Bab 11

Kemarin seluruh desa di setiap rumah tangga mendapatkan banyak kacang kastanya.

Masing-masing rumah tangga memiliki kacang kastanya untuk dimakan.

Beberapa rumah tangga meminjamkan kacang kastanya dan beberapa biji kasar. Namun itu semua berjumlah sedikit, tentu saja setiap rumah hanya memiliki sedikit makanan dan jumlah penduduk desa yang tidak banyak.

Di hitung-hitung keluarga Wang hanya mendapatkan 20 kati biji kasar dan 25 kati kacang kastanya. Itu jumlah yang sedikit, mereka harus terus bertahan hidup di musim kemarau yang mencekik ini.

Keluarga Wang sungguh prustasi akan hal ini. Mereka berpikir akan menjual anak perempuan mereka untuk mendapatkan koin.

Menjual anak di saat musim pencekik saat ini bukanlah hal tabu, di kota banyak rumah tangga yang kekurangan makanan akan menjual anak-anak mereka.

Chu Wei memasukkan 10 kati kacang kastanya ke dalam wadah, lalu berjalan menuju rumah keluarga Wang.

Disana ia mendengar suara tangisan anak perempuan tertua keluarga Wang.

"Ayah, Ibu tolong jangan jual saya. Saya akan bekerja untuk menghasilkan uang! "

Nyonya Wang tentu juga tak setuju, itu adalah ide suaminya. Namun Tuan Wang adalah kepala keluarga, ia juga jelas terpaksa. Jika bukan demi makanan di rumah tidak ada, ia tidak ingin menjual anaknya.

"Sampai aku mati pun, aku tidak setuju kau menjual anak-anak ku! " Nyonya Wang bersuara lantang di depan suaminya.

Tuan Wang terdiam.

Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita di luar pintu.

"Kamu ingin menjual anak mu? Kamu sungguh tidak punya hati! "

Yang berbicara adalah Chu Wei.

"Dulu setelah suami ku meninggal dan keluarga kami tidak memiliki apa-apa, seseorang datang ingin membeli Yuzi, aku menolak nya! Meskipun aku hidup miskin aku tidak akan pernah menjual anak ku! Apakah kamu masih kalah dengan seorang janda? "

Sarkas Chu Wei membuat Tuan Wang terdiam.

Setelah nya Chu Wei melemparkan keranjang berisi kacang kastanya ke lantai.

"Biarkan Yumei bekerja di rumah ku sehari! Kalian masih sehat, masih bisa bekerja untuk mendapatkan sedikit makanan."

Chu Wei memberikan nya dengan kasar, namun pada kenyataan nya jika di lihat ia sangat baik dan murah hati.

Di musim pencekik ini mana ada orang yang mau memper kerjakan orang lain, hanya orang bangsawan atau kalangan atas yang mau.

Chu Wei memberikan 10 kati kacang kastanya dengan Yumei bekerja, ia sangat baik sekarang.

Chu Wei berbalik pergi.

Tuan Wang menghelai napas nya."Baiklah, mau mati kelaparan pun kita tidak akan menjual keluarga kita." Putus nya.

"Apakah kamu akan terus menangis di sana? Cepat ikuti dia! " Seru Ibu Wang nya.

Yumei menghapus air matanya kemudian berdiri dan berlari mengikuti Chu Wei.

Bibi Wang menghelai napas lega, ia hanya memiliki dua anak. Ia tidak bisa membayangkan satu anaknya di jual.

Rumah Chu Wei.

Karena ada orang luar di rumah nya sekarang, ia tidak bisa menyiapkan beras putih untuk makan sing ini.

Bagaimana pun makan beras putih / nasi di musim kemarau mencekik ini, itu akan menjadi topik hangat. Mereka mengira ia punya banyak makanan, darimana ia dapat? ia tidak bisa menjelaskan nya.

Atas perintah Chu Wei, Man Yue memasak pasta sayur liar dan panekuk, setidaknya sekarang di campur dengan garam, jadi Chu Wei dapat memakan nya sedikit.

"Makan lah dulu, setelah itu kamu bekerja"

"Saya tidak bisa makan di sini, anda membayar saya. Tidak pantas jika saya juga makan." Mau bagaimana pun, ia telah mendapatkan gaji. Ia bersyukur tidak di jual, Chu Wei sudah membantu nya, ia tidak mau terus merepotkan nya dengan ikut makan, ini musim pencekik, makanan sangat berharga.

