Bab XV Mewariskan Ilmu

Setelah kedua kakek mereka pergi ibu Tanghan mengajak mereka semua ke taman dalam rumah, untuk bisa ngobrol lebih santai dan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan bagi mereka semua

" Han'er kamu yakin, ingin langsung ikut ujian masuk khusus ke perguruan bintang langit, menurut ayah sebaiknya kamu memasuki perguruan naga langit terlebih dahulu untuk mengasah pondasi mu agar lebih kokoh" ucap Tang Zu, ingin agar putranya masuk ke perguruan beladiri keluarga Tang supaya dia bisa mewarisi ilmu keluarga Tang nantinya

" Han'er, kamu juga bisa masuk perguruan kakekmu perguruan Phonix suci, ibu yakin di sana pasti kamu suka" sela ibu Tanghan Xiu Wen, ingin putra mereka masuk perguruan yang dimiliki keluarga Xiu nya karna merasa di sana Tanghan akan lebih aman dan lebih diperhatikan

" Terimakasih Ayah, Ibu Han'er sudah memiliki pondasi sendiri yang di ajarkan master zulong" jawab Tanghan ingin menengahi ayah dan ibunya

" Han'er sebagi anak dari keluarga Tang kamu harus menguasai jurus keluarga Tang, itu merupakan identitas kita" ucap Tang Zu

" Tidak bisa putraku Tangbaa sudah mewarisi ilmu warisan keluarga Tang begitu juga Tangsan, dia juga mewarisi ilmu keluarga mu, sekarang aku mau Tanghan mewarisi ilmu keluarga ku" Balas Xiu Wen ibu Tanghan ingin agar anaknya mewarisi semua ilmu keluarganya

Tangsan yang melihat itu hanya bisa tertawa geli mengasihani nasib adiknya

" Ha ha ha....adik han, selamat datang di dunia kultivasi" ucap Tangsan sedikit berbisik ke Tanghan dan berkata " yang sabar ya..." sambil menepuk nepuk pundak adik kecilnya itu

" Ayah, ibu han'er tidak bisa masuk perguruan Naga Langit maupun Phonix Suci, tapi Han'er tetap akan mempelajarinya keduanya dari ayah dan ibu" ucap Tanghan ingin menengahi keduanya

" Tidak bisa Han'er, kalau kau mempelajari keduanya itu akan merepotkan dirimu sendiri karna akan memakan waktu yang sangat lama, tidak baik bagi fondasi mu, kau harus memilih salah satunya sebagi dasar mu" ucap ibu Tanghan

" Istriku ingat janji kita, kalau kita punya seorang putri, baru kita akan mewariskan ilmu keluarga Xiu padanya, sekarang kita tidak memilikinya jadi sudah sewajarnya Tanghan mempelajari dan mewarisi ilmu keluarga Tang bukan kah begitu adik Wen" ucap Tang Zu lembut kepada istrinya dengan penuh harap

" Tidak bisa...!!! Bukan salahku, kita tidak punya seorang putri, salahkan dirimu yang tidak adil" balas Xiu Wen sedikit kesal kepada suaminya

" Maaf kan Wenwen Nyonya tuan...! kenapa tidak membuatkan tuan adik perempuan saja, pasti cantik seperti nyonya tuan" celetuk Wenwen sambil membungkuk dengan mengatupkan telapak tangannya

Mendengar perkataan itu, ibu Tanghan ingin meledak tapi melihat bocah perempuan imut pelayan putranya yang mengatakan itu, dia hanya bisa tersenyum masam

" Boleh juga sarannya, bagaimana kalau kita buatkan Tanghan adik kecil yang imut imut seperti kedua anak gadis itu istriku" ucap Tang Zu menggoda istrinya yang nampak kesal

" Apa kau pikir aku pabrik pembuatan anak...!!! Awas saja jika kau berani membuatnya dengan wanita lain, ku potong **** mu nanti" jawab ibu Tanghan dengan kesal

