Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah

Biarpun Ji Xiansun berkata dengan penuh percaya diri namun di dalam hatinya ia tidak yakin bisa menghadapi Dua Belas Taring Darah sekaligus apalagi membunuhnya.

"Aku tahu kau akan beraksi demikian tetapi Nyonya ingatlah hal ini, selama puluhan tahun sudah banyak kelompok yang ingin menghabisi kami tetapi tidak pernah ada dari mereka yang berhasil. Kau tahu kenapa? Karena mereka langsung terbunuh saat bertemu dengan kami."

Taring Pertama mengeluarkan belati dimasing-masing tangannya begitu juga dengan sebelas Taring lainnya. Mereka juga melepaskan aura pembunuh yang cukup pekat.

Ekspresi Ji Xiansun menjadi buruk saat mengetahui 12 orang itu sudah memiliki aura pembunuh.

Aura pembunuh biasanya hanya dimiliki sebagian kecil kultivator aliran hitam, untuk pembentukannya saja setidaknya seorang kultivator harus menghabisi seratus nyawa.

Beberapa saat kemudian para anggota Sekte Bunga Anggrek mulai berkumpul setelah mendengar ada suara ledakan. Mereka terkejut ketika menemukan ada aura pembunuh yang terkumpul di satu titik.

"Jangan kesini-! Mereka bukan lawan kalian!?" Ji Xiansun langsung mencegah ketika anggota-anggota sektenya berniat membantu dirinya.

"Matriark, kami datang untuk membantumu!"

"Jangan lalukan! Apapun yang terjadi kalian jangan ikut terlibat dalam masalah ini!"

Ji Xiansun menggunakan rantai-rantai kegelapannya agar para anggota sektenya tidak mendekat ke area pertarungan.

Taring Pertama bertepuk tangan, "Aku selalu menghormati kultivator yang mementingkan orang lain meski dirinya dalam bahaya. Begini saja, kalau kau menyerahkan Tubuh Surgawi itu maka kami bisa mengampunimu bersama sektemu."

"Kakak Pertama, dia lawan yang kuat, seharusnya dia cukup membuat kita bersenang-senang." Taring Kedelapan merasa tidak senang dengan keputusan Taring Pertama.

"Aku setuju dengan Adik Kedelapan, sudah lama kita tidak melawan kultivator tangguh, melawan perempuan itu bisa menjadi hiburan bagi kita. "Taring Kelima menjilat bibirnya.

Taring Pertama selaku Ketua mereka hanya bisa menghela nafas dengan perilaku rekan-rekannya, Dua Belas Taring Pembunuh sebenarnya adalah kelompok pembunuh namun pada dasarnya mereka menyukai pertarungan.

Semenjak ada kejadian besar di Kekaisaran Langit Selatan beberapa tahun yang lalu, banyak sekte aliran hitam angkat kaki dari negara tersebut dan pindah ke Kekaisaran Langit Utara, salah satunya adalah Sekte Taring Serigala.

Di negara yang asing, Sekte Taring Serigala berusaha untuk tidak terlibat dengan dunia persilatan kekaisaran ini, hal itu membuat Sekte Taring Serigala tidak banyak bertindak padahal saat di negara asalnya, kelompok mereka termasuk sekte yang selalu bertindak semena-mena.

"Saudara-saudari sekalian, aku mengerti apa yang kalian inginkan tetapi ingat, kita kesini untuk membawa Tubuh Surgawi itu bukan untuk bertarung..." Jelas Taring Pertama sebelum pandangnya tertuju kembali ke Ji Xiansun. "Jadi bagaimana dengan jawabanmu Nyonya, pilih sekte atau menyerahkan Tubuh Surgawi itu?"

"Hmph! Lebih baik aku mati daripada menyerahkan tubuh putriku pada kalian!" Ji Xiansun mengayunkan tangannya, seketika belasan rantai kegelapan muncul di punggungnya.

Taring Pertama menggelengkan kepalanya pelan. "Baiklah, kalau kau ingin mati, ijinkan kami membawamu ke alam baka." Taring Pertama melirik rekan-rekannya. "Gunakan formasi pembunuh, kita habisi dia disini-!"

