AREKSA ( 14 )

££££££££££

Setelah hampir menunggu dua hari , Keyvara kemudian terlihat membuka matanya , dan saat dia mengamati sekitarnya , dia melihat Areksa tertidur di sisi ranjang pesakitannya dengan satu lengannya yang dia jadikan bantal untuk tidurnya.

Dan satu tangan yang lain dia gunakan untuk mengenggam erat tangan Keyvara yang tidak terkena selang infus.

Lama Keyvara memperhatikan Areksa yang tertidur dengan nyenyak , hingga tak lama kemudian , seorang dokter cantik memasuki ruang rawat Keyvara bersama dengan Elena , dan dengan cepat Keyvara meletakkan jari telunjuk nya di bibir sebagai petanda agar mereka tetap diam supaya tidak membangunkan Areksa yang tertidur lelap.

Sang dokter pun tersenyum , lalu berjalan perlahan menghampiri Keyvara di sisi lain ranjang pesakitannya.

Sedangkan Elena terlihat mengambil sebuah selimut untuk menyelimuti tubuh Areksa , lalu sang dokter yang Keyvara tahu dari ID milik si dokter yang bernama dokter Irina itu , sekarang terlihat sedang mengecek kesehatan Keyvara , dan setelahnya dia mengangguk setelah selesai memeriksa Keyvara yang sudah kembali sehat.

"Bunda senang kamu sudah bangun"bisik lirih Elena di telinga Keyvara hingga membuat Keyvara hanya bisa tersenyum dan mengangguk.

Lalu , setelah di rasa tidak ada hal yang perlu di khawatirkan lagi , dokter Irina meninggalkan ruang rawat Keyvara , dan membiarkan Elena yang akan mengurus Keyvara nantinya.

Hingga selang satu jam kemudian , saat Keyvara yang sekarang sedang memakan buah yang di kupaskan oleh Elena , Areksa terlihat membuka matanya dan sangat terkejut saat melihat Keyvara yang sudah dalam posisi setengah duduk di ranjangnya sambil memakan buah yang di berikan oleh Elena.

"Sayang .. kamu sudah sadar , lalu sejak kapan kamu sudah bangun? dan kenapa kamu enggak bangunin aku?"ucap Areksa penuh haru saat melihat Keyvara yang sudah sadar dari pingsannya selama dua hari lalu.

"Sayang .. sayang .. , sejak kapan aku jadi sayangnya kamu , dan kalau tanya itu satu satu , kayak aku lagi sekarat aja"gerutu Keyvara yang kemudian melanjutkan memakan buah apel yang sudah di kupaskan oleh Elena tadi.

Sedangkan Elena terlihat menahan tawa saat melihat wajah Areksa yang sedikit blang saat Keyvara mengatakan hal itu pada Areksa.

"Kok ngomongnya gitu sih sayang , aku kan khawatir sama kamu , dokter Irina bilang kamu cuman pingsan , tetapi selama dua hari kamu belum bangun , aku kan jadi cemas .. takutnya bila kamu koma tanpa sebab"ucap sedih Areksa , dan hal itu membuat Keyvara menatap tak percaya dengan sikap Areksa sekarang.

"*Dia khawatir sama gue? tapi gue kan bukan Keyvara yang asli , lagian gue pingsannya lama gara gara Keyvara yang nemuin gue , meski sebenarnya gue juga masih penasaran dengan omongan dia di mimpi gue , lalu soal Areksa*?" batin Keyvara sambil menatap Areksa.

"Kok bengong sih sayang .."ucap Areksa sambil sedikit mencubit hidung Keyvara hingga membuat Keyvara mengerucutkan bibirnya sebal dengan sikap Areksa barusan.

"Bunda ~ dia cubit hidung aku"rengek Keyvara pada Elena sambil menunjuk Areksa yang malah terkekeh dengan tingkah gemas Keyvara.

"Reksa , jangan jahil sama menantu Bunda"tegur Elena pada sang putra.

"Sedikit aja Bunda , habis gemes sih .."yang kemudian kembali mencubit gemas pipi Keyvara , hingga membuat Keyvara kembali merengek pada Elena.

"Bunda ~"

"Ya ampun Reksa , sudah Bunda bilang jangan ganggu menantu Bunda"ucap Elena sambil menjewer telinga Areksa.

"Ampun Bunda ... , sakit .. Reksa minta maaf"ucap Areksa yang menahan sakit sambil mengusap telinganya yang memerah akibat kena jewer Elena.

"Makanya , jangan mengoda menantu Bunda lagi"ucap Elena yang kembali duduk di kursinya saat dia tadi sempat berdiri hanya untuk menjewer telinga Areksa.

