Ibu Mira menggelengkan kepala sambil tersenyum. “Bukannya ke sekolah, malah ke butik. Nggak malu?” sindirnya dengan nada bercanda.Karina hanya tersenyum tipis, mengalihkan perhatian dengan terus melihat-lihat pakaian.
Keesokan paginya, Karina bersiap untuk pergi ke sekolah meskipun suasana hatinya masih buruk akibat Ricky, mantan pacarnya. Dengan langkah yang lesu, ia menaiki bus kota dan menikmati keheningan pagi dari balik jendela. Pikirannya masih dipenuhi oleh rasa kecewa, namun ia berusaha tetap tenang.
Setibanya di sekolah, suasana masih sepi. “Mana ya Intan? Kok belum datang sih?” Karina mengomel sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Rasa gelisah karena tak ada teman untuk diajak bicara membuatnya memutuskan untuk pergi ke toilet. Saat di toilet, Karina tiba-tiba mendengar suara dua orang gadis yang sedang bergosip.
“Eh, tahu nggak? Si Karina dari kelas IPS 2 itu katanya diputusin sama Kak Ricky.” “Ih, pasti tuh Karina udah dipakai sama Ricky duluan,” bisik salah satu gadis dengan nada mencemooh.
Telinga Karina panas mendengar omongan mereka. Dengan emosi yang memuncak, ia membuka pintu bilik toilet dengan keras, hingga membuat para gadis yang sedang bergosip terkejut dan terdiam seketika. Tatapan tajam Karina membuat mereka bungkam, tak berani melanjutkan pembicaraan. Tanpa berkata apa-apa, Karina keluar dari toilet dengan langkah cepat.
“Bruuuk!” Karina menabrak seseorang saat keluar. Ternyata yang ditabraknya adalah Intan, sahabatnya. “Karina, lo kenapa?” tanya Intan, terkejut melihat Karina yang tampak kesal.“Lo ke mana aja sih, Tan? Kok telat?” Karina mulai menangis, emosi yang ia tahan tadi akhirnya meledak.
Intan melihat Karina menangis dan mengerutkan dahi. “Gue bangun kesiangan, tapi lo kenapa nangis?”
Tanpa menjawab, Karina hanya menggeleng dan Intan segera menarik tangannya, membawanya ke atap sekolah, tempat favorit mereka untuk berbicara tanpa gangguan.
“Karina, lo kenapa?” tanya Intan lagi, kali ini dengan nada lebih lembut sambil menggenggam tangan Karina.
“Gue... gue putus dari Ricky, Tan,” ucap Karina dengan suara bergetar, air matanya mengalir tanpa henti.
Mendengar itu, Intan langsung bereaksi.
“Putus? Akhirnya lo putus juga sama cowok bangsat itu,” umpat Intan tanpa ragu. Karina mendongak, merasa tersinggung. “Kok lo ngomongnya gitu sih, Tan?”
Intan mendesah frustrasi. “Lagian, gue udah kasih tahu dari bulan kemarin kalau Ricky itu brengsek. Tapi lo nggak mau dengerin, malah bilang gue terlalu mikir buruk tentang dia,” omel Intan dengan nada kesal, meskipun hatinya penuh simpati.
Karina terdiam, merasakan campuran antara rasa sakit hati dan kesadaran bahwa Intan benar selama ini. Sementara itu, Intan tetap di sampingnya, bersedia mendengarkan tanpa menghakimi lebih jauh, mencoba menenangkan sahabatnya yang patah hati.
Flashback - 1 Bulan yang Lalu
Intan berjalan dengan tergesa-gesa menuju kelas IPS 1, tempat Ricky berada. Wajahnya tegang, dan matanya sibuk mencari seseorang. "Karinaaa!" serunya dari depan pintu kelas Ricky. Karina, yang tengah berbincang dengan beberapa teman sekelas Ricky, menoleh, bingung melihat Intan yang datang tiba-tiba.
