Bab 6
Tarissa dan Nafandra menghabiskan waktu di villa selama satu minggu. Orang-orang tahunya mereka liburan ke Bali dan Lombok.
Mang Tomi dan Bi Nina juga dalam pengawasan orang suruhan Nafandra. Dia takut keduanya diincar oleh orang lain yang takut rahasia kejahatannya terbongkar.
Kepulangan Tarissa dan Keanu disambut baik oleh beberapa pekerjaan di rumah itu. Berbeda dengan Mami Ayu dan Andita yang langsung memasang wajah masam dan sinis.
"Mbok bagaimana keadaan di rumah selama aku tinggalkan?" tanya Tarissa sambil mengibaskan rambutnya dan memperlihatkan tanda merah hasil karya suaminya.
Di sana ada Andita yang menatapnya tajam sejak masuk ke dalam rumah. Begitu juga dengan Mami Ayu yang memperlihatkan kebencian kepada menantunya ini.
"Semua baik-baik saja, Nyonya," jawab Mbok Darmi sambil memberikan air minum untuk Nafandra dan Tarissa yang duduk di sofa.
"Syukurlah. Tadinya suamiku ingin memperpanjang masa honeymoon selama satu bulan lagi, tapi aku takut terjadi sesuatu di rumah ini. Jadi, kita memutuskan untuk pulang saja," kata Tarissa tersenyum lebar sambil memerhatikan Mami Ayu dan Andita.
Kedua wanita beda generasi itu terlihat tidak suka mendengar ucapannya dan Tarissa sangat menikmatinya. Dia tidak akan menjadi menantu yang tertindas di rumah suaminya sendiri, tetapi menantu yang berkuasa.
Nafandra sendiri sempat terkejut mendengar omongan Tarissa. Karena tidak ada kejadian seperti itu. Dia justru memintanya untuk berhati-hati dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Jangan menunjukkan permusuhan atau mematik pertengkaran dengan orang-orang ada di rumah ini.
"Di rumah ini kita juga bisa melakukan honeymoon setiap hari. Karena tidak akan ada yang berani menggangu kita. Mulai sekarang setelah malam tidak boleh ada yang naik ke lantai atas," ucap Nafandra dan membuat orang yang mendengarnya sangat terkejut, termasuk Tarissa.
Tante dan keponakan itu melongo karena mendengar Nafandra bicara panjang seperti itu. Biasanya laki-laki itu selalu bicara singkat, padat, dan jelas, serta tidak suka mengulang kalimatnya.
"Ih, Mas. Malu sama Mami dan Andita. Jangan frontal begitu," balas Tarissa dengan nada manja dan menggoda. Lirikan dan senyuman nakal wanita itu lemparkan kepada suaminya.
Tanpa diduga Nafandra mencium bibir mesra Tarissa di depan Mami Ayu dan Andita. Laki-laki itu tidak bisa menahan diri dengan godaan sang istri. Dia senang karena Tarissa membalas ciumannya tidak kalah ganas.
Mami Ayu dan Andita menganga melihat itu. Keduanya merasa nyawa mereka melayang sebagian. Karena ini pertama kali melihat Nafandra berciuman. Ketika masih bersama Nessa, mereka tidak pernah melihat Nafandra mencium bibir istrinya dengan mesra. Paling mencium keningnya ketika pergi bekerja.
"Sayang, kita ke kamar!" ajak Nafandra.
"Masa Mas mau itu ...? Apa semalam belum puas?" tanya Tarissa dengan senyum genit pada Nafandra. Tidak lupa lirikan mata mengejek kepada Andita.
Memiliki suami model Nafandra membuat Tarissa harus rajin berolahraga dan minum jamu, biar badannya kuat dan mudah lemas. Sebelumnya dia tidak pernah menyangka kalau laki-laki dingin yang dikiranya letoy ternyata begitu perkasa.
***
Keesokan harinya Tarissa menemani Keanu bermain di kamar bayi itu. Anak sambungnya ini sangat aktif merangkak kesana-kemari atau dia belajar berjalan dengan tertatih-tatih, dua atau tiga langkah terjatuh. Namun, bocah itu tidak pernah menangis justru tertawa dan terus berusaha berjalan.
Keanu berjalan sambil berpegangan pada benda-benda yang ada di ruangan itu. Terkadang dia mengambil apa pun yang bisa dia raih lalu dilempar sembarangan. Makanya di kamar tidur itu tidak ada barang pecah dan keras yang bisa dimainkan oleh sang anak.
Setiap pergerakan Keanu tidak lepas dari perhatian Tarissa. Jika anak itu akan melakukan sesuatu yang berbahaya maka dia akan segera menahannya.