Sedangkan Keyvara terlihat tersenyum penuh kemenangan saat melihat Areksa yang kena hukuman dari sang Bunda , dan saat Areksa yang melihat Keyvara tersenyum , hal itu malah membuatnya jadi ingin kembali menjahili Keyvara , hingga ..

**Cup**

"Arsa!!"teriak marah Keyvara saat dengan tiba tiba Areksa mencium pipinya , dan dengan seenaknya Areksa langsung kabur setelah melakukan hal yang membuat jantung Keyvara berdetak sangat kencang karenanya.

"Aku mencintaimu sayang"

**Blush**

Pipi Keyvara terlihat bersemu merah saat mendengar perkataan Areksa sebelum dia benar benar pergi dari ruang rawat Keyvara.

Dan Elena yang menyaksikan semua itu terlihat tersenyum dan merasa bersyukur dengan apa yang di katakan oleh Areksa barusan.

Karena dengan begitu , Elena tidak perlu cemas lagi dengan hubungan Areksa dan Keyvara , dan Elena berharap jika tidak akan ada lagi yang memisahkan mereka nantinya.

"*Bunda harap kalian akan terus bahagia , dan Bunda juga berharap jika kamu tidak akan meninggalkan Areksa di saat kamu tahu seperti apa Areksa sayang , apapun itu tetaplah di sisi Areksa , sebab dia membutuhkanmu*" batin Elena sambil menatap Keyvara yang terlihat tersipu dengan perkataan Areksa tadi.

Sedangkan Areksa yang baru tersadar dengan apa yang dia ucapkan tadi terlihat tersenyum sambil bicara sendiri saat dia memasuki lift untuk turun ke basement , sebab ada hal yang harus dia lakukan saat mendapatkan pesan dari sahabatnya barusan.

Dan dia terpaksa harus meninggalkan Keyvara sebentar lalu meminta sang Bunda untuk menjaganya.

"Gue cinta sama lo Cheline , dan gue sudah yakin dengan perasaan gue sekarang"gumam Areksa sambil tersenyum mengingat apa yang dia katakan barusan.

"Dan gue tidak akan membiarkan dia sampai mengusik lo , jika hal itu sampai terjadi , maka itu artinya dia memilih mati di tangan gue"ucap Areksa lagi dengan kilat marah di matanya.

Entah siapa orang yang di maksud oleh Areksa , yang jelas orang itu tidak akan bisa hidup tenang setelah mengusik milik Areksa.

Dan bisa di pastikan jika dia akan mendapatkan balasan yang tidak akan pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Lalu setelahnya Areksa memilih langsung keluar dari lift saat pintu lift sudah sampai di basement , dan dengan sikap dinginnya juga raut wajah datarnya dia berjalan menuju mobil yang dia parkirkan di basement rumahsakit , hingga setelah dia masuk ke dalam mobil , dia langsung melajukan mobilnya pergi dari tempat itu untuk menemui sahabatnya.

