££££££££££
**Masih di Vila**.
"Briyan , kenapa lo nyekap cewek itu di sini , lo enggak tahu siapa dia? , jika orang itu sampai tahu lo bawa ceweknya , maka keluarga kita akan habis ditanggannya"ucap seorang pemuda yang sekarang sedang bicara pada Briyan saudara kandungnya.
"Kenapa lo takut kayak gitu Kane , lo kenal cewek itu?"penasaran Briyan dengan sikap Kane yang sepertinya mengenal wanita yang sekarang sedang dia kurung di dalam kamar.
"Gue enggak kenal , gue cuman tahu dia satu sekolah sama gue , dan kabarnya dia sudah punya tunangan , jadi mending lo bebasin dia sekarang"jawab Kane yang sebenarnya tak ingin Briyan terlibat dengan keluarga Mahendra.
Dia juga merasa terkejut ketika menemui Briyan , yang tadinya ingin menyuruh Briyan pulang , tapi teryata Kane malah melihat Briyan membawa seorang wanita yang sangat Kane kenal ke vila keluarga mereka.
Namun Kane memilih diam untuk sementara selagi dia mengirim informasi pada Areksa mengenai keberadaan Keyvara , wanita yang di bawa Briyan ke vila keluarganya.
"Enggak semudah itu Ken , dan gue juga enggak perduli dengan statusnya sekarang , yang penting gue tertarik sama dia , dan ingin dia jadi milik gue"ucap Briyan yang sepertinya sudah tertarik dengan Keyvara.
"Terserah lo , yang penting gue sudah memperingatkan lo , dan jika terjadi sesuatu nantinya , maka jangan pernah bawa nama keluarga , itupun jika lo masih sayang sama Bunda"ucap Kane yang kemudian pergi meninggalkan vila itu.
Meninggalkan Briyan yang masih duduk diam di sana , lalu setelahnya dia memilih melihat wanita yang sedang menjadi sanderanya.
"Belum bangun juga"ucapnya yang sekarang duduk di tepi kasur king size miliknya sambil memperhatikan wajah cantik yang tengah terbaring di kasur miliknya.
"Sebenarnya siapa lo , kenapa Pricilla benci sama lo? , dan juga sikap Kane terlihat berbeda saat tahu gue bawa lo kesini"gumam Briyan yang masih memperhatikan wajah Keyvara yang masih terlelap itu.
Hingga tak lama , manik mata berwarna coklat madu itu terbuka hingga dia menaikan satu alisnya bingung dengan orang asing yang ada di hadapannya.
"Hai cantik .. , akhirnya lo bangun juga"sapa Briyan sambil tersenyum melihat orang yang sejak tadi dia tunggu akhirnya sudah membuka matanya.
"Siapa lo , dan dimana gue?"
"Hei .. tenanglah , gue enggak akan nyakitin lo jika lo nurut sama gue Keyvara"ucap Briyan sambil menahan Keyvara yang ingin bangun dari tidurnya.
"Darimana lo tahu nama gue , dan sebenarnya lo itu siapa sih .. , lo lagi nyulik gue ya?"sambil bangun dari tidurnya lalu duduk dan bersandar pada sandaran ranjang.
"Nama gue Briyan , dan memang benar gue yang sudah nyulik lo"
**Deg**
"*Sialan .. kenapa gue harus berhadapan dengan penjahat kelamin macam Briyan ini , tapi tunggu sebentar , bukankah seharusnya dia culik Maudy dan memperkosa Maudy , lalu kenapa sekarang gue yang di culik*?" batin bingung Keyvara dengan situasi yang dihadapi oleh dirinya sekarang.
"Mau lo apa sih nyulik gue? pasti ada orang yang sudah nyuruh lo kan ..?"tanya Keyvara yang memiliki pemikiran jika hal itu semua sudah direncanakan oleh Pricilla.
"Gue mau lo jadi cewek gue , maka gue enggak akan nyakitin lo"jawab enteng Briyan sambil tersenyum menatap Keyvara.
