Tangsan menatap pria didepannya dengan tatapan tajam, lalu dia memulai gerakan pertama dari jurus naga langit, gerakannya sangat indah orang orang yang menonton disekitar area itu sangat takjub melihatnya
" Keluarga tang ini memang mengerikan mereka benar benar monster jenius di benua ini" ucap salah satu dari mereka yang menonton pertarungan tersebut kepada rekan disebelahnya dan hampir semua yang menonton mengatakan ini dalam hati mereka
Sementara pria yang melihat gerakan Tangsan tersenyum mengangguk angguk kan kepalanya melihat banyak sekali siluet Tangsan di setiap gerakannya dan dia pun terlihat menjadi sangat bersemangat ingin menguji kekuatan dari jurus ini
" Paman terima ini" ucap Tangsan, dia membagi dirinya menjadi empat, lalu ke empat klonnya bersama dengan dirinya, mengunakan jurus pertama naga langit.
Cara ini dia dapatkan dari adiknya Tanghan, yang memberi pencerahan, dan memperbaiki kekurangannya sewaktu mereka berlatih bersama dirumahnya, dengan begitu Tangsan seperti terlihat sangat banyak sekali, hampir ribuan mengepung tempat itu, siluet dirinya bergerak sangat dinamis,
Dia pun menendang dari jauh ke arah pria tersebut, keluar lagi siluet dirinya menendang berputar sangat banyak, yang lainya meninju, menyabet dan menapak dari atas kearah pria yang menjadi lawannya tersebut, aura dari semua siluet Tangsan sangatlah mengerikan angin di sekitar area itu berderu, akibat fluktuasi aura yang sangat kuat, deru angin yang sangat kuat itu membuat tempat disekitar seakan berguncang, akibat semua gerakan dari semua bayangan siluet Tangsan, yang sesekali menghentak ke bumi
Pria tersebut membentuk pelindung tapi hancur diserbu siluet Tangsan yang tidak ada henti hentinya menyerang sambung menyambung, dia pun meloncat keatas tapi terhadang oleh klon Tangsan yang mengeluarkan siluet dirinya menapak pria tersebut, serangan dari empat penjuru ini tak ada celah untuk menghindar, apalagi siluet diri Tangsan ini terus menjadi sangat banyak
Tiba tiba aura pria itu berubah menjadi mengerikan ranahnya pun terasa di alam langit tingkat sembilan, semua yang berada ditempat itu bergidik ngeri, dia menarik energi alam sangat banyak segera membentuk perisai empat penjuru menganti pelindung yang hancur diterjang jurus Tangsan yang tak henti hentinya
" Baiklah anak muda akan ku tahan dengan Tapak penghancur bintang ku" ucap pria tersebut, lalu mengeluarkan jurus tapak penghancur bintang, seketika kedua tangan pria itu menjadi banyak sekali menyerang balik ke semua arah siluet Tangsan
Pertahanan dan serangan pria itu mampu menguasai pertarungan tersebut, hal ini terjadi karna perbedaan tingkatan dalam ranah yang sangat tinggi, mengetahui hal ini kalau dia teruskan akan menguras habis tenaganya, Tangsan menarik kembali keempat klonnya dan seketika siluet Tangsan yang banyak menghilang, dia pun mundur beberapa langkah menstabilkan energinya yang terkuras
" Hahahaha anak muda kenapa berhenti, aku baru saja mulai menyukaimu " ucap pria itu nampak puas dengan apa yang baru saja di tampilkan oleh Tangsan dan tangannya kembali ditempatkan dibelakang seperti biasa, tapi kali ini dia tersenyum puas dan sedikit mengangguk angguk menatap Tangsan
" Baiklah Terima yang satu ini" ucap Tangsan hendak mengeluarkan jurus keenam dari ilmu naga langit warisan keluarga tang
Tanghan yang melihat itu tidak bisa diam lagi, segera dia melompat dan melesat, dalam sekejap mata berada di depan kakaknya
" Hentikan kakak kedua" ucap Tanghan yang telah berada dihadapan Tangsan
" Adik han kakak harus mengalahkan dia..!!!" jawab Tangsan berapi api menatap ke arah pria yang sedang menjadi lawan nya lalu dia menatap adiknya dan mulai terkejut kenapa dia tadi tidak merasakan hawa kehadiran adiknya
" Sudah cukup kak, hentikan ini, ingat pesan ibu" ucap Tanghan, mencoba meredakan emosi kakak keduanya dengan mengingatkannya akan pesan ibu mereka, mendengar sebutan ibu, Tangsan mereda dan terdiam menatap adiknya
