AREKSA ( 6 )

£££££££

"Di mana ini?"bingung Keyvara saat mereka sampai di halaman sebuah mension mewah.

![](contribute/fiction/8661472/markdown/47582453/1717669374088.jpeg)

"Rumah Ayah dan Bunda"jawab Areksa hingga hal itu membuat Keyvara melotot menatap Areksa.

"Lo itu apa apaan sih , bawa gue kesini enggak bilang bilang"sewot Keyvara saat melihat Areksa yang masih duduk di jok kemudi.

"Memangnya kenapa kalau aku enggak bilang dulu sama kamu? salah gitu .. kan kamu tunangan aku"

"*Tunangan .. tunangan , lo juga kepaksa kali tunangan sama gue , terus .. kenapa juga sekarang gue di bawa kesini , gue bahkan enggak tahu seperti apa hubungan Keyvara yang asli dengan keluarga Areksa , ck .. nyusahin aja ini orang*" batin kesal Keyvara dengan keputusan Areksa yang di buat tanpa persetujuannya.

"Ayo turun"ajak Areksa setelah dia membukakan pintu mobil Keyvara.

"Gue enggak mau turun"sambil bersedekap menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Turun dulu , Bunda pengen ketemu sama kamu"ucap lembut Areksa hingga membuat Keyvara melongo melihat Areksa yang bisa bersikap lembut padanya.

Padahal di novel yang di baca oleh Siena , Areksa itu tidak pernah bersikap lembut pada Keyvara , malahan setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya cacian dan makian kepada Keyvara.

Namun saat mendapati sifat Areksa yang berbeda dengan apa yang di baca oleh Siena , membuat jiwa Siena bingung dengan perubahan sifat Areksa yang tiba tiba itu.

"Lo lagi kesambet apa Arsa? , omongan lo kenapa jadi mendadak lembut gitu ke gue? biasanya juga ketus dan dingin , kadang lo pernah maki gue?"tanya Keyvara sambil menatap Areksa yang terlihat bingung dengan perkataan Keyvara.

"Emang kapan aku maki kamu?"bingung Areksa.

"*Sial .. gue keceplosan , bagian Areksa maki Keyvara kan waktu bersama ulet keket itu , aa ... kenapa gue sampai lupa sih* ..." batin Keyvara sambil merutuki kecerobohanya.

"Aa .. lupain aja , gue cuman salah ngomong"sambil melangkah keluar mobil.

"Ya ampun kalian ini .. bukannya masuk ini malah ngobrol di luar "sahut seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka dan langsung memeluk Keyvara.

Hingga hal itu membuat Keyvara sedikit terkejut saat mendapati seseorang yang memeluknya tiba tiba , namun entah mengapa dia merasa nyaman saat di peluk oleh wanita paruh baya itu.

"Akhinya Bunda bisa ketemu sama calon menantu Bunda"ucapnya sambil tersenyum melihat Keyvara.

"Bunda?"

"Iya , pangil Bunda Elena ok .. dan maaf waktu pertunangan kalian Bunda tidak bisa hadir , soalnya Bunda lagi ada di rumah sakit waktu itu"sambil tersenyum menatap Keyvara.

"Bunda sakit apa? apa sekarang Bunda sudah sembuh?"yang tiba tiba khawatir dengan kesehatan orang yang belum di kenal oleh Keyvara.

"Tenang saja , Bunda sudah sehat kok sayang , makanya Bunda nyuruh Areksa untuk bawa kamu kesini"sambil terkekeh saat melihat wajah khawatir Keyvara.

"Sekarang ayo masuk , tadi Bunda sudah suruh koki untuk siapin makanan yang enak buat kamu"sambil mengandeng tangan Keyvara masuk kedalam mension.

"Yakh .. Bunda , kok anaknya jadi di kacangin sih .."protes Areksa.

"Enggak usah lebay , kan bisa jalan sendiri"ucap Elena tanpa melihat Areksa di belakangnya , hingga hal itu membuat Keyvara terkekeh melihat Areksa yang di cuekin oleh Ibunya sendiri.

"Kayaknya kamu bakal di anak tirikan son"sahut Reno Mahendra , Ayah dari Areksa.

"Astaga Ayah , bikin kaget aja"sambil melihat kesamping , tempat dimana sang Ayah sedang berdiri.

"Halah .. gitu aja kaget , giliran denger desingan timah panas biasa saja , lebay banget sih .."ucap Reno yang kemudian berjalan masuk kedalam mension.

Meninggalkan Areksa yang masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya.

"Ada apa dengan keluarga gue?"tanya Areksa pada dirinya sendiri yang kemudian memutuskan untuk berjalan masuk kedalam mension.

