Eps. 4 — Sinyal Kembang Api

Yan Jian atau biasa dipanggil Senior Yan merupakan Ketua dari organisasi Tujuh Dosa Pedang, sama dengan anggotanya yang lain, ia memiliki gelar di kelompoknya sebagai Pedang Amarah.

Yan Jian adalah seorang laki-laki berwibawa namun memiliki tatapan yang dingin, tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang pekat meski pria itu sedang dalam posisi menyembunyikannya.

"Apa hanya segini yang hadir?" Yan Jian mengerutkan alisnya ketika tiba di ruangan pertemuan.

Pria yang memiliki julukan Pedang Kerakusan langsung berdiri dan memberi hormat pada Yan Jian sementara disisi berbeda, perempuan dengan gelar Pedang Pemalas hanya membuka satu matanya sambil menguap lebar.

Pria Pedang Kesombongan hanya melirik Yan Jian sekilas sebelum kembali mengelap mata pedangnya dengan kain sambil bersiul pelan.

Meski Yan Jian adalah pemimpin mereka, nyatanya para anggotanya memiliki cara tersendiri untuk memberi hormat pada Ketuanya tersebut. Yan Jian sendiri tidak tersinggung karena mengetahui benar bagaimana setiap karakter anggotanya.

"Beberapa yang lain sedang berpergian keluar kota Senior Yan." Pedang Kerakusan yang menjawab sambil tersenyum lebar.

Yan Jian berdecak pelam tapi tidak berniat membahas hal tersebut lebih jauh.

"Sebelumnya aku sedikit terlambat karena ada beberapa informasi yang aku dapatkan baru-baru ini dari aliansi..." Tanpa basa-basi, Yan Jian langsung menuju poin pembicaraan pertemuan mereka. "Artefak ke-12 akhirnya berhasil kita temukan, ia berada di wilayah paling timur kekaisaran ini."

"Akhirnya selesai juga..." Gadis Pedang Kemalasan menggeliatkan tubuhnya pelan. "Jadi setelah ini kita bisa langsung bergerak mengumpulkan 7 artefak yang tersisa bukan?"

"Belum saatnya, itu bisa menarik perhatian 'mereka' kalau kita selama ini ada disini." Yan Jian menggeleng pelan. "Seperti cara biasa, kita kerahkan sekte aliran hitam untuk mengambil semua artefak itu."

"Lagi?" Gadis Pedang Kemalasan memonyongkan bibirnya dengan ekspresi muka yang cemberut.

Pria Pedang Kerakusan hanya bisa tersenyum tipis dengan reaksi Gadis Pedang Kemalasan, selama ini mereka hanya bersembunyi dibalik layar dan tidak pernah bertarung lagi sebagai seorang kultivator dan hal tersebut jelas membuat mereka sedikit bosan.

Apalagi Yan Jian melarang anggotanya untuk mengeluarkan kekuatan mereka kecuali jika dalam keadaan terdesak saja. Masalahnya di kekaisaran ini, mereka adalah kultivator yang terkuat dan hanya sedikit orang yang bisa melawan apalagi membunuh ketujuhnya.

"Menguasai dunia persilatan kekaisaran ini tidaklah sulit tapi itu bukan tujuan kelompok kita ada disini..." Yan Jian mengerti maksud reaksi Gadis Pedang Kemalasan. Yan Jian menghela nafas lalu melanjutkan, "Kini semua artefak sudah diketahui keberadaannya, mulai detik ini, organisasi kita akan fokus merebut 7 artefak yang tersisa."

"Senior Yan, sekte aliran putih mana yang kita incar lebih dulu?" Pria Pedang Kerakusan menanggapi.

"Agar tidak terlalu menarik perhatian, maka kita akan lakukan ini secara perlahan-lahan dimulai dari sekte paling lemah dimana artefak ke-12 kini berada."

"Apa perlu kita bertindak?"

"Tidak perlu, aku sudah memerintahkan sekte yang memiliki kultivator Alam Kaisar untuk pergi ke sana, jika perkiraanku benar maka beberapa sekte yang pergi bisa mendapatkan artefaknya dengan mudah."