"Sinting lo , gue udah punya tunangan , jadi mendingan lo bebasin gue sekarang"kesal Keyvara yang kemudian mencoba menguatkan dirinya untuk beranjak pergi dari tempat itu.
Namun yang dia rasakan , justru tubuhnya yang sangat lemas dan kepalanya yang berdenyut sangat sakit hingga membuat dia jadi tidak bisa beranjak dari tempat tidur.
"Lo enggak punya pilihan Key , karena sebentar lagi gue akan bawa lo pergi jauh dari kota ini"ucap Briyan yang kemudian beranjak pergi untuk menghubungi orang kepercayaannya.
Meninggalkan Keyvara yang masih duduk terdiam di ranjang , sambil memejamkan matanya , mencoba untuk meredam rasa sakit yang dia rasakan sekarang.
"Tubuh gue lemes banget , pasti karena enggak sarapan tadi pagi , dan sekarang hari sudah sore"gumam Keyvara sambil melihat langit sore dari jendela kaca yang ada di kamar itu.
Dan saat dia mengingat sesuatu , dia merogoh saku blazer yang masih dia kenakan untuk mencari benda yang tadinya ada di situ , namun teryata benda yang dia cari sudah tidak ada di saku blazernya , hingga membuatnya membuang nafas lelah sebab merasa jika tidak akan ada yang menolongnya.
"Kenapa di saat seperti ini gue jadi ingat Arsa , gue pengen pulang , tapi tubuh gue lemes banget , adakah orang yang mau nolong gue"ucap lirih Keyvara lagi.
Lalu setelahnya dia mendengar suara keributan di luar sana , hingga membuatnya sangat penasaran dan sebisa mungkin dia menguatkan diri untuk beranjak dari tempat tidur itu.
Sambil menahan rasa sakit di kepalanya dan dengan tubuh yang sangat lemas , Keyvara kemudian berjalan dengan perlahan menuju pintu.
Namun baru beberapa langkah dia berjalan , tubuhnya sudah terhuyung dan hilang keseimbangan hingga membuatnya ingin terjatuh kelantai.
Tetapi belum sempat tubuhnya menghantam lantai , sebuah lengan kekar menahan tubuhnya dan langsung mengendong Keyvara ala bridal.
"Arsa .."ucap lirih Keyvara saat melihat wajah orang yang sudah mengendongnya.
"Maaf terlambat sayang"ucap Areksa sambil tersenyum , meski dia juga merasa khawatir melihat kondisi Keyvara , namun dia berusaha untuk tetap tenang dan memilih meninggalkan kamar itu dengan Keyvara di gendongan nya.
"Brengsek , lepasin gue!!"teriak marah Briyan pada bodyguard yang di bawa oleh Areksa.
"Agra , bantu gue untuk beresin dia , dan Gavin lo anter gue ke rumah sakit"perintah Areksa yang kemudian dilakukan oleh mereka.
Namun sebelum Areksa keluar vila , dia sempat menoleh sebentar kearah Briyan yang menatapnya penuh permusuhan.
"Ini terakhir kalinya gue lihat wajah lo , jika bukan karena sodara lo , maka gue sudah pastikan jika lo tidak akan pernah bisa lagi melihat dunia ini , jadi berterimakasih lah pada sodara lo itu"ucap Areksa yang kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari vila itu.
Membiarkan Agra yang akan mengurus sisanya , sebab yang jauh lebih penting sekarang adalah kondisi Keyvara yang tidak baik baik saja , bahkan Keyvara terlihat pingsan lagi saat tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya.
Hingga hal itu membuat Areksa takut akan terjadi sesuatu pada Keyvara , dan memilih menyuruh Gavin untuk segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
**€€€€£££££¥¥¥¥¥**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Bilqies
ciih gampang banget kalau ngomong, jangan mau key
2024-07-13
1
Bilqies
setuju, ayo Kane bantu keyvara bebas dari jeratan Bryan dan pricillia
2024-07-13
1
Puspa
cari masalah ini
2024-07-04
1