Mendengar perkataan ibunya Tanghan dan Tangsan menjadi malu, serta bergidik ngeri dengan ibu mereka, sementara Wenwen dan Xanxan hanya diam tidak mengerti apa yang dimaksudkan ibu tuan mudanya

" Mana berani aku mencari wanita lain..! sedangkan di sisiku telah ada wanita yang paling sempurna, dan paling baik di seluruh alam ini" ucap Tang Zu memuji istrinya agar istrinya mau mengalah

Paras muka Xiu Wen berubah memerah dia selau luluh akan pujian suaminya, tapi tidak kali ini, dia tidak mau mengalah

" Tidak perlu merayu ku, mana ada wanita lain yang tertarik pada mu selain aku" ucap ibu Tanghan dengan nada sedikit meninggi

Tang Zu menggaruk garuk kepalanya yang tidak terasa gatal, dalam hati dia berpikir sepertinya rayuannya kali ini tidak mempan seperti biasanya

" Kalau aku tidak tampan mana mungkin dewi tercantik di alam ini mau menjadi istriku, sayangku" balas Tang Zu sambil menyombongkan ketampanannya walau sudah tua, tapi dia memang masih tampan dan berkharisma

" hmmmmn, dipaksa menikah oleh ayahku dan ayahmu" balas Xiu Wen sekenanya karna kesal dengan suaminya yang memang ia cintai walau mereka dijodohkan

" Sudah Sudah, aku hanya bercanda..! aku juga tak ingin menambah anak lagi cukup mereka bertiga saja sudah membuat kepalaku pusing, apalagi dengan yang satu itu" ucap Tang Zu sambil menunjuk kearah Tangsan kakak kedua Tanghan

Tangsan tersenyum dan sedikit menggaruk kepalanya melihat ke arah adiknya

" Ayah, Ibu Han'er ingin berlatih keduanya, Han'er harap Ayah dan Ibu bersedia" ucap Tanghan memohon kepada ayah dan ibunya

mendengar itu akhirnya ayah dan ibu tanghan menghentikan perdebatan mereka dan segera memikirkan cara terbaik mewariskan ilmu mereka kepadanya

............

Bab VX.1 Berlatih Ilmu Keluarga Tang dan Xiu

Tang Han akhirnya berlatih ilmu dari kedua orang tuanya, Ayah dan ibunya membawa Tanghan ke area latihan dihalaman belakang rumah mereka, di sana terlihat kakak keduanya sedang berlatih gerakannya cepat sekali dan terlihat gagah, melihat kedua orang tua dan adiknya tiba dia menghentikan latihan dan menepi memberi penghormatan kepada kedua orang tuanya, setelah itu Ayah mereka membawa Tanghan ke area latihan

" Han'er Ayah akan mengajari mu terlebih dulu, setelah kau paham sedikit ilmu warisan keluarga kita baru ibumu yang akan mengajarimu, tapi sebelum kita memulai latihan ayah akan bertanya padamu apa itu dantian" tanya Tang Zu

" Baik Ayah... ! Dantian adalah pusat energi dalam tubuh manusia. Terdapat tiga dantian utama ayah :

**Dantian Bawah** (Hara): Terletak dua jari dibawah pusat sebagai pusat energi qi dan vitalitas.

**Dantian Tengah** (Jantung): Terletak di dada bagian atas, sebagai pusat emosional dan spiritual.

**Dantian Atas** (Kepala): Terletak di kepala, sebagi pusat kesadaran spiritual dan transformasi.

Setiap dantian sangat penting dalam mempertahankan keseimbangan energi qi di dalam tubuh, ayah" jawab Tang Han lugas

" Bagus Han'er pemahaman mu sudah sangat luas ayah bangga padamu" ucap Tang Zu lalu menunjuk kening Tanghan dan berkata

" Pahami dan resapi, ayah akan menunjukkan gerakannya sekali, seberapa banyak kau dapat memahaminya ayah akan menilainya nanti" ucap Tang Zu kepada putranya penuh harap agar putra mampu memahami setidaknya sepertiganya

