Pagi hari nya pak maxi yang terbangun terlebih dahulu,memilih cepat mandi dan bersiap setampan mungking untuk menungu sang pujaan hati bangun,sambil duduk diatas sofa,pak maxi tak bisa mengalihkan pandangan nya kepada aulia yang sedang tertidur pulas dengan tubuh polos tersebut....
"astaga,apakah aku terlalu berlebihan semalam? Kenapa dia belum juga bangun?"Batin pak maxi mulia gelisah.
Saat pak maxi sedang asik merenung tiba-tiba ketukan pintu kamar membuyarkan nya,dengan langkah tergesa-gesa,pak maxi pun berjalan menuju pintu kamar,dan membuka setenga pintu kamar....
"ada apa?"Tanya pak maxi setelah membuka pintu kamar,dan menatap ke arah leo.
Glupppp
Leo menelan ludah dengan kasar."i-ini pak,surat yang tuan minta semalam."
Pak maxi pun meraih surat itu."cepat pergi,dan tunggu aku di bawa."
"baik,tu-"
Brakkkkk
Sebelum leo menyelesaikan perkataan nya,pak maxi sudah lebih dulu menutup pintu kamar,membuat leo berbalik dan melangkah pergi dengan wajah lesu....
"haisss kenapa buru-buru sekali,bahkan aku belum selesai berkata,setidaknya berterima kasih dulu,karna aku sudah lembur semalaman."batin leo berjalan pergi dengan lesu.
Di dalam kamar,pak maxi yang sudah mendapatkan surat yang dia inginkan,lalu kembali duduk dan membaca nya satu persatu sambil menungu aulia bangun....
"ugh...hoaaamm,astaga seluruh tubuh ku sakit."Gumam aulia yang baru saja bangun,dan belum sadar sepenuh nya.
Lalu dengan mata sayu setenga sadar,aulia pun turun dari kasur dengan tubuh polos dan hendak berjalan masuk ke dalam kamar mandi,tapi saat hendak melangkah aulia berhenti sejenak karna ia mereka sakit diantara kedua paha nya....
"sssss...aduh perih."Ringis aulia sambil berjongkok.
melihat aulia yang sedang kesusahan berjalan,pak maxi pun tersenyum dan berdiri dari atas sofa,lalu melangka mendekati aulia....
"selamat pagi sayang,apakah kamu sedang mengundangku untuk sarapan pagi? Kalau aku si tidak keberatan."Bisik pak maxi mengoda aulia.
Gluppppp
"aaaaaaaa! Kenapa kenapa kamu bisa ada disini? Eh! Maksudku bapak."Ucap aulia kaget setenga mati sambil menghalang tubuh polos nya dengan kedua tangan.
"ppfftttt...kenapa aku bisa disini? Tentu saja menghabiskan malam pertama dengan istriku."Ucap pak maxi sambil menahan tawa.
Aulia melirik di sekitar kamar,dan baru sadar kalau dia tidak berada di kamar miliknya,lalu menatap pak maxi dengan tatapan bingun."I-istri? Apa maksud bapak?"
"astaga aulia...kamu sangat tidak bertangung jawab sama sekali,masa kau sudah meniduriku semalam tapi kamu malah melupakan nya,sebagai dosen yang terhormat,aku meresa dilecehkan."Elak pak dengan wajah lesu.
"eh! Bukan nya kebalik yah,tapi aku benar-benar tidak ingat apa yang terjadi semalam."batin aulia sambil meraih kain seprei untuk menutup tubuh polos nya.
"pa-pak maafkan aku,tapi aku benar-benar tidak ingat sama sekali."Ucap aulia sambil menundukan kepala.
Diam-diam pak maxi tersenyum samar."kau harus bertangung jawab aulia,kamu tidak mau kan di cap sebagai wanita brengs*k."
"apa? Aku bukan wanita seperti itu,aku tidak terima."batin aulia dengan wajah memerah merona.
"aku aulia tidak pernah mundur dari apa yang sudah aku lakukan,katakan saja apa yang harus aku lakukan?"Tanya aulia penuh percaya diri.
Mendengar ucapan aulia,dengan cepat pak maxi meraih surat pernikahan,dan menyodorkan nya kepada aulia beserta pena,aulia menerima surat tersebut lalu membaca nya....
Aulia mendongak sejenak menatap pak maxi."i-ini kan surat pernikahan,a-apakah kita harus menikah?"
Pak maxi langsung berbalik dan menangis."huwaaaaa kau jahat aulia,sekarang siapa yang mau menikah lagi dengan dosen yang sudah ternodai ini,sekarang kamu pikirkan sendiri,apakah ada yang mau menikah dengan ku,setelah dinodai oleh mu."
"eh! Bukan nya pak maxi ini tampan,mana mungking tidak ada yang mau? Tapi -"batin aulia menatap pak maxi bingun.
"baiklah pak,aku akan bertangung jawab."Ucap aulia sambil membawa surat tersebut menuju meja nakas lalu menanda tangan nya.
"yes berhasil! Tapi hal yang tadi sangat memalukan,tapi mau bagaimana lagi,ini cara satu-satu agar gadis polos ku ini mau menanda tangan surat pernikahan."batin pak maxi bersorak senang sekaligus malu.
"ehem...bagus,sekarang aku adalah suami mu,dan kamu adalah istriku,jadi sebentar lagi kita akan melangsungkan resepsi pernikahan kita."Dehem pak maxi menghilangkan kecanggungan.
"eh! Tu-tunggu dulu pak,aku masih ingin menyelesaikan kuliah,jadi bolehkah kita menunda nya dulu,dan merahasiakan semua ini."Sela aulia dengan cepat menghentikan pak maxi.
Pak maxi mengerutkan kening."memang nya kanapa? Apakah kamu malu menikah dengan ku? Atau kamu mempunyai pria lain di luar sana?"
"eh! Bukan begitu pak,tapi bapak kan tau sendiri kalau aku masih kuliah,jadi aku mohong pak,tolong biarkan aku menyelesaikan kuliah ku dulu."Imbuh aulia sambil menautkan kedua tangan nya.
"astaga imut sekali,tapi aku tidak boleh lemah."batin pak maxi.
"ehem...tapi aku punya satu syarat,kamu harus memikirkan nama panggilan yang bagus untuk ku,dan aku akan membiarkan kamu kembali kuliah."Dehem pak maxi melirik aulia dengan ekor mata.
Aulia memikir dengan keras lalu dengan wajah memerah padam aulia menjawab,"Ba-baiklah su-suamiku."
Jreenngggh
Mata pak maxi langsung cerah."coba ulangi lagi,tadi aku kurang mendengar nya."
"iya suamiku!"Teriak aulia dengan kesal.
Pak maxi yang bahagia langsung mengendong aulia naik keatas ranjang dan kembali mengulangi permainan panas semalam,lalu baru melepaskan aulia setelah ia bermain dua kali putaran,aulia yang kesal langsung mengigit leher pak maxi,lalu berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri....
(bersambung)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
astaghfirullah
2024-08-16
0
Reni Anjarwani
doubel up thor
2024-07-04
0