BAB 013

Di bar, diiringi musik dansa, yah, tumben tempat ini tidak begitu bising, agaknya DJ tampan di depan sana sedang memanjakan para pengunjung dengan musik romansa setelah satu permintaan pelanggan.

Allura duduk bersandar di sofa VVIP, bersama Patricia tentunya. Mereka baru saja menerima pekerjaan, pemotretan salah satu seleb medsos papan atas.

Konsep bar yang liar, Allura sedang mengecek lagi hasil- hasil fotonya. Sementara Patricia celingukan mencari teman mereka.

Tak ada lima menit, wanita 34 tahun tiba dengan pakaian ala clubing. "Aku senang, akhirnya suamiku cemburu juga padaku."

"Selamat, ya, Natalie." Patricia bangkit untuk memeluk wanita itu. Cipika cipiki lantas Allura bergantian melakukannya. "Jadi apakah kau akan balikan dengan suamimu?"

"Tidak. Terima kasih." Natalie tak sekuat itu untuk kembali dengan suami yang hanya bisa berselingkuh, KDRT, bahkan egois.

Ketiganya duduk melingkar, layaknya dahulu saat mereka masih satu sekolah. "Gara- gara berondong yang kau ceritakan itu?"

"Yes, anda benar!" Natalie meraih minuman milik Patricia untuk diteguk. "Berondong yang tampan, dan perfect!"

"Kamu sewa?" Allura menyahut.

Natalie angkat bahu kemudian. "Aku sewa lima juta per satu jamnya. Bayangkan saat aku memakai jasanya. Rekening ku harus siap- siap tekor."

"Fasilitas apa saja?" Patricia ingin tahu, kalau satu jamnya lima juta, apakah ada treatment khusus yang didapatkan? Seperti cium atau jasa memuaskan ranjang.

"Rahasia dong!" Natalie hanya tertawa.

"Ciyeeee!"

"Taubat deh mendingan!" tegur Allura.

Allura tak suka dengan gaya hidup Natalie. Tipe wanita yang merasa dirugikan saat suaminya selingkuh tapi balas menyelingkuhi dengan cara yang tidak sehat.

"Kalau sudah merasa manisnya, aku nggak jamin kamu juga mau taubat!" sanggah Natalie cepat. "Masalahnya, berondong yang kali ini aku temui itu berbeda dari yang lain."

"Kenapa nggak dinikahi saja?"

"Dia belum siap menikah." Natalie bersandar, kemudian melepaskan napas yang sebenar- benarnya menunjukkan rasa lelahnya.

"Sejujurnya, aku juga lelah hidup dengan cara yang aneh seperti ini," lirihnya.

Patricia ikut menjatuhkan punggungnya di sandaran sofa. "Kalau kalian yang sudah pernah menikah saja tidak bahagia, lantas bagaimana dengan ku? Kalian himpunan para wanita cantik yang membuat ku takut untuk menikah, sialan!" timpalnya.

Allura terkekeh, "nikmati hidup sebelum ajal, lakukan yang terbaik setidaknya, tidak perlu berurusan dengan lelaki yang tidak jelas, apa lagi seseorang yang hanya modal tampang, ingat ya kalian, wanita yang sudah cukup dengan penghasilan, tidak butuh lelaki!"

Patricia lantas menatap tak suka. "Kau sendiri bagaimana dengan Nuel, Nona? Hubungan kalian juga tidak jelas."

"Aku tidak bisa menerima, juga tidak bisa menolak. Tapi, setidaknya hubungan kami tidak sampai memakai ranjang," elak Allura.

Yah, tidak perlu memakai ranjang, Allura dan Nuel hanya sebatas mantan yang belum bisa beralih tapi sulit untuk kembali.

...\=\=~©®™~\=\=...

"Tunggu, Allura!" Emmanuellson berlari mencegah lift yang hampir saja tertutup dengan sebelah tangannya. Allura berdiri menatap pria yang mengambil alih sisinya.

Senin, Allura tidak sedang ingin ke mana pun, tapi barusan ada sesuatu yang dibelinya di supermarket lantai bawah. Dan ternyata, Nuel masih ada di Singapura, berkunjung lagi dan lagi ke apartemennya.

"Biar aku bawakan, Sayang."

Emmanuellson sudah akan meraih paper bag di tangan Allura, tapi segera beralih pada ponsel yang berdering. Nuel terpaksa harus membalas pesan istrinya yang rewel terlebih dahulu sebelum kembali menatap Allura.

"Jadi sekarang, aku yang jadi pelakor di rumah tangga mu, begitu?" Allura menyindir seraya menatap lurus pada monitor yang menunjukkan lantai angka.

"Kamu tahu aku mau cerai, hanya tidak bisa melakukannya saja."

"Tetap kau punya istri, Nuel."