" Baik Ayah" ucap Tanghan

" Baiklah ayah akan memulai gerakan pertama dari tujuh jurus Naga langit" ucap Tang Zu

" Jurus pertama langkah naga langit" teriak Tang Zu, dia bergerak dengan cepat, melompat kesana kesini lalu terlihat siluet Ayahnya di setiap gerakannya, kemudian dia menendang batu di kejauhan dan siluet dirinya keluar sangat banyak mengarah ke batu dan batu itu hancur menjadi debu

" Jurus kedua Cakar naga menghantam bumi" teriak Tang Zu, seketika langit di sekitar tempat latihan bergemuruh terlihat cakar naga di langit, dengan cepat cakar dengan aura yang sangat mengerikan menghantam batu besar di area latihan dan hancur tanpa sisa

" Jurus ketiga Auman Naga" teriak Tang Zu, segera terdengar auman naga dan gema suara yang mengerikan terdengar fluktuasi udara disekitar tempat itu menjadi mengerikan benda benda disekitar arena latihan hancur berantakan, ibu Tanghan menyelimuti Tanghan dan kedua pelayannya dengan aura pelindung agar tidak terkena imbas dari auman tersebut lalu batu yg paling besar di depan ayahnya hancur tak tersisa

" Jurus keempat Naga langit mengitari bumi" teriak Tang Zu, tiba tiba muncul seekor naga raksasa di langit auranya sangat mengerikan, membuat yang memandang terjatuh, dan jiwa mereka bergetar hebat, lalu naga itu berputar putar sangat indah dan segera menukik kebawah menyerang batu besar lalu batu itu hancur berkeping keping dan setiap kepingannya meledak ledak tampa henti hingga tak tersisa

Wenwen dan Xanxan yang sudah dilindungi oleh aura ibu Tanghan masih gemetar dan jiwanya merasa seperti tertekan mereka bergumam " Jurus Ayah tuan sangat mengerikan sekali"

" Jurus kelima semburan naga langit" teriak Tang Zu, segera di langit muncul sepuluh ekor naga sangat besar mengaum gemanya membuat area latihan bergetar hebat dan segera naga naga itu menyemburkan api yang dahsyat kearah batu latih didepan ayah Tanghan batu itu hancur meleleh bagai terkena lahar panas

" Jurus ke enam telapak naga penghancur langit" teriak Tang Zu lalu tubuh ayah Tanghan menghilang dari tempat dia berdiri tiba tiba muncul didepan batu besar lalu tangannya memukul batu tersebut dengan telapak tangannya dan batu tersebut hancur tanpa sisa

" Jurus ke tujuh inti jiwa Naga langit bersatu" teriak Tang Zu, tiba tiba seluruh tubuh Tang Zu diselimuti aura biru yang sangat panas, aura itu membentuk kerangka tulang dada, kaki, kepala dan tangan hingga sempurna membentuk manusia raksasa bersayap dengan baju zirah perang berlambang naga berwajah Tang Zu, memegang sebuah pedang, Tang Zu sendiri berada didalam aura biru berbentuk manusia, bersamaan dengan itu dilangit muncul naga yang sangat besar dengan aura pelindung berwarna biru menyelimuti seluruh tubuh naga raksasa tersebut, dia menebas pedang nya ke arah batu, udara dari gelombang tebasan terasa sangat mengerikan menghempaskan benda benda disekitar area latihan yang menyebabkan kengerian bagi yang melihat itu, bersamaan dengan tebasan Tang Zu, naga yang berputar dilangit menembakkan bola api biru kearah batu besar yang sama dengan tebasan pedang

 Booom.. Boomm..booommm

Batu besar hancur berantakan tak tersisa terkena tebasan pedang dan tembakan bola api, area disekitarnya sudah berubah bentuk tak karuan kemudian Tang Zu kembali ke bentuk semula, aura biru berbentuk manusia raksasa menghilang perlahan dan naga yang berputar putar pun menghilang

