Pembalasan pertama

Sedangkan wanita paruh baya itu langsung menatap ke arah Viola, wanita itu menyipitkan matanya dengan sedikit intimidasi. Dan benar, Viola menatap mereka dengan tatapan kebencian dan juga berbalut balas dendam disana.

"Dia hanya pura-pura berani, jangan khawatir. Kita urus dia nanti." Ucapnya pada sang putri.

Dirinya kembali bersuara untuk mendapatkan jawaban atas jawaban tertunda itu. "Ivan, ada apa ini? Kenapa ribut sekali." Ucapnya sambil menatap Viola, tapi bukannya takut atau menghindar seperti sebelumnya. Viola masih menatap dirinya.

'Wanita ini....'

"Ini bik, Viola baru saja sadar. Sepertinya dia masih syok." Jawab pria bernama Ivan itu dengan tatapan lembut pada Viola.

"Memang luka apa yang didapatkan nya sehingga dia membuat heboh seperti itu."

"Iya, suaranya sampai ke luar. Bagaimana pendapat orang-orang nanti." Wanita muda itu ikut nimbrung, dia mengeluarkan tatapan maut nya untuk menekan Viola.

"Ada apa Viola? Apa kau tau, Ivan harus meninggalkan pekerjaannya membajak sawah karena mu." Lagi, wanita yang dipanggil bibi itu terus menekan Viola dengan kata-katanya.

"Aku istrinya, dia suamiku. Tentu saja dia khawatir bukan? Jangankan membajak sawah, hal penting lainnya akan ditinggalkan oleh nya mendengar keadaan istrinya yang tidak baik." Ibu dan anak itu kompak membulatkan mata mereka mendengar ucapan wanita yang biasanya mengangguk seperti ayam itu.

"Benar kan sayang? Kepala ku terasa pusing sekali... Tubuhku juga terasa sakit. Aku bermimpi buruk, karena itu aku berputar-putar seperti kehilangan arah. Tapi ternyata arah ku adalah dirimu." Dengan tiba-tiba dan bergaya manja, Viola menarik lengan Ivan dan memeluknya dengan manja.

Ivan yang mendapatkan tindakan seperti itu tentu saja jadi campur aduk. Ada rasa canggung sendiri, bingung dan malu karena tindakan istrinya. "Kalau begitu, ayo minum obat. Aku sudah bawakan, kita duduk dulu." Ivan membimbing istrinya untuk duduk. Viola yang telah berganti jiwa itu merasakan ketidaksukaan dengan ranjang keras dan juga sangat tidak layak itu.

Tapi mengingat kedua wanita ular ini, dia harus bisa mengendalikan nya. "Kau sangat perhatian. Aku pasti akan cepat sembuh." Meskipun ada rasa keraguan ketika melihat rupa obat serta cangkir minum yang sangat biasa itu, tapi dia menerimanya melihat ketulusan dari Ivan.

'Dia tidak mungkin meracuni ku. Kecuali kedua wanita itu.' batinnya sambil menelan obat itu.

"Sudah kan? Ayo Ivan lanjutkan pekerjaan mu. Viola pasti sudah baikan, bibi dan Ina akan menjaga nya." Dengan tersenyum kecil, wanita itu memainkan peran mereka.

"Baiklah, aku ke sawah dulu. Cepatlah sembuh." Ivan berlalu dari sana dengan senyuman manisnya.

Ivan berlalu dari sana, dan senyum kecil yang diberikan oleh keduanya langsung menyusut bahkan sudah hilang. "Tuan putri ini sakit ternyata, seperti nya kita harus berikan pijatan lembut bukan Ina?" Wanita itu mendekat ke arah Viola.

"Benar Bu, sepertinya kita harus berikan pijatan lembut." Tak lupa Ina ikut nimbrung dengan senyuman jahat nya.

Tangan ibu dan anak itu bersiap menari-nari di tubuh Viola, dan....

Suara ambruk terdengar dengan kedua wanita yang terjatuh dengan posisi berbeda di tanah. Sedangkan yang satunya tetap duduk di ujung ranjang sudut lainnya.

"Ibu sakit!"

"Sssshhh, aduh!" Tangan wanita paruh baya itu menempel di pinggang nya, sedangkan Ina memegang pinggulnya nya.

"Astaga, bibi... Ranjang ini tidak bisa menampung dua orang lebih, apalagi dengan berat badan yang melebihi batas. Lihatlah... Ranjang kesayangan ku sudah rusak." Dengan rasa senang dihatinya, Viola berpura-pura peduli pada keduanya yang terjatuh karena ranjang reot itu.

"Apa yang kau lakukan, cepat bantu aku!" Wanita itu masih sanggup berteriak dengan tangan nya yang terulur diharap disambut.

