"ih! Kenapa dia suka sekali meningalkan banyak tanda di leherku."Gerutu aulia sambil mengosok seluruh tubuh nya dengan kesal.
Tak berselang lama aulia pun selesai mandi,lalu berjalan keluar dari kamar mandi,disana sudah ada pak maxi yang menungu nya sambil mengenakan juba tidur....
"sayang kamu sudah selesai mandi? Sini aku ada sesuatu untuk mu."Panggil pak maxi sambil tersenyum lembut.
Aulia pun menoleh ke arah pak maxi,lalu melangkah ke arah pak maxi dengan wajah memerah."i-iya ada apa pak? Eh maksudku su-suamiku."
"ini,pakailah cincin ini,ingat jangan di lepaskan."Perintah pak maxi sambil mengenakan cincin berlian di jari manis aulia.
Setelah itu pak maxi pun menyodorkan tangan dengan nya ke arah aulia,aulia yang bingun memiringkan kepala menatap pak maxi....
"ada apa suamiku?"Tanya aulia.
Plak
Pak maxi menepuk jidatnya dengan kesal,sambil menghela nafas berat."hufff...sayang pakaikan cincin di jariku juga,aku ini suami mu,bukan dosen mu lagi,dan iya di kampus aku memang dosen mu,tapi di rumah aku suami mu."
(visual cincin)
Aulia pun meraih cincin berlian yang ada di dalam kotak,lalu memakaikan nya di jari pak maxi,pak maxi langsung berdiri dan dan mencium lembut kening aulia....
"aku mencintaimu istriku,cup."Ucap pak maxi berkaca-kaca.
"astaga,kenapa aku merasa seperti sedang memelihara seorang laki-laki,haiss tapi bagaimana pun ku juga,dia sekarang adalah suamiku!"Batin aulia menghela nafas kasar.
Aulia mendongak dan menatap pak maxi."maaf suamiku,aku belum bisa menjawab nya,berikan aku waktu."
Pak maxi menatap aulia dengan tatapan lembut."tidak apa-apa,aku mengerti,tapi cuman satu hal yang ingin aku katakan,jangan pernah memberikan hatimu kepada orang lain,karna kamu hanya milik ku."
Aulia tersenyum lembut lalu memeluk erat pinggan sang suami,dan aulia pun meraih paper bag yang berisi pakaian miliknya untuk berganti,tak lupa ia mengusir pak maxi yang dari tadi ngotot mau melihat dia menganti pakaian....
"fiuhh...akhirnya selesai."Gumam aulia setelah selesai menganti pakaian.
Tak lama pak maxi yang sudah selesai mandi keluar dari kamar mandi,dan menghampiri aulia."sayang tunggu aku selesai ganti,kita akan ke rumah orang tua mu untuk membicarakan tentang pernikahan kita."
Aulia menganguk setuju."iya,baiklah kamu gantilah dulu,aku mau ke bawa untuk membuat sarapan."
"kalau begitu beri aku ciuman dulu."Pinta pak maxi dengan manja.
Aulia berbalik dan menatap pak maxi dengan kesal."suamiku,apakah kau tidak lihat bibir ku yang bengkak ini,ini semua karna ulah mu,cepat ganti aku mau turun,kalau tidak aku akan menginap di mansion utama,dan tidak mau kembali kesini."
Brakkkkkk
Pak maxi tersentak kaget melihat aulia membanting pintu kamar."Astaga...perasaan dia pendiam,kenapa sekarang dia menjadi galak."
Dengan melongo pak maxi pun menganti pakaian yang kedua kali nya,lalu ia pun dengan cepat keluar dari kamar dan menuruni tanga menuju meja makan,tapi aulia tidak berada disana,leo yang melihat kedatangan pak maxi akhirnya bernafas lega....
"fiuhhh...akhirnya tuan keluar juga,entah sudah berapa kopi yang ku minum sampai perutku kembung begini."batin leo.
"tuan sebentar lagi kita-"
"dimana istriku?"Potong pak maxi langsung mempertanyakan keberadaan aulia.
Leo menahan rasa kesal dan menjawab,"Nyonya muda sedang berada di dapur tuan."
tampa rasa bersalah,pak maxi berbalik dan pergi meningalkan leo yang sedari tadi menungu kehadiran nya,setelah sampai di dapur terlihat aulia sedang sibuk membuat sarapan di bantu oleh para pelayang yang lain....
"sayang kamu sedang apa?"Tanya pak maxi sambil merangkul pinggan ramping aulia.
Aulia langsung tersentak kaget dan langsung gugup."a-aku sedang membuat sarapan,i-ini sebentar lagi selesai."
Setelah selesai aulia pun berbalik dan membawa sarapan menuju meja makan,dan tak lupa ia pun mengajak leo untuk duduk dan sarapan,pak maxi yang cemburu tidak mau membiarkan leo mencicipi masakan istrinya muda nya itu....
"sayang leo sudah kenyang,nanti di makan di luar saja."Selah pak maxi menghentikan aulia.
Aulia langsung mengelengkan kepala."husss jangan begitu,biar bagaimana pun dia adalah asisten mu,jadi memberi dia makan tidak akan membuat mu miskin."
"tapi sayang-"
"sudah...leo ayo silahkan duduk,kita akan sarapan bersama."Potong aulia mengajak leo sarapan.
"sepertinya tuan sudah menemukan lawan yang seimbang,hahaha! Kalau tuan macam-macam,aku akan melaporkan nya kepada nyonya muda."batin leo bersorak senang setelah mengetahui kelemahan pak maxi.
Pak maxi yang tidak mau leo memakan banyak sarapan buatan aulia,ia pun melahap semua yang ada diatas meja tampa sisa,melihat itu aulia hanya bisa menghela nafas kasar,setelah selesai sarapan,mereka pun berangkat menuju mansion keluarga fernandes....
(bersambung)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Bening
udah pe sini dulu.
sampai ini jadi 20 bab terbaik, nama awalan untuk nma orang huruf besar..
1 kopi untuk mu
2024-07-18
1