Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek

"Dari raut wajahmu yang khawatir, setidaknya aku tahu kau bukan kultivator aliran hitam..." Nafas wanita paruh baya tersebut mulai melemah, ia mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari cincin ruang lalu diberikan pada Liu Yuwen. "Berikan surat ini pada tujuannya, ia bisa menyelamatkan ribuan orang jika sampai tepat waktu."

Liu Yuwen menerima gulungan kertas tersebut lalu mengangguk. "Baik, Bibi, aku akan melakukannya."

Wanita paruh baya itu berusaha tersenyum terakhir kali. "Terimakasih, kuharap dikehidupan selanjutnya aku bisa membalas kebaikanmu."

Perlahan mata wanita paruh baya itu menutup, Liu Yuwen menghela nafas panjang saat wanita tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Bertepatan dengan wanita itu meninggal, belasan orang tiba-tiba mendatangi lokasi keduanya.

"Siapa dia? Kenapa dia bisa ada disini?"

"Mungkin pemuda itu rekan dari wanita tersebut."

"Tidak perlu basa-basi, kita bunuh saja keduanya, ada kemungkinan dia juga sudah mengetahui informasi kita."

"Lihat! Matanya bercahaya, bukankah itu Mata Bulan?"

"Ck, tidak mungkin, klan itu sudah binasa kecuali hanya tinggal namanya saja."

Liu Yuwen memperhatikan percakapan belasan orang itu, hampir semua dari mereka memancarkan nafsu membunuh yang kuat terhadapnya.

Liu Yuwen menebak, belasan orang inilah yang sebelumnya mengejar wanita paruh baya ini.

Tanpa menunggu waktu, belasan orang tersebut mulai bergerak dan hendak menyerang Liu Yuwen bersama-sama.

Liu Yuwen menggunakan elemen gravitasinya ketika jarak mereka tinggal beberapa meter lagi, seketika belasan orang tersebut terdiam di tempat sebelum jatuh dalam posisi berlutut.

Belasan orang itu kebingungan karena mendadak tubuh mereka terasa begitu berat, jangankan bergerak, bernafas pun terasa sulit dilakukan.

Mata mereka kemudian tertuju pada Liu Yuwen dan menyadari pemuda itulah penyebab dari fenomena ini, dalam sekejap, pandangan mereka terhadap sang pemuda berubah, dipenuhi ketakutan.

Liu Yuwen menciptakan pedang es di tangannya. "Kalian ingin menghabisiku bukan, kalau begitu aku tidak perlu sungkan lagi untuk melakukannya balik. Tidak perlu khawatir, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat."

***

Liu Yuwen mengubur wanita paruh baya dengan layak sebelum ia pergi ke tempat istirahatnya semula.

Liu Yuwen kemudian membuka surat yang diberikan kepadanya lalu mulai membacanya, isi dari surat tersebut berupa pemberitahuan informasi serta peringatan akan adanya sebuah serangan besar pada salah satu sekte.

"Sekte Bunga Anggrek, aku belum pernah mendengar nama ini..." Liu Yuwen mengelus dagunya saat mengetahui surat itu ditujukan pada sebuah sekte aliran netral.

Liu Yuwen sudah banyak mengumpulkan informasi mengenai sekte-sekte yang ada di Kekaisaran Langit Utara namun ia belum pernah mendengar Sekte Bunga Anggrek sebelumnya.

Liu Yuwen menghela nafas panjang, sepertinya perjalanan ia untuk ke Gurun Tanpa Batas harus tertunda karena surat ini. Jika Liu Yuwen menolak, maka seperti yang dikatakan wanita paruh baya tadi, akan ada banyak orang yang kehilangan nyawa andai surat tersebut tidak sampai pada tujuannya.

Surat itu memerintahkan agar Matriark Sekte Bunga Anggrek segera mengevakuasi semua anggotanya untuk pergi dari sana karena tidak lama lagi, ada aliansi aliran hitam yang akan menyerang sekte tersebut.

Secara garis besar, Liu Yuwen mengerti keadaan serta masalah dari Sekte Bunga Anggrek ini. Liu Yuwen sebenarnya tidak berniat ikut campur dengan sekte manapun tapi dirinya juga tidak bisa membiarkan nyawa ribuan orang tewas begitu saja.

Liu Yuwen segera melanjutkan perjalanannya kembali tetapi kali ini tujuannya adalah mencari sebuah desa atau kota. Liu Yuwen tidak mengetahui apa-apa tentang Sekte Bunga Anggrek termasuk lokasinya berada sehingga untuk langkah pertama, ia harus mencari informasi mengenai sekte tersebut.

