Kekacauan

Hari keempat arga menghilang tanpa kabar membuat kegelisahan Anya mencapai puncaknya. dia tidak bisa menyimpan lagi kegelisahan ini, rasa takut di dalam dirinya ini sudah seperti siksaan dan setiap bayangan diluar kafe seakan menjadi ancaman untuknya. ia tahu bahwa ini ada yang salah, namun karena ketidakberdayaannya dia tidak mampu berbuat apa apa sehingga ini menjadi semakin menyiksa untuknya.

Di tengah keputusannya dia memutuskan untuk mencari bantuan kepada teman lamanya yang bekerja sebagai penjaga malam di salah satu kawasan yang sering didatangi oleh arga. Meskipun sebenarnya Anya tidak terlalu mengenalnya namun, ia berusaha untuk mencari informasi tentang arga, Anya yakin bahwa penjaga malam pasti memiliki informasi tentang orang yang hidup dalam kegelapan.

Rudi nama penjaga itu, atas permintaan Anya Rudi mendatangi kafe tersebut, ia datang kesana dengan mengenakan jaket kulit dan topi usangnya. kemudian Anya menyambut kedatangan Rudi dengan harapan bahwa Rudi datang membawa kabar baik.

"Rudi terimakasih sudah datang." Anya menyambut kedatangan Rudi. "aku benar benar membutuhkanmu." tambahnya.

Rudi duduk di meja kafe sembari menaruh helm miliknya diatas meja." ada apa Anya sepertinya kamu terlihat sangat cemas?"

"ini tentang arga, dia sudah empat hari ini tidak datang kesini, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang buruk terjadi kepadanya."Anya mengatakan sambil matanya berkaca kaca.

Rudi menganggukan kepalanya. " arga, memang anak itu susah dilacak, bahkan orang orang sepertinya memang sangat mudah menghilang, namun aku akan berusaha mencarinya, apakah kau tahu belakangan ini dia bermasalah dengan siapa?"

Anya terdiam sejenak, dia mencoba mengingat. "Guntur, dia pernah bercerita tentangnya kepadaku, namun aku tidak tahu sebenarnya siapa itu guntur."

Rudi mengernyit kan dahi. "guntur? dia orang berbahaya anya, kalau memang arga terlibat perseteruan dengan guntur, bisa jadi hal buruk menimpanya."

mendengar hal tersebut Anya mulai merasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. "menurut mu aku harus bagaimana rudi?"

Rudi memandang Anya dengan rasa simpati." kamu doakan saja arga, kalau aku, aku akan berusaha mencari keberadaan arga, tapi kamu juga harus siap dengan kemungkinan terburuknya, sebab dunia mereka itu sangat keras bahkan penuh kekerasan, mereka itu tidak segan segan untuk menghabisi satu sama lain dan mungkin saja arga saat ini sedang mengalami sesuatu yang sulit."

Anya mengangguk pelan, meskipun rasa takut menjalari tubuhnya, dia mencoba untuk tetap tenang.

Setelah percakapan mereka berakhir, Rudi berpamitan untuk pergi, setelah itu Anya masih merasa takut yang mencekam. Malam itu kafe dirasa tak seperti biasanya, sebab hawa dingin lebih daripada biasanya.

di sisi lain kota, arga terbangun dari tidurnya dengan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya. ia tak menyadari keberadaannya, sebab ketika ia terbangun dia sudah berada di sebuah ruangan kecil dengan dinding yang berlumuran darah, kepalanya masih terasa sangat pusing, penglihatannya pun masih buram serta tubuhnya masih terasa sulit untuk bergerak. sejenak ia kembali terdiam mengingat pertarungan terakhirnya dengan guntur, ia tak menyangka dirinya bisa selamat, sebab selain guntur yang sangat tangguh, jumlah mereka sangat banyak, serangan bertubi tubi menghantam setiap bagian tubuhnya secara bergantian.

Arga memaksa tubuhnya untuk bergerak meskipun seluruh tubuhnya masih kesakitan namun ia tetap berusaha keras sebab ia merasa tak bisa terus menerus disini, dia ingin kembali menemui Anya, Dengan susah payah akhirnya arga berhasil berdiri dan berjalan tertatih-tatih.

Namun, saat dia berusaha mencari jalan keluar, diambang pintu terdapat sesosok pria yang sangat familiar, dialah guntur, dia berdiri disana dengan senyuman dingin penuh intimidasi."kau masih hidup arga? aku kagum dengan ketangguhan mu, kau memang benar benar petarung sejati, tapi aku ga akan biarin kamu keluar dari tempat ini hidup hidup. "kata kata itu sambut tawanya yang mengerikan.

meski begitu arga tidak nampak merasa takut." apa maumu guntur? "

"aku hanya ingin kau tahu arga, disini kau bukan penguasa, saat ini kau ada diwilayah ku dan saat ini aku pastikan kau tak akan pernah kembali lagi ke wilayahmu."

Setelah itu guntur mendekati arga, namun disisi lain arga melihat sebuah kursi dan dia melempar tepat kearah guntur. arrghh. "guntur teriak kesakitan sebab dia menangkis kursi itu dengan tangan kiri yang dipatahkan oleh arga di pertarungan yang sebelumnya.

