£££££££££
**Di Kafe**.
Seorang wanita terlihat berjalan dengan anggun menghampiri seorang pria yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan nya.
"Maaf jika aku terlambat Reksa"ucap wanita tadi sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan pemuda tadi yang teryata adalah Areksa.
"Dan lo membuat gue menunggu hampir satu jam Jesselyn"kesal Areksa pada Jesselyn yang malah tersenyum saat melihat Areksa kesal padanya.
Areksa terpaksa melakukan semua bertemu dengan Jesselyn karena dia dan kedua sahabatnya masih mencaritahu mengenai orang kuat yang selalu mendukung rencana Jesselyn.
Dan selagi dia belum tahu siapa orang itu , Areksa jadi tidak bisa melakukan hal yang dia inginkan , karena itulah selagi dia mengalihkan perhatian Jesselyn , kedua sahabatnya sedang berada di kamar Jesselyn yang ada di kediaman Dirgantara.
Dan tentunya bersama dengan Keyvara yang sangat semangat ikut serta untuk membongkar keburukan dari Jesselyn.
"Jangan marah begitu dong sayang .. , aku terlambat karena ada pemotretan"ucap manja Jesselyn sambil memegang tangan Areksa.
"Bukankah lo bisa hubungin gue jika akan terlambat"ucap Areksa yang masih kesal sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Jesselyn.
Jesselyn yang melihat penolakan Areksa itu hanya tersenyum kecil , lalu menyandarkan dirinya di sandaran kursi.
"Tidak bisakah kau merubah panggilanmu itu padaku sayang"ucap Jesselyn yang sudah mulai berubah auranya.
"Gue masih belum terbiasa"elak Areksa , yang sebenarnya , jika dirinya tidak akan sudi bila harus memanggil Jesselyn dengan pangillan sayang seperti yang di inginkan oleh Jesselyn.
Makanya Areksa mengatakan hal itu agar membuat Jesselyn percaya padanya , sebab jika rencana yang sudah mereka buat kacau berantakan , maka kedua sahabatnya pasti akan memarahi nya.
Dan Areksa tidak ingin jika harus mendengar ceramah dari mereka , makanya untuk sekarang dia akan menahan diri saat di dekat Jesselyn seperti sekarang , meski di dalam hati Areksa sudah muak melihat wajah Jesselyn , namun untuk sekarang dia akan diam mengikuti alur yang sudah di tentukan.
"Baiklah , hanya untuk kali ini saja"ucap Jesselyn yang memilih mengalah.
"Lalu kenapa kau ingin bertemu dengan ku? apa kau khawatir jika aku akan melukai tunanganmu itu?"sambil menyangga dagunya dengan kedua tangan yang dia tumpukan di meja.
"Jika kau berani menyentuhnya sedikit saja , maka gue akan membuat lo menerima balasannya"ucap dingin Areksa.
"Sepertinya kau benar benar menyukainya?"
"Dan kupikir itu bukan urusan lo"
Jesselyn terkekeh melihat sikap Areksa yang terlihat sangat jelas menyukai Keyvara , dan dia semakin membenci Keyvara karena hal itu , hingga niatnya untuk menyingkirkan Keyvara semakin kuat karena melihat Areksa yang begitu mencintai Keyvara.
"Kau benar benar masih belum tahu posisimu Areksa"sambil menatap Areksa dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Lalu , apa kau ingin mengancamku lagi?"
"Oh .. ayolah sayang , kenapa kau tidak seperti dulu lagi , kau tahu aku sangat merindukanmu yang dulu"ucap Jesselyn manja saat mengingat kebersamaan Areksa yang dulu dengannya.
Areksa yang sangat penurut pada Jesselyn , dan selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh Jesselyn , bahkan Areksa hampir melakukan hal gila dengan Jesselyn.
