Di kursi makan, Allura termenung menatap gelas tinggi kosong di depannya. Sore tadi, Papi Esa memintanya berkenalan dengan seorang pria matang lagi kaya.
Kandidat yang dianjurkan oleh keluarganya, selalu yang memiliki kekayaan. Padahal, lihat bagaimana Emmanuelle mendua karena kaya.
Seakan itu tidak dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi mereka. Now, karena proyek besar group yang berdiri di belakang keluarga besarnya, Allura harus bersatu dengan pria yang mengikuti kualifikasi tender.
Konsorsium mereka harus berjalan dengan baik, bahkan jika harus menyerahkan tumbal, maka perjodohan pun dianggap sah. Allura tak menyangka saja, keluarganya akan tega memintanya menikah dengan seseorang yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.
Ting...
Bel berdenting, Allura menoleh reflek ke arah pintu yang tertutup. Wanita berpiyama pendek dengan bahan beludru merah maroon tersebut segera memeriksa siapa yang datang dengan melongok layar monitor.
Marco mondar- mandir di depan sana, yang itu membuat Allura tak perlu berpikir panjang untuk memutar kenop pintunya.
"Marco--" Baru saja akan membuka mulut untuk bertanya, Marco sudah lebih dulu mendekapnya, kemudian gelap------.
Tak ada yang Allura ingat, hingga Allura membuka kembali matanya. Dan, berjingkrak ketika saja terbangun di tempat yang asing.
"Marco!!" Yah, Marco berdiri di sisi jendela yang menampilkan pemandangan laut lepas dan sudah cukup terang benderang.
Allura menatap ke samping kanan, kemudian samping kiri. Ternyata tidak salah lagi, dia memang sedang berada di sebuah kapal.
Bukan pesiar agaknya, entahlah, yang pasti, kamar ini terlalu sempit untuk dikatakan kamar VVIP kapal pesiar. Marco melirik, lalu lekas mendekati wajah bingungnya.
"Kamu culik aku, Marco?!" Sejenak Allura mengingat ulang bagaimana ia membuka pintu apartemen dan sempat mendelik, saat Marco membekapnya dengan sapu tangan, meronta, sebelum lunglai di pelukan Marco.
"Aku dengar kau akan menikah."
Allura meredup matanya, benar, dia jadi ingat jika sebelumnya ia juga memikirkan hal itu hingga tak bisa tidur semalaman suntuk.
"Kamu tahu dari mana?"
"Aku tahu semua tentang mu."
Allura kembali meredum, ya Tuhan, kenapa setiap ucapan dan tindakan berondong ini begitu menyentuh sekali. Kalau begini terus, bagaimana caranya untuk tidak tersipu?
"Kamu mau bawa aku ke mana?"
"Ke mana saja, asal hanya akan ada kita berdua. Aku akan tunjukkan bagaimana aku menafkahi mu. Supaya kamu tahu, aku bisa bertanggung jawab atas dirimu."
Allura diam menatap genggaman tangan Marco yang lalu diciumnya. Dahulu, Nuel pun berlaku demikian, inilah sebabnya Allura tidak terlalu memiliki niat untuk tersanjung, karena watak lelaki bisa berkhianat kapan saja.
Namun, bila dipikir kembali, dia memang perlu pergi jauh- jauh dari keluarganya. Yah, setidaknya sampai Papi Esa sadar jika Allura Khai Bachtiar tidak perlu menikahi pria kaya berkebangsaan Jawa Tengah.
Marco menatap berdirinya Allura hingga wanita itu berakhir ke sisi geladak. Menatap indahnya laut lepas sambil menikmati deburan angin kencang menyapu wajahnya.
Marco tersenyum tipis, indahnya lautan masih kalah indah dengan wajah cantik Allura ternyata. Lihatlah, mungkin awan pun insecure melihat pejaman mata Allura.
Allura terkekeh lalu menatap Marco yang masih terpaku padanya. "Terima kasih, ya, sudah membawa ku jalan- jalan ke sini. Tapi ngomong- ngomong ... bagaimana caramu membawa ku tanpa satu pun identitas?"