"Mama ... Mama!" panggil Keanu sambil menyerahkan sebuah handuk leher.
"Wah, pintarnya anak Mama!" puji Tarissa sambil menerima benda yang biasa digunakan Nessa untuk menyeka ASI ketika Keanu menyusu.
Bayi itu tertawa senang, lalu melanjutkan lagi berpetualang di kamar tidurnya. Keanu merangkak menuju ke nakas yang ada di samping ranjang. Di kamar itu ada tempat tidur berukuran sedang dan boks bayi. Biasanya Tarissa menyusui sambil berbaring jika Keanu sudah waktunya tidur.
Keanu membuka pintu nakas dengan mudah karena tidak terkunci. Dia mengeluarkan semua isi yang ada di dalam kotak itu.
Tarissa ikut duduk dekat Keanu dan membereskan barang-barang yang di dikeluarkan dari sana, takut ada benda yang bisa melukai anak itu. Mata wanita itu tertarik ketika melihat ada sebuah buku yang berbentuk seperti buku agenda. Lalu, dia ambil dan penasaran dengan isinya.
Maret, 20. 2022
Hari ini tubuhku lemas dan demam karena muntah terus seharian. Aku juga tidak bisa tidur karena mencemaskan Mas Andra yang sedang pergi menjalankan perjalanan bisnis.
Aku ingin pergi ke dokter, tetapi tidak berani minta tolong kepada siapapun di rumah ini.
Tarissa tahu betul tulisan yang ada di buku agenda itu adalah tulisan Nessa. Dia juga ingat di tahun itu adiknya hamil. Sepertinya dia sakit akibat dari efek hamil muda. Nessa baru pergi ke dokter setelah Nafandra pulang dari perjalanan bisnisnya yang dipercepat.
Senyum tipis menghiasi wajah Tarissa. Dia merasa lucu karena kembarannya itu punya kebiasaan yang baru diketahui, yaitu menulis diary. Dia pun membuka lembaran berikutnya.
Maret, 21. 2022
Mas Andra sengaja pulang lebih cepat ketika mendengar aku sakit. Sebenarnya aku merasa tidak enak kepadanya. Gara-gara aku, dia melewatkan pertemuan dengan Mister Smith.
Betapa bahagianya aku saat dokter mengatakan kalau aku sedang hamil. Tapi, Mas Andra bilang kalau aku tidak boleh memberi tahu tentang kehamilan ini kepada siapapun termasuk Tarissa.
Aku tidak tahu alasan Mas Nafandra bilang seperti ini. Tapi, aku menurut saja ucapan suami.
Tarissa berpikir keras akan tindakan Nafandra yang menyuruh Nessa untuk menyembunyikan kehamilannya dari orang lain. Namun, dia ingat kalau di akhir bulan Maret itu Nessa memberi tahu kehamilannya ketika bertemu dengannya di rumah kerabat mereka yang sedang melangsungkan pernikahan.
"Apakah Nafandra takut ada orang yang mencelakai Nessa dan bayinya?" Tarissa bergumam. Karena kemarin juga suaminya itu mengatakan agar tidak percaya kepada siapapun di rumah ini.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tarissa segera menyembunyikan buku harian milik Nessa. Dia menaruh benda itu kolong nakas yang mempunyai sedikit celah.
Tarissa buru-buru menggendong Keanu dan membuka pintu. Terlihat ada Pak Budiman, kepala pelayan di rumah ini.
"Ada apa, Pak?" tanya Tarissa.
"Ada tamu untuk Anda, Nyonya," jawab Laki-laki tua itu dengan sopan.
"Siapa, Pak?" tanya Tarissa penasaran karena dia merasa tidak punya janji untuk bertemu dengan siapapun hari ini.
"Saya tidak tahu, Nyonya. Ini pertama kalinya saya bertemu," jawab Pak Budiman.
Tarissa pun turun ke lantai bawah untuk menemui tamunya. Di ruang depan terlihat ada seseorang yang duduk sambil menundukkan kepala, sehingga dia tidak bisa melihat wajahnya.
'Siapa, ya?' batin Tarissa penasaran.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
fee2
buku harian nessa baru halaman awal ini.... tapi kok nafandra nyuruh rahasiakan kehamilan nessa... kok jadi negatif thinking juga aq.... jangan2 pembunuh nessa orang terdekat.....
2024-07-02
4
Nar Sih
kira,,ada rahasia apa lgi di buku harian nessa ,dan siapa tamu tarissa wahh ...di gantung lgi nih sama kak othorr
2024-07-02
2
Dwi ratna
hayo ko kok tarisa gk boleh tau,jgn2 andra yg udh bunuh nesa lgi🤐
2024-07-02
3