***

"Kurasa ini tempat yang cocok."

Liu Yuwen berhenti di sebuah batu besar yang berada di tepi sungai, sesudah bergerak ratusan kilometer, qi yang dimilikinya sudah terkuras cukup banyak.

Sambil memulihkan qi'nya kembali, Liu Yuwen juga menyempatkan waktunya untuk berlatih menaikkan kultivasinya dengan artefak misterius.

Setelah setengah jam melakukan latihan, Liu Yuwen tidak menyembunyikan kekecewaannya, terlihat dari raut wajahnya yang menghela nafas cukup panjang.

"Akan membutuhkan waktu lama untukku bisa menerobos lagi..." Liu Yuwen menggaruk kepala sambil menatap potongan artefak di tangan lainnya.

Ketika Liu Yuwen sudah berada di ranah Alam Kaisar, perkembangannya menggunakan artefak jadi lebih melambat, setidaknya ia membutuhkan waktu tiga minggu untuk menerobos ke Alam Kaisar Tahap 2.

Berbeda ketika dirinya masih di Alam Nirvana, Liu Yuwen hanya membutuhkan beberapa hari atau paling lama satu minggu agar bisa menerobos.

"Tapi kalau dipikir-pikir sudah sepatutnya seperti ini, kalau tidak artefak ini akan sangat bernilai bahkan di duniaku sekalipun." Liu Yuwen menggeleng pelan.

Saat seseorang mencapai Alam Kaisar, maka kebutuhan sumberdaya yang diperlukan semakin meningkat, semakin tinggi tahap kultivasinya maka semakin lama dan banyak sumberdaya yang ia butuhkan.

Tanpa adanya artefak, kultivator Alam Kaisar umumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun agar mereka bisa menerobos pada setiap tahapnya. Dalam sisi ini, sebenarnya Liu Yuwen lah yang tidak sabaran karena ingin buru-buru meningkatkan kekuatannya seperti dikehidupan pertamanya dulu.

Meski mengetahui akan lama, Liu Yuwen tetap melanjutkan latihannya setidaknya sampai satu jam karena tiba-tiba ia mendengar suara ledakan di langit.

"Hm, apa yang-..." Liu Yuwen menyipitkan matanya saat menoleh dan menemukan ada kembang api yang meledak di udara.

Jarak Liu Yuwen dengan kembang api itu cukup jauh namun karena saat ini penglihatan Liu Yuwen terus-menerus menggunakan Mata Bulan membuat jangkauan pandangannya jadi sangat jauh dan tetap jelas meski gelapnya malam.

Liu Yuwen mengerutkan dahi, tempat istirahatnya sekarang berada di lokasi hutan yang cukup luas, seharusnya tidak ada orang yang berada disini apalagi ketika malam seperti ini tetapi kembang api itu jelas-jelas dinyalakan di tengah hutan.

Tanpa pikir panjang Liu Yuwen bergegas ke tempat kembang api itu dinyalakan, ketika jaraknya tinggal beberapa meter lagi dari sana barulah Liu Yuwen menemukan ada sesuatu yang terjadi lokasi tersebut.

Liu Yuwen melihat ada seorang wanita paruh baya sedang berlari sekuat tenaga, wanita itu tidak dalam kondisi yang baik terutama ada luka tebasan pedang yang dalam, terukir dari pundak sampai pahanya.

Darah segar keluar dari luka tersebut membuat wanita paruh baya kehilangan banyak darah, alhasil keseimbangan larinya mulai sempoyongan serta kesadarannya hampir memudar.

Jika tidak ada tekad kuat dalam dirinya, mungkin wanita paruh baya itu sudah tumbang sejak tadi.

Liu Yuwen melihat ke belakang wanita itu namun tidak ada siapa-siapa yang mengejarnya tetapi wanita tersebut seolah sedang dikejar sesuatu.

Setelah beberapa detik berpikir akhirnya Liu Yuwen memilih mendekati wanita itu, bertepatan dengan Liu Yuwen menghampirinya, wanita tersebut akhirnya jatuh ke tanah tapi untungnya Liu Yuwen dengan sigap menangkap tubuhnya.

