Bayang Bayang Masa Lalu

Keesokan harinya, Arga memulai aktivitas seperti biasanya, dia menemui kawan kawannya untuk memastikan wilayah yang berada pada kekuasaan nya tidak diganggu oleh preman lain, dikalangan petarung jalanan arga merupakan sosok yang sangat disegani, di kelompok nya pun dia menjadi seorang pemimpin dan tak segan segan menegakkan hukum rimbanya. Namun, Bayang bayang anya, gadis pelayan kafe semalam masih terngiang-ngiang di kepalanya, entah mengapa dirinya tidak bisa melupakan sosok gadis cantik tersebut.

Saat senja tiba, ia mengakhiri aktifitas nya dan memutuskan untuk kembali ke kafe tersebut. Ketika ia memasuki kafe tersebut, seperti yang ia harapkan, anya lah yang menyambut kedatangan nya dengan senyuman khasnya.

"eh, mas arga datang lagi? mau pesan apa mas? kopi hitam lagi?" tanya anya dengan sopan.

arga menganggukkan kepalanya. "iya, benar anya, tapi kali ini aku minta sedikit saja gulanya."kata arga dengan suara yang sedikit lembut.

anya tertawa kecil. " baik mas, ditunggu yah."

arga mengangguk.

Sementara itu, anya bergegas menyiapkan secangkir kopi hitam untuk arga. Dari kejauhan arga mengamati gerak gerik anya, arga tertarik dengan gaya kesederhanaan yang ditampilkan oleh anya. Sesuatu yang tidak pernah ia lihat didunia kerasnya.

beberapa menit arga menunggu, akhirnya kopi pesanannya diantar. "kenapa kafe ini sepi? padahal disini tempatnya nyaman sekali?" tanya arga kepada anya.

"kafe ini tuh masih baru mas, jadi mungkin masih belum banyak yang tahu, lagian ya mas disini itu bukan soal ramai atau sepinya pengunjung,tapi disini itu tentang kenyamanan bagi siapapun yang datang kesini." jawab anya dengan suara lembutnya.

Ditengah percakapan, mereka berdua dikagetkan dengan pintu kafe yang didobrak oleh dua orang berandalan berbadan besar salah satunya memiliki tatto pada bagian wajah, sehingga mengakibatkan kerusakan serius pada bagian pintu kafe.

"Woi arga!!! lama kita tidak bertemu, hahaha sembunyi disini kau rupanya?" ucap pria bertatto itu dengan nada yang sangat mengejek.

Arga menatap tajam, dirinya mengenali sosok tersebut, namanya Dion, berandal yang dulu adalah bawahannya. "apa yang kau mau Dion?" ucap arga dengan suara lantang.

Dion mengejek arga dengan menyengir."kudengar kau sekarang senang nongkrong di kafe seperti ini arga, apa kau sekarang sudah jadi pengecut? hah?."

Anya berdiri di samping arga sembari memegang tangan arga dengan harapan agar arga tidak terprovokasi oleh kedua preman itu. anya pun tidak ingin membuat keributan. Namun, arga tidak sedikit pun berniat untuk mundur, dirinya pun sudah tidak sabar untuk menghabisi kedua berandalan itu, karena sudah berani merusak ketenangannya.

"kau ingat? kita ini masih punya urusan yang belum selesai arga, ketika kami tertangkap, kau meninggalkan kami begitu saja, dan setelah kau tinggalkan kami, kau pikir kau bisa hidup tenang? tidak semudah itu arga."ucap Dion dengan nada yang mengancam.

Arga tetap tenang, Namun anya terlihat cemas dan ketakutan. meskipun arga terlihat tenang, didalam hatinya ia sudah ingin meremukkan tulang berandal berandal itu.

Arga pun dengan ketenangannya menghampiri mereka berdua, seolah dia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. "baiklah Dion, aku suka caramu, tapi kalau kau ingin membalas dendam terhadap ku, mari kita selesaikan diluar saja."

Cuaca diluar sangat mendung, Arga melangkahkan kaki keluar dibarengi dengan kedua preman itu, Anya yang cemas hanya terdiam karena masih shock dengan kejadian itu.

Setelah keluar dari kafe, Dion dan anak buahnya langsung menyerang Arga dengan brutal tanpa basa basi, namun, arga yang sudah terbiasa dengan dunia seperti ini, dia mampu bertahan dan membalas berbagai serangan yang dilancarkan.

beberapa menit berlalu terlihat arga berhasil memukul rahang Dion hingga tersungkur, anak buah Dion pun tak luput dari amarah, Arga pun tanpa belas kasihan membanting anak buah Dion dan menginjak kepalanya sembari berkata. "jangan kembali lagi!! "

Setelah mengalahkan kedua berandal itu, arga kembali mengingat anya, dia pun memutuskan kembali ke kafe itu.

