Hilang Tanpa Kabar

Hari yang mencekam, suasana kota lebih gelap dari biasanya. jalanan sepi tidak ada lalu lalang, awan mendung menutupi cahaya bulan, hingga menciptakan bayangan hitam yang menyeramkan disetiap sudut jalanan, angin berhembus kencang seakan membawa sebuah firasat buruk yang tak akan bisa diabaikan, di sebuah gang sempit yang jauh dari hiruk pikuk kota arga berdiri seorang diri sembari menatap tajam gangster yang ada dihadapannya, mereka adalah gangster jalanan yang ingin menguasai wilayahnya.

Sesosok pria besar bernama Guntur berbicara dengan nada penuh ancaman. "hei, arga namaku guntur, aku sudah banyak dengar kabar tentang mu, kau disini tak terkalahkan, tapi kau jangan pikir kami akan membiarkanmu menguasai tempat ini selamanya."

Arga menatap tajam wajahnya, namun ia tetap berusaha tenang, tidak ingin terprovokasi oleh ucapan guntur. "ini bukan tentang siapa yang menguasai tempat ini guntur, ini tentang siapa yang bisa menjaga tempat ini, kau tahu kan? mengalahkan aku tidaklah mudah, sudah banyak orang orang sepertimu yang sudah kehancurkan, ketahuilah guntur, aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengambil alih wilayah ku."

Guntur membalas pernyataan arga. "rupanya kau selalu merasa bisa mengendalikan segalanya, kau pikir kau bisa kalahkan kami? aku tahu kau adalah petarung yang hebat, namun coba lihatlah mereka yang ada dibelakang ku akan dengan senang hati untuk meremukkan tulang tulangmu.

Pertarungan pun tidak dapat dihindari, dalam sekejap suasana menjadi kacau, suara pukulan dan tendangan pun sangat terdengar dengan jelas. Meskipun arga sudah terbiasa berada pada posisi tidak menguntungkan seperti ini, dia merasa kerepotan, sebab mereka jumlahnya sangat banyak dan lebih terlatih daripada yang sebelumnya. Setiap pukulan yang dilayangkan dari berbagai sisi diimbangi dengan serangan balasan yang tak kalah keras. Ditengah mencekamnya situasi disini, mau tidak mau, arga harus bertahan hidup di gang sempit ini, sebab sudah terlambat baginya untuk melarikan diri.

Waktu tak terasa mulai berlalu, pada akhirnya arga mampu mematahkan tangan kiri dari seorang guntur, yang membuat kawanan gangster itu berhenti menyerang ketika melihat guntur menjerit kesakitan. Guntur pun berusaha berdiri kembali seraya berkata. "kau mungkin sekarang menang arga, tapi ingatlah, kami tidak akan pernah melepasmu, selama kau masih menguasai tempat ini, aku akan terus memburumu."ancam guntur sebelum mereka melarikan diri.

Arga duduk terdiam di gang sempit itu sembari merasakan kesakitan yang luar biasa, dia juga berpikir bahwa kemenangan ini hanyalah sementara saja. bisa jadi ini hanya awal dari rentetan konflik yang akan datang. Pikirannya dihantui oleh ancaman guntur, bukan karena takut tapi dia khawatir akan keselamatan Anya, ia takut apabila permasalahannya dengan berbagai preman/gangster akan menyeret Anya ke dalam masalah yang lebih besar.

Keesokan harinya, Anya merasa gelisah sebab dia tidak mendapatkan kabar tentang arga, arga pun tidak mengunjunginya semalam. Anya mencoba mengabaikan perasaan itu, namun entah mengapa dia tidak sanggup melakukannya, setiap pintu kafenya terbuka ia selalu menoleh berharap arga yang datang mengunjunginya.

Sudah dua hari berlalu, Anya duduk ditempat arga biasanya. kegelisahannya semakin bertambah ketidak hadiran arga membuat ia khawatir, sebab ia masih belum tahu banyak tentang arga.

"mas arga kenapa ya, kok dia engga datang kesini sih." Anya bergumam berbicara kepada dirinya sendiri.