Marco tergelak pelan, sebenarnya ini juga tidak mudah. Walau tidak sulit juga untuk dilakukannya, yang jelas tanpa Natalie, Marco tidak akan pernah bisa melalui malam tadi.
Bagi Marco, jika kemarin Marco diam saja, kali ini, apa pun alasannya, tidak akan pernah Marco biarkan Allura menjadi ibu tirinya.
Di negara ini, hanya Natalie yang bisa Marco mintai pertolongan. Dan, setelah cukup mendengar penjelasan Marco, Natalie setuju untuk menculik sahabatnya sendiri.
Beruntung, kejenuhan hidup Natalie membuat wanita itu mau- mau saja saat Marco mengutarakan ide gila. Ah, di balik perselingkuhan yang dilakukan Rahardian, tersimpan hikmah untuk Marco juga rupanya.
Dini hari tadi, mereka datangi Allura, dan pergi membawanya dengan taksi rahasia yang tidak bisa dilacak. Natalie mengusulkan untuk pergi dengan menyelundup ke kapal barang.
Ada banyak teman Natalie, salah satunya mafia- mafia kelas kakap. Natalie rasa, disaat seperti ini lah akhirnya dia tidak begitu menyesali pergaulan bebasnya.
Wanita itu bahkan begitu disambut oleh beberapa orang yang lantas memberikan ciuman di bibir. Persetan dengan itu, Marco hanya fokus pada Allura yang dia gendong memasuki kapal.
Kapal kargo yang tentu saja di dalamnya banyak sekali peti kemas. Yang menjadi epic adalah, mereka hanya langsung masuk tanpa memberikan paspor atau semacamnya.
"Kau suka dengan perjalanan kita?" tanya Marco, dan Allura tersenyum mengangguk.
"Kau sendiri bagaimana? Memangnya kau tidak takut dibunuh keluarga ku? Ku harap, kau tidak lupa kalau aku ini cucu Rega Rain."
Marco tergelak meremehkan. "Aku sudah pernah kehilangan wanita. Dan itu amat sangat menyakitkan. Aku serius, Allura. Dari apa pun di dunia ini, aku lebih takut menyesali kehilangan wanita tercintaku."
"Kau sudah pernah kehilangan ku dua tahun lebih, Marco, dan kamu masih hidup sampai sekarang," sambung Allura.
Yah, bahu Marco mengedik. "Aku masih hidup untuk bisa menemui mu lagi."
"Sudah berapa gadis yang kau treatment dengan gombalan seperti ini?" Jujur Allura suka, tapi Allura tak lupa siapa Marco ini.
"Baru kamu asal kau tahu."
"Oya?" Allura tertawa. "Bagaimana dengan Mina, Rani, Bahar, Sachi, Reina, Sonya, Firda dan Angel di kampus mu?"
"Kau kenal mereka?" Marco sedikit membuka mata yang tidak sengaja terkejut. Jadi begini kah Allura? Stalker misteriusnya?
"Aku sering mendengar pencapaian mu saat menjadi kekasih bayaran mereka," akui Allura.
Marco tergelak, tapi by the way, ia suka rambut poni lurus yang beterbangan itu, disingkirkannya dengan pelan dari pipi Allura, lantas memberikan cengiran gigi putihnya.
"Setelah ini. Kau harus melihat bagaimana tekad terakhir seorang Marco. Setidaknya, nikmati saja perjuangan ku."
"Baiklah, aku akan lihat bagaimana nantinya saat kau menghadapi keluarga ku. Karena cepat atau lambat, mereka akan menemukan kita, aku yakin itu."
Marco mencebik ringan. "Dan disaat itu terjadi, aku pastikan, kau sudah hamil anak kita, Allura. Percayalah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
hebatnya marco sampai bisa menculik allura demi bisa hidup bersama /Facepalm//Kiss//Heart//Rose/
2025-02-07
0
Nanik Kusno
Semangat Marco ... berjuanglah untuk orang yang kau cintai....💪💪💪💪
2025-03-24
0
yeni NurFitriah
Wah Marco nekat ya..gak takut sama Rega Rain kamu Marco...
2024-12-13
0