Ide

Malam itu cahaya yang tidak terlalu terang menerangi kediaman baru mereka. Ya, mungkin lebih tepatnya baru bagi Viola. Karena Ivan mengatakan dia pernah kesini dan menghabiskan waktu bersama ayahnya.

"Uhuk! Uhuk!" Viola langsung batuk ketika debu-debu yang menempel ikut berterbangan ketika kain yang menutupi nya dikibaskan oleh Ivan.

"Ini kamar kita...." Ivan membuka ruangan lain, terlihat ruangan berukuran sedang dengan ranjang yang cukup besar ada di sana, tak lupa sebuah lemari berpintu tiga sudah tertata di sana.

"Kau suka? Aku harap kau menyukai nya." Viola mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, cukup luas dan nyaman.

Ya, nyaman.... Itulah yang dirasakan tubuh Viola ketika menduduki ranjang di sana. "Suka, empuk sekali. Maksudnya nyaman dari yang sebelumnya." Jelas Viola yang membuat Ivan tersenyum manis.

"Syukurlah..." Ivan merapikan perabotan dan memeriksa jendela kamar.

"Mereka tidak tau tempat ini bukan?" Tanya Viola membuat Ivan menatap dirinya sejenak.

"Tidak... Ini rumah peninggalan kedua orang tua ayah ku. Setelah menikah, ayah membawa Ibu ke desa sebelum nya dan tinggal di sana, serta mereka." Tampaknya lidah Ivan juga tidak mau menyebutkan panggilan itu.

"Keberuntungan, bukan begitu?" Ivan mengangguk.

"Ada selimut, tapi sepertinya hanya satu yang bersih. Mungkin karena terlalu lama ditinggalkan."

"Aku rasa itu cukup." Viola ikut melihat selimut yang dipegang oleh Ivan.

"Oh ya, kamar mandi nya? Aku mau...." Setelah mendengar keinginan Viola, Ivan tampak membawa lentera di tangan nya.

"Tidak di dalam?" Ivan langsung menggeleng.

"Jangan khawatir, aku temani." Karena sudah tidak tahan, Viola menurut saja. Keduanya menuju arah belakang rumah. Tampak sebuah ruangan tersendiri berdiri di sana. Tak besar, dan benar saja... Ketika Viola menyibak tirai terlihat sebuah ember berukuran besar bewarna biru dengan gayung yang berenang di atas nya. Serta tak lupa aliran air yang mengalir menggunakan bambu, dan juga jamban dengan model yang aneh bagi Viola.

"Ini....." Viola tak bisa melanjutkan kata-katanya melihat penampakan kamar mandi yang ada dihadapannya.

"Kenapa? Apa kakimu masih sakit sehingga tidak bisa jongkok?"

"Bisa! Tidak masalah, kau bisa berbalik?" Ivan mengangguk paham dan bukannya berbalik, tapi dia menutup tirai dan berada di luar.

Sungguh bayangan Ivan berjaga di depan bisa dilihat Viola dengan baik, lampu yang temaram membuat Viola meraba-raba gayung untuk mengambil airnya. Tapi siapa sangka, dirinya mendapatkan kejutan karena gayung yang digunakan justru bolong.

"Astaga! Aku harus bisa menghasilkan uang dan mendatangkan toilet canggih ke sini!" Gerutu Viola yang membuat Ivan samar-samar mendengar ucapan istrinya.

"Butuh sesuatu?"

"Tidak, aku sudah selesai!" Viola segera beranjak dari sana setelah memasang pakaia bawahnya dengan benar.

"Ayo kita tidur." Senyap, telinga Viola hanya mendengar suara hewan malam di sini. Tidak ada aktivitas yang terlihat disini, membuat suasana jadi menyeramkan.

"Semua pintu dan jendela terkunci bukan?"tanya Viola.

"Sudah, tidurlah." Karena sudah mengantuk dan merasakan air yang begitu dingin menyentuh kulitnya membuat Viola langsung berbaring di ranjang dan menutup matanya.

Ketika matanya terbuka suara kokok ayam sudah terdengar, dengan malas dirinya memaksa matanya terbuka. Tidak ada jam yang terpajang membuat Viola mencoba menerka sendiri sambil melihat ke arah jendela kamar.

Langit masih gelap, dan ayam terus berkokok. Ketika dirinya menoleh ke samping, dirinya tidak melihat keberadaan Ivan.

"Ivan! Ivan!" Panik, Viola langsung terjun dari ranjang dan keluar dari kamar. Perasaan paniknya menghilang ketika melihat Ivan sudah segar sambil membawa sepiring nasi.

"Ada apa?"

"Tidak ada, aku pikir kau kemana...."

"Mandilah dulu, lalu kita makan. Aku harus mempersiapkan lahan dan juga membeli bibit tanaman di pasar."