***

Setelah dua jam, akhirnya Liu Yuwen berhasil menemukan sebuah kota dengan mengikuti jalan besar yang biasa digunakan kereta kuda berlalu-lalang.

Sebuah kota kecil yang hampir seperti desa besar, jika tidak ada plang nama di pintu masuk kota tersebut mungkin Liu Yuwen akan menganggap tempat itu sebagai desa.

"Sekte Bunga Anggrek? Oh, apa kau sedang mencari calon istri anak muda?"

Liu Yuwen batuk pelan saat mendengar jawaban dari warga lokal yang ia tanya sebelumnya.

"Bukan begitu Paman, aku hanya punya keperluan penting sehingga harus pergi ke sana." Liu Yuwen tersenyum canggung.

"Tidak perlu malu anak muda..." Warga itu menepuk pundak Liu Yuwen pelan. "Hampir semua orang yang datang ke sekte itu pasti mempunyai keperluan penting, apalagi kalau bukan menikah."

Liu Yuwen menggaruk hidungnya, ia kemudian menanyakan Sekte Bunga Anggrek lebih jauh termasuk letak lokasi sekte mereka.

Ternyata Sekte Bunga Anggrek cukup terkenal di wilayah paling timur kekaisaran ini sampai warga lokal yang bukan berasal dari dunia persilatan sekalipun dapat mengetahui lokasi sekte tersebut.

Liu Yuwen langsung pergi ke sana setelah mengetahui tempat mereka, dari kota yang ia hinggapi, setidaknya membutuhkan waktu satu hari agar Liu Yuwen bisa sampai.

***

Sekte Bunga Anggrek adalah sekte netral yang semua anggotanya merupakan gadis-gadis yang menjalani kehidupan selibat. Meski merupakan bagian dari dunia persilatan, kenyataannya sekte tersebut tidak pernah ikut campur dengan konflik dunia persilatan semenjak ia didirikan.

Sekte Bunga Anggrek dibentuk oleh kultivator wanita yang sering melihat bagaimana kaum perempuan sering ditindas dan diperlukan tidak adil di dunia persilatan yang kejam, ia membuat sekte itu untuk melindungi wanita-wanita tersebut sekaligus melatih mereka agar menjadi wanita kuat yang tidak mudah ditindas.

Selain melatih ilmu beladiri, setiap wanita di Sekte Bunga Anggrek juga diajarkan tatakrama dan budi pekerti yang baik agar mereka siap jika mempunyai pasangan di masa depan kelak.

Biarpun untuk melindungi hak-hak wanita, Sekte Bunga Anggrek tidak melarang anggotanya untuk menikah namun sebagai syarat, mereka harus keluar dari sekte tersebut andai sudah mempunyai pasangan nantinya.

Sekte Bunga Anggrek juga membuat semacam acara lamaran yang dibuka setiap minggunya. Para laki-laki yang ingin menikahi gadis dari Sekte Bunga Anggrek harus membawa hadiah pada sekte baik berupa uang, sumberdaya, atau pusaka.

Jika gadis yang dilamar mau menerima lamaran tersebut secara sukarela, maka laki-laki itu boleh membawanya pulang dan menjadikannya sebagai istrinya tetapi andai gadis itu menolak, maka laki-laki itu diberi pilihan yang kedua.

Pilihan kedua berupa adu kekuatan sebagai seorang kultivator, laki-laki yang melamar harus bertanding dengan gadis pilihannya. Jika laki-laki menang, maka dia diijinkan untuk membawa gadis tersebut namun jika sebaliknya, ia harus pulang dan hadiah yang dibawa akan diambil alih Sekte Bunga Anggrek sebagai kompensasi.

Sekte Bunga Anggrek juga terkenal karena anggota mereka yang memiliki wajah yang cantik-cantik sehingga wajar di setiap minggunya, ada banyak orang mengantri masuk ke sekte tersebut.

Entah itu dari kalangan klan, sekte, ataupun bangsawan, mereka mencoba peruntungan untuk melamar wanita pujaannya di sekte ini jadi tidak heran Liu Yuwen sempat digoda oleh warga lokal ketika menanyakan sekte tersebut.

Terpopuler

Comments

Andbie

Andbie

sekte bunga agrek ternyata yang menyimpan artefak ke 12..