Di malam yang ketiga arga tak kunjung datang, anya memutuskan untuk mencari tahu keberadaan arga. ia memberanikan diri untuk keluar malam. namun usahanya tak membuahkan hasil, tidak ada yang tahu keberadaan arga serta kekhawatiran di dalam hatinya terus bertambah. Karena Usahanya tak memberikan hasil Anya memutuskan untuk kembali ke kafe. sesampainya disana ia duduk di tempat arga biasanya sembari mengenang pertemuan terakhirnya serta berharap ketika esok ia membuka kafe ini dia berharap arga datang menghampirinya.

Sepulang dari tempat kerjanya, Anya masih saja memikirkan arga, dia menganggap arga bukan hanya sebatas tamu di kafenya tetapi dia menganggap arga itu spesial didalam hidupnya.

sebab arga mampu membuat dirinya merasa nyaman. Namun dibalik ketidak pastian ini Anya meyakini bahwa arga adalah pria yang kuat sehingga ia akan baik baik saja.

Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Bayang Bayang Masa Lalu
3 Luka dibalik senyuman
4 Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5 Hilang Tanpa Kabar
6 Kekacauan
7 Pengungkapan Masa Lalu
8 Pengakuan
9 Ujian Pertama
10 Kesialan
11 Harapan dalam keputusasaan
12 Patah Hati Yang Terungkap
13 Mencari Jalan
14 Perjuangan Masih Berlanjut
15 Keputusan Yang Tidak Mudah
16 Ancaman Kembali Datang
17 Persekutuan
18 Permintaan Yang Mengejutkan
19 Persiapan Menuju Kebahagiaan
20 Kemarahan
21 Persiapan Dan Ketegangan
22 Pernikahan Dan Malam Pertama
23 Perubahan
24 Hari Hari Menjelang Pertempuran
25 Sekutu Baru
26 Bayang Bayang Mendekat
27 Badai Besar
28 God Father
29 Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30 Pengkhianatan
31 Kabar Baik Atau Buruk?
32 Bahaya Kian Mendekat
33 Misteri
34 Kesedihan Mendalam
35 Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36 Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37 Sisi Iblis
38 Semakin Tidak Terkendali
39 Pertarungan Sendiri
40 Cahaya Baru
41 Kembali
42 Penyesalan
43 Kesadaran
44 Perlindungan
45 Kecurigaan
46 Pengkhianatan Berujung Kematian
47 Munculnya Lorenzo
48 Kembalinya Pria Misterius
49 Rencana Busuk
50 Pelarian
51 Terungkap
52 Hal Besar
53 Mimpi Mengerikan
54 Petunjuk
55 Ancaman Terbuka
56 Jejak Samar
57 Bukti Yang Valid
58 Konfrontasi Tengah Malam
59 Pelarian
60 Perburuan
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Bayang Bayang Masa Lalu
3
Luka dibalik senyuman
4
Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5
Hilang Tanpa Kabar
6
Kekacauan
7
Pengungkapan Masa Lalu
8
Pengakuan
9
Ujian Pertama
10
Kesialan
11
Harapan dalam keputusasaan
12
Patah Hati Yang Terungkap
13
Mencari Jalan
14
Perjuangan Masih Berlanjut
15
Keputusan Yang Tidak Mudah
16
Ancaman Kembali Datang
17
Persekutuan
18
Permintaan Yang Mengejutkan
19
Persiapan Menuju Kebahagiaan
20
Kemarahan
21
Persiapan Dan Ketegangan
22
Pernikahan Dan Malam Pertama
23
Perubahan
24
Hari Hari Menjelang Pertempuran
25
Sekutu Baru
26
Bayang Bayang Mendekat
27
Badai Besar
28
God Father
29
Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30
Pengkhianatan
31
Kabar Baik Atau Buruk?
32
Bahaya Kian Mendekat
33
Misteri
34
Kesedihan Mendalam
35
Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36
Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37
Sisi Iblis
38
Semakin Tidak Terkendali
39
Pertarungan Sendiri
40
Cahaya Baru
41
Kembali
42
Penyesalan
43
Kesadaran
44
Perlindungan
45
Kecurigaan
46
Pengkhianatan Berujung Kematian
47
Munculnya Lorenzo
48
Kembalinya Pria Misterius
49
Rencana Busuk
50
Pelarian
51
Terungkap
52
Hal Besar
53
Mimpi Mengerikan
54
Petunjuk
55
Ancaman Terbuka
56
Jejak Samar
57
Bukti Yang Valid
58
Konfrontasi Tengah Malam
59
Pelarian
60
Perburuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!