Bab 20

Bab 20

Tarissa masuk ke dalam kamar terkunci itu setelah memastikan kamera CCTV di lorong itu mati. Keberuntungan baginya karena hari ini Pak Budiman lupa menghidupkan rekaman CCTV di sana. Mungkin terlewatkan karena ada kejadian tadi pagi.

Kali ini Tarissa merekam keadaan di dalam kamar itu untuk dikirimkan ke grup untuk dianalisa oleh Adimas dan Bagaskara. Dengan secara perlahan dia mengambil gambar di seluruh area kamar dan bagian kursi terguling.

Setelah selesai mengambil gambar, Tarissa membuka beberapa laci di meja rias, nakas, dan lemari pakaian yang kebetulan tidak terkunci. Ketika dia membuka laci yang ada di bagian bawah lemari baju, ada banyak buku agenda dan kertas-kertas transaksi bank yang sebagian sudah menguning kertasnya dan ada juga yang memudar tulisan pensilnya.

"Yuniar?" Tarissa membaca sebuah buku tabungan dan beberapa transaksi bank itu.

'Apa dia mamanya Nafandra, ya? Soalnya Nessa tidak pernah memberi tahu nama ibu kandung Nafandra,' batin Tarissa.

Di bagian paling bawah tumpukan itu ada sebuah buku yang berwarna pink dengan corak bunga mawar. Tarissa tertarik membuka buku itu. Ternyata itu merupakan buku harian milik Yuniar. 

Orang-orang dahulu ada yang punya kebiasaan mencatat kejadian sehari-hari yang sudah dilakukan olehnya. Namun, ada juga yang hanya mencatat hal-hal penting saja.

Yuniar termasuk orang yang mencatat semua kejadian yang dilakukan seharian itu. Terlihat dari panjangnya tulisan yang dia catat dalam satu tanggal. Berbeda dengan Nessa yang hanya mencatat hal yang menurutnya penting.

1 Maret 2000

Hari ini aku tidak bisa pergi kemana-mana. Hanya berada di rumah bersama Andra. Aku takut terjadi sesuatu kepada bayi di dalam kandungan. 

Siang hari aku dan Andra makan siang bersama. Selama kehamilan ini aku hanya makan sayuran. Tidak boleh makan yang pedas, bersantan, dan asam. 

Ketika aku tidur siang, lagi-lagi mimpi buruk itu terus menghantuiku. Dia akan mengambil bayi aku lagi. Aku tidak mau itu terjadi lagi. Apakah aku terkena kutukan keluarga Brawijaya? Kenapa harus menimpa aku?

"Dia? Siapa "Dia" ini, ya? Setan, kah?" ucap Tarissa yang hanya membaca sedikit dari tulisan di lembaran buku harian itu.

5 Juli 2000

Entah apa yang sudah merasuki aku. Aku sampai tega menyiksa Andra. Aku tersadar ketika melihat tubuh kecilnya tidak dalam sadarkan diri dan penuh luka. Ini ketiga kalinya aku menyakiti Andra. Ada apa dengan aku? Apakah benar aku ini gila?

Tarissa menutup mulutnya. Dia membuka acak buku itu dan menemukan hal yang sangat mengejutkan. Wanita itu teringat kejadian semalam ketika Nafandra sedang tidur seperti merintih kesakitan dan meminta ampun.

Tanpa berpikir panjang Tarissa mengambil buku harian itu, karena dia ingin membacanya. Terlalu banyak rahasia dan misteri di keluarga Brawijaya. Hal ini malah membuat wanita itu ingin tahu kebenaran apa yang terjadi di sini.

Sudah sekitar 20 menit Tarissa berada di dalam kamar itu. Ini lebih lama dari perkiraan dia. Niatnya wanita itu akan mengeksplor kamar ini sekitar 10 menit-an. Takut ada yang melihat dirinya menyusup ke sini, dia pun buru-buru pergi dari sana.

***

Nafandra pulang sekitar jam dua siang. Dia melihat keadaan Mami Ayu yang masih tidak mau keluar dari kamar. Laki-laki itu menyewa seorang perawat untuk menjaga dan merawat ibu sambungnya itu.

"Mas, boleh tanya, nggak?" tanya Tarissa ketika memijat bahu suaminya.

Saat ini pasangan suami-istri itu sedang berada di kamar Keanu. Mereka mengawasi anaknya yang sedang asyik bermain bola.

"Tanya apa?"

"Mama dan papanya Mas itu siapa nama aslinya?"

"Kenapa kamu tanya itu?"

