Bab 16
"Siapa dua orang itu?" tanya Bagaskara
"Mbok Darmi dan Pak Budiman," jawab Tarissa.
"Apa mereka orangnya bisa dipercaya?" tanya Adimas kali ini.
"Mbok Darmi itu orang kepercayaan Nessa dan Pak Budiman adalah orang kepercayaan Nafandra. Ada yang aneh menurut aku. Nafandra pernah bilang sama aku jangan percaya sama siapa pun di rumah itu termasuk dengan dirinya," jawab wanita bersurai panjang itu setelah mengingat kembali pembicaraannya dengan sang suami.
Ketiga orang itu terdiam dan terlihat sedang berpikir. Mereka menduga orang-orang di rumah itu memang sengaja merahasiakan apa yang sudah terjadi di kediaman keluarga Brawijaya.
Terdengar suara ketukan pintu. Larasati membuka untuk lihat siapa yang datang.
"Ada apa?" tanya Larasati.
"Ada laki-laki yang mencari keberadaan Bu Tarissa dan anaknya," jawab seorang karyawan butik.
"Suruh dia naik ke sini!" titah Larasati, lalu segera menutup pintunya lagi.
"Tarissa, suamimu sudah datang menjemput," ucap Larasati.
"Apa? Ini baru jam setengah tiga!" pekik Tarissa yang terkejut.
Pembicaraan mereka pun langsung diakhiri. Tarissa segera memasukkan handphone ke dalam kotak susu formula dari kedelai milik Keanu. Dia berharap bisa menyelundupkan barang itu ke rumah.
Nafandra masuk ke ruangan itu ketika Tarissa sedang minum jus. Wanita itu meminum jus sampai habis tidak bersisa.
"Sayang," panggil Nafandra.
Lensa mata Nafandra bergetar ketika melihat penampilan Tarissa saat ini. Istrinya terlihat sangat cantik sekali setelan pergi ke salon. Dia hampir tidak mengenali sosok perempuan yang berdiri dan berjalan kearahnya, jika tidak melihat senyumannya yang menggoda dan bikin rindu.
"Eh, Mas. Kok, tumben sudah pulang!"
"Rindu sama istri dan anakku."
Tarissa menyebut kepulangan suaminya. Kerena kebiasaan, wanita itu lupa kalau di sana masih ada Larasati. Dia mencium tangan, lalu memeluknya. Dia juga membalas ciuman sang suami dengan mesra.
Larasati memalingkan wajahnya karena merasa malu menyaksikan live adegan romantis pasangan suami-istri itu. Jujur saja dia iri karena fitrahnya seorang wanita ingin diperhatikan, dicintai, dan dimanjakan oleh suaminya.
"Keanu mana?" tanya Nafandra mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan.
"Dia sedang tidur, Mas. Sepertinya kelelahan setelah puas bermain bersama dengan Erlangga," jawab Tarissa menuntun suaminya untuk menyapa Larasati.
"Mas masih ingat nggak sama Mbak Larasati ini?" tanya Tarissa setelah mereka berdiri di dekat meja kerja wanita itu.
Nafandra menelisik Larasati. Dia ingat wanita itu adalah ibu dari anak kecil yang sudah membuat nakal sama Kenau sampai anaknya menangis.
"Dia ibu si bocah nakal itu, 'kan?" tanya Nafandra balik kepada sang istri.
Tarissa meringis mendengar ucapan Nafandra. Bisa-bisanya sang suami bicara seperti itu di depan orangnya langsung.
"Wah, Anda pengingat yang hebat, ya! Maafkan kelakuan putraku dahulu. Sekarang Erlangga sudah berteman baik dengan Keanu. Seharian tadi mereka bermain dan makan bersama," ujar Larasati dengan tatapan sinis karena Nafandra masih saja mengingat hal itu. Padahal dahulu dia dan suaminya sudah beberapa kali minta maaf.
"Erlangga itu anak yang baik, Mas. Kemarin dia cuma gemas melihat anak kita yang gemoy dan tampan," ujar Tarissa memuji sang anak sambung, berharap suaminya itu berubah cara pandang terhadap anak teman barunya.
Larasati menahan napas ketika Nafandra menatapnya dengan penuh telisik. Saat ini wanita itu merasa gugup dan takut, kalau sudah berbuat salah kepada laki-laki itu.
"Aku datang untuk menjemput kamu dan Keanu. Sebaiknya kita pulang sekarang!" Nafandra kini membalikkan badan menghadap Tarissa.
Tarissa menggendong Keanu yang masih tertidur. Dia pamitan kepada Larasati.
"Kapan-kapan datanglah ke rumah kami," ucap Tarissa kepada Larasati. "Bolehkan, Mas?"
Wajah Nafandra datar seperti biasa, hanya anggukan kepala sebagai jawaban. Tarissa pun tersenyum manis kepada suaminya.
"Terima kasih, Mas."
"Kapan-kapan aku dan Erlangga main ke sana kalau punya waktu luang," balas istri Bagaskara.
Nafandra merangkul pinggang Tarissa ketika pergi meninggalkan ruangan itu. Dia tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang ada di butik.
Tarissa mengerutkan kening ketika sadar jalan yang ditempuh itu bukan ke arah rumahnya. Dia pun bertanya, "Mas, kita mau ke mana?"
