Bab 4
Mulut Mami Ayu dan Andita menganga lebar dan mata melotot karena terkejut mendengar berita akan pernikahan Nafandra dengan Tarissa. Hal ini tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka.
Sejak dahulu Andita sudah tergila-gila kepada Nafandra. Namun, laki-laki dingin itu selalu cuek dan tidak pernah memedulikan keberadaan dirinya. Sengaja dia meminta Mami Ayu yang merupakan adik ibunya untuk mengajak tinggal di sini agar bisa menggoda Nafandra.
"Bagaimana bisa kamu menikahi kakak ipar sendiri, Andra?" pekik Mami Ayu setelah berhasil menguasai dirinya lagi.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Nafandra dingin dan tatapan tajam kepada ibu tirinya.
"E ... Nessa baru saja meninggal. Apa kata orang tentang keluarga kita," jawab Mami Ayu dengan nada lembut karena takut Nafandra marah dan memblokir semua fasilitas untuk dirinya.
"Keanu membutuhkan Tarissa," balas Nafandra lalu memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Aku juga bisa menjadi ibu bagi Keanu. Kenapa tidak jadikan aku istrimu? Aku sangat mencintaimu dan menyayangi Keanu juga," ucap Andita dengan percaya diri.
"Kamu tidak akan bisa memberinya ASI." Kali ini Tarissa yang bicara.
Mami Ayu dan Andita menoleh ke arah Tarissa. Mereka tidak paham ucapan wanita itu.
"Memangnya kamu bisa memberi ASI untuk Keanu?" tanya Andita tersenyum miring mengejek wanita yang duduk di dekat Nafandra.
"Begitulah," jawab Tarissa dengan seringai kemenangan. Dia senang melihat Andita yang memasang wajah bodohnya.
***
Hari ini Nafandra dan Tarissa menikah. Sudah satu bulan sejak kematian Nessa, selama itu dia tinggal di rumah laki-laki itu untuk mengurus Keanu.
Tamu undangan dalam acara itu tidak begitu banyak. Hanya orang terdekat mereka saja yang diundang, karena kedua orang tua mereka sudah meninggal. Acara juga diadakan di sebuah villa dekat pantai, bukan villa yang ada di puncak.
Tarissa merasa gugup karena akan menjalani malam pertama dengan Nafandra. Jika bukan demi Keanu, mana mau dia menikah dengan laki-laki itu.
Terlihat Nafandra sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil memangku laptop. Dengan perlahan Tarissa menaiki ranjang.
"Apa kau sudah siap?" tanya Nafandra menatap Tarissa yang terlihat gugup.
"Lakukan saja," jawab Tarissa dengan berat hati.
Tarissa pasrah saja saat Nafandra menyentuh dirinya. Malam itu mereka lewati dengan panas dan alunan melodi kepuasan beberapa kali.
Biasanya setiap pagi Tarissa selalu disibukkan dengan urusan Keanu, sekarang dia juga harus mengurus Nafandra. Sedikit banyak dia tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh laki-laki itu. Dahulu Nessa selalu menceritakan tentang suaminya ini dengan penuh kebanggaan dan terlihat bahagia.
Tarissa membuatkan air madu untuk Nafandra, selagi laki-laki itu mandi dan meletakkan di atas nakas. Lalu, dia pergi menyusui Keanu sebelum dimandikan dan diajak berjemur sambil sarapan.
"Mbok, Keanu di mana?" tanya Nafandra ketika bertemu dengan Mbok Darmi.
"Bersama Nyonya Tarissa di halaman samping, Tuan. Den Keanu sedang makan," jawab wanita paruh baya itu.
Nafandra melihat Tarissa dan Keanu sedang tertawa bersama setelah makanan berhasil masuk ke dalam mulut si bocah kecil. Lalu, dia pun duduk di samping wanita itu. Tidak lupa dengan kecupan di pipi sang istri.
Wajah Tarissa berubah merona dan jantung berdetak kencang karena serangan mendadak barusan. Dia tidak menyangka kalau suaminya akan melakukan hal itu. Karena Nafandra selalu terlihat cuek dan dingin.
'Apakah yang dikatakan oleh Nessa itu benar? Kalau Nafandra adalah laki-laki romantis dan posesif,' batin Tarissa.
"Keanu mau makan?" tanya Nafandra karena dia tahu anaknya itu tidak suka dengan tim sayuran.
"Dia mau makan. Yah, meski harus dibujuk dan dirayu," jawab Tarissa sambil menyuapi anak sambungnya.
"Besok pagi kita pergi honeymoon," kata Nafandra.