**££££££££££**

Terpopuler

Comments

Fitrii

Fitrii

gak kuat w salting dewann🤣🥲🥲🥲🗿🗿🗿🗿🗿🗿

2024-08-10

1

Bilqies

Bilqies

nah looh 🤣🤣🤣🤣

2024-07-13

1

Nur Hayati

Nur Hayati

semakin penuh misteri... lanjut thor

2024-07-12

1

lihat semua
Episodes
1 AREKSA ( 1 )
2 AREKSA ( 2 )
3 AREKSA ( 3 )
4 AREKSA ( 4 )
5 AREKSA ( 5 )
6 AREKSA ( 6 )
7 AREKSA ( 7 )
8 AREKSA ( 8 )
9 AREKSA ( 9 )
10 AREKSA ( 10 )
11 AREKSA ( 11 )
12 Areksa ( 12 )
13 AREKSA ( 13 )
14 AREKSA ( 14 )
15 AREKSA ( 15 )
16 AREKSA ( 16 )
17 AREKSA ( 17 )
18 AREKSA ( 18 )
19 AREKSA ( 19 )
20 AREKSA ( 20 )
21 AREKSA ( 21 )
22 AREKSA ( 22 )
23 AREKSA ( 23 )
24 AREKSA ( 24 )
25 AREKSA ( 25 )
26 AREKSA ( 26 )
27 AREKSA ( 27 )
28 AREKSA ( 28 )
29 AREKSA ( 29 )
30 AREKSA ( 30 )
31 AREKSA ( 31 )
32 AREKSA ( 32 )
33 AREKSA ( 33 )
34 AREKSA ( 34 )
35 AREKSA ( 35 )
36 AREKSA ( 36 )
37 AREKSA ( 37 )
38 AREKSA ( 38 )
39 AREKSA ( 39 )
40 AREKSA ( 40 )
41 AREKSA ( 41 )
42 AREKSA ( 42 )
43 AREKSA ( 43 )
44 AREKSA ( 44 )
45 AREKSA ( 45 )
46 AREKSA ( 46 )
47 AREKSA ( 47 )
48 AREKSA ( 48 )
49 AREKSA ( 49 )
50 AREKSA ( 50 )
51 AREKSA ( 51 )
52 AREKSA ( 52 )
53 AREKSA ( 53 )
54 AREKSA ( 54 )
55 AREKSA ( 55 )
56 AREKSA ( 56 )
57 AREKSA ( 57 )
58 AREKSA ( 58 )
59 AREKSA ( 59 )
60 AREKSA ( 60 )
61 AREKSA ( 61 )
62 AREKSA ( 62 )
63 AREKSA ( 63 )
64 AREKSA ( 64 )
65 AREKSA ( 65 )
66 AREKSA ( 66 )
67 AREKSA ( 67 )
68 AREKSA ( 68 )
69 AREKSA ( 69 )
70 AREKSA ( 70 )
71 AREKSA ( 71 )
72 AREKSA ( 72 )
73 AREKSA ( 73 )
74 AREKSA ( 74 )
75 AREKSA ( 75 )
76 AREKSA ( 76 )
77 AREKSA ( 77 )
78 AREKSA ( 78 )
79 AREKSA ( 79 )
80 AREKSA ( 80 )
81 AREKSA ( 81 )
82 AREKSA ( 82 )
Episodes

Updated 82 Episodes

1
AREKSA ( 1 )
2
AREKSA ( 2 )
3
AREKSA ( 3 )
4
AREKSA ( 4 )
5
AREKSA ( 5 )
6
AREKSA ( 6 )
7
AREKSA ( 7 )
8
AREKSA ( 8 )
9
AREKSA ( 9 )
10
AREKSA ( 10 )
11
AREKSA ( 11 )
12
Areksa ( 12 )
13
AREKSA ( 13 )
14
AREKSA ( 14 )
15
AREKSA ( 15 )
16
AREKSA ( 16 )
17
AREKSA ( 17 )
18
AREKSA ( 18 )
19
AREKSA ( 19 )
20
AREKSA ( 20 )
21
AREKSA ( 21 )
22
AREKSA ( 22 )
23
AREKSA ( 23 )
24
AREKSA ( 24 )
25
AREKSA ( 25 )
26
AREKSA ( 26 )
27
AREKSA ( 27 )
28
AREKSA ( 28 )
29
AREKSA ( 29 )
30
AREKSA ( 30 )
31
AREKSA ( 31 )
32
AREKSA ( 32 )
33
AREKSA ( 33 )
34
AREKSA ( 34 )
35
AREKSA ( 35 )
36
AREKSA ( 36 )
37
AREKSA ( 37 )
38
AREKSA ( 38 )
39
AREKSA ( 39 )
40
AREKSA ( 40 )
41
AREKSA ( 41 )
42
AREKSA ( 42 )
43
AREKSA ( 43 )
44
AREKSA ( 44 )
45
AREKSA ( 45 )
46
AREKSA ( 46 )
47
AREKSA ( 47 )
48
AREKSA ( 48 )
49
AREKSA ( 49 )
50
AREKSA ( 50 )
51
AREKSA ( 51 )
52
AREKSA ( 52 )
53
AREKSA ( 53 )
54
AREKSA ( 54 )
55
AREKSA ( 55 )
56
AREKSA ( 56 )
57
AREKSA ( 57 )
58
AREKSA ( 58 )
59
AREKSA ( 59 )
60
AREKSA ( 60 )
61
AREKSA ( 61 )
62
AREKSA ( 62 )
63
AREKSA ( 63 )
64
AREKSA ( 64 )
65
AREKSA ( 65 )
66
AREKSA ( 66 )
67
AREKSA ( 67 )
68
AREKSA ( 68 )
69
AREKSA ( 69 )
70
AREKSA ( 70 )
71
AREKSA ( 71 )
72
AREKSA ( 72 )
73
AREKSA ( 73 )
74
AREKSA ( 74 )
75
AREKSA ( 75 )
76
AREKSA ( 76 )
77
AREKSA ( 77 )
78
AREKSA ( 78 )
79
AREKSA ( 79 )
80
AREKSA ( 80 )
81
AREKSA ( 81 )
82
AREKSA ( 82 )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!