Sementara, di dalam kafe anya terduduk dan berdoa agar tidak terjadi sesuatu pada arga.

Setelah beberapa saat arga datang kembali, tanpa sadar anya menangis dan memeluk arga.

"tenang saja, jangan menangis, mereka tidak akan datang kesini lagi." kata arga yang berusaha menenangkan anya.

Anya mengangguk, namun, ia yakin jika permasalahannya arga masih belum selesai, namun ia memilih untuk diam daripada bertanya.

Di hari yang penuh ketegangan dan ketenangan itu arga merasa yakin bahwa, anya bukanlah gadis biasa, dia berbeda, dia memiliki cara tersendiri. arga yakin bahwa selama anya berada di sisinya dirinya akan mendapatkan ketenangan seperti apa yang ia harapkan.

Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Bayang Bayang Masa Lalu
3 Luka dibalik senyuman
4 Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5 Hilang Tanpa Kabar
6 Kekacauan
7 Pengungkapan Masa Lalu
8 Pengakuan
9 Ujian Pertama
10 Kesialan
11 Harapan dalam keputusasaan
12 Patah Hati Yang Terungkap
13 Mencari Jalan
14 Perjuangan Masih Berlanjut
15 Keputusan Yang Tidak Mudah
16 Ancaman Kembali Datang
17 Persekutuan
18 Permintaan Yang Mengejutkan
19 Persiapan Menuju Kebahagiaan
20 Kemarahan
21 Persiapan Dan Ketegangan
22 Pernikahan Dan Malam Pertama
23 Perubahan
24 Hari Hari Menjelang Pertempuran
25 Sekutu Baru
26 Bayang Bayang Mendekat
27 Badai Besar
28 God Father
29 Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30 Pengkhianatan
31 Kabar Baik Atau Buruk?
32 Bahaya Kian Mendekat
33 Misteri
34 Kesedihan Mendalam
35 Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36 Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37 Sisi Iblis
38 Semakin Tidak Terkendali
39 Pertarungan Sendiri
40 Cahaya Baru
41 Kembali
42 Penyesalan
43 Kesadaran
44 Perlindungan
45 Kecurigaan
46 Pengkhianatan Berujung Kematian
47 Munculnya Lorenzo
48 Kembalinya Pria Misterius
49 Rencana Busuk
50 Pelarian
51 Terungkap
52 Hal Besar
53 Mimpi Mengerikan
54 Petunjuk
55 Ancaman Terbuka
56 Jejak Samar
57 Bukti Yang Valid
58 Konfrontasi Tengah Malam
59 Pelarian
60 Perburuan
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Bayang Bayang Masa Lalu
3
Luka dibalik senyuman
4
Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5
Hilang Tanpa Kabar
6
Kekacauan
7
Pengungkapan Masa Lalu
8
Pengakuan
9
Ujian Pertama
10
Kesialan
11
Harapan dalam keputusasaan
12
Patah Hati Yang Terungkap
13
Mencari Jalan
14
Perjuangan Masih Berlanjut
15
Keputusan Yang Tidak Mudah
16
Ancaman Kembali Datang
17
Persekutuan
18
Permintaan Yang Mengejutkan
19
Persiapan Menuju Kebahagiaan
20
Kemarahan
21
Persiapan Dan Ketegangan
22
Pernikahan Dan Malam Pertama
23
Perubahan
24
Hari Hari Menjelang Pertempuran
25
Sekutu Baru
26
Bayang Bayang Mendekat
27
Badai Besar
28
God Father
29
Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30
Pengkhianatan
31
Kabar Baik Atau Buruk?
32
Bahaya Kian Mendekat
33
Misteri
34
Kesedihan Mendalam
35
Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36
Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37
Sisi Iblis
38
Semakin Tidak Terkendali
39
Pertarungan Sendiri
40
Cahaya Baru
41
Kembali
42
Penyesalan
43
Kesadaran
44
Perlindungan
45
Kecurigaan
46
Pengkhianatan Berujung Kematian
47
Munculnya Lorenzo
48
Kembalinya Pria Misterius
49
Rencana Busuk
50
Pelarian
51
Terungkap
52
Hal Besar
53
Mimpi Mengerikan
54
Petunjuk
55
Ancaman Terbuka
56
Jejak Samar
57
Bukti Yang Valid
58
Konfrontasi Tengah Malam
59
Pelarian
60
Perburuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!