"Kenapa, Tan?" tanya Karina penasaran, saat Intan memanggilnya dengan nada mendesak."Sini dulu, deh," ucap Intan dengan nada serius, wajahnya menatap tajam ke arah Ricky yang sedang asyik mengobrol di dalam kelas. Karina merasa aneh, tapi dia menuruti permintaan Intan dan keluar dari kelas untuk menghampirinya.
"Ada apa, sih, Tan?" Karina bertanya lagi, bingung melihat sikap Intan yang tampak tak biasa.
Tanpa berkata apa-apa, Intan segera menarik tangan Karina dan membawanya ke taman sekolah, tempat yang lebih tenang. Sesampainya di sana, Intan menarik napas dalam-dalam sebelum memulai pembicaraan yang jelas-jelas sulit untuk disampaikan.
"Gini, Rin. Gue kemarin ke bioskop, dan gue liat Ricky..." Intan terhenti sejenak, seolah mencoba mencari kata-kata yang tepat. "Dia berduaan sama Cila, nonton film. Gue yakin mereka pacaran, Kar. Ricky selingkuh sama si Cila itu.
"Karina mendengus tak percaya. "Apa sih, Tan? Nggak jelas lo... Mungkin mereka cuma temenan. Lo kebanyakan mikir negatif!" balas Karina, matanya menunjukkan ketidakpercayaan. Dia masih ingin mempertahankan keyakinannya bahwa Ricky bukan tipe pria seperti itu.
Intan menatap Karina Intan menatap Karina dengan kesal. "Karina, gue nggak mungkin asal nuduh! Gue liat mereka mesra banget. Lo harus hati-hati sama Ricky, gue udah nggak yakin dia setia." Karina menghela napas panjang, masih tak mau percaya dengan apa yang dikatakan Intan.
"Gue nggak tahu, Tan. Gue rasa lo salah paham." Namun, jauh di dalam hatinya, Karina mulai merasakan keraguan kecil yang menyelinap, meskipun ia berusaha menepisnya.
Dia terlalu ingin percaya bahwa Ricky adalah orang yang setia, apalagi setelah apa yang sudah mereka lalui bersama. Tapi kata-kata Intan terus menghantui pikirannya sejak saat itu, meski Karina tak ingin mengakuinya.
Nih, dia bahkan ngirimin foto ini," Karina mengeluarkan ponselnya, menunjukkan foto Ricky yang sedang latihan futsal. Dia berusaha keras menyangkal dan membela Ricky.
Intan mengerutkan dahi, jelas tidak terpengaruh. "Aduh, Rin. Gue yakin banget kemarin itu Ricky sama Cila. Mereka duduk persis di depan gue di bioskop!" ucap Intan, suaranya penuh penekanan.
"Tapi nggak mungkin, Tan. Gue percaya sama Ricky. Dia nggak mungkin bohong, apalagi selingkuhin gue," balas Karina dengan keras kepala, menolak percaya meskipun hatinya mulai meragukan. Intan mendesah kesal.
"Bisa aja kan itu foto lama? Ya udahlah, kalo lo nggak mau percaya." Intan menggeleng, kecewa, lalu berbalik pergi meninggalkan Karina yang masih tampak bingung dan cemas.
...****************...
"Mana gue tau, Tan. Gue percaya banget sama dia waktu itu, tapi ternyata dia brengsek juga," ujar Karina, matanya basah oleh penyesalan karena tidak mendengarkan peringatan sahabatnya. Intan menggelengkan kepala, tak bisa menahan amarah.
"Gue nggak tahu lo bego apa tolol, Rin. Harusnya lo sadar dari dulu! Itu cowok mokondo,jalan sama lo aja dia nggak pernah bayarin, kan!" Karina bingung dengan bahasa yang dipakai Intan.
"Mokondo apaan, Tan?" "Modal kon**l doang, anjing! Polos banget sih lo," jawab Intan kesal, nyaris putus asa dengan kepolosan sahabatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Kia Shoji
Smngat..
2024-07-30
1