Eps. 10 — Bunga Anggrek

Liu Yuwen tidak menanggapi keterkejutan Ji Xiansun, pandangannya tertuju pada lima jagoan di pasukan musuh yang memiliki kekuatan di tingkatan Alam Kaisar.

Dengan jumlah pasukan musuh yang dibawa sekitar beberapa ribu orang, Liu Yuwen akan kesulitan untuk menghabisi semuanya, sepertinya ia hanya bisa membuat mereka mundur dari sini.

"Siapa kau?"

Kultivator senior yang paling waspada melihat kedatangan Liu Yuwen sebab sebelumnya ia tidak merasakan hawa keberadaan pemuda itu sebelum Liu Yuwen menunjukkan dirinya.

"Tidak perlu bertanya tentang identitasku, mengetahui namaku tidak membuat kalian mengenalku." Liu Yuwen tersenyum sinis.

"Oh, kau sepertinya sangat percaya diri pada kemampuanmu, mungkinkah kau tidak semuda yang terlihat?" Jagoan yang membawa pedang diantara mereka mengelus dagunya sambil melirik Liu Yuwen dari atas sampai bawah.

"Kurang lebih aku bisa menghabisi sebagian besar dari kalian, jika berkenan bagaimana kalau kalian mundur sekarang."

Jagoan itu langsung tertawa dengan lantang. "Anak muda, apa kau tidak bisa membedakan mana kebodohan dan keberanian?"

Liu Yuwen tersenyum tipis, ia memberi instruksi dengan jarinya agar Jagoan yang itu bergerak menyerangnya.

"Hmph! Terlalu arogan!"

Jagoan tersebut memisahkan diri dari barisannya dan langsung bergerak ke arah Liu Yuwen.

Kultivator yang paling senior ingin mencegah jagoan itu namun waktunya sudah terlambat, disisi lain ini adalah waktu yang tepat bagi dirinya mengukur kekuatan Liu Yuwen yang sebenarnya.

Dalam waktu singkat, Jagoan yang membawa pedang tersebut mempersempit jarak antara keduanya namun ketika tinggal belasan meter lagi ia mendekati Liu Yuwen, tiba-tiba tubuh pemuda itu menghilang dari pandangannya.

"Bagaimana-..."

Jantung Jagoan itu nyaris berhenti, masalahnya sebelum ia menyelesaikan kalimatnya Liu Yuwen mendadak muncul tepat dihadapannya dan langsung memberikan serangan pukulan yang bertubi-tubi.

Jagoan tersebut belum siap dengan serangan tiba-tiba tersebut, ia dibuat mundur beberapa langkah sambil buru-buru melindungi seluruh tubuhnya dengan perisai qi.

Liu Yuwen menggelengkan kepala pelan, ia mempercepat setiap serangannya ketingkat yang lebih tinggi lagi, alhasil perisai qi tersebut tidak cukup kuat untuk menahan setiap tinjunya.

Jagoan itu mengumpat dalam hati, ia tidak tahu Liu Yuwen akan memiliki teknik meringankan tubuh yang begitu tinggi dan ahli dalam ilmu tangan kosong. Kalau dirinya tahu, sudah sejak lama ia mengeluarkan pedangnya.

Jagoan tersebut menggeram kesal tetapi kemudian ia melihat ada celah dalam serangan Liu Yuwen, ia mengambil kesempatan itu untuk menarik pedang pusaka dari sarungnya.

"Oh, pusaka yang cukup bagus..." Liu Yuwen sebenarnya sengaja membiarkan jagoan itu menarik senjatanya.

Dalam sekali lihat, Liu Yuwen mengetahui pedang tersebut merupakan pusaka Raga. Tanpa aba-aba, Liu Yuwen menendang pedang pusaka jagoan itu dari tangannya.

Tendangan Liu Yuwen cukup keras hingga membuat tangan yang memegang pusakanya terlempar ke atas, Jagoan itu terkejut, ia berusaha meraih pedangnya kembali namun Liu Yuwen segera memberikan serangan pukulan dan tendangan beruntun kepadanya.

