Eps. 20 — Pil Suci

Butuh beberapa detik untuk Taring Pertama menyadari tindakan Liu Yuwen yang telah membunuh anggotanya. Mata Taring Pertama melotot, kemarahan mulai memenuhi dirinya.

"Kau! Tidak akan kubiarkan kau hidup!"

Taring Pertama kehilangan ketenangannya, ia menelan pil lagi sebelum maju ke arah Liu Yuwen.

Tidak hanya Taring Pertama, tetapi Taring Darah yang lain juga langsung bergerak saat mengetahui Liu Yuwen menghabisi Taring Ketujuh.

Mereka sudah berpuluh-puluh tahun melakukan pekerjaan bersama membuat hubungan Dua Belas Taring Darah tidak lebih seperti keluarga, sebelumnya mereka tidak pernah seperti ini saat menjalan misi sehingga kehilangan Taring Ketujuh membuat mereka gelap mata.

Sebelas Belas Taring Darah menyerang Liu Yuwen dengan penuh emosi dan kebencian, tidak ada lagi formasi pembunuh yang mereka pakai sebelumnya. Hanya satu yang ada di dalam pikiran para Taring Darah saat ini yaitu ingin mencabik-cabik Liu Yuwen menjadi seribu bagian.

Liu Yuwen menaikan alisnya ketika merasakan kekuatan lawannya meningkat kembali sesudah mengonsumsi pil, terlihat dari kulit mereka yang semakin memerah dibandingkan sebelumnya.

Menghadapi serangan lawannya yang dipenuhi nafsu membunuh Liu Yuwen mengubah permainan pedangnya ke Teknik Pedang Lima Warna, dalam waktu relatif singkat, kecepatan ayunan pedang Liu Yuwen meningkat tajam.

Sebelas Taring Darah hanya bisa menekan Liu Yuwen selama belasan detik sebelum situasi kembali berubah.

Dengan permainan pedangnya yang lincah, Liu Yuwen memberikan serangan demi serangan yang melukai tubuh Para Taring Darah. Walaupun sendirian, Liu Yuwen dengan cepat mendominasi pertarungan.

Setelah bertukar serangan hingga puluhan jurus, Liu Yuwen mengerutkan dahi ketika menemukan ada yang salah dari lawannya. Luka yang Liu Yuwen torehkan pada mereka tidak mengeluarkan darah, sebaliknya ada asap putih yang muncul dan tak lama kemudian luka itu merapat kembali sebelum sembuh secara total.

Liu Yuwen tersenyum tipis, ia menebak kondisi ini terjadi berhubungan dengan kulit mereka yang semakin memerah.

"Pil yang kalian konsumsi cukup menakjubkan tapi aku bisa melihat ada energi berbahaya yang terkandung di dalamnya."

Taring Pertama tampak terkejut Liu Yuwen bisa mengetahui informasi tersebut dalam waktu singkat. "Omong kosong, Pil Suci adalah pil terhebat yang dimiliki dunia persilatan Kekaisaran Langit Selatan, kalian orang luar tidak akan mengetahui apapun tentangnya."

Pil Suci yang dimaksud adalah pil rahasia aliran hitam yang dibuat oleh seorang alkemis dari sekte aliran hitam di Kekaisaran Langit Selatan. Satu pil tersebut sangat sulit didapatkan karena selain harganya yang relatif mahal, pil itu juga memerlukan waktu yang panjang dalam pembuatannya sehingga jumlahnya sangat terbatas dan juga langka.

Dengan adanya pembuatan Pil Suci, kultivator aliran hitam di kekaisaran tersebut jadi lebih mendominasi dibandingkan aliran putih, berbeda dengan Kekaisaran Langit Utara yang bisa dikatakan dua aliran kultivator memiliki kekuatan yang seimbang.

Liu Yuwen tertawa kecil, "Usiamu sudah lebih dari seratus tahun, seharusnya kau sadar tidak ada sumberdaya yang membuat kultivator bisa bertambah kuat dengan singkat."