Tarissa menoleh karena tidak ada pembahasan honeymoon sebelumnya. Ketika membuka mulut akan berbicara, Nafandra sudah membungkam terlebih dahulu dengan sebuah ciuman panas.
Tidak jauh dari sana Andita memukul-mukul pohon kelapa. Dia cemburu, marah, dan benci karena laki-laki yang sangat dicintainya itu bermesraan dengan wanita lain.
"Aku kira kematian Nessa akan menjadi peluang aku untuk menjadi wanitanya Nafandra. Awas saja kau, Tarissa. Sudah berani merebut Nafandra dariku," ucap Andita dengan tatapan penuh kebencian.
***
"Nyonya, katanya Tuan Nafandra akan pergi berbulan madu dan Den Keanu akan dibawa serta," ucap Mbok Darmi berbisik kepada Mami Ayu.
"Apa?" Wanita paruh baya itu terkejut. Dia tidak menyangka kalau anak sambungnya sudah merencanakan hal ini.
Wajah Mami Ayu mengeras karena tidak suka Nafandra memanjakan, perhatian, dan perduli kepada Tarissa. Selama ini laki-laki itu selalu sibuk oleh pekerjaan. Jangankan untuk pergi honeymoon, kalau ada acara penting di keluarganya saja terkadang tidak hadir atau akan datang pun cuma sebentar.
"Ada apa Tante?" tanya Andita yang baru masuk ke kamar Mami Ayu.
"Katanya Nafandra akan pergi honeymoon," jawab wanita yang berpenampilan elegan dan berpakaian merek terkenal.
"Apa? Ini tidak bisa dibiarkan, Tante harus melarangnya," ucap Andita dengan marah.
Mami Ayu dan Andita mencari keberadaan Nafandra dan Tarissa. Sayangnya mereka berdua sudah tidak ada di villa itu sejak dini hari, tadi.
***
Tarissa tidak menyangka akan dibawa ke villa yang ada di puncak oleh Nafandra. Di sana ada pengurus villa yang merupakan pasangan suami-istri diikat pada sebuah kursi kayu.
Selain mereka ada dua orang bertubuh kekar berdiri di belakang pasangan itu. Tarissa bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sini.
Dia sempat minta bantuan Adimas untuk mencari informasi pengurus villa. Karena dia tidak terima Nessa meninggal dinyatakan kecelakaan tunggal akibat kelalaiannya sendiri. Bukti video yang diberikan Tarissa juga tidak bisa dijadikan barang bukti yang kuat karena hanya gambar gelap dan suara saja.
"Tuan, maafkan kami. Sungguh kami tidak tahu apa yang terjadi malam itu," ucap Mang Tomi dengan berderai air mata. Di sampingnya wanita paruh baya juga terlihat menangis tergugu.
Nafandra dan Tarissa duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka. Laki-laki itu bertumpang kaki dengan tangan terlipat. Tatapan matanya sangat tajam dan rahang kokohnya terlihat mengeras.
"Di mana kalian malam itu?" tanya Nafandra dengan ekspresi dingin.
Pasangan suami-istri itu saling melirik. Terlihat jelas wajah ketakutan pada keduanya.
"Ka-mi pulang ke ru-mah setelah semua orang pergi. Kami tidak tahu kalau Nyo-nya Ne-ssa masih ada di villa," jawab Mang Tomi tergagap dan istrinya mengangguk-anggukkan kepala tanda membenarkan ucapan suaminya.
"Lalu, kenapa keesokan harinya kalian menghilang?" tanya Nafandra.
Wajah pasangan suami-istri itu berubah pucat seperti mayat dan keningnya dipenuhi oleh keringat. Tarissa juga penasaran kenapa pasangan suami-istri ini tidak bisa ditemukan setelah kejadian itu.
"Kami mendapatkan hadiah liburan selama sepuluh hari ke Bali, Tuan. Jadi, tidak tahu apa yang terjadi dengan Nyonya," jawab Mang Tomi dengan suara bergetar.
"Siapa yang sudah memberikan hadiah liburan kepada kalian?" tanya Tarissa karena dia merasa ini akan menjadi jalan untuk membuka tabir kematian Nessa.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
SasSya
ooooo
ada konspirasi iniii
ulah mertua tiri dan ponakannya kah???
2024-07-09
2
SasSya
betul ternyata
ibu tiri
pantas sajaaaa
2024-07-09
1
Aditya HP/bunda lia
karna aku bacanya sambil minum kopi jadi aku juga kasih kopi buat othor ... ☕
2024-06-30
2