" Han'er sekarang giliran mu" ucap Tang Zu

" Baik Ayah" jawab Tanghan

Segera Tanghan mempraktekkan semua jurus yang di ajarkan oleh ayahnya dia memainkan semua jurus tersebut dengan lebih sempurna dari ayahnya, hanya kekuatan yang ditampilkan, sangat berbeda jauh dengan yang ayahnya tampilkan batu besar ditempat latihan hancur menjadi debu, sebagian berkeping keping

Pada jurus keempat Naga langit mengitari bumi Tanghan mampu menampilkan sembilan puluh sembilan naga menyemburkan api hal ini membuat kedua orang tuanya dan kakak keduanya Tangsan tertegun tak percaya dengan apa yang mereka lihat

Pada jurus ke tujuh pun Tanghan menampilkan perbedaan, aura biru transparan yang sangat panas membentuk dirinya menjadi sosok manusia raksasa bersayap sangat gagah, di dahinya ada api biru, dia berada didalam aura biru raksasa berbentuk Tanghan memegang pedang, disekelilingnya muncul sembilan puluh sembilan naga yang terlindung aura biru, lalu dia menebas pedang ke bawah, ke arah batu serta sembilan puluh sembilan naga menembakkan bola api biru ke arah batu seketika batu besar hancur tanpa sisa dan area disekitar berantakan

" Adik Han kau sungguh monster jenius" ucap Tangsan mengagumi adiknya bahkan dia untuk menguasai jurus pertama butuh waktu satu tahun, sekarang dia baru menguasai jurus keenam, itupun belum sempurna, sedangkan Tanghan dalam waktu belum satu hari adiknya menguasai semua jurus warisan keluarga Tang dengan sangat sempurna bahkan lebih

Ayah dan ibu Tanghan tertegun tak percaya anaknya bisa sejenius ini

" Han'er kau benar benar berkah keluarga Tang kita" ucap Tang Zu bahkan putra pertamanya Tangbaa belum sepenuhnya sempurna membentuk tubuh jurus ke tujuh tapi putra bungsunya yang selama ini dianggap orang orang dia cacat, bahkan sekarang walau sudah bisa berkualitas namun masih ditahap satu awal, tapi sekarang dia mampu menampilkan kekuatan setara ranah Alam langit tahap ke tujuh ini sudah diluar akal sehat

Ibu Tang Han berlinang air mata melihat itu dia tak percaya anaknya sudah tumbuh sekuat ini sekarang, dia sangat bahagia dan berjalan memeluk putranya

" Ibu bangga padamu nak" ucap Xiu Wen

" Sekarang giliran ibu mengajariku" ucap Tanghan dalam pelukan ibunya

" Baik ...baik nak sekarang giliran ibu" balas ibunya

Tang Zu tak tau harus berkata apa lagi, dia sangat bahagia dan menjentikkan jarinya segera tempat pelatihan kembali seperti semula, tempat pelatihan di halaman rumah Tanghan ini sangat special terdapat array pelindung yang membuat tempat ini akan kembali seperti semula bila sudah hancur

" Han'er ibu akan melatih mu besok karna kau pasti sudah lelah jangan memaksakan diri" ucap ibunya

" Tidak apa bu, Han'er ingin mengetahui batas energi qi yang han'er miliki untuk bisa lebih kuat lagi bu" jawab Tanghan ingin segera melatih ilmu yang dimiliki ibunya

" Baiklah nak ini.....!!!" jari telunjuk ibunya menunjuk dahi putranya

" Bagai mana apakah kau paham" tanya ibunya

" Ibu ingin melihat kau yang memulainya dulu" ucap Xiu Wen ingin melihat putra nya mampu tidak mempraktekkan tanpa diberi contoh karna sudah dia sudah memberi siluet inti sari dari ilmu Phonix sucinya tapi sedikit ragu karna ilmu yang dia berikan berupa ilmu beratribut es apakah putranya bisa

" Baik bu Han'er akan mencoba yang terbaik" jawab Tanghan

Tanghan pun segera melangkah kembali ke area latihan dia memejamkan matanya lalu menyerap energi langit dan bumi segera energinya pulih kembali, lalu dia merubah atribut qi nya menjadi energi dingin