" Baiklah adik Han" ucap Tangsan sambil menatap pria didepan yang menjadi lawan tandingnya, sebenarnya dia masih sedikit penasaran tapi karna adiknya menghentikannya dia hanya bisa pasrah
Tanghan melakukan itu karna dia tau kakaknya akan kalah melawan pria tersebut perbedaan tingkatan mereka terlalu jauh, lagi pula terlalu banyak ditonton oleh orang orang disekitar area itu, bisa saja akan menyebabkan kemunduran karna kakaknya ini sedang dalam keadaan emosi, walau sebenarnya emosi ini bagus untuk memicu semangat bertarung, tapi Tanghan tak ingin mengambil kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada kakak keduanya
" Senior Maafkan kami sudah lancang kepada senior, saya mohon senior mau melupakan kejadian ini, karna ini merupakan kesalahan Senior juga tidak mendidik para bawahan senior dengan baik..!" ucap Tanghan dengan memberi salam hormat kepada pria tersebut dan tak ingin menjatuhkan martabat kakak keduanya
" hahahaha anak pintar, baik lah terima ini" jawab pria itu melemparkan dua botol kecil eliksir kepada Tangsan dan Tanghan
" Itu kompensasi atas gangguan dari orang orangku" ucap pria itu sambil tersenyum
Tanghan dan kakak keduanya menangkap pemberian pria itu, lalu Tanghan memberi hormat
" Terimakasih senior, nama junior ini Tanghan dan yang senior lawan adalah kakak kedua junior ini bernama Tangsan, kalau boleh, junior ini tahu nama senior ?" ucap Tanghan menangkupkan tinjunya sebagai tanda penghormatan
Sementara Tangsan penasaran dengan botol eliksir pemberian pria itu, dia membukanya
" Iniii...!!!" ucap Tangsan terkejut, langsung menutup kembali botol eliksir tersebut, karna itu adalah air suci dewa bumi salah satu eliksir yang lumayan langka, yang dapat meningkatkan tingkatan seseorang beberapa langkah sekaligus
" hahahaha.....Tak perlu berterimakasih padaku, sudah sepantasnya kalian mendapatkan itu sebagi kompensasi dari ku, nama ku Sui Gun yi" ucap pria yang bernama Sui Gun Yi, dia tidak merasakan fluktuasi energi keluar dari tubuh Tanghan
" hmmmmn nampaknya anak ini bukan anak yang biasa, bahkan aku tidak dapat mengetahui dan mendeteksi ranahnya" ucap Sui Gun yi dalam hatinya,
" Keluarga tang ini memang selalu melahirkan anak anak yang menggemparkan dunia" dia menduga ranah Tanghan pasti sangat tinggi, karna melihat bagai mana dia bisa melesat tanpa ada sedikit aura yang terasa olehnya, dia pun segera melesat ke langit
" Paman pertarungan kita belum selesai" ucap Tangsan sedikit penasaran bisakah dia bertemu pria yang bernama Sui Gun Yi tersebut lagi untuk melatih sampai mana batas kemampuannya
" hahahahaha kalau ada jodoh kita pasti bertemu lagi, kuharap saat itu kau lebih mampu mengontrol emosi mu lebih matang lagi anak muda" ucap Sui Gun yi dan langsung menghilang dilangit
Wenwen, Xanxan dan Ruyi mendekat kearah mereka, sementara para penonton sedikit kecewa karna tidak dapat mengetahui siapa pemenang duel tersebut, mereka lalu kembali ketempat semula dengan terus membicarakan hal yang baru saja mereka saksikan
" kakak Sannn...! Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu" ucap seorang gadis yang sangat cantik dan menawan dia berlari ke arah Tangsan
" Aduh masalah datang lagi" ucap Tangsan menepuk jidatnya sendiri
" Adik maafkan kakak, kakak harus pergi sekarang, kita bertemu di penginapan bulan sabit dan jangan katakan apapun pada wanita itu" ucap Tangsan, menunjuk ke arah wanita cantik yang sedang berlari ke arah mereka, dan segera ia melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan mereka hingga tak terlihat lagi
.......>>>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Agni Amerta
lanjutkan
2024-10-16
0
Ani Sumarni
Dasar Tuan Muda Tang San
Pemuda pencari Cinta
2024-10-04
0
Anonymous
wau muantap
2024-09-30
0