Eps. 8 — Ji Xiansun

Dalam waktu singkat, rantai-rantai yang menyerang Liu Yuwen semakin berkurang. Berpikir rantai kegelapan tersebut akan habis namun kenyataannya puluhan rantai lainnya muncul dari permukaan danau dan jumlahnya terus bertambah.

Liu Yuwen menyipitkan mata, rantai kegelapan itu seperti ular yang hidup, tidak peduli Liu Yuwen akan bergerak ke arah mana, mereka tetap mengejar dirinya.

Liu Yuwen mengalirkan qi ke pedangnya, membuat cahaya keemasan yang menyelimuti semakin terang. Dengan pedang cahaya di tangan, ia menghancurkan rantai kegelapan itu satu persatu.

Tanpa Liu Yuwen sadari, ketika ia sibuk menghancurkan rantai-rantai tersebut, dari ruang hampa ada sebuah tirai kegelapan yang terbuka.

Seorang wanita kemudian muncul di sana dengan ekspresi yang serius, ia menatap Liu Yuwen dari kejauhan, entah pemuda itu sadar atau tidak.

Wanita itu adalah Matriak Sekte Bunga Anggrek yang bernama Ji Xiansun, wanita inilah yang mengendalikan rantai-rantai kegelapan tersebut. Dari penampilan, Ji Xiansun terlihat seperti wanita berusia 20-an tahun, parasnya cantik dan cukup menawan namun tentu itu bukan umur aslinya.

Ji Xiansun merupakan kultivator yang memiliki unsur elemen kegelapan di dantiannya, elemen yang sebenarnya cukup langka dimiliki oleh seorang kultivator.

"Penampilannya begitu muda tetapi dia memiliki kekuatan yang begitu tinggi, siapa sebenarnya pemuda ini?" Ji Xiansun memandang Liu Yuwen dengan tatapan tajam sambil mengepalkan tangannya keras.

Ji Xiansun bisa melihat teknik rantai kegelapannya tidak berdampak besar pada Liu Yuwen. Ji Xiansun tidak tinggal diam, ia mengalirkan qi ke telapak tangannya sebelum mendekat ke arah pemuda itu, tubuhnya seketika menghilang ketika melewati tirai kegelapannya kembali.

Saat Liu Yuwen disibukkan menghancurkan rantai-rantai tersebut Ji Xiansun tiba-tiba muncul di belakang punggungnya dan menyerangnya menggunakan serangan tapak yang memancarkan cahaya kegelapan.

"Akhirnya muncul juga..." Liu Yuwen tersenyum lebar, seolah ia sudah menunggu Matriark sekte itu datang.

Liu Yuwen menyambut tapak kegelapan Ji Xiansun dengan tapaknya yang sudah dialiri elemen cahaya.

Kedua tapak bertemu dan menciptakan ledakan yang dahsyat, Liu Yuwen dan Ji Xiansun langsung terlempar mundur usai ledakan hebat tersebut.

"Ini cukup berbahaya..." Liu Yuwen tersenyum canggung sambil menepuk-nepuk bagian jubahnya yang sedikit terbakar, ia tidak menduga pertukaran serangannya akan menimbulkan ledakan seperti itu.

Berbeda dengan reaksi Liu Yuwen yang masih tenang, raut wajah Ji Xiansun menjadi buruk. Selama ini tidak ada orang yang bisa melihat pergerakan Ji Xiansun ketika menggunakan Teknik Tirai Kegelapan yang membuat ia dapat menghilang namun Liu Yuwen nyatanya bisa menyadari teknik tersebut dengan mudah.

"Melihat kekuatan Senior pastinya anda adalah Matriark dari sekte ini bukan?" Liu Yuwen memberikan hormatnya, "Meski tidak menyenangkan tapi harus kuakui, sambutan di sekte ini cukup ramah pada tamunya."

"Tamu? Bukankah kata yang tepat adalah penyusup?" Ji Xiansun tersenyum sinis. "Tidak ada laki-laki yang diperbolehkan kesini bahkan anggota sekteku harus mendapatkan izin dariku terlebih dahulu. Siapa kau sebenarnya? Alasan apa penyusup sepertimu datang kesini?"