"Aku ikut ya!" Pinta Viola yang diangguki oleh Ivan.

*********

Keduanya sudah berada di pasar, dengan jalan kaki tentunya. Udara yang segar membuat Viola tidak merasa lelah untuk berjalan kaki, ya setidaknya begitu. Matahari masih malu-malu untuk muncul, karena jam yang menunjukkan pukul 6. Tapi dalam perjalanan menuju pasar, Viola melihat kedai-kedai kecil sudah mulai buka. Dan benar, penduduk lokal membuka usaha buah-buahan segar, hampir semuanya.

"Sebanyak itu, toko yang menjual barang yang sama. Apa mereka Untung?" Tanya Viola.

"Tergantung, karena wisatawan yang datang untuk membeli."

"Wisatawan?"

"Ya, ingat kereta yang kita naiki? Itu juga membawa kereta penumpang. Biasanya wisatawan dari kota, jaraknya tidak jauh jika menggunakan kereta api. Ada desa dengan pantai yang indah dengan jarak yang cukup jauh dari sini. Biasanya sebelum melanjutkan perjalanan, kereta api akan berhenti dulu disini karena itu wisatawan bisa berhenti dan belanja di sini. Buah-buahan disini terkenal dengan rasa dan kualitasnya, di desa tujuan wisata tidak ada." Jelas Ivan.

"Lihat! Kereta nya datang. Dan wisatawan akan turun untuk membeli." Sambung Ivan dan Viola pandangan Viola langsung tertuju pada kereta dan benar saja, perlahan orang-orang turun. Dilihat dari pakaian mereka, itu bukan orang desa tapi kota, mereka mengunjungi toko yang menarik bagi mereka.

"Apa itu selalu?" Tanya Viola.

"Ya, tapi jumlahnya akan membeludak ketika liburan." Jelas Ivan.

Viola memperhatikan para wisatawan itu, matanya tak lepas dari penampilan mereka.

'Aksesoris.... Mereka pasti menyukainya, bukankah itu keahlian ku?' Viola tersenyum ketika ide itu tercetus di kepalanya.

Bersambung.....

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

Terpopuler

Comments

Ruby Jane

Ruby Jane

buah2an jg bs di olah mnjdi makanan..