" Jurus pertama phonix suci tarian phonix es" ucap Tanghan, seketika ruangan menjadi dingin sekali dan sangat ektrim semua batu membeku, lalu di atas kepala Tanghan muncul phonix es yang menari nari dengan aura yg sangat dingin kemudian Tanghan mengarahkan tangannya ke arah batu besar seketika batu besar yang sudah membeku ditabrak burung phonix es dan hancur berkeping keping

" Jurus kedua phonix suci serangan gelombang es" ucap Tanghan, seketika muncul ribuan tombak es di atas kepala Tanghan serta aura dingin disekitar Tanghan bertambah ektrim dia mendorong lengannya ke depan kearah batu besar segera tombak tombak es itu meluncur menerjang batu besar bergelombang seperti tak ada habis habisnya menerjang batu yang sudah hancur

" Jurus Ketiga phonix suci panah penghancur langit" ucap Tanghan, seketika menyatukan kedua telapak tangan nya di dada segera dibelakang Tanghan muncul sosok raksasa menyerupai Tanghan sangat besar sekali dengan tubuh es dan bersayap es, aura dingin disekitar semakin mengganas seluruh area latihan menjadi es, lalu Tanghan melompat ke langit setinggi kepala Tanghan es raksasa seketika muncul busur es ditangan kiri dan anak panah es ditangan kanannya, dia menembakkan panah es ke batu besar begitu juga Tanghan es raksasa menembakkan panah es raksasa kerah batu besar, anak panah es raksasa melesat cepat berputar menyebabkan flujtuasi angin yang besar melesat ke arah batu besar, kedua anak panah es itu mengenai batu seketika batu itu hancur lebur berubah menjadi butiran debu es, Tanghan mendarat kembali lalu sosok raksasa es dirinya menghilang

Ibu Tanghan kagum melihat putra nya menguasai tiga jurus kunci phonix es sucinya bahkan aura dingin yang dikeluarkan Tanghan sangat ekstrim melebihi dirinya padahal ranahnya sangat rendah sangat tidak mungkin bisa mengeluarkan aura sedingin itu kecuali dia memiliki roh pelindung es bawaan seperti ibunya

" Han'er ke marilah" ucap ibunya sambil melambaikan tangannya

" Baik bu" ucap Tanghan

" Biarkan ibu periksa dirimu" ucap ibu Tanghan

Lalu dia menyentuh kening Tanghan ingin memeriksa tubuh putra nya, Tanghan segera melemahkan kesadaran dan seluruh energinya takut ibunya terkena serangan balik dari jiwanya walau tersegel masih sangat berbahaya karna ada energi kekacauan didalamnya

Ibu Tanghan tercenggang karna dia tidak bisa memeriksa tubuh anaknya bahkan dia tidak bisa merasakan atribut es milik Tanghan dalam hati dia berkata " bagai mana bisa begini"

Tanghan awalnya bingung padahal dia sudah melemahkan seluruh energi nya agar ibunya bisa memeriksa, tapi dia tidak merasakan tubuhnya diperiksa, malah dia dapat merasakan roh es dingin didalam tubuh ibunya ketakutan padanya, segera dia tersadar mungkin ini efek tubuhnya karna biarpun dia kini disegel dia tetaplah ras suci

" Han'er ibu tidak dapat memeriksa mu" ucap Xiu Wen, sedikit bingung tapi dia tidak ingin memaksa lebih jauh takut putranya terluka

" Han'er apa kau memiliki roh es" tanya ibunya

" Tidak ibu, Han'er hanya mengunakan qi murni lalu mengolahnya menjadi atribut es" jawab Tanghan jujur pada ibunya

Xiu Wen merasa mungkin putranya memiliki atribut es langka jadi dia tidak dapat memeriksanya

" Han'er kau telah menguasai semua ilmu ibu dengan sempurna, kamu hebat ibu bangga padamu" ucap Xiu Wen, bangga dengan pencapaian putranya melebihi dirinya bahkan sewaktu seusia putranya, dia belum bisa menguasai satu jurus pun dengan sempurna