Di kesempatan ini arga berusaha melarikan diri dari cengkraman guntur. arga melompat ke arah jendela dan berhasil kabur.

Setelah berhasil kabur dari markas guntur, Arga mendatangi Anya. terlihat diluar kafe itu Anya sedang tertidur di meja pojok. namun, Anya kembali terbangun ketika ia melihat sesosok pria yang membuka pintu kafenya, dan itulah arga.

"Anya! " arga memanggil Anya.

Air mata langsung mengalir di pipi Anya, arga pun memeluk Anya dengan pakaian yang compang camping serta tubuhnya masih merasa sakit yang luar biasa.

"kau harus kerumah sakit mas, luka mu ini sangat parah. " Anya melihat kondisi arga yang sangat memprihatinkan.

Arga menggelengkan kepala sembari menahan rasa sakit."tidak Anya, aku hanya perlu istirahat disini bersamamu. "

Anya tahu arga sedang ingin menenangkan diri sehingga ia pun menyembunyikan rasa takut yang selama ini ia rasakan.

Di malam itu, Anya merawat arga, setiap luka yang dibersihkan dan setiap tetes air yang diberikan adalah wujud dari cinta kepedulian Anya kepada arga. Arga yang terbaring lemah di sofa itu pun merasa tenang meskipun rasa sakit masih menjalar di seluruh tubuhnya. ia pun merasa bahagia Anya adalah wanita yang ia cari selama ini, sebab bagi arga Anya adalah tempat untuk pulang yang paling sempurna.

Episodes
1 Pertemuan Pertama
2 Bayang Bayang Masa Lalu
3 Luka dibalik senyuman
4 Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5 Hilang Tanpa Kabar
6 Kekacauan
7 Pengungkapan Masa Lalu
8 Pengakuan
9 Ujian Pertama
10 Kesialan
11 Harapan dalam keputusasaan
12 Patah Hati Yang Terungkap
13 Mencari Jalan
14 Perjuangan Masih Berlanjut
15 Keputusan Yang Tidak Mudah
16 Ancaman Kembali Datang
17 Persekutuan
18 Permintaan Yang Mengejutkan
19 Persiapan Menuju Kebahagiaan
20 Kemarahan
21 Persiapan Dan Ketegangan
22 Pernikahan Dan Malam Pertama
23 Perubahan
24 Hari Hari Menjelang Pertempuran
25 Sekutu Baru
26 Bayang Bayang Mendekat
27 Badai Besar
28 God Father
29 Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30 Pengkhianatan
31 Kabar Baik Atau Buruk?
32 Bahaya Kian Mendekat
33 Misteri
34 Kesedihan Mendalam
35 Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36 Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37 Sisi Iblis
38 Semakin Tidak Terkendali
39 Pertarungan Sendiri
40 Cahaya Baru
41 Kembali
42 Penyesalan
43 Kesadaran
44 Perlindungan
45 Kecurigaan
46 Pengkhianatan Berujung Kematian
47 Munculnya Lorenzo
48 Kembalinya Pria Misterius
49 Rencana Busuk
50 Pelarian
51 Terungkap
52 Hal Besar
53 Mimpi Mengerikan
54 Petunjuk
55 Ancaman Terbuka
56 Jejak Samar
57 Bukti Yang Valid
58 Konfrontasi Tengah Malam
59 Pelarian
60 Perburuan
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Pertemuan Pertama
2
Bayang Bayang Masa Lalu
3
Luka dibalik senyuman
4
Kesederhanaan Mengubah Keangkuhan
5
Hilang Tanpa Kabar
6
Kekacauan
7
Pengungkapan Masa Lalu
8
Pengakuan
9
Ujian Pertama
10
Kesialan
11
Harapan dalam keputusasaan
12
Patah Hati Yang Terungkap
13
Mencari Jalan
14
Perjuangan Masih Berlanjut
15
Keputusan Yang Tidak Mudah
16
Ancaman Kembali Datang
17
Persekutuan
18
Permintaan Yang Mengejutkan
19
Persiapan Menuju Kebahagiaan
20
Kemarahan
21
Persiapan Dan Ketegangan
22
Pernikahan Dan Malam Pertama
23
Perubahan
24
Hari Hari Menjelang Pertempuran
25
Sekutu Baru
26
Bayang Bayang Mendekat
27
Badai Besar
28
God Father
29
Bayang Bayang Dendam Masa Lalu
30
Pengkhianatan
31
Kabar Baik Atau Buruk?
32
Bahaya Kian Mendekat
33
Misteri
34
Kesedihan Mendalam
35
Mencari Dalang Yang Sesungguhnya
36
Semakin Dekat Dengan Kebenaran
37
Sisi Iblis
38
Semakin Tidak Terkendali
39
Pertarungan Sendiri
40
Cahaya Baru
41
Kembali
42
Penyesalan
43
Kesadaran
44
Perlindungan
45
Kecurigaan
46
Pengkhianatan Berujung Kematian
47
Munculnya Lorenzo
48
Kembalinya Pria Misterius
49
Rencana Busuk
50
Pelarian
51
Terungkap
52
Hal Besar
53
Mimpi Mengerikan
54
Petunjuk
55
Ancaman Terbuka
56
Jejak Samar
57
Bukti Yang Valid
58
Konfrontasi Tengah Malam
59
Pelarian
60
Perburuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!