Liu Yuwen mengalirkan qi ke pedangnya sebelum menggunakan Teknik Pedang Raja, memberikan tebasan pada Taring Pertama.

Sebuah luka dalam terukir dari dada hingga paha Taring Pertama, dengan luka yang sedalam itu seharusnya Taring Pertama tidak akan selamat lagi namun seperti yang dikatakannya, luka itu kembali sembuh dalam waktu beberapa tarikan nafas.

"Elemental Api — Hembusan Nafas Api!"

Secara tiba-tiba, Liu Yuwen menyemburkan api dengan jumlah besar pada Sebelas Taring Darah.

Semburan api itu begitu mengejutkan, membuat mereka buru-buru mengambil jarak dari Liu Yuwen, disaat yang sama, Liu Yuwen mengambil kesempatan itu untuk mengeluarkan pedang lainnya.

"Kau masih tidak mengerti, tidak peduli kau melukaiku sedalam apapun hasilnya tetap sama, luka yang kau ciptakan akan sembuh dengan cepat!" Taring Pertama tertawa dengan lantang, luka dalam di tubuhnya kini benar-benar sudah menghilang.

Taring Pertama mengeluarkan pil suci lainnya diikuti Taring Darah lain yang melakukan hal serupa.

Liu Yuwen menghela nafas panjang ketika kekuatan Taring Pertama kini menerobos ke tingkat Alam Kaisar Tahap 5, hal yang sama juga terjadi pada Taring Darah lainnya.

'Semakin banyak Pil Suci yang mereka konsumsi maka semakin tinggi kekuatannya... Masalahnya mereka tidak tahu bahwa pil itu menggerogoti energi kehidupan mereka...' Liu Yuwen menggelengkan kepalanya, sebagai alkemis ia tentu mengetahui banyak hal tentang pembuatan pil.

"Kalian sepertinya sangat percaya diri pada pil yang kalian telan..." Liu Yuwen tersenyum tipis, tiba-tiba aura tubuhnya berubah diikuti sebuah sayap kegelapan muncul di punggungnya. "Kalau demikian ayo kita bertarung dengan serius!"

Tawa Taring Pertama langsung berhenti ketika melihat sayap dipunggung Liu Yuwen, yang paling mengganggunya adalah kekuatan yang dipancarkan pemuda itu kali ini jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Aura yang dipancarkan Liu Yuwen juga membuat Taring Pertama tidak nyaman dan merasa terancam, firasatnya mengatakan bahwa berurusan dengan Liu Yuwen lebih jauh tidak akan mendatangkan hal baik bagi pihaknya.

Dengan mengeluarkan sayap kegelapan itu, kultivasi Liu Yuwen meningkat dari Alam Kaisar Tahap 1 ke Tahap 2, ditambah daya tempurnya yang bisa menghadapi 4 tahapan di atasnya, Liu Yuwen bisa melawan mereka yang berada di Alam Kaisar Tahap 6.

Saat para Taring Darah larut dalam pikiran mereka, Liu Yuwen tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka lalu muncul tepat di salah satunya.

Liu Yuwen mengincar Taring Pertama, Ketua Taring Darah itu terkejut bukan main kala pedang Liu Yuwen terayun ke arahnya.

Taring Pertama hendak menahan pedang tersebut dengan belatinya namun waktunya sedikit terlambat, pedang Liu Yuwen lebih dulu bergerak cepat memotong tangan kanannya.

"Argghhh!"

Taring Pertama menjerit melengking saat tangannya terlepas dari tempatnya, darah segar mengucur dari tangannya yang sudah terpotong.

"Sepertinya pil suci'mu itu tidak bisa menumbuhkan bagian tubuhnya yang hilang..." Liu Yuwen menyeringai lebar lalu mengayunkan pedangnya sekali lagi, kali ini tangan kiri Taring Pertama yang menjadi sasaran.

Taring Pertama berteriak nyaring kembali namun sebelum jeritannya itu selesai, Liu Yuwen sudah memotong lehernya, mengakhiri nyawanya.