**€€€€€€€€€€€**

**Setelah makan bersama**.

Keyvara terlihat sangat senang saat bersama dengan Elena , dia bahkan mengabaikan Areksa yang sejak tadi hanya menyaksikan Keyvara dan sang Ibu yang sedang mengobrol.

Entah apa yang mereka bicarakan , namun saat melihat Keyvara tertawa bersama sang Bunda membuat dia juga ikut tersenyum dengan apa yang dia lihat sekarang.

"Sudah mulai mencintainya son?"tanya sang Ayah yang juga sedang melihat interaksi antara sang istri dan calon menantunya yang duduk di ruang tengah.

Sedangkan mereka duduk di mini bar yang ada di kediaman Reno , sambil menyaksikan interaksi antara Elena dan Keyvara didepan mereka.

"Maksud Ayah apa?"sambil melihat kearah Reno yang juga sedang melihat kearah dirinya.

"Bukankah saat kami menjodohkan dirimu dan Keyvara kau tidak menyukainya? tapi yang Ayah lihat , sekarang kamu mulai mencintainya"ucap Reno saat melihat raut wajah Areksa yang penuh cinta.

"Sok tahu baget sih Yah .."enak Areksa.

"Kamu itu putra Ayah satu satunya , tentu saja Ayah tahu seperti apa dirimu , dan Ayah juga pernah memperingatkan kamu bila menyakitinya bukan?"yang mengingatkan Areksa mengenai perkataan dirinya pada Areksa sebelum hati pertunangan mereka.

"Aku tahu , dan aku juga tidak berniat untuk melukainya"sambil melihat Keyvara yang masih asik bercerita dengan sang Bunda.

"Dulu , aku akui tidak menyukainya dan benci dengan ikatan pertunangan ini , namun belakangan hari ini aku merasa ada yang berbeda dengan dirinya , sesuatu yang membuatku merasakan hal yang tidak pernah kurasakan sebelumnya"ucap Areksa lagi saat mengakui apa yang sedang dia rasakan sekarang.

Hingga hal itu membuat Reno tersenyum sambil melihat kedepan , melihat kearah wanita yang sudah membuat sang putra menemukan cinta sejatinya.

Meski sekarang Areksa masih belum menyadarinya , namun Reno yakin jika tidak akan lama bagi Areksa tahu seperti apa isi hatinya sekarang.

"Jika begitu jangan pernah mengecewakannya son , kau tahu bukan dia selalu sendirian saat di tinggal pergi bekerja oleh kedua orangtuanya , dan Ayah harap kamu bisa menjaganya , dan menjadi orang yang bisa selalu ada buat dia"ucap harap Reno pada Areksa.

"Akan ku coba Ayah"

"Ya .. itu harus"sambil menepuk pundak Areksa lalu berjalan menghampiri sang istri yang masih asik mengobrol dengan Keyvara.

Sedangkan Areksa masih duduk di sana sambil merenungkan apa yang terjadi dengannya belakangan ini , dan itu semua di sebabkan oleh perubahan sikap Keyvara di mata Areksa , meski begitu nyatanya Areksa menyukai perubahan sikap Keyvara yang sekarang , dan berharap jika Keyvara akan tetap seperti ini.

**£..............£**

**£££££££**

Terpopuler

Comments

Dewi Payang

Dewi Payang

Tetep waspada ya Key...

