Sudah siang, atas angin telah disingsing terik mentari, bagi para budak- budak uang tak berseri kini waktunya memanjakan perut kosong yang menjerit meminta dinafkahi.
Namun, Allura masih setia berdiri di depan pintu apartemen miliknya sendiri, menatap layar monitor yang menampilkan keadaan di luar, menunggu kapan keluarnya tetangga yang hingga siang begini belum juga tiba.
Satu jam Allura menanti, sampai akhirnya dia lekas membuka pintu beriringan dengan pintu milik tetangga depan yang juga terbuka.
"Kamu?!" Marco tersentak dan Allura hanya diam dingin sambil menutup pintunya.
Skenarionya seperti itu, Allura sengaja keluar saat ada pergerakan yang terjadi di pintu Marco. Karena dia ingin membuat kesan bahwa mereka tidak sengaja bertemu.
Allura terlalu gengsi untuk mengejar lelaki, sedari dahulu pantang bagi Allura mengemis cinta atau sejenisnya. "Tidak perlu tantrum."
Allura melangkah ke lift, Marco pun begitu, bahkan keduanya menunggu di depan lift setelah tak sengaja memencet tombol ke bawah secara bersamaan.
"Kita sepakat tidak saling mengenal, jadi jangan coba- coba menyentuh!" Allura mengibaskan tangan seolah ingin menghapus jejak Marco yang menempel.
Marco hanya menarik ujung bibir. Kemudian melangkah masuk ke dalam lift begitu lift di hadapannya terbuka.
Sayangnya, Allura juga melakukan hal yang sama, sehingga dia harus rela mundur setelah keduanya menyangkut di pintu karena tas kamera Allura terlalu besar.
Marco lantas masuk, berdiri bersisian dengan suasana hening. Kebetulan lift sepi bahkan hanya mereka berdua yang memakainya.
Hening, benar- benar tak ada yang mencoba untuk saling menegur. Sampai di lantai 8, lift terbuka, dan menampilkan si seksi Natalie.
Wanita dengan span ketat, jas ala fine dining yang longgar, dipadukan dengan inner yang menampakkan belahan dada besarnya.
"Hey, pacar!" sapanya antusias. Marco meraih pinggang Natalie lantas mendaratkan kecup di kening wanita itu. "Hey--"
Allura terpaku tanpa menoleh, bukankah ini kebetulan yang menyialkan? Marco dan Natalie pasti sudah sepakat untuk berangkat bersama, lantas untuk apa dia di sini?
Allura sempat melirik, betapa mesra perilaku Marco pada Natalie rupanya. Bahkan, Natalie tampak menikmati kedekatan itu. Terlihat, dari caranya menatap, agaknya Natalie merasa beruntung.
"Jaket mu tidak dipakai dengan benar, Sayang."
"Oya?"
Marco sibuk mengerling pada Allura yang agaknya bergemuruh. Yah, tidak sesantai sebelumnya, dan Marco yakin Allura tak suka melihatnya bersama Natalie.
"Aku betulkan." Natalie merapikan penutup kepala di jaket jeans milik Marco. Sedikit ia menyapu dada bidangnya. "Uh, makin ganteng pacar berondong kuhh."
"Terima kasih, Tante."
"Eh ... Allura!" Lebih menyebalkannya lagi, Natalie baru ngeuh jika di sampingnya juga ada sahabat yang selama ini menjadi teman curahan hatinya. "Sejak kapan kamu di sini?"
"Barusan, pake ajian ngalih rogo!" Marco menjawab, dan Natalie tertawa. "Apa itu?"
"Ilmu menghilang dari kenyataan."
Allura tak menggubris lawakan tak lucu itu, nyatanya dia amat sangat sebal dengan Marco. Bisa- bisanya meledek di depannya bahkan bersama Natalie.
"Kau cantik hari ini, Sayang." Natalie baru melihat, ada make up tipis- tipis di wajah Allura yang padahal sebelumnya selalu tak acuh dengan penampilan.
"Oya, Baby." Natalie lantas menatap Marco dan memperkenalkan Allura. "Ini teman ku dari Indonesia juga. Namanya Allura."
"Nama yang cantik." Allura melirik si pemuji, bukankah sangat sialan? Seseorang yang sudah sering mencumbunya pura- pura tidak pernah mengenalnya sama sekali.
"Tidak usah dikenalkan, kau akan menyesal kalau dia berpaling." Allura menegur Natalie yang tertawa kemudian.
Natalie bergelayut pada Marco. "Kamu mau sama temen ku yang rata ini, Sayang?"
Allura mendelik, lalu menampar lengan Natalie yang terkikik. "Aku hanya bercanda Sayang, ya Tuhan! ... Tapi memang benar kau terlalu rata, itulah makanya Nuel selingkuh."
"Oh, jadi gimana sama suami mu?" Allura menyerang balik, dan Natalie terdiam. Yah, dia ini ikut ke dalam himpunan wanita cantik dan sukses yang diselingkuhi.
Allura sempat melirik Marco yang rupanya masih diam dingin. Bahkan, hingga keluar dari lift, Marco belum juga menegur atau sejenisnya. Diam, benar- benar diam.
