanyakan anak-anak nya, mereka tidak akan berani.

Sore harinya.

Chu Wei berada di dapur tengah menyiapkan mie instan nya, ia memasukan 10 bungkus mie agar semuanya dapat dalam mangkuk besar.

Kedua menantu nya tidak di izinkan membantu. Namun karena itu mereka menjadi khawatir, apakah mereka melakukan kesalahan? Tapi benarkah Ibu mertua mereka yang pemalas memasak? Namun sudah sejauh ini Ibu mertua mereka membantu bekerja dan berhenti bersikap buruk.

"Saya mencium bau yang harum"

"Bau apa ini? "

"Ini tercium enak, air liur saya menetes! "

Ketiga anak laki-laki Chu Wei telah kembali dari pekerjaan nya. Wu Hua Ning dan Man Yue hanya bisa menjelaskan bahwa Ibu mertuanya memasak.

"Ibu memasak sendiri, dia tidak mengizinkan kami membantu."

Bertepatan setelah itu.

Chu Wei "kalian sudah pulang? Lekaslah basuh wajah kalian dan kita makan malam. Saya memasak mie untuk di makan."

Gu Zhi terkejut, "Kita masih bisa makan lagi? Bukankah tadi sudah memakan camilan? "

"Omong kosong, itu hanya camilan! Tidak akan membuatmu kenyang, ayo pergi dan makan"

Ketiga nya pun keluar untuk membasuh muka, lalu berjalan menuju meja makan.

Aroma kaldu mie instan tercium wangi. Chu Wei memasak mie kari berwarna merah, meskipun merah rasanya tidaklah pedas. Di makan dengan di dampingi oleh kimchi, rasanya sungguh menakjubkan.

Anak-anak nya berdecak beberapa kali merasakan mie yang sangat enak, mereka tidak pernah merasakan nya. Tentu saja, karena di zaman kuno ini tidak ada micin.

"Bumbu mie ini sangat enak! Apalagi di tambah dengan acar sawi yang segar ini, rasanya benar-benar tak terlukis kan. "

Tadinya Chu Wei ingin menambahkan telur, namun ia berpikir dua kali akan hal itu.

Malam ini mereka kembali tidur dengan perut kenyang. Malam semakin larut, tiba-tiba Chu Wei mendengar sebuah suara.

[ DING! Pasar sistem sandang telah terbuka! ]

Chu Wei membuka matanya. Itu adalah pasar sistem yang berisikan barang sandang seperti kain, pakaian, selimut pakaian dalam dan beberapa peralatan elektronik dan furniture.

Jika bisa ia ingin membeli selimut dan peralatan lainnya, namun situasi rumah tidak memungkinkan kan. Pintu kamar nya tidak memiliki kunci, ia takut menantu masuk untuk membersihkan kamar dan melihat nya. Ia hanya bisa menunggu nya samapai ia memiliki rumah baru.

Ke esokan harinya.

Pagi-pagi sekali sudah sangat ramai terdengar ricuh orang-orang desa di sebelah rumah nya.

Suara teriakan tangisan, membuat orang-orang berkumpul untuk melihat nya. Chu Wei yang terbangun pun pergi untuk melihat nya.

"Bagaimana aku bisa hidup lagi, huhuhu... "

Ternyata itu berasal dari rumah bibi Wang, yang cukup dekat dengan rumah nya, hanya terhalang pohon dan bukit kecil. Rumah bibi Wang kemalingan, semua makanan di rumah nya habis tak tersisa.

"Pencuri jahat! Jika tertangkap tidak akan terampuni!"

"Mereka mencuri makanan dari kita dan membuat kita mati kelaparan! "

"Ini gawat, jika tidak memiliki makanan di masa ini itu akan sulit! "

Tentu saja, makanan sangat penting di masa kemarau yang menceklik ini.

Bibi Wang hanya bisa menangis dan suaminya hanya bisa menenangkan meskipun ia juga terdiam tak mampu berkata-kata.

Chu Wei ingat, perempuan itu pernah beberapa kali beradu mulut dengan nya. Meskipun begitu perempuan itu cukup baik, dia pernah memberi makan anaknya tanpa sepengetahuan nya.

Di tengah keributan itu Li Zheng(kepala desa) datang. Ia menenangkan dengan berkata.

"Rumah Wang anda telah kemalingan menyebabkan seluruh makanan hilang, semuanya ayo kumpul kan sedikit makanan yang kalian punya untuk di pinjamkan kepada keluarga Wang." Ucap Li Zheng.

Tidak ada yang berani membantah, karena Li Zheng adalah kepala desa dan merupakan orang tua asli desa tersebut.

Terpopuler

Comments

Darmanto Atok

Darmanto Atok

next Thor
semangat terus ya buat ceritanya Thor 💪😊👍

2024-12-09

1

MommyRea

MommyRea

cerita nya menarik walaupun tidak ada cinta cinta an...cemangat Thor

2025-01-24

0

Nurul Pky

Nurul Pky

kepala desa yg baik'... saling membantu

2025-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Pengumuman
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 S1 Tamat Yaaa
117 Pengumuman
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Pengumuman
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
S1 Tamat Yaaa
117
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!