"Ke apartemen," jawab Nafandra.
Tidak berapa lama mobil berwarna merah itu memasuki sebuah kawasan elit, di mana ada beberapa tower gedung apartemen mewah tempat yang pernah didatangi oleh mereka beberapa waktu lalu. Tarissa menoleh ketika Nafandra memegang tangannya.
Keanu terbangun ketika haus dan ingin menyusu. Bocah itu mencari sumber ASI dengan kepalanya di ndusel-ndusel.
"Tunggu dulu!" cegah Nafandra ketika Tarissa akan membuka kancing baju.
"Kenapa?"
"Susui nanti saja setelah kita masuk ke kamar apartemen."
Mereka segera masuk ke dalam lift. Ternyata di lantai selanjutnya banyak orang yang masuk ke dalam kotak besi itu. Tentu saja Nafandra langsung menggiring Tarissa agar menempel ke dinding lift dan dia menjadi penghalang agar istri dan anaknya tidak terhimpit.
Jantung Tarissa tiba-tiba saja berdebar kencang mendapatkan perlakuan seperti ini dari suaminya. Dia tahu kalau Nafandra orangnya sangat posesif dan akan memperlakukan pasangannya dengan lembut. Namun, jika membantahnya maka dia akan bersikap tegas dan kejam.
Tubuh Nafandra yang tinggi dan kekar itu bisa menjadi benteng bagi Tarissa dan Keanu ketika orang-orang berdesak-desakan. Hari ini banyak sekali orang, hal ini berbeda dari biasanya.
Ternyata mereka semua keluar di lantai yang sama menyisakan Tarissa, Keanu, dan Nafandra. Wanita itu menarik napas dalam-dalam karena tadi merasa sesak.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Nafandra.
"Hn, aku baik-baik saja," jawab Tarissa sambil tersenyum agar suaminya tidak khawatir.
Begitu masuk ke unit apartemen mereka, Tarissa menyusui Keanu. Bocah kecil itu terlihat sangat kehausan.
"Rakus sekali dia menyusu seakan takut diminta oleh orang lain," ucap Nafandra sambil mencolek pipi putranya.
"Ya, wajar saja dia kehausan. Orang bangun tidur kan biasanya juga suka minum," tukas Tarissa menatap balik Keanu yang sejak tadi menyusu sambil melihat ke arahnya.
"Kata siapa? Aku bangun tidur yang dicari kamu, tuh!" Nafandra menyeringai lebar dengan tatapan meesum.
Tarissa mencembikkan bibirnya karena suaminya itu sulit dibangunkan, kecuali dengan ciuman mesra. Jika tidak ... maka akan terus bergulung selimut.
Sore ini keluarga Nafandra menghabiskan waktu di apartemen. Pria itu bermain bersama putranya dan Tarissa memasak untuk mereka. Kebetulan masih ada bahan di kulkas sisa belanja kemarin saat datang ke sini.
"Mas, sudah sore waktunya Keanu mandi!" teriak Tarissa dari dapur.
Nafandra mengajak Keanu mandi bersama. Bukannya cepat, mereka mandi malah lama karena main-main gelembung sabun dahulu. Anak kecil itu terlihat senang ketika ayahnya membuat gelembung dari sabun.
Suara tawa ayah dan anak itu terdengar sampai ke dapur karena pintu kamar dan kamar mandi tidak ditutup. Sepertinya Nafandra lupa menutup pintu karena sudah tidak sabar ingin mandi bersama dengan putranya.
Tarissa yang sudah selesai memasak pergi untuk melihat suami dan anaknya. Dia dibuat geleng-geleng kepala melihat keadaan mereka berdua.
"Cepat bilas tubuh kamu, Mas, ini sudah sore!" perintah Tarissa sambil membawa Keanu keluar dari bathtub.
Tarissa segera membersihkan tubuh Keanu sampai bersih. Lalu dia mendandaninya di atas tempat tidur. Di waktu yang bersamaan Nafandra juga memakai baju.
Terdengar suara handphone berbunyi. Tiba-tiba saja Tarissa teringat dengan handphone pemberian dari Larasati tadi.
'Aduh, di mana aku tadi menyimpan ponselnya! Semoga saja tidak bisa ditemukan oleh Nafandra,' batin Tarissa.
"Mas, itu bunyi ponsel kamu?" tanya Tarissa.
"Bukan," jawab Nafandra.
Tangan Tarissa yang sedang menyisir rambut Keanu kini terhenti. Dia pun mendongak melihat ke arah Nafandra yang menatap ke arahnya.
'Kalau begitu itu ponsel siapa yang berbunyi?' batin Tarissa.
***
Sambil menunggu bab berikutnya, yuk baca juga karya Nur Aini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
kriwil
mungkin oenjahat nya mbok darmi yang pengen naik tahta
2025-01-19
2
Ani Khadijah
baca deg degan ngeri .
2024-12-27
1
Lilik Juhariah
cinta itu hanya sebuah ungkapan , sedangkan kasih sayang , merasa nyaman adalah tindakan cinta, sebenarnya tarisa udah ada dlm tindakan cinta, ngapain cium suami untuk bangunin kok GK di uyek uyek suruh bangun
2024-11-14
4