satu mingu berlalu,aulia masih terkurung di dalam mansion dan tidak di perbolehkan untuk keluar kemana-mana,pak maxi yang frustasi memilih menemui tuan josep di perusahan keluarga fernandes....
"selamat datang tuan,ada yang bisa saya bantu?"Tanya resepsionis,sambil membungkuk hormat.
Pak maxi menoleh ke arah resepsionis dengan tatapan dingin."aku ingin bertemu dengan tuan josep."
"a-apakah tuan sudah membuat janji?"Tanya sang resepsionis gelagapan.
Pak maxi mengendus kesal."apakah aku terlihat seperti sedang punya banyak waktu luang,cepat jawab,dimana dia."
Saat sedang asik berdebat dengan resepsionis,tuan josep yang baru saja menyelesaikan rapat di luar perusahan,datang melerai mereka....
"tuan maxi williams,apa yang membuatmu datang di perusahan ku,dan maaf atas perilaku resepsionis ku,mari silahkan ikut saya."Ajak tuan josep berjalan masuk ke dalam lift,dan diikuti pak maxi dan yang lain.
Di dalam lift tidak ada obrolan sama sekali antara kedua pembisnis berbeda usia tersebut,dan akhirnya mereka sampai di lantai atas dab berjalan menuju ruangan tuan josep....
Cekleekkkkkk
"silahkan masuk tuan maxi."Ucap tuan josep,setelah asisten miliknya membuka pintu ruangan.
Pak maxi pun melangkah masuk dan diikuti leo dari belakan,lalu ia duduk diatas sofa sembari menyilangkan kaki dan menatap dingin tuan josep,tuan josep tidak memperdulikan tatapan pak maxi,dan dia pun ikut duduk dan membalas tatapan pak maxi....
"ada urusan apa tuan mencariku?"Tanya tuan josep to the point.
"aku kesini ingin mengatakan bahwa,aulia adalah gadisku,dan pria yang bermalam dengan nya adalah aku,bukan cuman itu,mungking saja sekarang dia sedang mengandung anak cucu keluarga williams."Jelas pak maxi berbohong.
Brakkkkkkk
Tuan josep menggeprak meja dengan emosi."maka aku akan menyuruh nya menggugurkan bayi haram itu."
"jangan mencoba melangkahi batas kesabaranku tuan josep yang terhormat,karna aku bisa saja membuat kalian melarat saat ini juga."Ancam pak maxi.
Tuan josep terdi sejenak."bagaimana kalau dia tidak mengandung?"
"maka aku akan membiarkan kalian memiliki nya."Jawab pak maxi mantap.
"baik,waktu kalian akan kuhitung mulai dari sekarang."Ujar tuan josep.
"tapi sebelum itu,aku ingin bertemu dengan nya,dan memastikan kalau dia dan janin nya baik-baik saja."
Tuan josep pun menganguk."baiklah,dia akan menemui mu lama ini."
Lalu mereka berdua pun berjabat tangan,dan pak maxi pun keluar dari ruangan sambil tersenyum puas,lalu berjalan menelusuri lorong perusahan menuju lift,setelah lift terbuka pak maxi dan leo pun masuk....
"tuan apa rencana tuan selanjutnya?"Tanya leo penasaran.
Pak maxi menoleh lalu mengedipkan mata."itu rahasia."
Glupppppp
Leo menelan ludah dengan susah payah,karna leo tau,pasti sifat licik tuan nya kambu lagi,tak lama pintu lift pun terbuka dan mereka pun berjalan keluar dari dan....
Brukkkkkk
"astaga! Heh! Kalau jalan liat-liat!"bentak maria tampa melihat siapa yanh dia tabrak.
"belum tua tapi sudah buta."Cibir pak maxi.
Maria pun mendongak dan menatap ke arah sumber suara."Ka-kamu,eh maksudku tuan,apa yang membawa tuan datang kesini?"
"bukan urusan mu,leo ayo kita pergi." setelah berkata demikian,pak maxi pun berlalu pergi begitu saja.
Melihat itu,leo pun bergegas mengikuti pak maxi tampa berpamitan kepada maria yang sedang berdiri disana,melihat kepergian pak maxi dan leo,maria yang merasa tidak diangap langsung menghentakan kaki dengan kesal,lalu berjalan masuk ke dalam lift,menuju ruangan sang ayah....
Brakkkkk
"papa!"Seru maria membuka pintu ruangan dengan kasar,tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
tuan josep pun menoleh ke arah sumber suara."ada apa? Kenapa kau kamu tidak mengetuk pintu ruangan maria."
Maria tidak menjawab pertanyaan sang ayah,ia malah berjalan mendekati tuan josep lalu bertanya,"papa untuk apa tuan maxi kesini?"
Tuan josep menghela nafas dengan kasar."hufff...dia datang untuk membicarakan bisnis,memang nya ada apa?"
"ti-tidak ada apa-apa papa,aku hanya bertanya karna aku mengira dia datang untuk membicarakan soal kakak."Jawab maria sambil tersenyum malu-malu.
Tuan josep mengerutkan kenin."memang nya kenapa? Kalau di datang membicarakan soal kakak mu?"
Senyum maria langsung pudar."karna aku tidak suka papa,karna tuan maxi hanya boleh menjadi miliku,dia tidak cocok dengan kakak,yang tampilan nya seperti pemulung."
"Maria! Cukup! Jaga bicaramu,jangan lupa kalau dia kakak mu."Marah tuan josep membentak maria,yang seenaknya menghina putri pertama nya itu.
"aku tidak lupa! Tapi aku menyukai tuan maxi,dan dia hanya boleh menjadi milik ku,titik!"Raung maria berkaca-kaca,lalu berbalik dan pergi.
Melihat kepergian putri kedua itu,tuan josep hanya bisa memijit kepala nya sakit,entah apa yang harus dia lakukan,di sisi lain,pak maxi mengiginkan aulia,dan di sisi lain juga,maria juga sangat menyukai sosok pak maxi yang dingin itu....
(bersambung)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
sebel x aku membaca y,,,,,tak da laki lain coba suka rebut tak ibu atau anak sama ja
2024-08-16
1
Reni Anjarwani
doubel up thor
2024-07-03
1