Harapan dalam keputusasaan

Anya masih berlutut sambil memeluk arga, air matanya terus mengalir menyaksikan banyaknya luka di bagian kepala arga dia menyadari bahwa dia tidak bisa diam saja. Hingga disaat itu ia tiba tiba teringat masih ada Rudi didalam sana. Anya berpikir hanya Rudi yang mampu menolong Arga pada saat itu.

"Rudi." teriak Anya, Rudi merespon Anya dia berupaya bangkit, dia sendiri mengalami luka yang cukup parah sehingga ia terlihat sangat susah untuk bangkit. "Tolong bantu aku membawa Arga ke rumah sakit Rudi."

Rudi tak sanggup berkata kata sebab ia sendiri masih merasa kesakitan, dia merespon Anya hanya dengan menganggukan kepalanya saja.Dengan susah payah dia dengan Anya berusaha mengangkat Arga. hingga pada akhirnya mereka berhasil mengeluarkan Arga dari dalam gudang tua itu.

Di luar Gudang itu sangat gelap sekali. Waktu seolah berhenti ketika mencari bala bantuan. namun disana,di dalam kepala Rudi muncul ingatan bahwa disekitar gudang itu ada sebuah mobil yang ditinggalkan, meskipun dia tidak tahu juga apakah mobil tersebut masih berfungsi atau tidaktidak mereka tidak ada pilihan lain.

Dengan sisa sisa tenaga dia berupaya keras mencari lokasi mobil tersebut, hingga akhirnya mereka menemukannya, sesudah menemukan mobil yang terbengkalai itu, Rudi mencoba mengecek mobil itu beruntungnya, saat itu mobil tidak dikunci, Rudi mencoba berbagai cara untuk menyalakan mesin mobil tersebut. Hingga pada akhirnya setelah banyak percobaan dia lakukan akhirnya mobil itu mau menyala meskipun dengan suara mesin yang batuk batuk. Setelah berhasil mereka berdua membaringkan arga di bagian belakang mobil, setelahnya Rudi bergegas mengemudikan mobil ke rumah sakit.

perjalanan menuju rumah sakit berlangsung tegang, air mata Anya masih terus mengalir, sementara Arga hanya bisa menatap kosong. mata Arga berusaha melihat Anya seolah ia ingin mengucapkan kata kata terakhir.

beberapa saat kemudian, Ketika mereka sampai di rumah sakit mereka bergegas mencari bantuan, petugas medis yang melihat kondisi arga nampaknya berupaya cepat membawa arga masuk ke unit gawat darurat. Namun saat Anya hendak ikut masuk ke dalam ruangan dia dihentikan oleh petugas. "mohon maaf ibu tidak bisa masuk untuk saat ini, biarkan kami bekerja, percayakan semua hal medis kepada kami."

Anya berdiri terpaku di luar ruangan, baginya situasi seperti ini sangat menyiksa seba ia saat ini sedang dihantui oleh rasa takut. Rudi yang duduk di ruang tunggu berusaha menenangkan Anya. "kau tenang dulu Anya, percayalah bahwa arga itu kuat, dia pasti baik baik saja."

Setelah 3 jam menunggu, dokter pun keluar dari ruangan. "dokter bagaimana keadaannya."tanya Anya.

"kondisi suami anda sangat parah lukanya, namun ini anda beruntung dapat membawanya kesini secepatnya, saat ini kami berhasil menstabilkan kondisi tubuhnya hanya saja saat ini dirinya kekurangan darah akibat banyaknya darah yang keluar, serta pada bagian lain ia banyak mengalami patah tulang."

Setelah menyatakan hal tersebut dokter mempersilahkan Anya untuk menjenguk arga dan akhirnya Anya dan Rudi pun masuk ke dalam ruang unit gawat darurat. selama ini Anya yang biasanya melihat sosok arga adalah pria yang sangat kuat, namun pada saat ini arga terlihat sangat rapuh. Anya tak bisa berhenti meneteskan air mata dirinya sudah tidak mampu melihat hal seperti ini lagi.

Rudi berdiri di belakang Anya sambil berpikir bahwa, jika Guntur tahu arga masih selamat dia tidak akan berhenti mengganggu arga. Guntur mungkin akan melakukan suatu yang mungkin saja lebih brutal dari sebelumnya, mengingat sosok Guntur yang tak mengenal ampun.

"Anya, aku tahu ini sulit, namun aku hanya ingin mengatakan bahwa jika guntur tahu arga masih selamat dia pasti akan memburu arga lagi, sebab kebencian guntur pada arga tak akan pernah hilang. " ujar Rudi.