Para Taring Darah yang tersisa menelan ludah menyaksikan hal tersebut, mereka belum pernah melihat kultivator Alam Kaisar terbunuh dengan mudahnya seperti itu sehingga sulit bagi mereka untuk menghentikan rasa takut yang kini muncul di hati mereka.

Liu Yuwen tidak membuang waktu, ia melepaskan elemen gravitasinya untuk menekan sepuluh Taring Darah yang tersisa.

Sepuluh Taring Darah mengangkat belati mereka yang kini memegangnya dengan gemetaran, meski telah kehilangan semangat bertarung tetapi mereka tidak rela mati begitu saja di tangan Liu Yuwen sehingga mencoba melakukan perlawanan terakhir, sayangnya sebelum para Taring Darah bertarung lagi, sesuatu mendadak terjadi pada tubuh mereka.

Terpopuler

Comments

Winda

Winda

Jagoan ku di lawan, musnahlah kalian. Itu tetua penghianat gimana kabarnya ? Apakah sudah tamat juga hidupnya di tangan para tetua sekte ? Thor... yang rajin dong update nya.

2024-12-04

2

Pil Iblis... namanya saja dr Golongan hitam mana mungkin mengenal Pil Suci

2024-12-03

2

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

mqqssqqq hqrussss siji up nyq mqng min,,,, sungguh terlqluuuu....

2024-12-03

2

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Kota Madain
2 Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3 Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4 Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5 Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6 Eps. 6 — Seribu Bidadari
7 Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8 Eps. 8 — Ji Xiansun
9 Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10 Eps. 10 — Bunga Anggrek
11 Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12 Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13 Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14 Eps. 14 — Ji Yuanyin
15 Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16 Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17 Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18 Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19 Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20 Eps. 20 — Pil Suci
21 Eps. 21 — Darah Emas
22 Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23 Eps. 23 — Kelompok Misterius
24 Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25 Eps. 25 — Kota Diatas Air
26 Eps. 26 — Harus Terlibat
27 Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28 Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29 Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30 Eps. 30 — Toko Senjata
31 Eps. 31 — Kembang Api
32 Eps. 32 — Tuduhan
33 Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34 Eps. 34 — Dua Saksi
35 Eps. 35 — Acara Lelang
36 Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37 Eps. 37 — Batu Giok
38 Eps. 38 — Racun Ular
39 Eps. 39 — Teknik Cahaya
40 Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41 Eps. 41 — Busur Panah
42 Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43 Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44 Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45 Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46 Eps. 46 — Gejolak Kota
47 Eps. 47 — Penyerangan Kota
48 Eps. 48 — Seorang Diri
49 Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50 Eps. 50 — Kekalahan Telak
51 Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52 Eps. 52 — Membuat Strategi
53 Eps. 53 — Kabar Buruk
54 Eps. 54 — Serangan Panah
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Eps. 1 — Kota Madain
2
Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3
Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4
Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5
Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6
Eps. 6 — Seribu Bidadari
7
Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8
Eps. 8 — Ji Xiansun
9
Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10
Eps. 10 — Bunga Anggrek
11
Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12
Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13
Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14
Eps. 14 — Ji Yuanyin
15
Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16
Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17
Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18
Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19
Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20
Eps. 20 — Pil Suci
21
Eps. 21 — Darah Emas
22
Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23
Eps. 23 — Kelompok Misterius
24
Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25
Eps. 25 — Kota Diatas Air
26
Eps. 26 — Harus Terlibat
27
Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28
Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29
Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30
Eps. 30 — Toko Senjata
31
Eps. 31 — Kembang Api
32
Eps. 32 — Tuduhan
33
Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34
Eps. 34 — Dua Saksi
35
Eps. 35 — Acara Lelang
36
Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37
Eps. 37 — Batu Giok
38
Eps. 38 — Racun Ular
39
Eps. 39 — Teknik Cahaya
40
Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41
Eps. 41 — Busur Panah
42
Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43
Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44
Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45
Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46
Eps. 46 — Gejolak Kota
47
Eps. 47 — Penyerangan Kota
48
Eps. 48 — Seorang Diri
49
Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50
Eps. 50 — Kekalahan Telak
51
Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52
Eps. 52 — Membuat Strategi
53
Eps. 53 — Kabar Buruk
54
Eps. 54 — Serangan Panah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!