Chu Wei tidak memaksa, setelah ia mencoba beberapa suap ia berdiri menghampiri Yumei untuk memberikan nya pekerjaan.

"Perut menantu pertama saya sudah membesar, kamu gantikan dia mencuci." Ucap Chu Wei.

Yumei menganggukkan. "Baik Bibi"

"Ibu, saya baik-baik saja. Saya tidak apa-apa" Wu Hua Ning tidak bisa tidak berbicara, apakah Ibu mertuanya marah padanya jadi menggantikan nya bekerja?

"Perut mu sudah besar, jika sampai cucu ku kenapa-kenapa itu akan berbahaya. Masuk lah kedalam untuk beristirahat! "

Wu Hua Ning tak bisa menolak perintah Chu Wei, ia mengalah dan masuk.

"Ibu, sebenarnya saya bisa membantu menggantikan Kakak ipar, tidak perlu orang lain. " Tentu saja para menantu nya tidak bisa duduk diam membiarkan pekerjaan mereka di ambil.

"Kamu bantu Yuzi ambil air, biarkan dia yang mencuci."

Man Yue tidak ada pilihan, mengambil air juga pekerjaan mereka kan.

Sebenarnya di rumah nya tidak kekurangan pekerja, orang-orang di rumah nya berlomba-lomba melakukan pekerjaan. Namun Yumei tidak bisa tidak melakukan apa-apa setelah di beri gaji.

Pekerjaan di rumah nya tidak terlalu banyak, hanya mencuci pakaian, membersihkan halaman dan mencari sayuran liar.

Sementara pekerjaan berat akan di berikan kepada anak laki-laki.

Sore hari berlalu.

Yumei bisa pulang setelah mengerjakan beberapa pekerjaan, namun sebelum itu Chu Wei menahan nya.

"Ambil ini"

Itu adalah semangkuk bubur dengan campuran biji-bijian. Yumei tidak bisa menerima nya, namun Yuzi berkata.

"Terimalah, kamu pernah memberikan ku roti saat aku kelaparan dulu. Aku mengingat kebaikan mu, tambahkan beberapa panekuk ini, Wang Li memiliki nafsu makan yang besar"

Yumei merasa emosional, ternyata Yuzi masih mengingat kebaikan nya dulu. Ia tidak bisa menolak lagi, ia berterima kasih dan pergi.

Setelah pergi, Yuzi menatap Ibunya.

"Ibu, apakah perkataan mu benar? Saat aku berumur empat tahun ada yang ingin membeli ku dan Ibu menolak? " Tanya Yuzi.

"Ya, maka dari itu kamu harus berbakti kepada ku"

"Tentu saja, aku akan. berbakti kepada mu. Jika aku sukses dan kaya kelak, aku akan memakai kan sutra dan emas di tubuh mu! " Yuzi berucap dengan gembira, ternyata dari dulu Ibunya menyayangi nya sampai tidak menjual nya.

Man Yue "Air yang dapat di ambil semakin sedikit, setiap rumah hanya bisa mengambil satu ember. Saya tidak tahu mau sampai kapan. "

Wu Hua Ning juga bingung, awalnya ada tiga sumur di desa saat musim kemarau ini, namun dari tiga sumur tersisa satu. Dan itu adalah sumur milik Li Zheng, namun sekarang air sumur mulai mengering, penduduk desa hanya bisa mengambil satu ember air setiap harinya.

Chu Wei mendengar berita ini dari menantu nya, serumah hanya satu ember. Itu sangat sulit, Chu Wei sudah memutuskan jika mereka harus mandi setiap hari. Jika tidak ada air mereka tidak bisa mandi.

Chu Wei berpikir sebentar, lalu tidak ada pilihan lain dalam otak nya. Ia mengumpulkan semua anak-anak nya untuk pembicaraan serius.

Terpopuler

Comments

Evi Yana

Evi Yana

critanya baguz.. loc bisa tmbahin up nya donk thor, rasanya kurang loc cmn 1 bab tiap hri hehee..semngat truz nuliznya ya

2024-12-11

2

✧𝐕𝐄ᵃˡ✧

✧𝐕𝐄ᵃˡ✧

good, suka banget sama cerita nya

2024-12-11

3

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

ceritanya sangat bagus, semangat buat karyanya

2024-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Pengumuman
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 S1 Tamat Yaaa
117 Pengumuman
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Pengumuman
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
S1 Tamat Yaaa
117
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!