"Masa aku sebagai menantunya tidak tahu nama mertua sendiri."

"Papaku bernama Bara Brawijaya. Tapi, di dunia bisnis dia dikenal dengan sebutan Pak Jaya. Entah kenapa mereka memanggil papa dengan panggilan itu. Kalau mama kandungku ... namanya itu, e ... Yu-ni-ar."

Tarissa bisa merasakan kalau Nafandra begitu kesulitan menyebutkan nama ibu kandungnya. Ini menunjukkan kalau di dalam dirinya ada perasaan tidak nyaman atau tidak suka ketika menyebutkan namanya.

"Kalau boleh tahu mereka itu orangnya seperti apa?" tanya Tarissa yang masih asyik memijat tubuh sang suami sambil mengorek informasi yang banyak.

"Tidak baik membicarakan orang yang sudah lama meninggal," jawab Nafandra yang kini beranjak mendekati Keanu. Laki-laki itu lebih memilih main bersama putranya daripada meladeni sang istri.

Tarissa kini semakin penasaran dengan kisah wanita yang sudah melahirkan suaminya. Wanita cantik yang entah kenapa berubah menjadi sosok yang menakutkan.

***

10 Mei 2022

Hari ini aku pergi memeriksakan kandungan. Bayiku dalam keadaan sehat. Betapa senangnya hati ini. Ketakutan akan terjadi yang buruk pada bayiku tidak terbukti. Mbok Darmi memberi aku minuman jamu agar janin aku kuat. Selain itu dia juga memberikan aku gunting kecil dan peniti yang ada bawang dan entah apa lagi. Katanya untuk melindungi bayi aku agar tidak kena kutukan.

Tarissa melanjutkan membaca buku harian milik Nessa. Dia mengerutkan kening ketika membaca tulisan sang adik.

'Kutukan? Benarkah?' batin Tarissa.

Istri Nafandra itu tidak percaya dengan kutukan di zaman sekarang. Dia malah yakin kalau keguguran yang dialami Yuniar akibat sesuatu.

Tarissa melanjutkan kembali membaca buku harian milik Nessa selembar demi selembar. Selagi Nafandra tertidur pulas. Dalam catatan itu sang adik banyak menulis perkembangan buah hatinya.

22 Juni 2022

Aku sangat ketakutan saat keluar darah. Untung dokter berhasil mempertahankan bayiku. Sungguh aku sampai depresi kerena kejadian itu. Aku berharap bayi ini bisa lahir dan tumbuh besar menjadi orang yang hebat.

Tarissa terkejut baru mengetahui hal ini. Dia tidak tahu ada kejadian ini pernah menimpa Nessa.

'Kenapa Nessa tidak cerita kepadaku? Biasanya dia akan mengatakan semua yang terjadi kepadanya,' batin Tarissa.

Tarissa mencoba mengingat kejadian dua tahun yang lalu. Dia tidak ingat ada sesuatu yang besar terjadi kepadanya. Wanita itu merasa kalau Nessa sudah menyembunyikan hal penting kepadanya.

'Apakah banyak hal yang Nessa rahasiakan kepadaku?' batin Tarissa yang merasa kecewa.

Selama ini dia merasa kalau adiknya itu selalu terbuka kepadanya. Ternyata tidak. Ini semakin menguatkan dugaannya kalau Nessa mengetahui sesuatu rahasia penting di rumah ini, sehingga dia dicelakai oleh orang yang ingin membungkam dirinya.

"Sayang, kamu sedang baca apa?"

Tarissa tersentak mendengar suara suaminya yang terbangun di malam hari. Dia buru-buru menyembunyikan buku harian itu di balik bantalnya.

"Baca novel. Kenapa Mas bangun? Ingin minum?" tanya Tarissa berusaha setenang mungkin, padahal jantungnya berdetak kencang karena takut ketahuan sedang membaca buku harian Nessa.

"Novel? Aku lihat itu seperti buku agenda," ucap Nafandra yang kini duduk dan menatap Tarissa.

Tubuh Tarissa menegang. Karena tidak ada waktu dan untuk membaca buku harian Nessa selain di kamarnya ini. Sekarang dia bingung harus bilang apa kepada suaminya.

***

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

deg2an thor jadi penasaran

2024-09-30

2

SasSya

SasSya

hooooooo
deg degan
takutnya malah yg menyelakai Bu Yuniar Andra sendiri
makanya semua orang bungkam😬😬😬😬
tebak2 buah manggis

2024-07-19

4

Tiah Fais

Tiah Fais

lanjut

2024-07-18

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!