Anya mengangguk. "arga menjadi seperti ini karena dia ingin melindungiku, sekarang sudah saatnya aku yang harus melindungi arga... aku akan melakukan apa pun yang aku bisa untuk melindunginya Rudi, aku ga akan biarin Guntur mengganggu arga lagi."Anya menangis sesenggukan.

Rudi mengangguk. "aku pun pasti akan melindungi arga tentunya aku juga akan menghubungi teman lama, aku yakin mereka pasti mau membantu arga. dan bila perlu kita juga harus melaporkan ini pada pihak yang berwajib."

"baiklah Rudi, aku percaya padamu, lakukan apa saja yang menurutmu perlu dilakukan, sementara waktu aku berada disini saja menemani arga, aku tidak ingin kehilangan dia lagi."

Rudi berpamitan pergi pada Anya. Malam itu disamping tempat tidur dia menggenggam tangan arga penuh dengan perhatian dan kasih sayang, ia tahu ini semua masih belum berakhir, sebab Guntur pasti akan datang, namun ia sudah siap dengan segala konsekuensinya dia akan Anya akan melakukan apa pun untuk memastikan bahwa cintanya masih bisa bertahan, meskipun dirasa seakan dunia ini ingin merenggut kebahagiaan mereka.

Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Bayang Bayang Masa Lalu
3 Luka dibalik senyuman
4 Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5 Hilang Tanpa Kabar
6 Kekacauan
7 Pengungkapan Masa Lalu
8 Pengakuan
9 Ujian Pertama
10 Kesialan
11 Harapan dalam keputusasaan
12 Patah Hati Yang Terungkap
13 Mencari Jalan
14 Perjuangan Masih Berlanjut
15 Keputusan Yang Tidak Mudah
16 Ancaman Kembali Datang
17 Persekutuan
18 Permintaan Yang Mengejutkan
19 Persiapan Menuju Kebahagiaan
20 Kemarahan
21 Persiapan Dan Ketegangan
22 Pernikahan Dan Malam Pertama
23 Perubahan
24 Hari Hari Menjelang Pertempuran
25 Sekutu Baru
26 Bayang Bayang Mendekat
27 Badai Besar
28 God Father
29 Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30 Pengkhianatan
31 Kabar Baik Atau Buruk?
32 Bahaya Kian Mendekat
33 Misteri
34 Kesedihan Mendalam
35 Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36 Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37 Sisi Iblis
38 Semakin Tidak Terkendali
39 Pertarungan Sendiri
40 Cahaya Baru
41 Kembali
42 Penyesalan
43 Kesadaran
44 Perlindungan
45 Kecurigaan
46 Pengkhianatan Berujung Kematian
47 Munculnya Lorenzo
48 Kembalinya Pria Misterius
49 Rencana Busuk
50 Pelarian
51 Terungkap
52 Hal Besar
53 Mimpi Mengerikan
54 Petunjuk
55 Ancaman Terbuka
56 Jejak Samar
57 Bukti Yang Valid
58 Konfrontasi Tengah Malam
59 Pelarian
60 Perburuan
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Bayang Bayang Masa Lalu
3
Luka dibalik senyuman
4
Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5
Hilang Tanpa Kabar
6
Kekacauan
7
Pengungkapan Masa Lalu
8
Pengakuan
9
Ujian Pertama
10
Kesialan
11
Harapan dalam keputusasaan
12
Patah Hati Yang Terungkap
13
Mencari Jalan
14
Perjuangan Masih Berlanjut
15
Keputusan Yang Tidak Mudah
16
Ancaman Kembali Datang
17
Persekutuan
18
Permintaan Yang Mengejutkan
19
Persiapan Menuju Kebahagiaan
20
Kemarahan
21
Persiapan Dan Ketegangan
22
Pernikahan Dan Malam Pertama
23
Perubahan
24
Hari Hari Menjelang Pertempuran
25
Sekutu Baru
26
Bayang Bayang Mendekat
27
Badai Besar
28
God Father
29
Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30
Pengkhianatan
31
Kabar Baik Atau Buruk?
32
Bahaya Kian Mendekat
33
Misteri
34
Kesedihan Mendalam
35
Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36
Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37
Sisi Iblis
38
Semakin Tidak Terkendali
39
Pertarungan Sendiri
40
Cahaya Baru
41
Kembali
42
Penyesalan
43
Kesadaran
44
Perlindungan
45
Kecurigaan
46
Pengkhianatan Berujung Kematian
47
Munculnya Lorenzo
48
Kembalinya Pria Misterius
49
Rencana Busuk
50
Pelarian
51
Terungkap
52
Hal Besar
53
Mimpi Mengerikan
54
Petunjuk
55
Ancaman Terbuka
56
Jejak Samar
57
Bukti Yang Valid
58
Konfrontasi Tengah Malam
59
Pelarian
60
Perburuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!