2024-09-16

1

Dewi Payang

Dewi Payang

Rumahnya bak istana

2024-09-16

1

Bilqies

Bilqies

ngarep nih 😆😆

2024-07-10

1

lihat semua
Episodes
1 AREKSA ( 1 )
2 AREKSA ( 2 )
3 AREKSA ( 3 )
4 AREKSA ( 4 )
5 AREKSA ( 5 )
6 AREKSA ( 6 )
7 AREKSA ( 7 )
8 AREKSA ( 8 )
9 AREKSA ( 9 )
10 AREKSA ( 10 )
11 AREKSA ( 11 )
12 Areksa ( 12 )
13 AREKSA ( 13 )
14 AREKSA ( 14 )
15 AREKSA ( 15 )
16 AREKSA ( 16 )
17 AREKSA ( 17 )
18 AREKSA ( 18 )
19 AREKSA ( 19 )
20 AREKSA ( 20 )
21 AREKSA ( 21 )
22 AREKSA ( 22 )
23 AREKSA ( 23 )
24 AREKSA ( 24 )
25 AREKSA ( 25 )
26 AREKSA ( 26 )
27 AREKSA ( 27 )
28 AREKSA ( 28 )
29 AREKSA ( 29 )
30 AREKSA ( 30 )
31 AREKSA ( 31 )
32 AREKSA ( 32 )
33 AREKSA ( 33 )
34 AREKSA ( 34 )
35 AREKSA ( 35 )
36 AREKSA ( 36 )
37 AREKSA ( 37 )
38 AREKSA ( 38 )
39 AREKSA ( 39 )
40 AREKSA ( 40 )
41 AREKSA ( 41 )
42 AREKSA ( 42 )
43 AREKSA ( 43 )
44 AREKSA ( 44 )
45 AREKSA ( 45 )
46 AREKSA ( 46 )
47 AREKSA ( 47 )
48 AREKSA ( 48 )
49 AREKSA ( 49 )
50 AREKSA ( 50 )
51 AREKSA ( 51 )
52 AREKSA ( 52 )
53 AREKSA ( 53 )
54 AREKSA ( 54 )
55 AREKSA ( 55 )
56 AREKSA ( 56 )
57 AREKSA ( 57 )
58 AREKSA ( 58 )
59 AREKSA ( 59 )
60 AREKSA ( 60 )
61 AREKSA ( 61 )
62 AREKSA ( 62 )
63 AREKSA ( 63 )
64 AREKSA ( 64 )
65 AREKSA ( 65 )
66 AREKSA ( 66 )
67 AREKSA ( 67 )
68 AREKSA ( 68 )
69 AREKSA ( 69 )
70 AREKSA ( 70 )
71 AREKSA ( 71 )
72 AREKSA ( 72 )
73 AREKSA ( 73 )
74 AREKSA ( 74 )
75 AREKSA ( 75 )
76 AREKSA ( 76 )
77 AREKSA ( 77 )
78 AREKSA ( 78 )
79 AREKSA ( 79 )
80 AREKSA ( 80 )
81 AREKSA ( 81 )
82 AREKSA ( 82 )
Episodes

Updated 82 Episodes

1
AREKSA ( 1 )
2
AREKSA ( 2 )
3
AREKSA ( 3 )
4
AREKSA ( 4 )
5
AREKSA ( 5 )
6
AREKSA ( 6 )
7
AREKSA ( 7 )
8
AREKSA ( 8 )
9
AREKSA ( 9 )
10
AREKSA ( 10 )
11
AREKSA ( 11 )
12
Areksa ( 12 )
13
AREKSA ( 13 )
14
AREKSA ( 14 )
15
AREKSA ( 15 )
16
AREKSA ( 16 )
17
AREKSA ( 17 )
18
AREKSA ( 18 )
19
AREKSA ( 19 )
20
AREKSA ( 20 )
21
AREKSA ( 21 )
22
AREKSA ( 22 )
23
AREKSA ( 23 )
24
AREKSA ( 24 )
25
AREKSA ( 25 )
26
AREKSA ( 26 )
27
AREKSA ( 27 )
28
AREKSA ( 28 )
29
AREKSA ( 29 )
30
AREKSA ( 30 )
31
AREKSA ( 31 )
32
AREKSA ( 32 )
33
AREKSA ( 33 )
34
AREKSA ( 34 )
35
AREKSA ( 35 )
36
AREKSA ( 36 )
37
AREKSA ( 37 )
38
AREKSA ( 38 )
39
AREKSA ( 39 )
40
AREKSA ( 40 )
41
AREKSA ( 41 )
42
AREKSA ( 42 )
43
AREKSA ( 43 )
44
AREKSA ( 44 )
45
AREKSA ( 45 )
46
AREKSA ( 46 )
47
AREKSA ( 47 )
48
AREKSA ( 48 )
49
AREKSA ( 49 )
50
AREKSA ( 50 )
51
AREKSA ( 51 )
52
AREKSA ( 52 )
53
AREKSA ( 53 )
54
AREKSA ( 54 )
55
AREKSA ( 55 )
56
AREKSA ( 56 )
57
AREKSA ( 57 )
58
AREKSA ( 58 )
59
AREKSA ( 59 )
60
AREKSA ( 60 )
61
AREKSA ( 61 )
62
AREKSA ( 62 )
63
AREKSA ( 63 )
64
AREKSA ( 64 )
65
AREKSA ( 65 )
66
AREKSA ( 66 )
67
AREKSA ( 67 )
68
AREKSA ( 68 )
69
AREKSA ( 69 )
70
AREKSA ( 70 )
71
AREKSA ( 71 )
72
AREKSA ( 72 )
73
AREKSA ( 73 )
74
AREKSA ( 74 )
75
AREKSA ( 75 )
76
AREKSA ( 76 )
77
AREKSA ( 77 )
78
AREKSA ( 78 )
79
AREKSA ( 79 )
80
AREKSA ( 80 )
81
AREKSA ( 81 )
82
AREKSA ( 82 )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!