Liu Yuwen batuk pelan, kalau dipikir-pikir perkataan Ji Xiansun memang benar, pantas saja Matriark sekte itu begitu waspada terhadapnya serta langsung menyerang dirinya ketika tiba di danau.

Karena tidak mau terjadi salah paham, Liu Yuwen langsung melemparkan sebuah gulungan kertas pada wanita tersebut.

"Apa ini?" Ji Xiansun menangkap gulungan tersebut.

"Sebuah surat darurat, sebentar lagi ada sekelompok aliran hitam yang akan menyerang Sekte Bunga Anggrek." Jelas Liu Yuwen.

Ji Xiansun mulai memeriksa isi surat itu sambil sesekali menatap Liu Yuwen, khawatir pemuda itu menyerangnya secara diam-diam ketika ia sedang membaca.

"Mata ungu itu... Seharusnya hanya klan Wuming yang memilikinya, bagaimana cara kau bisa mendapatkannya?" Di sela membaca, Ji Xiansun memperhatikan Liu Yuwen dan ia baru menyadari warna mata pemuda itu tidaklah biasa

"Aku tidak mendapatkannya... Bagaimana kalau sebenarnya aku adalah bagian dari klan Wuming itu sendiri, tubuh ini memang murni dari klan tersebut."

Mata Ji Xiansun menyipit, mencoba melihat tanda-tanda kebohongan dari raut wajah Liu Yuwen namun pemuda itu sepertinya serius dengan ucapannya.

"Menarik, kudengar klan tersebut sudah binasa bahkan anak kecil sekalipun ikut terbunuh di sana tapi sepertinya ada dari kalian yang berhasil lolos dari pembantaian tersebut..." Ji Xiansun tampak tidak terlalu terkejut dengan fakta ini, lebih tepatnya sejak awal dia tidak terlalu peduli dengan keadaan dunia persilatan. "Masalah surat ini tidak bisa aku percaya, bisa saja ini rekayasa darimu agar kau mendapatkan artefak untuk dirimu sendiri?"

"Artefak? Benda itu juga ada disini?!" Liu Yuwen justru terkejut.

Ji Xiansun batuk pelan, melihat keterkejutan Liu Yuwen yang tampak murni dan tidak dibuat-buat, membuat dirinya sadar telah berbicara sesuatu yang keliru.

"Pantas saja sekte aliran hitam menyerang sektemu, ternyata kau mempunyai artefak itu." Liu Yuwen kini mulai mengerti keadaannya.

Sekte Bunga Anggrek bisa dikatakan tidak pernah menyinggung sekte lain ataupun bekerjasama dengan aliran putih sehingga wajar mereka tidak mempunyai musuh di dunia persilatan.

Liu Yuwen sekarang justru mengetahui akar masalah dari Sekte Bunga Anggrek tersebut yang tak lain adalah adanya artefak di tangan mereka.

Ji Xiansun memasang ekspresi dingin, tanpa basa-basi dia langsung menyerang Liu Yuwen dengan serangan tapak kegelapannya.

Liu Yuwen menghindari serangan tersebut dengan mudah, ia mengerutkan dahi. "Apa yang kau pikirkan? Ingin membunuhku?!"

"Aku telah salah bicara karena menyinggung soal artefak, seharusnya orang luar sepertimu tidak boleh mengetahuinya." Ji Xiansun sebenarnya keceplosan, ia kemudian memberikan serangan tapak lainnya, kali ini qi yang dialirkannya cukup besar. "Aku tak bisa membiarkanmu pergi atau kau akan menyebarkan informasi ini ke dunia persilatan."

Liu Yuwen menaikan salah satu alisnya. "Apa kau tidak membaca surat itu, sudah kukatakan ada kelompok aliran hitam yang sedang menuju kesini!"

"Tidak ada bukti yang membenarkan surat tersebut, bisa saja itu adalah karangan tulisanmu sendiri."

Memang tidak ada tanda tertentu dari surat itu yang menyatakan keaslian dari informasinya.

Liu Yuwen berdecak kesal, ia datang kesini karena berniat baik untuk menyelamatkan sekte mereka tetapi malah disambut dengan cara seperti ini.

Liu Yuwen kemudian menyambut serangan tapak Ji Xiansun, keduanya mulai bertukar serangan.

