Bab 4

Gu Yuzi mengambil mangkuk, mangkuk nya panas karena berisi nasi matang yang panas, namun ia tidak berani melepaskan nya.

ia memakan nasi nya, rasanya panas, namun sangat wangi dan pulen. Seumur hidup ia tidak pernah makan nasi putih yang begitu lembut dan wangi ini.

Dua orang lainnya juga buru-buru mengambil mangkuk nasi dan memakan nya walaupun panas.

Chu Wei tersenyum tipis menggeleng kan kepalanya. Melihat kedua menantu perempuan nya masih duduk tegak seperti orang bodoh, dia berpura-pura kesal dan berkata. "Apakah kalian menunggu aku memberikan nya padamu atau apa? "

Tangan keduanya bergetar.

Di rumah ini yang di utamakan adalah Ibu mertua, yang kedua adalah Ayah mertua yang ketiga adalah saudara iparnya dan dia adalah yang terakhir. Jadi jika tidak ada cukup makanan, ia tidak akan mendapatkan makanan.

Mereka berdua mengambil mangkuk nasi, mencium aroma nya sudah membuat perut mereka keroncongan.

Pertama kali nasi pulen ini masuk ke lidah rasanya benar-benar pulen dan wangi.

Chu Wei melirik mereka semua hanya makan nasi putih. "Apakah kalian tidak ingin lauknya? Jika tidak aku akan memberikan nya pada pengemis di luar! "

"Tidak! Ibu kami mau! "

"Kami mau! "

"Ya, mau! "

Sebenarnya mereka sudah menahan nya sedari tadi. Sayur tumis dengan minyak yang mengkilat dan aroma daging membuat mereka tidak bisa mengalihkan tatapan.

"Gunakan sumpit! "

Mereka semua tidak terlalu pandai menggunakan sumpit. Tapi takut membuat Ibu mereka marah akhirnya mereka menggunakan nya.

Dulu saat Ibu mereka merasa kesal ataupun marah jika mereka tidak kondusif saat makan, Ibunya akan mengirim kan makanan tersebut ke keluarga Chu hingga membuat mereka kelaparan.

Dan sekarang mereka dengan menurut, menggunakan sumpit dengan hati-hati.

Setelah selsai makan mereka semua penuh kekuatan. Gu Mao. "Bu, apakah kita akan pergi ke rumah keluarga Chu sekarang? "

Chu Wei menatap dengan bingung. "Untuk apa? "

Gu Mao. "Tentu saja untuk ganti rugi! "

Gu Zhi. "Ya betul, mereka sudah membuat kepala Ibu berdarah. Harus meminta ganti rugi pada mereka! "

Chu diam. "Semuanya duduk"

Ketiga anak laki-laki saling memandang. Mereka tahu Ibu mereka tidak akan mengizinkan mereka untuk pergi meminta kompensasi.

Kalau di pikir-pikir Ibu mereka sangat menyukai keluarga paman nya, bagaimana dia bisa menyerah kepada mereka.

Kalau kesedihan Ibu mereka sudah usai, mereka khawatir Ibu mereka akan kembali ke keluarga Chu seperti semula.

..

Hari mulai gelap.

Chu Wei menatap ke langit yang gelap lalu mengernyit.

"Yuzi, dimana kakak-kakak mu? "

Yuzi menggeleng kan kepalanya. "Aku tidak tahu, aku akan mencari mereka di ladang! "

Sebelum Yuzi melangkah keluar, Gu Zhi dan Gu Mao sudah hadir secara bersamaan. Masing-masing menenteng keranjang di punggung mereka.

Yuzi tercengang.

"Apa yang ada di belakang kalian? "

Gu Zhi dan Gu Mao hanya tersenyum. Mereka melangkah ke dalam bersamaan dan secara serempak memanggil.

"Ibu! "

Chu Wei yang berada di dapur melangkah kan kakinya begitu mendengar suara anak-anak nya.

Begitu sampai Chu Wei tercengang.

"Ibu lihatlah, apa yang kami bawa! " Gu Zhi.

"Ya, Ibu! Kami mendapatkan banyak sekali! " Gu Mao.

Kedua Kakak beradik itu mengeluarkan sayuran hijau liar, jamur beserta lainnya. Semua keranjang mereka penuh dengan sayuran.

Kemarin mereka melihat Adik ketiga mereka mengumpulkan sayuran liar, lalu Ibu mereka menghadiahi nya dan memuji nya.