Sambil menyeringai lebar, Dua Belas Taring Darah langsung bergerak membentuk formasi, mengepung Ji Xiansun.

Ji Xiansun menarik nafas dingin setelah melihat pergerakan tersebut, ia yakin pertarungan ini tidak akan mudah baginya. Ji Xiansun mengalirkan lebih banyak qi, membuat rantai kegelapan di punggungnya semakin bertambah.

***

"Kau seharusnya sadar bahwa semuanya akan berakhir seperti ini?" Taring Pertama menghela nafas panjang sambil mengangkat belatinya.

Ji Xiansun tersenyum tipis, darah keluar dari sudut bibirnya begitu juga dengan luka-luka yang kini menghiasi sekujur tubuhnya.

Ji Xiansun mengalami luka dalam yang serius, pertarungannya dengan Dua Belas Taring Darah hanya berlangsung beberapa menit saja sebelum Matriark Sekte itu jatuh dalam posisi berlutut.

Menghadapi 12 orang sekaligus bukanlah hal yang mudah terlebih mereka menggunakan semacam formasi pembunuh tingkat tinggi.

Ji Xiansun hanya berhasil memberikan luka pada beberapa dari mereka, itupun tidak dalam.

"Maafkan aku Yuan'er, Ibu tak bisa melindungimu sampai akhir..." Ucap Ji Xiansun terbata-bata sebelum memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Pandangan Ji Xiansun mulai gelap, nafasnya melemah diikuti kesadarannya yang mulai memudar, tak lama kemudian ia jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.

"Matriark!"

Anggota Sekte Bunga Anggrek berseru histeris kala Matriark mereka tumbang ke tanah.

Dalam pertarungan Ji Xiansun dan Dua Belas Taring Darah, anggota sekte itu hanya bisa menonton dari jauh. Jika saja tidak ada rantai kegelapan yang menghalangi jalan mereka, mungkin sudah sejak lama mereka membantu Matriark Sekte tersebut.

Pertarungan kedua belah pihak bisa dikatakan berat sebelah dimana dari awal sampai akhir Ji Xiansun dalam posisi terpojok, sebuah keajaiban perempuan itu bisa bertahan cukup lama dari belasan lawannya.

Taring Pertama berniat menghabisi Ji Xiansun, ia mengangkat belatinya lalu ditusukkan ke area jantung perempuan itu namun sebelum belati tersebut menembus kulitnya, tiba-tiba gerakannya terhenti di udara.

Sebuah pilar cahaya tiba-tiba muncul di sebuah tempat diikuti awan hitam dan gelombang kejut yang terdengar keras.

Tidak hanya Dua Belas Taring Darah tetapi para anggota Sekte Bunga Anggrek juga langsung terkejut melihat fenomena tersebut, mulut mereka terbuka lebar menyaksikan bagaimana pilar cahaya itu menembus sampai ke langit.

"Kakak pertama, bukankah itu tanda..."

"Tidak salah lagi, itu adalah fenomena dari pemilik Tubuh Surgawi." Taring Pertama merasa antusias.

"Mungkinkah dia sedang menerobos?"

"Bisa saja, salah satu tanda orang yang memiliki Tubuh Surgawi ia akan menciptakan fenomena besar ketika meningkatkan kultivasinya."

Taring Pertama kemudian memberi instruksi pada yang lain untuk bergerak ke pilar cahaya itu berada. Tetua Lan tidak punya banyak pilihan selain langsung ikut bersama mereka.

"Tuan, bukankah sebaiknya kita bunuh Matriark Sekte itu terlebih dahulu sebelum ke sana?" Dalam perjalanan, Tetua Lan sedikit mengeluh karena Dua Belas Taring Darah tidak langsung menghabisi Ji Xiansun.

"Kau takut?" Taring Ketujuh tersenyum mengejek.

"Aku hanya khawatir dia masih hidup."

"Itu artinya kau takut." Taring Kelima tertawa kecil. "Tenang saja, dia tidak akan selamat, belati kami selain tajam juga mengandung racun yang mematikan, dia tidak akan hidup sampai dua belas jam ke depan."