2024-11-03

2

Apakah Liu Yuwen akan tertarik dg hadis\ di sekte bunga Anggrek

2024-11-03

1

Ahmed Ilham

Ahmed Ilham

dapet calon istri lg ga ya

2024-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Kota Madain
2 Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3 Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4 Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5 Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6 Eps. 6 — Seribu Bidadari
7 Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8 Eps. 8 — Ji Xiansun
9 Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10 Eps. 10 — Bunga Anggrek
11 Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12 Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13 Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14 Eps. 14 — Ji Yuanyin
15 Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16 Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17 Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18 Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19 Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20 Eps. 20 — Pil Suci
21 Eps. 21 — Darah Emas
22 Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23 Eps. 23 — Kelompok Misterius
24 Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25 Eps. 25 — Kota Diatas Air
26 Eps. 26 — Harus Terlibat
27 Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28 Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29 Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30 Eps. 30 — Toko Senjata
31 Eps. 31 — Kembang Api
32 Eps. 32 — Tuduhan
33 Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34 Eps. 34 — Dua Saksi
35 Eps. 35 — Acara Lelang
36 Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37 Eps. 37 — Batu Giok
38 Eps. 38 — Racun Ular
39 Eps. 39 — Teknik Cahaya
40 Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41 Eps. 41 — Busur Panah
42 Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43 Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44 Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45 Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46 Eps. 46 — Gejolak Kota
47 Eps. 47 — Penyerangan Kota
48 Eps. 48 — Seorang Diri
49 Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50 Eps. 50 — Kekalahan Telak
51 Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52 Eps. 52 — Membuat Strategi
53 Eps. 53 — Kabar Buruk
54 Eps. 54 — Serangan Panah
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Eps. 1 — Kota Madain
2
Eps. 2 — Peningkatan Kekuatan
3
Eps. 3 — Tujuh Dosa Pedang
4
Eps. 4 — Sinyal Kembang Api
5
Eps. 5 — Sekte Bunga Anggrek
6
Eps. 6 — Seribu Bidadari
7
Eps. 7 — Rantai Kegelapan
8
Eps. 8 — Ji Xiansun
9
Eps. 9 — Aliansi Aliran Hitam Tiba
10
Eps. 10 — Bunga Anggrek
11
Eps. 11 — Bunga Anggrek II
12
Eps. 12 — Bunga Anggrek III
13
Eps. 13 — Tubuh Surgawi
14
Eps. 14 — Ji Yuanyin
15
Eps. 15 — Pembukaan Meridian
16
Eps. 16 — Tamu Tak Diundang
17
Eps. 17 — Dua Belas Taring Darah
18
Eps. 18 — Pertarungan Diatas Danau
19
Eps. 19 — Pertarungan Diatas Danau II
20
Eps. 20 — Pil Suci
21
Eps. 21 — Darah Emas
22
Eps. 22 — Meninggalkan Sekte (Arc. 5 — End)
23
Eps. 23 — Kelompok Misterius
24
Eps. 24 — Pusaka Kaisar
25
Eps. 25 — Kota Diatas Air
26
Eps. 26 — Harus Terlibat
27
Eps. 27 — Restoran Angsa Langit
28
Eps. 28 — Perkembangan Asosiasi
29
Eps. 29 — Organisasi Arcana Aurora
30
Eps. 30 — Toko Senjata
31
Eps. 31 — Kembang Api
32
Eps. 32 — Tuduhan
33
Eps. 33 — Dalam Sekali Tebas
34
Eps. 34 — Dua Saksi
35
Eps. 35 — Acara Lelang
36
Eps. 36 — Sekte Ular Petir
37
Eps. 37 — Batu Giok
38
Eps. 38 — Racun Ular
39
Eps. 39 — Teknik Cahaya
40
Eps. 40 — Mengakhiri Pertarungan
41
Eps. 41 — Busur Panah
42
Eps. 42 — Sebuah Kepungan (Arc. 6 — End)
43
Eps. 43 — Sosok Wang Lin
44
Eps. 44 — Kemajuan Yuanyin
45
Eps. 45 — Diskusi dan Rencana
46
Eps. 46 — Gejolak Kota
47
Eps. 47 — Penyerangan Kota
48
Eps. 48 — Seorang Diri
49
Eps. 49 — Kemampuan Yuanyin
50
Eps. 50 — Kekalahan Telak
51
Eps. 51 — Bantuan Asosiasi
52
Eps. 52 — Membuat Strategi
53
Eps. 53 — Kabar Buruk
54
Eps. 54 — Serangan Panah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!