" Terimakasih bu, ini semua berkat ibu dan ayah yang selalu sabar melatih putra mu yang lemah ini" balas Tanghan sambil membungkuk mengepalkan tinju nya

" Kau tidak lemah nak..! Kekuatan yang kau tunjukkan membuktikannya, walau ranah mu masihlah rendah kau akan berkembang seiring waktu menjadi lebih kuat dari kami" ucap ibunya yakin anaknya akan melampaui dirinya dan suaminya kelak

Sementara ayahnya pun merasa bangga dia berencana memberikan pil penempaan tubuh dan tulang agar ranah anaknya meningkat, serta dia akan merendam tubuh putranya ini dengan eliksir tubuh agar putranya menjadi lebih kuat

......>>>

Terpopuler

Comments

Agni Amerta

Agni Amerta

weww emejing

2024-10-16

0

Ani Sumarni

Ani Sumarni

Bagus bagus Tang Han benar2 anak
Jenius/Moster diusianya yang baru Sepuluh tahun Siapa dulu Gurunya penulisnya (Author hehehe)/Good//Good/

2024-10-03

0

Ikki Sawa

Ikki Sawa

mantap, sangat menarik. lanjut thor

2024-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Tang Han
2 Bab II Keluarga Terkuat
3 Bab III Kesempatan
4 Bab IV Sosok Bersayap
5 Bab V Pencarian Sekala Besar
6 Bab VI Tungku Penempa Tubuh
7 Bab VII Ras Terkuat
8 Bab VIII Berlatih Alkemia
9 Bab IX Berlatih Jurus Suci
10 Bab X Mata Suci Langit
11 Bab XI Perpisahan
12 Bab XII Kembali ke Alam Xuan
13 Bab XIII Explorasi Tambang Batu Jiwa
14 Bab XIV Perguruan Bintang Langit
15 Bab XV Mewariskan Ilmu
16 Bab XVI Hadiah
17 Bab XVII Kolam Eliksir Naga Dan Phonix
18 Bab XVIII Kota Besar Kerajaan Xu
19 Bab XIX Emosi Tak Terkendali
20 Bab XX Air Suci Dewa Bumi
21 Bab XXI Pamer Kemewahan
22 Bab XXII Kejadian Lucu
23 Bab XXIII Ujian Langit Petir Surgawi
24 Bab XXIV Energi Kehidupan
25 Bab XXV Ujian Khusus
26 Bab XXVI Tahapan Ujian Khusus
27 Bab XXVII Dunia Kecil
28 Bab XXVIII Alkemis Tua
29 Bab XXIX Pedang Phoenix Api
30 Bab XXX Wenwen dan Xanxan
31 Bab XXXI Kemuculan Tuan Dunia Kecil
32 Bab XXXII Sup Ayam Hutan
33 Bab XXXIII Pusat Kota Kerajaan Xu Gempar
34 Bab XXXIV Tang San Sang Brahma
35 Bab XXXV Misi Tersembunyi
36 Bab XXXVI Kedatangan Tang Baa
37 Bab XXXVII Memberi Kitab Phoenix Es dan Phoenix api
38 Bab XXXVIII Kembali ke Keluarga Tang
39 Bab XXXIX Monster Krokodaile
40 XL Membawa Semua ke Dunia Kecil
41 XLI Misi Rahasia Tang Baa
42 Bab XLII Berkunjung Ke Kerajaan Elf
43 Bab XLIII Tradisi Ras Elf
44 Bab XLIV Pohon Kehidupan
45 Bab XLV Dimensi lain di Alam Magis
46 Bab XLVI Kedua Kakek Beraksi
47 Bab XLVII Bukti Terungkap
48 Bab XLVIII Kompensasi Menjadi Sebuah Acara Besar
49 Bab XLIX Tang Baa Ke Kerajaan Elf