'Masih tidak jera juga. Baiklah... Dengan senang hati aku ladeni kalian berdua.' dengan senyum jahatnya, Viola memberikan uluran tangannya, tapi ketika bibi ingin bangkit, Viola melepaskan uluran tangan nya, dan tentu saja bibi langsung terjatuh dengan posisi terjungkal ke belakang.

"Viola!!!"

Viola tidak bisa menahan tawanya melihat posisi bibi yang terjatuh seperti kecoak terbalik itu. Tapi sekuat tenaga di tahan nya."Tanganku licin. Ivan membaluri nya dengan minyak." Dengan tatapan dan wajah tidak bersalah, Viola menunjukkan kedua tangannya.

"Kau!" Ina yang melihat ibunya seperti itu, ikut bangkit tapi Viola menendang botol minyak dan menggelinding ke arah Ina dengan tumpahan nya.

"Aghh!" 

"Astaga! Aku akan cari bantuan dulu!" Viola memilih pergi meninggalkan ibu dan anak yang masih terjebak itu.

Kakinya melangkah meninggalkan tempat buruk itu, matanya langsung disambut oleh pemandangan hijau yang menyegarkan matanya. "Indah sekali...." Ucap Viola, meksipun berasal dari kalangan atas. Viola tentunya sudah berjalan-jalan ke luar negeri dan melihat keindahan alam, tapi pemandangan ini juga memiliki keindahan yang luar biasa.

"Indah seperti mu..." Viola langsung menunduk dan membuat pria bertubuh tambun itu terjerembab ke kubangan diantara padi.

'Rasakan, dasar tua bangka!'

Bersambung.....

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

Terpopuler

Comments

urblood

urblood

thor, malem malem aku ketawa cekikikan dan langsung reflek ku tutup ini mulut pake tangan 🤣🤣