"Hay, sayang."
Emmanuellson merentangkan kedua tangannya di depan lobby. Kemarin dia mendapatkan kecupan kecil dari Allura, maka untuk hari ini Emmanuellson datang kembali.
Allura meraih tangan Emmanuelle, mereka berjalan beriringan. Natalie bersama Marco dan Allura bersama Emmanuellson. Impas.
Namun, tidak berlanjut setelah kedua pasangan palsu itu berpisah. Allura lekas menepis tangan Emmanuellson begitu pula dengan Marco yang menepikan Natalie.
Emmanuellson sempat mengernyit, lalu menarik lengan mantannya. "Kamu kenapa?"
"Kita nggak bisa sama- sama lagi Nuel. Aku yakin hubungan kita ini salah. Kamu sudah punya istri, ingat istrimu di Indonesia!"
"Lalu bagaimana dengan kita?"
"Kita akhiri semuanya. Jangan lagi ada kata sahabat atau apa pun. Aku bukan Silviana yang mau berhubungan dengan pria beristri."
"Allura!" kekeuh Nuel.
"Aku lelah meyakinkan mu, Nuel!" Allura baru akan pergi, dan sejumlah paparazi bersama kameranya mengiringi langkah Silviana.
Yah, perempuan itu datang bersama para penayang berita gosip. "Heh! Pelakor! Jalang kamu! Sundal! Perempuan gatal!" umpatnya.
Allura menganga mendapatkan siraman air cabai di tubuhnya. "Silviana!" pekik Nuel.
Marco yang belum jauh, dia sempat melirik, dan segera berlari mendatangi. "Allura!"
Natalie juga shock, wanita itu lekas berlari menuju sahabatnya yang dikeroyok media.
Silviana berkoar- koar. "Kalian lihat, pelakor ini berkeliaran di sekitaran suamiku, lihat, dia bahkan tinggal di sini karena suami ku yang memberikan fasilitasnya!" tudingnya.
"Silvia!" Emmanuellson memekik. Sungguh, ini di luar prediksinya, di mana Silviana akan dengan tidak malunya melibatkan media ke dalam rumah tangganya.
"Are you, okay?" Marco meraih Allura, ia merebut botol minum milik seseorang kemudian membasuh air cabai yang memenuhi dada Allura. "Pedas semuanya."
Allura ingin menangis, ini bukan tentang sakitnya, tapi malunya. Setelah ini, dia yang selama ini menutup diri dari media sosial, akan viral oleh ulah mantan pelakor.
Marco sampai menyuruh Allura membuka blouse Allura. Menyiramkan air, lalu menyapu dengan tisu dan sapu tangan sebelum dia memberikan jaket jeans berhoody miliknya.
"Dasar jalang teriak jalang!"
Natalie tak terima Allura diperlakukan seperti itu. Nathalie juga korban lelaki peselingkuh, dia berteriak tepat di depan kamera.
Bahkan meraih geram rambut Silviana untuk dihadapkan pada kamera.
"Kalian mau tahu wajah asli pelakor huh? Lihat baik- baik sundal ini! Dia yang merebut Nuel dari teman ku, dan sekarang kalian akan memberitakan hal yang sebaliknya, begitu?!"
"Sudah Natalie!" Seseorang dengan pakaian rapi ala direksi, meraih lengan Natalie untuk ditepikan ke sebuah mobil. "Jangan membuat ku malu di depan banyak kameraman!"
"Apa?!"
Natalie sedang membela temannya, tapi Rahardian datang menegur. Apa lagi, ada jalang di sisi suaminya, dia kacau.
"Kamu juga mau bela mahluk sejenis pelakor? Apa kamu juga mau pake jasa Silviana buat hisap punya kamu?!" teriaknya.
"Diam kamu!" sentak Rahardian.
"Kita pergi!" Allura lekas meraih lengan Natalie, kemudian pergi dari tempat keramaian terkutuk ini. Tinggalkan segala hiruk pikuk yang menyedihkan.
Emmanuellson bersama Silvia yang juga sedang kacau dengan media. Sementara Rahardian bersama kekasihnya.
Menepi, di restoran yang tidak jauh dari apartemen. Restoran milik X-meria dan ketiganya duduk melingkar di kursi setelah sebelumnya Allura mencuci tubuhnya.
"Ssstt..." Marco iba melihat tangisan diam Natalie. Dia rangkul wanita itu dengan penuh perlindungan. "Tante nggak boleh sedih."
"Dia bawa pacar di depan istrinya. Dan dia bilang jangan membuatnya malu."
"Yang sabar, Sayang." Allura yang kali ini memeluk Natalie. "Dunia ini diciptakan untuk lelaki kurang ajar seperti suamimu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
pelakor teriak pelakor apa g salah yach mau d ketawain /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-02-07
0
sagitarius Girl
lah ini natalie yg di suami pilihan suami kak? prasaan kakak otor prnh blg klo ini bukan Natalie yg di suami pilihan suami.tp ada rahardian dsni
2025-01-15
1
Nendah Wenda
gak salah nih lakor teriak lakor
2025-01-12
0