Jagoan itu melompat mundur beberapa langkah sambil memegang dadanya dengan ekspresi kesakitan, darah segar mengalir dari sudut bibirnya sementara disisi lain Liu Yuwen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menangkap pedang pusaka lawannya.

"Tidak buruk..." Liu Yuwen memeriksa pusaka tersebut lalu mengangguk pelan.

Kultivator paling senior memberi instruksi pada tiga jagoannya yang lain untuk membantu rekannya yang sudah disudutkan namun saat mereka mendekat, Liu Yuwen menghilang kembali di pandangan semua orang, membuat mereka yang melihatnya terkejut sekaligus kebingungan.

"Kalian cari siapa? Aku ada disini!"

Liu Yuwen tiba-tiba muncul di tengah-tengah pasukan musuh, membuat mereka kaget bukan main namun sebelum mereka bereaksi lebih jauh, Liu Yuwen melepaskan elemen gravitasinya membuat sebagian besar lawannya tak bisa bergerak.

Tanpa banyak bicara, Liu Yuwen mengayunkan pedangnya pada salah satu dari mereka, membunuhnya dalam sekali tebasan.

Liu Yuwen kembali mengayunkan pedangnya lagi, dalam waktu singkat sudah beberapa orang kehilangan nyawanya.

"Ini..."

Ji Xiansun sampai kesulitan berkata-kata melihat pemandangan di depannya, ia bisa menyaksikan Liu Yuwen membunuh setiap lawannya dalam sekali serangan.

Sambil bergerak cepat, Liu Yuwen menghabisi semua orang yang berada dalam jarak serangannya tanpa peduli pada tingkatan kekuatan mereka.

Yang mengejutkan adalah bagaimana Liu Yuwen membunuh musuh-musuhnya tanpa memiliki sedikitpun keraguan, seolah tindakannya itu merupakan sesuatu yang sudah biasa.

"Matriark, sebelumnya anda bereaksi seolah mengenal pemuda itu?" Tanya salah Tetua sambil menelan ludah melihat kekejaman Liu Yuwen.

"Aku tidak mengenalnya hanya pernah bertemu dengannya..." Ji Xiansun berdecak pelan, setelah melihat kekuatan Liu Yuwen, kini ia percaya bukan tandingan pemuda tersebut kalau keduanya bertarung.

Tentu saja Ji Xiansun dan lainnya merasa heran karena lawan-lawan di sekeliling Liu Yuwen tidak melakukan penyerangan balik saat pemuda itu membantai rekan mereka satu persatu.

"Kau pikir bisa terus membunuh sesuka hati!"

Saat Liu Yuwen sibuk menghabisi lautan musuhnya, tiba-tiba lima jagoan muncul dan menghadangnya agar pemuda itu tidak membunuh lebih banyak pasukan mereka.

"Kau! Kembalikan pedangku?!" Jagoan yang membawa pedang tadi bereaksi histeris saat pusakanya digunakan untuk membantai anggota sektenya sendiri.

"Kau ingin pedang ini? Kenapa kau tidak langsung mengambilnya" Liu Yuwen tersenyum mengejek.

Jagoan itu mengumpat, jika kultivator paling senior diantara mereka tidak menahannya, mungkin ia sudah menyerang Liu Yuwen sejak tadi.

"Jangan melawannya sendiri, dia bukan tandinganmu..." Ucap kultivator senior itu sambil mengeluarkan senjata dari cincin ruangnya. "Kita serang dia bersamaan, kita langsung kubur dia disini!"

Tiga jagoan yang lain juga langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing berupa tongkat, golok, dan juga pisau.

Jagoan yang membawa pedang hanya mengeluarkan pedang cadangannya, kualitasnya lebih rendah dari pusaka yang dipegang Liu Yuwen.

Tanpa basa-basi, kelimanya lansung bergerak serempak dan menyerang Liu Yuwen bersamaan.

Liu Yuwen mengalirkan qi ke pedangnya sebelum menyambut serangan mereka, ayunan pedangnya begitu cepat dan menangkis semua serangan yang datang.

Kelima jagoan itu hanya bisa bertahan selama belasan detik menyerang Liu Yuwen sebelum Liu Yuwen menyerang balik dan mengubah situasinya.