"Kau, apa kau datang ingin menolongku?" Suara wanita itu terdengar pelan.

"Benar Bibi, sebentar, aku akan menyembuhkanmu lebih dulu-..." Liu Yuwen menaruh tangan di tubuh wanita paruh baya tersebut, ekspresi wajahnya seketika berubah ketika mengetahui kondisinya. "Sial!"

"Tidak apa, aku tahu kondisiku lebih dari siapapun." Wanita itu berusaha tersenyum meski kini mulutnya mulai mengeluarkan darah.

Liu Yuwen mengepalkan tangannya keras, setelah memeriksa keadaannya, ia mengetahui tidak bisa menyembuhkan wanita tersebut meski menggunakan teknik penyembuh yang dirinya kuasai sekalipun. Luka yang dialami wanita paruh baya itu sudah terlalu parah sampai ke tahap keadaan yang kritis.

Terpopuler

Comments

Dompet Janda

Dompet Janda

Masih tanda tanya kaitan dengan klan Wurning dengan artefaknya

2024-11-03

2

siKocak

siKocak

walaupun gagal di tolong,mudah mudahan Bibi tersebut membawa artefak dan di berikan kepada Yuwen

2024-11-03

2

Andbie

Andbie

pasti bibi inj membawa lari artefak ke 12 yang sedang dicari tujuh dosa pedang

2024-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Kota Madain
2 Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3 Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4 Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5 Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6 Eps. 6 — Seribu Bidadari
7 Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8 Eps. 8 — Ji Xiansun
9 Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10 Eps. 10 — Bunga Anggrek
11 Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12 Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13 Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14 Eps. 14 — Ji Yuanyin
15 Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16 Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17 Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18 Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19 Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20 Eps. 20 — Pil Suci
21 Eps. 21 — Darah Emas
22 Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23 Eps. 23 — Kelompok Misterius
24 Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25 Eps. 25 — Kota Diatas Air
26 Eps. 26 — Harus Terlibat
27 Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28 Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29 Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30 Eps. 30 — Toko Senjata
31 Eps. 31 — Kembang Api
32 Eps. 32 — Tuduhan
33 Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34 Eps. 34 — Dua Saksi
35 Eps. 35 — Acara Lelang
36 Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37 Eps. 37 — Batu Giok
38 Eps. 38 — Racun Ular
39 Eps. 39 — Teknik Cahaya
40 Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41 Eps. 41 — Busur Panah
42 Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43 Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44 Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45 Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46 Eps. 46 — Gejolak Kota
47 Eps. 47 — Penyerangan Kota
48 Eps. 48 — Seorang Diri
49 Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50 Eps. 50 — Kekalahan Telak
51 Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52 Eps. 52 — Membuat Strategi
53 Eps. 53 — Kabar Buruk
54 Eps. 54 — Serangan Panah
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Eps. 1 — Kota Madain
2
Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3
Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4
Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5
Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6
Eps. 6 — Seribu Bidadari
7
Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8
Eps. 8 — Ji Xiansun
9
Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10
Eps. 10 — Bunga Anggrek
11
Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12
Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13
Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14
Eps. 14 — Ji Yuanyin
15
Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16
Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17
Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18
Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19
Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20
Eps. 20 — Pil Suci
21
Eps. 21 — Darah Emas
22
Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23
Eps. 23 — Kelompok Misterius
24
Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25
Eps. 25 — Kota Diatas Air
26
Eps. 26 — Harus Terlibat
27
Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28
Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29
Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30
Eps. 30 — Toko Senjata
31
Eps. 31 — Kembang Api
32
Eps. 32 — Tuduhan
33
Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34
Eps. 34 — Dua Saksi
35
Eps. 35 — Acara Lelang
36
Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37
Eps. 37 — Batu Giok
38
Eps. 38 — Racun Ular
39
Eps. 39 — Teknik Cahaya
40
Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41
Eps. 41 — Busur Panah
42
Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43
Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44
Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45
Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46
Eps. 46 — Gejolak Kota
47
Eps. 47 — Penyerangan Kota
48
Eps. 48 — Seorang Diri
49
Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50
Eps. 50 — Kekalahan Telak
51
Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52
Eps. 52 — Membuat Strategi
53
Eps. 53 — Kabar Buruk
54
Eps. 54 — Serangan Panah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!