50 Bab L Kisah Xiu Go dan Tang Wu
51 Bab LI Kisah Tang Wu dan Xiu Go
52 Bab LII Mengambil keputusan
53 Bab LIII Berkultivasi Bersama
54 Bab LIV Ikan Naga Tiong
55 Bab LV Musuh Lama Bertemu
56 Bab LVI Mendapat Pencerahan
57 Bab LVII Kerajaan Nanman
58 Bab LVIII Strategi Pertahanan
59 Bab LIX Monster Penghisap Energi
60 Bab LX Pemilik Segitiga Unik
61 Bab LXI Gadis Keluarga Naga
62 Bab LXII Raja Nanman Berterimakasih
63 Bab LXIII Pertarungan Di Lapangan kota
64 Bab LXIV Pusat Perdagangan Kota
65 Bab LXV Petualangan Tang San
66 Bab LXVI Tang San Menerobos Tingkatan
67 Bab LXVII Tang San Kembali Bertemu Feng Xiang
68 Bab LXVIII Tang San Memasuki Dunia Kecil
69 Bab LXIX Menggabung Kedua Ilmu
70 Bab LXX Tang Han dan Mei Ruyi
71 Bab LXXI Tang San Berlatih Jurus Phoenix
72 Bab LXXII Menempa Tang Baa dan Tang San
73 Bab LXXIII Tang San Menggabungkan Ilmu
74 Bab LXXIV Semua Element Bersatu
75 Bab LXXV Kenaikan Tingkat Ranah
76 Bab LXXVI Penguasa Dunia Xuan
77 Bab LXXVII Ranah Abadi
78 Bab LXXVIII Ranah Ilahi
79 Bab LXXIX Cincin Hadiah Tang Han
80 Bab LXXX Kembali Ke keluarga Tang
81 Bab LXXXI Tragedi Di Ras Naga Kuno
82 Bab LXXXII Mei Ruyi Bertindak
83 Bab LXXXIII Iblis Naga Hitam Sesat
84 Bab LXXXIV Akhir Riwayat Iblis Naga Hitam
85 Bab LXXXV Sang Iblis Sesungguhnya
86 Bab LXXXVI Petualangan Tang San
87 Bab LXXXVII Alam Abadi
88 Bab LXXXVIII Memasuki Alam Abadi
89 Bab LXXXIX Petualangan Tang Han dan Mei Ruyi
90 Bab XC Perjalanan Ke Alam Abadi
91 Bab XCI Pertempuran Besar
92 Bab XCII Saling Membantu
93 Bab XCIII Menyerang Pemimpin Kegelapan
94 Bab XCIV Pertempuran Sengit
95 Bab XCV Menjelajahi Alam Semesta
96 Bab XCVI Bintang Hitam
97 Bab XCVII Bintang Voith
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 1 Tang Han
2
Bab II Keluarga Terkuat
3
Bab III Kesempatan
4
Bab IV Sosok Bersayap
5
Bab V Pencarian Sekala Besar
6
Bab VI Tungku Penempa Tubuh
7
Bab VII Ras Terkuat
8
Bab VIII Berlatih Alkemia
9
Bab IX Berlatih Jurus Suci
10
Bab X Mata Suci Langit
11
Bab XI Perpisahan
12
Bab XII Kembali ke Alam Xuan
13
Bab XIII Explorasi Tambang Batu Jiwa
14
Bab XIV Perguruan Bintang Langit
15
Bab XV Mewariskan Ilmu
16
Bab XVI Hadiah
17
Bab XVII Kolam Eliksir Naga Dan Phonix
18
Bab XVIII Kota Besar Kerajaan Xu
19
Bab XIX Emosi Tak Terkendali
20
Bab XX Air Suci Dewa Bumi
21
Bab XXI Pamer Kemewahan
22
Bab XXII Kejadian Lucu
23
Bab XXIII Ujian Langit Petir Surgawi
24
Bab XXIV Energi Kehidupan
25
Bab XXV Ujian Khusus
26
Bab XXVI Tahapan Ujian Khusus
27
Bab XXVII Dunia Kecil