Namun orang kepercayaan sang kakek datang tepat waktu hingga hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi , dan karena hal itu juga yang membuat Jesselyn diasingkan dan di larang untuk kembali ke negara itu lagi.
Tetapi berkat kerjasamanya dengan mafia Italy , yang juga memiliki dendam dengan kakek dari Areksa , akhirnya membuat Jesselyn berani untuk kembali ke negaranya sekarang.
Dan dia berpikir jika rencananya untuk mendekati Areksa bisa kembali terlaksana , tetapi dia di buat marah saat tahu jika Areksa sudah bertunanggan dengan sepupunya sendiri , hingga niat jahatpun muncul di benaknya , yang tentunya untuk memisahkan Areksa dan Keyvara.
"Karena gue bukan Areksa yang mudah lo kelabuhi lagi , dan lagi lo enggak akan bisa nyakitin cewek gue"ucap Areksa sambil tersenyum penuh arti pada Jesselyn.
Dan bukan tanpa sebab Areksa mengatakan hal itu , sebab semua yang dia bicarakan dengan Jesselyn terekam di laptop milik Agra yang tersambung dengan CCTV yang ada di kafe , karena itu sekarang Agra sedang memantau CCTV yang berhasil dia retas.
Dan tak hanya Agra saja yang melihat rekaman itu , melainkan juga ada Keyvara yang baru saja pulang sekolah dan langsung ikut melihat rekaman CCTV yang ada di kafe , sedangkan Gavin terlihat sedang mencari sebuah petunjuk yang berada di kamar Jesselyn.
Meski Gavin juga nampak frustasi karena apa yang dia cari belum juga ketemu , namun dia juga tidak bisa berdiam diri begitu lama dan bersikap santai , karena dia tahu jika nyawa sang sahabatlah yang akan menjadi taruhannya nanti.
"Benar benar , sahabat gue kayaknya sudah bucin habis sama lo"ucap Agra sambil melihat sekilas kearah Keyvara yang ada di sampingnya , dan dia juga tidak pernah menyangka jika Areksa sudah sangat mencintai Keyvara.
Meski begitu Agra bersyukur jika Areksa sudah mencintai Keyvara , dan itu artinya dia tidak akan mudah lagi terhasut oleh omongan Jesselyn.
"Bukan salah gue dia kayak gitu"jawab enteng Keyvara yang masih fokus mendengarkan pembicaraan Jesselyn dan Areksa.
Namun tak bisa Keyvara pungkiri jika dia juga terkejut dengan perasaan Areksa yang tidak main main terhadap dirinya.
"*Seriusan dia suka sama gue? tapi kenapa gue malah deg degan kayak gini sih* .." batin Keyvara yang malah bingung dengan perasaannya sekarang.
Sedangkan Agra hanya mengelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Keyvara barusan , hingga tatapan mereka berdua teralihkan pada Gavin yang telah menemukan sesuatu yang penting diantara laci rias milik Jesselyn.
Sedangkan di kafe , Areksa dan Jesselyn masih mengobrol hal hal yang random , hingga beberapa saat kemudian Jesselyn tersadar jika Areksa sedang mengalihkan perhatiannya.
Hingga setelahnya dia berlalu begitu saja meninggalkan kafe , sedangkan Areksa terlihat menyeringai saat melihat kepergian Jesselyn barusan , dan setelahnya .. Areksa juga beranjak pergi meninggalkan kafe , dan bergegas untuk menjemput kesayangan nya.
Dan berharap jika masalah yang dia alami dapat di selesaikan dengan mudah dengan apa yang sudah mereka temukan tadi.
"*Tunggu tanggal mainnya*"
"*Gue benar benar akan buat hidup lo hancur Jesselyn*"
...................
**££££€€€¥¥¥¥**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Bilqies
akan ku pegang ucapanmu areksa
2024-07-14
2
Bilqies
jelas itu
2024-07-14
1
Bilqies
Hadeh males banget denger mulut manisnya
2024-07-14
1