Emmanuellson begitu mencintai Allura, yah setidaknya dahulu Allura pernah merasa dicintai sebegitu hebat oleh Emmanuellson.
Keduanya satu SMA yang sama, kuliah di universitas yang sama, bahkan pernah bekerja di perusahaan yang sama hanya karena tak rela terpisahkan.
Hubungan yang cukup lama, dihancurkan oleh kehadiran singkat Silviana. Allura tak pernah menyangka jika suami yang sudah menikahinya selama tiga tahun berkhianat.
Soal anak, Emmanuellson sendiri yang ingin menundanya sedari awal menikah. Tetapi di pernikahannya bersama Silviana, Emmanuelle justru membanggakan dua garis Silviana.
Selamat, hanya itu yang bisa Allura katakan di atas patah dan remuk hatinya. Emmanuellson sudah bukan lelaki yang sama lagi sekarang.
Aroma parfum, gaya pakaian, semua yang ada di hadapan Allura sudah berbeda jauh sekali dengan Emmanuellson yang dia kenal.
"Hubby!"
Usai dengan pekerjaannya, Silviana merentangkan kedua tangan manja kemudian Emmanuelle memasukkan wanita itu ke dalam pelukannya.
"Sudah selesai?"
"Sudah," jawab wanita itu. Silviana baru 25 tahun, berparas cantik, ceriwis, karir super, seksi dan bertalenta, sempurna!
Saking sempurnanya pasangan itu, Allura sampai tertarik untuk mengambil gambar mesra mereka lewat kameranya.
Silviana sudah biasa difoto, divideokan, tapi Allura ... untuk apa ikut- ikutan? "Ini mantan ngapain ikut- ikutan fotoin Silvia sih?"
Allura hanya tertawa santai sambil menatap hasil jepretannya. "Akan aku kirim ke Banyuwangi. Menjajal santet legendaris."
"Allura!" Silviana melotot. Kemudian menggoyang Emmanuelle. "Sayang, lihat, mantan kamu kriminal!"
Emmanuellson berdecak. "Sudahlah, Allura hanya bercanda."
"Tapi gimana kalau dia beneran kirim guna- guna ke kita?" tukas Silviana.
Emmanuellson hanya tertawa. "Aku paling mengerti Allura, Sayang. Dia bukan orang yang percaya hal mistis seperti itu!"
Silviana kesal, karena meskipun sudah menikah, Silviana masih kesulitan membuat Emmanuelle membenci Allura. "Kamu masih suka ya sama dia?"
"Enggak Sayang."
Allura miris mendengarnya. Benar, andai Emmanuellson masih sayang, maka takkan pernah terjadi pengkhianatan.
Silviana memeluk suaminya sambil mendayu suara semanja mungkin. "Allura nggak laku sama cowok, bodynya biasa ajah, makanya Sisil takut dia rebut kamu lagi dariku!"
Ucapan fatal yang membuat Allura tersulut dan mendorong Silviana. Sudah dia relakan suaminya untuk penampungan sampah ini, tapi, wanita ini semakin tidak tahu diri.
Allura masih menghargai Emmanuelle karena hubungan mereka berawal dari sahabat dan akan tetap seperti itu. Keduanya sudah berjanji persahabatan ini tidak akan pernah putus hanya karena gagalnya pernikahan.
Namun, bukan berarti Allura akan diam ketika Silviana mencacinya. "Apa kamu bilang?!"
"Kamu nggak laku!" sergah Silviana. Cakaran, tabokan, telah mendarat di wajah Silviana.
Emmanuellson tersentak, ia bergegas meraih Silviana untuk dilindungi. "Al, jangan, Al!"
Asli Allura telah ditampakkan, Emmanuelle paling mengerti bagaimana Allura melumpuhkan lawannya. Dan dia tak mau Silviana dihakimi mantan istrinya.
"Dia istriku, Al!"
Silviana semakin menjadi. "Dasar nggak laku! Body datar kayak triplek, pantesan suami kamu lebih milih aku!"
Bukan hanya cakaran, Allura meraih vas bunga kemudian dipukulkan ke kepala Silvia yang menjerit- jerit histeris.
"Allura!" pekik Emmanuellson. "Dia istriku sekarang!" belanya memperingati.
Allura tak menjawab, hanya asyik menatap tajam lelaki yang dia sayangi selama hampir separuh usia hidupnya. Sembari menahan agar tidak menjatuhkan air matanya.
"Aduh!" Sang sutradara menepuk kening, dia menghela napas panjang. "Gimana ini nanti syutingnya kalau rusak?" gerutunya pelan.
Mendengar itu, Allura beralih menatap sutradara filmnya, nyalang. "Ngadu ke pimpinan kalian, bilang Allura yang acak- acak artisnya!"
Tak ada yang menjawab, karena Allura salah satu cucu dari pemilik PH ini. Allura hanya terlihat biasa di penampilan, tapi untuk urusan pengaruh keluarga, Allura pemenang.
Semua orang tidak akan pernah melupakan jika Allura keponakan dari CEO X-meria group, yang itu berarti Allura juga punya kendali atas gedung ini.
"Suruh jalang kamu jaga mulut!" Allura memperingati mantan suaminya dengan tatapan dan teguran keras.