2025-01-12

1

Sry Handayani

Sry Handayani

good

2024-07-03

2

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

thor up yang banyak yaa, ceritanya sangat bagus 👍🏻👍🏻❤❤🤔🤗

2024-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 Berubah Seketika
2 Kenyataan
3 Pembalasan pertama
4 Lintah Darat
5 Memulai...
6 Desa Baru
7 Ide
8 Gagal?
9 Finally!
10 Mencoba
11 Kesiangan
12 Hasil Pertama
13 Sentuhan Ajaib
14 Bersama
15 Gambar
16 Pagi Yang Berbeda
17 Rintangan Kecil
18 Dilema
19 Rezeki Tak Terduga
20 Dikerubungi Pembeli
21 Tanah Kosong
22 Keputusan
23 Menuju Toko
24 Kejutan
25 Tidak Percaya
26 Kebahagiaan Berlipat Ganda
27 Kunjungan Tak Terduga
28 Viral!
29 Orang Desa
30 Bulan Madu?
31 Bersiap-siap
32 Perjalanan Pertama
33 Membeli Ponsel
34 Menikmati Liburan
35 Sebuah Kejutan
36 Kejutan!
37 Pertama?
38 Sepenggal Masa Lalu
39 Kebahagiaan
40 Kembali Pulang
41 Kembali
42 Secarik Kertas
43 Pasca Libur
44 Ulat Bulu
45 Pandangan Iri
46 Tidak Kenal Lelah
47 Rencana Dan Persiapan
48 Hukuman
49 Sedikit Masalah
50 Ketukan
51 Hadiah
52 Apa yang terjadi!
53 Siapa?
54 Kejadian Sebenarnya
55 Segera Bangkit
56 Gunting Pita
57 Hasil Pemeriksaan
58 Selamat Datang!
59 Ke kota Lagi
60 Gangguan
61 Amarah
62 Rezeki Anak
63 Perekrutan
64 Ternyata Dua
65 Perangkap
66 Kegaduhan
67 Malam Yang Romantis
68 Panas Atau Hangat
69 Zonk!
70 Titik Terang
71 Mulai!
72 Ledakkan Pertama
73 Pendatang
74 Let's play the game!
75 Dikerjai
76 Lagi?
77 Rencana Besar
78 Pesta
79 Badai Di Tengah Hujan
80 Pengepungan
81 Dimana Istriku?
82 Rasa Bersalah
83 Bima, Teman Terbaik
84 Ini Nyata
85 Amarah
86 Saling Berjanji
87 Ponsel Ivan
88 Pemeriksaan Kedua
89 Ola
90 Kejutan
91 Kejutan 2
92 Momen Berharga
93 Proyek
94 Berita Buruk
95 Kericuhan
96 Beban
97 Satu Pinta
98 Kepingan-kepingan
99 Kekhawatiran Ivan
100 Provokator
101 Berita Mengejutkan
102 Pertemuan
103 Pertemuan 2
104 Penjelasan Damian
105 Ajakan Damian
106 Tidak Mengizinkan
107 Perseteruan Para Ipar
108 Tak Sabar
109 Kunjungan Damian
110 Menuju Daddy
111 Bel
112 Daniel
113 Daddy Dan Anak
114 Tantangan Mertua
115 Tidak Tenang
116 Status Ivan
117 Kebenarannya
118 Jangan Pergi
119 Suara Tembakan
120 Mengincar
121 Rencana
122 Undangan Pernikahan
123 Pesta pernikahan
124 Tragedi
125 Kebahagiaan Vidya
126 Jadi Nomor 2
127 Aku Tidak Peduli
128 Panik!
129 Persalinan
130 Pertemuan
131 Ambang kematian
132 Tangisan Ivan
133 Penyesalan
134 Menerima
135 Ayah Idaman
136 Hidup Bersama
137 WIFE NO 1
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Berubah Seketika
2
Kenyataan
3
Pembalasan pertama
4
Lintah Darat
5
Memulai...
6
Desa Baru
7
Ide
8
Gagal?
9
Finally!
10
Mencoba
11
Kesiangan
12
Hasil Pertama
13
Sentuhan Ajaib
14
Bersama
15
Gambar
16
Pagi Yang Berbeda
17
Rintangan Kecil
18
Dilema
19
Rezeki Tak Terduga
20
Dikerubungi Pembeli
21
Tanah Kosong
22
Keputusan
23
Menuju Toko
24
Kejutan
25
Tidak Percaya
26
Kebahagiaan Berlipat Ganda
27
Kunjungan Tak Terduga
28
Viral!
29
Orang Desa
30
Bulan Madu?
31
Bersiap-siap
32
Perjalanan Pertama
33
Membeli Ponsel
34
Menikmati Liburan
35
Sebuah Kejutan
36
Kejutan!
37
Pertama?
38
Sepenggal Masa Lalu
39
Kebahagiaan
40
Kembali Pulang
41
Kembali
42
Secarik Kertas
43
Pasca Libur
44
Ulat Bulu
45
Pandangan Iri
46
Tidak Kenal Lelah
47
Rencana Dan Persiapan
48
Hukuman
49
Sedikit Masalah
50
Ketukan
51
Hadiah
52
Apa yang terjadi!
53
Siapa?
54
Kejadian Sebenarnya
55
Segera Bangkit
56
Gunting Pita
57
Hasil Pemeriksaan
58
Selamat Datang!
59
Ke kota Lagi
60
Gangguan
61
Amarah
62
Rezeki Anak
63
Perekrutan
64
Ternyata Dua
65
Perangkap
66
Kegaduhan
67
Malam Yang Romantis
68
Panas Atau Hangat
69
Zonk!
70
Titik Terang
71
Mulai!
72
Ledakkan Pertama
73
Pendatang
74
Let's play the game!
75
Dikerjai
76
Lagi?
77
Rencana Besar
78
Pesta
79
Badai Di Tengah Hujan
80
Pengepungan
81
Dimana Istriku?
82
Rasa Bersalah
83
Bima, Teman Terbaik
84
Ini Nyata
85
Amarah
86
Saling Berjanji
87
Ponsel Ivan
88
Pemeriksaan Kedua
89
Ola
90
Kejutan
91
Kejutan 2
92
Momen Berharga
93
Proyek
94
Berita Buruk
95
Kericuhan
96
Beban
97
Satu Pinta
98
Kepingan-kepingan
99
Kekhawatiran Ivan
100
Provokator
101
Berita Mengejutkan
102
Pertemuan
103
Pertemuan 2
104
Penjelasan Damian
105
Ajakan Damian
106
Tidak Mengizinkan
107
Perseteruan Para Ipar
108
Tak Sabar
109
Kunjungan Damian
110
Menuju Daddy
111
Bel
112
Daniel
113
Daddy Dan Anak
114
Tantangan Mertua
115
Tidak Tenang
116
Status Ivan
117
Kebenarannya
118
Jangan Pergi
119
Suara Tembakan
120
Mengincar
121
Rencana
122
Undangan Pernikahan
123
Pesta pernikahan
124
Tragedi
125
Kebahagiaan Vidya
126
Jadi Nomor 2
127
Aku Tidak Peduli
128
Panik!
129
Persalinan
130
Pertemuan
131
Ambang kematian
132
Tangisan Ivan
133
Penyesalan
134
Menerima
135
Ayah Idaman
136
Hidup Bersama
137
WIFE NO 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!