Emmanuelle terdiam sesaat sebelum ia mendengus perlahan. "Aku tidak bisa melupakan kenangan kita," lirihnya.

"Papi akan membunuh mu kalau dia tahu kau masih seperti ini," peringat Allura.

Hukuman kemarin sudah cukup fatal, bahkan, Emmanuellson sempat masuk rumah sakit karena murka ayahnya yang mantan preman.

"Aku rela menukar nyawa ku untuk bisa hidup dengan mu lagi, Allura."

...\=\=~©®™~\=\=...

Senin, di bawah kabinet dapur minimalis bernuansa serba hitam, Marco terkungkung di lingkaran dua tangan mungil seorang wanita cantik berpakaian seksi.

Ialah wanita yang kini menjadi supervisor area di restoran tempatnya bekerja. Natalie, wanita bersuami yang akhir- akhir ini menggodanya untuk bercinta.

"Tante!" Marco menepikan tangan yang meraba miliknya. Lantas kembali mendatangi steak Wagyu yang sedang dibuatnya.

Marco ambil libur Senin, dan lelaki itu hanya duduk- duduk di apartemen saja sedari tadi, sampai ia lapar kemudian memasak sesuatu yang ada di lemari esnya.

Sebuah tempat minimalis milik X-meria sebagai fasilitas khusus untuk pekerja Indonesia yang dirolling ke negara ini.

"Puaskan aku sebentar, Marco," pinta Natalie.

Dia rela membayar berapa pun untuk bisa menikmati tubuh dan keperkasaan pemuda itu, tapi, sejauh ini Marco hanya menjawabnya dengan berbagai macam alasan.

"Marco sedang tidak enak badan, Tante."

"Kalau begitu tularkan ke Tante." Natalie meraba punggung Marco, memeluknya dari belakang, berharap Marco mau menyudahi kegelisahannya hari ini. "Selain pacar bayaran, jadilah simpanan ku, Sayang."

Natalie membujuk, meraba dada dengan dua tangannya. Hingga, Marco menyeletuk dengan santainya. "Marco lagi ada sipilis."

"Hah?" Natalie membuka lebar matanya, kemudian melepas pelukannya. "Sipilis?!"

Marco menahan tawa, ingin sekali terbahak- bahak tapi tidak bisa. "Makanya Tante jangan sentuh Marco. Marco lagi kena teguran dari Tuhan, supaya tidak dulu melakukan itu."

Natalie kecewa, ah, jadi siapa saja wanita beruntung yang pernah dibuat mendesah oleh lelaki muda ini? "Sayang banget kamu lagi kena penyakit," lirihnya.

Marco mematikan kompor, kemudian menuntun Natalie menuju pintu keluar apartemennya. "Sekarang Tante pulang, karena kita tidak akan melakukannya."

"Tapi--" Natalie ingin bicara sesuatu, dan Marco mendorongnya keluar. Sampai, Natalie mendengar panggilan dari arah belakang.

"Nat!" Natalie menoleh, sahabatnya, Allura tiba bersama Emmanuellson.

Unit- unit di lorong ini memang dimiliki oleh pemilik X-meria dan salah satunya dihuni oleh Allura yang notabenenya keponakan dari CEO X-meria, tempat di mana Natalie bekerja.

Emmanuellson baru saja menerima telepon, ia kemudian. "Sayang, klien ku sudah ada di bawah, jadi aku harus jalan sekarang juga--"

Belum selesai lelaki itu bicara, pintu unit yang dipunggungi Natalie terbuka lebar. Di sana lantas keluar Marco seraya menyodorkan tas Natalie yang sebelumnya tertinggal di sofa.

"Tante ini--" Marco stuck di tempat, begitu juga dengan Allura. "Sayang..."

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

LELAKI PLIN PLAN KEK GINI YANG ALURA SUSAH BANGET MOVE ON NYA,OGEB..KALO AKU UDAH LAMA AKU TENDANG ,JANGANKAN UTK BICARA BAEK3 KAYAK GINI,LIAT BAYANGAN NYA AJA AKU GAK SUDI..ALURRA BENAR2 BODOH,LELAKI ITU BUKAN NUEL DOANG,NGAPAIN SIH MASIH BETAH JOMBLO GITU,SELAGI KAMU JOMBLO SELAGI ITULAH NUEL AKAN NGEJAR2 KAMU ALURRA...

2024-12-10

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kan ku bilang juga apa,Pasti Marco orangnya,Udah punya gaji sendiri,apa gak cukup Marco,Masih aja mau jual diri,dasar cowok murahan..

2024-12-10

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Sudah bertahun-tahun.... Allura masih aja ma Nuel ....g tegas belassss....orang kayak gitu masih aja di ladenin ...😏😏😏😏😏😡😡😡😡

2025-03-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!