Kedua anak laki-laki itu menatap Ibu mereka dengan mata cerah berharap di puji seperti Adik mereka kemarin.

Chu Wei hanya terdiam. Astaga, padahal kedua anak ini sudah memiliki istri. Tapi masih bertingkah seperti anak kecil.

Tapi Chu Wei mendapatkan keuntungan, ia memuji mereka berdua lalu mengeluarkan dua permen susu dan di berikan nya pada mereka.

Gu Zhi dan Gu Mao tersenyum cerah, mereka segera berlari ke dapur menyerahkan permen susu milik mereka ke istri mereka.

"Makan lah, anak kita harus mendapatkan asupan nutrisi! " Gu Zhi menyerah kan permen susu itu kepada Wu Hua Ning dengan ekspresi hangat.

"Ayo makan, permen susu ini sangat enak! " Man Yue mendapatkan permen susu itu langsung masuk ke mulut nya. Ia hanya tersenyum kepada suaminya yang baik.

Saat-saat dulu suami nya selalu menyisihkan makanan untuk mereka. Jika suami mereka tidak menyisihkan makanan untuk mereka makan, mereka pasti tidak akan bisa berdiri seperti sekarang.

Chu Wei membawa kedua keranjang itu, namun sayang kedua keranjang itu terlalu berat. Ia tidak bisa membawa nya, bagaimana pun tubuh ini sangat lemah, pemilik tubuh hanya tahu bermalas-malasan.

Gu Yuzi dengan semangat membawakan kedua ke ranjang itu ke kamar Ibu nya.

Berharap akan di berikan permen susu yang rasanya enak itu.

Chu Wei hanya terkekeh dan memberikan anak ketiga permen susu, setelah nya anak ketiga pergi dengan senang.

Di kamar ia menjual dan menghitung pendapatan nya.

[ Ding! Buah-buahan liar alami 27 pon seharga 270 koin tembaga ]

[ Ding! Pakis liar alami sebanyak 15 pon seharga 45 koin tembaga ]

[ Ding! Jamur liar alami sebanyak 20 pon seharga 100 koin tembaga ]

[ Ding! 5 Gonderama 51 tahun seharga 2.500 koin tembaga ]

Chu Wei terkejut, tanpa di duga kedua anak ini mendapatkan Gonderama yang berbentuk jamur.

Chu Wei menghitung, jika di jumlah kan dengan koin kemarin ia memiliki...

2.960 koin tembaga.

Jika di alokasikan ke tael perak maka setidaknya ia memiliki 2 tael perak 960 koin tembaga.

Chu Wei membayangkan ia tidak perlu khawatir lagi soal makanan. Banyak sayuran dan makanan lain nya yang berharga murah di pasar sistem. Selain itu ia tidak perlu ragu untuk mengeluarkan nya, karena semua anak dan menantu nya tidak akan berani menanyakan itu.

Chu Wei membeli setoples kaca besar kimchi kemudian membawa nya ke ruang makan.

Kebetulan semuanya sudah duduk dan tengah menunggu Chu Wei untuk duduk.

Saat datang, anak-anak nya menatap penasaran dengan benda yang di bawa Chu Wei.

Chu Wei duduk lalu menyimpan kimchi di atas meja makan.

"Bukan kah ini bahan kaca? " Gu Mao.

"Wah, Ibu. Kamu punya bahan kaca! Cantik sekali! " Gu Yuzi.

Mereka semua terpesona oleh bentuk kaca yang menyerupai vas bunga. Sangat indah, terlebih itu berwana merah karena kaca berwana bening sehingga menampilkan warna kimchi yang merah terang.

Dalam hati Chu Wei menggeleng kang kepalanya, di zaman modern anak-anak nya bisa di sebut sebagai manusia katro.

Chu Wei membuka tutup toples. Kali ini tak satu pun dari mereka tahu tutup itu berbahan apa, karena plastik pada era ini belum ada.

Begitu tutup di buka, aroma harum kimchi langsung menyebar membuat semuanya mau tak mau menelan air liur nya.

Terpopuler

Comments

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

tega banget sang ibu sama anaknya sendiri gitu /Cry/

2025-01-20

0

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

saatnya berubah secara perlahan-lahan

2025-01-20

0

Bzaa

Bzaa

jdi puy byk uang...

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Pengumuman
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 S1 Tamat Yaaa
117 Pengumuman
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Pengumuman
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
S1 Tamat Yaaa
117
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!