Pedang yang digunakan Liu Yuwen mulai bersinar kehijauan, lalu berubah ke biru dan kuning. Perubahan warna itu mengejutkan semua orang yang melihatnya.

"Teknik pedang ini... Kau berasal dari Sekte Pilar Pedang Kebenaran?"

"Tidak salah lagi, teknik pedang yang digunakannya adalah jurus Pedang Lima Warna?!"

Liu Yuwen tersenyum tipis menanggapi keterkejutan lawannya, ia mengalirkan lebih banyak qi sebelum menyerang mereka lebih serius.

Warna pedang Liu Yuwen berubah kembali kali ini menjadi warna jingga, setiap serangannya semakin cepat dan mulai membuat lawannya kewalahan.

Terpopuler

Comments

Dompet Janda

Dompet Janda

Jangan beli Bubur ayam.... beli aja Bubur kacang hijau

2024-11-09

8

Mazaiat Habib

Mazaiat Habib

mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap thoooooooooooooooooooorr.. bagus nih ceritanya. upnya yg banyaaaaaak thoooooooooooooooooooorr, lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuutttkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

2024-11-11

1

Winda

Winda

Yuwen memang keren....👍👍👍 Bisa mempermainkan mereka semua. Ayo Yuwen..... kamu bisa. Crazy up dong Thor. Semangat 💪💪💪

2024-11-10

2

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Kota Madain
2 Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3 Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4 Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5 Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6 Eps. 6 — Seribu Bidadari
7 Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8 Eps. 8 — Ji Xiansun
9 Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10 Eps. 10 — Bunga Anggrek
11 Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12 Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13 Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14 Eps. 14 — Ji Yuanyin
15 Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16 Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17 Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18 Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19 Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20 Eps. 20 — Pil Suci
21 Eps. 21 — Darah Emas
22 Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23 Eps. 23 — Kelompok Misterius
24 Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25 Eps. 25 — Kota Diatas Air
26 Eps. 26 — Harus Terlibat
27 Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28 Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29 Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30 Eps. 30 — Toko Senjata
31 Eps. 31 — Kembang Api
32 Eps. 32 — Tuduhan
33 Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34 Eps. 34 — Dua Saksi
35 Eps. 35 — Acara Lelang
36 Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37 Eps. 37 — Batu Giok
38 Eps. 38 — Racun Ular
39 Eps. 39 — Teknik Cahaya
40 Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41 Eps. 41 — Busur Panah
42 Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43 Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44 Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45 Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46 Eps. 46 — Gejolak Kota
47 Eps. 47 — Penyerangan Kota
48 Eps. 48 — Seorang Diri
49 Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50 Eps. 50 — Kekalahan Telak
51 Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52 Eps. 52 — Membuat Strategi
53 Eps. 53 — Kabar Buruk
54 Eps. 54 — Serangan Panah
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Eps. 1 — Kota Madain
2
Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3
Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4
Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5
Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6
Eps. 6 — Seribu Bidadari
7
Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8
Eps. 8 — Ji Xiansun
9
Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10
Eps. 10 — Bunga Anggrek
11
Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12
Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13
Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14
Eps. 14 — Ji Yuanyin
15
Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16
Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17
Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18
Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19
Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20
Eps. 20 — Pil Suci
21
Eps. 21 — Darah Emas
22
Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23
Eps. 23 — Kelompok Misterius
24
Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25
Eps. 25 — Kota Diatas Air
26
Eps. 26 — Harus Terlibat
27
Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28
Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29
Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30
Eps. 30 — Toko Senjata
31
Eps. 31 — Kembang Api
32
Eps. 32 — Tuduhan
33
Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34
Eps. 34 — Dua Saksi
35
Eps. 35 — Acara Lelang
36
Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37
Eps. 37 — Batu Giok
38
Eps. 38 — Racun Ular
39
Eps. 39 — Teknik Cahaya
40
Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41
Eps. 41 — Busur Panah
42
Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43
Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44
Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45
Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46
Eps. 46 — Gejolak Kota
47
Eps. 47 — Penyerangan Kota
48
Eps. 48 — Seorang Diri
49
Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50
Eps. 50 — Kekalahan Telak
51
Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52
Eps. 52 — Membuat Strategi
53
Eps. 53 — Kabar Buruk
54
Eps. 54 — Serangan Panah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!