2025-03-08

1

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Ngegombal si Viola🤣🤣🤣

2025-03-03

2

aphrodite

aphrodite

eeeaaaa😂/Facepalm/

2024-12-13

2

lihat semua
Episodes
1 Berubah Seketika
2 Kenyataan
3 Pembalasan pertama
4 Lintah Darat
5 Memulai...
6 Desa Baru
7 Ide
8 Gagal?
9 Finally!
10 Mencoba
11 Kesiangan
12 Hasil Pertama
13 Sentuhan Ajaib
14 Bersama
15 Gambar
16 Pagi Yang Berbeda
17 Rintangan Kecil
18 Dilema
19 Rezeki Tak Terduga
20 Dikerubungi Pembeli
21 Tanah Kosong
22 Keputusan
23 Menuju Toko
24 Kejutan
25 Tidak Percaya
26 Kebahagiaan Berlipat Ganda
27 Kunjungan Tak Terduga
28 Viral!
29 Orang Desa
30 Bulan Madu?
31 Bersiap-siap
32 Perjalanan Pertama
33 Membeli Ponsel
34 Menikmati Liburan
35 Sebuah Kejutan
36 Kejutan!
37 Pertama?
38 Sepenggal Masa Lalu
39 Kebahagiaan
40 Kembali Pulang
41 Kembali
42 Secarik Kertas
43 Pasca Libur
44 Ulat Bulu
45 Pandangan Iri
46 Tidak Kenal Lelah
47 Rencana Dan Persiapan
48 Hukuman
49 Sedikit Masalah
50 Ketukan
51 Hadiah
52 Apa yang terjadi!
53 Siapa?
54 Kejadian Sebenarnya
55 Segera Bangkit
56 Gunting Pita
57 Hasil Pemeriksaan
58 Selamat Datang!
59 Ke kota Lagi
60 Gangguan
61 Amarah
62 Rezeki Anak
63 Perekrutan
64 Ternyata Dua
65 Perangkap
66 Kegaduhan
67 Malam Yang Romantis
68 Panas Atau Hangat
69 Zonk!
70 Titik Terang
71 Mulai!
72 Ledakkan Pertama
73 Pendatang
74 Let's play the game!
75 Dikerjai
76 Lagi?
77 Rencana Besar
78 Pesta
79 Badai Di Tengah Hujan
80 Pengepungan
81 Dimana Istriku?
82 Rasa Bersalah
83 Bima, Teman Terbaik
84 Ini Nyata
85 Amarah
86 Saling Berjanji
87 Ponsel Ivan
88 Pemeriksaan Kedua
89 Ola
90 Kejutan
91 Kejutan 2
92 Momen Berharga
93 Proyek
94 Berita Buruk
95 Kericuhan
96 Beban
97 Satu Pinta
98 Kepingan-kepingan
99 Kekhawatiran Ivan
100 Provokator
101 Berita Mengejutkan
102 Pertemuan
103 Pertemuan 2
104 Penjelasan Damian
105 Ajakan Damian
106 Tidak Mengizinkan
107 Perseteruan Para Ipar
108 Tak Sabar
109 Kunjungan Damian
110 Menuju Daddy
111 Bel
112 Daniel
113 Daddy Dan Anak
114 Tantangan Mertua
115 Tidak Tenang
116 Status Ivan
117 Kebenarannya
118 Jangan Pergi
119 Suara Tembakan
120 Mengincar
121 Rencana
122 Undangan Pernikahan
123 Pesta pernikahan
124 Tragedi
125 Kebahagiaan Vidya
126 Jadi Nomor 2
127 Aku Tidak Peduli
128 Panik!
129 Persalinan
130 Pertemuan
131 Ambang kematian
132 Tangisan Ivan
133 Penyesalan
134 Menerima
135 Ayah Idaman
136 Hidup Bersama
137 WIFE NO 1
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Berubah Seketika
2
Kenyataan
3
Pembalasan pertama
4
Lintah Darat
5
Memulai...
6
Desa Baru
7
Ide
8
Gagal?
9
Finally!
10
Mencoba
11
Kesiangan
12
Hasil Pertama
13
Sentuhan Ajaib
14
Bersama
15
Gambar
16
Pagi Yang Berbeda
17
Rintangan Kecil
18
Dilema
19
Rezeki Tak Terduga
20
Dikerubungi Pembeli
21
Tanah Kosong
22
Keputusan
23
Menuju Toko
24
Kejutan
25
Tidak Percaya
26
Kebahagiaan Berlipat Ganda
27
Kunjungan Tak Terduga
28
Viral!
29
Orang Desa
30
Bulan Madu?
31
Bersiap-siap
32
Perjalanan Pertama
33
Membeli Ponsel
34
Menikmati Liburan
35
Sebuah Kejutan
36
Kejutan!
37
Pertama?
38
Sepenggal Masa Lalu
39
Kebahagiaan
40
Kembali Pulang
41
Kembali
42
Secarik Kertas
43
Pasca Libur
44
Ulat Bulu
45
Pandangan Iri
46
Tidak Kenal Lelah
47
Rencana Dan Persiapan
48
Hukuman
49
Sedikit Masalah
50
Ketukan
51
Hadiah
52
Apa yang terjadi!
53
Siapa?
54
Kejadian Sebenarnya
55
Segera Bangkit
56
Gunting Pita
57
Hasil Pemeriksaan
58
Selamat Datang!
59
Ke kota Lagi
60
Gangguan
61
Amarah
62
Rezeki Anak
63
Perekrutan
64
Ternyata Dua
65
Perangkap
66
Kegaduhan
67
Malam Yang Romantis
68
Panas Atau Hangat
69
Zonk!
70
Titik Terang
71
Mulai!
72
Ledakkan Pertama
73
Pendatang
74
Let's play the game!
75
Dikerjai
76
Lagi?
77
Rencana Besar
78
Pesta
79
Badai Di Tengah Hujan
80
Pengepungan
81
Dimana Istriku?
82
Rasa Bersalah
83
Bima, Teman Terbaik
84
Ini Nyata
85
Amarah
86
Saling Berjanji
87
Ponsel Ivan
88
Pemeriksaan Kedua
89
Ola
90
Kejutan
91
Kejutan 2
92
Momen Berharga
93
Proyek
94
Berita Buruk
95
Kericuhan
96
Beban
97
Satu Pinta
98
Kepingan-kepingan
99
Kekhawatiran Ivan
100
Provokator
101
Berita Mengejutkan
102
Pertemuan
103
Pertemuan 2
104
Penjelasan Damian
105
Ajakan Damian
106
Tidak Mengizinkan
107
Perseteruan Para Ipar
108
Tak Sabar
109
Kunjungan Damian
110
Menuju Daddy
111
Bel
112
Daniel
113
Daddy Dan Anak
114
Tantangan Mertua
115
Tidak Tenang
116
Status Ivan
117
Kebenarannya
118
Jangan Pergi
119
Suara Tembakan
120
Mengincar
121
Rencana
122
Undangan Pernikahan
123
Pesta pernikahan
124
Tragedi
125
Kebahagiaan Vidya
126
Jadi Nomor 2
127
Aku Tidak Peduli
128
Panik!
129
Persalinan
130
Pertemuan
131
Ambang kematian
132
Tangisan Ivan
133
Penyesalan
134
Menerima
135
Ayah Idaman
136
Hidup Bersama
137
WIFE NO 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!