Ji Xiansun adalah kultivator Alam Kaisar Tahap 4, di dunia persilatan Kekaisaran Langit Utara, kultivator sepertinya sudah merupakan kultivator tingkat tinggi yang cukup disegani.

Meski tidak sekuat Gong Lian, namun usia Ji Xiansun jauh lebih muda, andai di generasi yang sama mungkin bakat Gong Lian dan Ji Xiansun bisa dikatakan hampir berimbang.

Dalam waktu singkat, Liu Yuwen dan Ji Xiansun sudah bertukar puluhan jurus.

Ji Xiansun dipukul mundur sambil memegang dadanya saat tapak Liu Yuwen mendarat di tubuh Matriark sekte tersebut. Sudut bibir Ji Xiansun mulai mengucurkan sedikit darah.

Terpopuler

Comments

Reski Casper

Reski Casper

MC goblok, dalam cincin ruang wanita yg menitip surat pasti ada identitas yg bisa jad petunjuk siapa pengirim surat

2024-12-13

1

baca yg gue suka

baca yg gue suka

ni MC kliatan gobloknya.
percaya ama wanita yg nitip surat, tp gak mampu menganalisa kebenaran surat titipan.
pdhal MC dah kenyang pengalaman, emang yg kyk gini blom pernah ngalami?

2025-03-17

0

Retno Palupi

Retno Palupi

daripada bertanding dg orang yang salah, sebaiknya segera pergi menyelamatkan diri

2024-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Kota Madain
2 Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3 Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4 Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5 Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6 Eps. 6 — Seribu Bidadari
7 Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8 Eps. 8 — Ji Xiansun
9 Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10 Eps. 10 — Bunga Anggrek
11 Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12 Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13 Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14 Eps. 14 — Ji Yuanyin
15 Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16 Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17 Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18 Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19 Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20 Eps. 20 — Pil Suci
21 Eps. 21 — Darah Emas
22 Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23 Eps. 23 — Kelompok Misterius
24 Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25 Eps. 25 — Kota Diatas Air
26 Eps. 26 — Harus Terlibat
27 Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28 Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29 Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30 Eps. 30 — Toko Senjata
31 Eps. 31 — Kembang Api
32 Eps. 32 — Tuduhan
33 Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34 Eps. 34 — Dua Saksi
35 Eps. 35 — Acara Lelang
36 Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37 Eps. 37 — Batu Giok
38 Eps. 38 — Racun Ular
39 Eps. 39 — Teknik Cahaya
40 Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41 Eps. 41 — Busur Panah
42 Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43 Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44 Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45 Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46 Eps. 46 — Gejolak Kota
47 Eps. 47 — Penyerangan Kota
48 Eps. 48 — Seorang Diri
49 Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50 Eps. 50 — Kekalahan Telak
51 Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52 Eps. 52 — Membuat Strategi
53 Eps. 53 — Kabar Buruk
54 Eps. 54 — Serangan Panah
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Eps. 1 — Kota Madain
2
Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3
Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4
Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5
Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6
Eps. 6 — Seribu Bidadari
7
Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8
Eps. 8 — Ji Xiansun
9
Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10
Eps. 10 — Bunga Anggrek
11
Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12
Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13
Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14
Eps. 14 — Ji Yuanyin
15
Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16
Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17
Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18
Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19
Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20
Eps. 20 — Pil Suci
21
Eps. 21 — Darah Emas
22
Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23
Eps. 23 — Kelompok Misterius
24
Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25
Eps. 25 — Kota Diatas Air
26
Eps. 26 — Harus Terlibat
27
Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28
Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29
Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30
Eps. 30 — Toko Senjata
31
Eps. 31 — Kembang Api
32
Eps. 32 — Tuduhan
33
Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34
Eps. 34 — Dua Saksi
35
Eps. 35 — Acara Lelang
36
Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37
Eps. 37 — Batu Giok
38
Eps. 38 — Racun Ular
39
Eps. 39 — Teknik Cahaya
40
Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41
Eps. 41 — Busur Panah
42
Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43
Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44
Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45
Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46
Eps. 46 — Gejolak Kota
47
Eps. 47 — Penyerangan Kota
48
Eps. 48 — Seorang Diri
49
Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50
Eps. 50 — Kekalahan Telak
51
Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52
Eps. 52 — Membuat Strategi
53
Eps. 53 — Kabar Buruk
54
Eps. 54 — Serangan Panah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!