28
Bab XXVIII Alkemis Tua
29
Bab XXIX Pedang Phoenix Api
30
Bab XXX Wenwen dan Xanxan
31
Bab XXXI Kemuculan Tuan Dunia Kecil
32
Bab XXXII Sup Ayam Hutan
33
Bab XXXIII Pusat Kota Kerajaan Xu Gempar
34
Bab XXXIV Tang San Sang Brahma
35
Bab XXXV Misi Tersembunyi
36
Bab XXXVI Kedatangan Tang Baa
37
Bab XXXVII Memberi Kitab Phoenix Es dan Phoenix api
38
Bab XXXVIII Kembali ke Keluarga Tang
39
Bab XXXIX Monster Krokodaile
40
XL Membawa Semua ke Dunia Kecil
41
XLI Misi Rahasia Tang Baa
42
Bab XLII Berkunjung Ke Kerajaan Elf
43
Bab XLIII Tradisi Ras Elf
44
Bab XLIV Pohon Kehidupan
45
Bab XLV Dimensi lain di Alam Magis
46
Bab XLVI Kedua Kakek Beraksi
47
Bab XLVII Bukti Terungkap
48
Bab XLVIII Kompensasi Menjadi Sebuah Acara Besar
49
Bab XLIX Tang Baa Ke Kerajaan Elf
50
Bab L Kisah Xiu Go dan Tang Wu
51
Bab LI Kisah Tang Wu dan Xiu Go
52
Bab LII Mengambil keputusan
53
Bab LIII Berkultivasi Bersama
54
Bab LIV Ikan Naga Tiong
55
Bab LV Musuh Lama Bertemu
56
Bab LVI Mendapat Pencerahan
57
Bab LVII Kerajaan Nanman
58
Bab LVIII Strategi Pertahanan
59
Bab LIX Monster Penghisap Energi
60
Bab LX Pemilik Segitiga Unik
61
Bab LXI Gadis Keluarga Naga
62
Bab LXII Raja Nanman Berterimakasih
63
Bab LXIII Pertarungan Di Lapangan kota
64
Bab LXIV Pusat Perdagangan Kota
65
Bab LXV Petualangan Tang San
66
Bab LXVI Tang San Menerobos Tingkatan
67
Bab LXVII Tang San Kembali Bertemu Feng Xiang
68
Bab LXVIII Tang San Memasuki Dunia Kecil
69
Bab LXIX Menggabung Kedua Ilmu
70
Bab LXX Tang Han dan Mei Ruyi
71
Bab LXXI Tang San Berlatih Jurus Phoenix
72
Bab LXXII Menempa Tang Baa dan Tang San
73
Bab LXXIII Tang San Menggabungkan Ilmu
74
Bab LXXIV Semua Element Bersatu
75
Bab LXXV Kenaikan Tingkat Ranah
76
Bab LXXVI Penguasa Dunia Xuan
77
Bab LXXVII Ranah Abadi
78
Bab LXXVIII Ranah Ilahi
79
Bab LXXIX Cincin Hadiah Tang Han
80
Bab LXXX Kembali Ke keluarga Tang
81
Bab LXXXI Tragedi Di Ras Naga Kuno
82
Bab LXXXII Mei Ruyi Bertindak
83
Bab LXXXIII Iblis Naga Hitam Sesat
84
Bab LXXXIV Akhir Riwayat Iblis Naga Hitam
85
Bab LXXXV Sang Iblis Sesungguhnya
86
Bab LXXXVI Petualangan Tang San
87
Bab LXXXVII Alam Abadi
88
Bab LXXXVIII Memasuki Alam Abadi
89
Bab LXXXIX Petualangan Tang Han dan Mei Ruyi
90
Bab XC Perjalanan Ke Alam Abadi
91
Bab XCI Pertempuran Besar
92
Bab XCII Saling Membantu
93
Bab XCIII Menyerang Pemimpin Kegelapan
94
Bab XCIV Pertempuran Sengit
95
Bab XCV Menjelajahi Alam Semesta
96
Bab XCVI Bintang Hitam
97
Bab XCVII Bintang Voith

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!