Silviana terlihat menangisi dandanannya yang sudah tidak sempurna. Bahkan, ada cidera di beberapa sisi pipinya. "Muka Sisil rusak, hiks."
Emmanuellson tampak menyayangi istrinya, sama seperti saat lelaki itu memperlakukan Allura dahulu. "Ya sudah- sudah, kita pulang ya, luka kamu perlu dirawat khusus."
Sebelum semakin sesak melihat kemesraan mereka, Allura bertolak pergi. Masuk ke dalam ruangan di mana dia meletakkan tas untuk kamera mahalnya.
Meraih dan bergegas keluar dari tempat terkutuk ini. Patricia yang sedari tadi hanya menyimak, wanita itu berlari mengekori nona mudanya.
Tak pernah Patricia takut jika urusan perkelahian, Allura selalu menang. Dia malah terhibur dengan adanya pukulan vas bunga di kepala Silviana. Sama- sama keduanya masuk ke dalam lift, dan turun ke lantai dasar.
Tiba di lobby, mereka bertemu kembali dengan pemuda yang wajahnya ditekuk, bahkan setelah mendapatkan banyak uang.
Marco agaknya tidak puas dengan bayaran yang diberikan. Padahal, pemotretan yang hanya sebentar tadi dibayar dengan harga yang amat mahal untuk seorang model.
Patricia paling tak bisa melihat pemuda tampan bersedih, rasanya ingin memberikan pelukan manja. "Kau sudah dapat uang besar dan kau masih pasang muka sedih?"
Menoleh, Marco mendesah. "Bayarannya memang besar. Tapi job seperti ini, tidak setiap hari ada, Kak. Makanya Marco bingung, setelah ini Marco nggak ada kerjaan lagi."
Mendadak, otak Patricia berjalan, pikirannya memang sedikit cepat untuk memikirkan hal intrik yang licik. "Kau mau pekerjaan yang ada penghasilan perbulan?"
"Hmm, pekerjaan yang tetap bisa punya waktu kuliah. Dengan gaji di atas UMR. Andai saja ada," harap Marco.
Patricia berapi- api. "Tepat, kau bertemu orang yang tepat, Marco!"
"Kakak punya lowongan?"
Patricia merangkul pemuda itu. "Kakak punya pekerjaan yang pas buat mu. Bayarannya lima kali lipat gaji UMR. Dapat mes, dapat pentaris motor gede, dapat uang saku setiap hari. Bonus uang semester per enam bulan sekali."
"Kau bercanda, Kak?"
"Serius." yakin Patricia.
"Kerja apa?"
"Jadi kekasih, Nona Allura." Perkara yang memancing tolehan kepala Allura.
"Patricia!" Allura menegur. Namun, Patricia tak menggubris. "Kapan lagi bisa bekerja menjadi pacar Nona cantik dengan benefit yang sebaik ini?"
Allura menarik sahabatnya. Lantas Patricia berbisik di telinga. "Ini kesempatan untuk menunjukkan kalau kamu laku! Sejauh ini nggak ada yang lebih ganteng dari Nuel kecuali para cowok dari keluargamu sendiri! Nah, Marco ini orang yang pas!"
Allura mendelik menolaknya. Akan tetapi, mata yang tak sengaja mengerling ke kanan menangkap keluarnya Emmanuellson dari lift sambil menggendong Silviana ala bridal style.
Sungguh, kekesalan yang tadi masih tersisa, dan Emmanuelle seolah menyiramkan lada ke atas luka basahnya. Allura menatap Marco yang agaknya masih menunggu kepastian.
Allura meraih kerah kemeja tak terkancing Marco untuk ditariknya. "Tiga juta untuk mu, tapi cium aku sekarang!"
"Hah?" Marco terperangah.
"Cium aku!" ketus Allura terburu-buru. Dia ingin sekali Emmanuellson menyaksikan jika dirinya pun sudah memiliki penggantinya.
Bukan tidak mau mencium, Marco hanya takut salah cium saja. "Di bibir?" tanyanya.
"Bukan, tapi pantat! ... Ya iyalah bib--" Marco menarik tengkuk Allura, mencium bibir, bahkan terpejam menikmati pagutannya.
Allura yang menyuruhnya mencium, malah wanita itu yang dibuat tersentak akan aksi Marco kali ini.
Bukan hanya Allura yang terkejut, Patricia, hingga Emmanuellson agaknya terkaget- kaget melihat Allura dikecup pemuda berpawakan tinggi itu.
"Sayang!" Emmanuellson tak mendengar teriakan histeris Silviana yang tak sengaja dijatuhkan ke lantai saking tercengangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
yeni NurFitriah
Si Emman sampai jatuhin istri nya lihat Allura di cium laki"muda dan tampan😅😅menang banyak nih Marco dpt kerjaan yg enak😁
2024-12-11
0
Yuyu sri Rahayu
seneng banget aku bacanya ayo all kamu bisa move on dan bahagia jg bersama marco /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-02-07
0
Nazwaputri Salmani
Waduh nggak kebayang betapa sakitnya allura.. pembalasan yang setimpal ya Ra smpai menjatuhkan istrinya loh dia saking terkejutnya
2024-11-03
0