Mendengar penjelasan itu, Tetua Lan menghembuskan nafasnya lega.

"Tuan, tentang bayaran yang ditawarkan, kapan aku bisa mendapatkannya?" Tanya Tetua Lan dengan suara pelan, teramat benar ia berhati-hati dalam ucapannya, khawatir menyinggung para pembunuh tersebut.

"Tenang saja, sampai kami membawa Tubuh Surgawi ke sekte, kau bisa mendapatkan bayarannya." Taring Keenam tertawa cekikikan yang membuat mereka yang mendengar bergidik ngeri.

Tetua Lan tersenyum lebar, ia tidak sabar untuk menerima hadiah itu mengingat imbalan yang dijanjikan sangatlah besar.

Terpopuler

Comments

Ahmed Ilham

Ahmed Ilham

dikit2 juga ntar kelar sampe tamat asal konsisten tiap hari nulis

2024-11-27

1

Yakin mau membawa Anak Patriak.... apa gk sadar kalau ada Liu Yuwen

2024-11-27

1

Christian Matthew Pratama

Christian Matthew Pratama

mc apa gak merasakan ada musuh, sblm nya di tau wktu aliran hitam dtg

2025-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Kota Madain
2 Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3 Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4 Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5 Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6 Eps. 6 — Seribu Bidadari
7 Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8 Eps. 8 — Ji Xiansun
9 Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10 Eps. 10 — Bunga Anggrek
11 Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12 Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13 Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14 Eps. 14 — Ji Yuanyin
15 Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16 Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17 Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18 Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19 Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20 Eps. 20 — Pil Suci
21 Eps. 21 — Darah Emas
22 Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23 Eps. 23 — Kelompok Misterius
24 Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25 Eps. 25 — Kota Diatas Air
26 Eps. 26 — Harus Terlibat
27 Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28 Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29 Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30 Eps. 30 — Toko Senjata
31 Eps. 31 — Kembang Api
32 Eps. 32 — Tuduhan
33 Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34 Eps. 34 — Dua Saksi
35 Eps. 35 — Acara Lelang
36 Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37 Eps. 37 — Batu Giok
38 Eps. 38 — Racun Ular
39 Eps. 39 — Teknik Cahaya
40 Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41 Eps. 41 — Busur Panah
42 Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43 Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44 Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45 Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46 Eps. 46 — Gejolak Kota
47 Eps. 47 — Penyerangan Kota
48 Eps. 48 — Seorang Diri
49 Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50 Eps. 50 — Kekalahan Telak
51 Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52 Eps. 52 — Membuat Strategi
53 Eps. 53 — Kabar Buruk
54 Eps. 54 — Serangan Panah
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Eps. 1 — Kota Madain
2
Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3
Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4
Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5
Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6
Eps. 6 — Seribu Bidadari
7
Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8
Eps. 8 — Ji Xiansun
9
Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10
Eps. 10 — Bunga Anggrek
11
Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12
Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13
Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14
Eps. 14 — Ji Yuanyin
15
Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16
Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17
Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18
Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19
Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20
Eps. 20 — Pil Suci
21
Eps. 21 — Darah Emas
22
Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23
Eps. 23 — Kelompok Misterius
24
Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25
Eps. 25 — Kota Diatas Air
26
Eps. 26 — Harus Terlibat
27
Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28
Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29
Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30
Eps. 30 — Toko Senjata
31
Eps. 31 — Kembang Api
32
Eps. 32 — Tuduhan
33
Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34
Eps. 34 — Dua Saksi
35
Eps. 35 — Acara Lelang
36
Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37
Eps. 37 — Batu Giok
38
Eps. 38 — Racun Ular
39
Eps. 39 — Teknik Cahaya
40
Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41
Eps. 41 — Busur Panah
42
Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43
Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44
Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45
Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46
Eps. 46 — Gejolak Kota
47
Eps. 47 — Penyerangan Kota
48
Eps. 48 — Seorang Diri
49
Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50
Eps. 50 — Kekalahan Telak
51
Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52
Eps. 52 — Membuat Strategi
53
Eps. 53 — Kabar Buruk
54
Eps. 54 — Serangan Panah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!