Di tempat berbeda, di dalam sebuah penginapan di Kota Qiancheng tampak Long Zhiwu dan Ning Shih tengah bersama. Seolah merayakan kondisi Long Tian yang cacat, mereka tengah asyik meminum arak hingga mabuk.
Murid di Akademi Xiamen diberi kebebasan untuk keluar sebentar meninggalkan paviliun atau pelataran dimana murid itu tinggal. Sehingga tidak heran jika di beberapa restoran atau rumah makan tampak murid-murid Akademi Xiamen berkeliaran dari pagi hingga malam hari. Di Akademi mereka hanya fokus berkultivasi, namun jika di luar Akademi mereka bisa menikmati hidup layaknya masyarakat biasa.
"Apakah kau bahagia sekarang?" tanya Long Zhiwu sambil tersenyum nakal.
"Tentu saja, terimakasih kau sudah menyingkirkan orang itu dengan adil" jawab Ning Shih.
"Sekarang ia sudah cacat, mustahil buat Long Tian bisa bertahan hidup lebih lama. Perlahan ia juga akan bunuh diri karena tekanan" ucap Long Zhiwu.
Sebelumnya Long Tian bisa dikatakan ancaman Long Zhiwu di masa depan, ia khawatir kemampuan Long Tian dalam berkultivasi dapat mempengaruhi dominasinya di keluarga Long.
Long Tian dan Long Zhiwu berasal dari keluarga yang sama, hanya saja Long Tian tidak seberuntung Long Zhiwu. Setelah kedua orangtuanya tewas, Long Tian menjadi anak yatim dan tumbuh dalam belas kasih keluarga Long.
Long Zhiwu dan Ning Shih mengalami malam yang panjang, keduanya larut dalam kemesraan tanpa tahu jika sebenarnya Long Tian tampak baik-baik saja pada saat ini. Bahkan mereka tidak menyadari jika bahaya di masa depan akan datang lebih cepat dari apa yang mereka pikirkan.
Sepulang dari paviliun alkimia, Long Tian mengajak Fei Shuwan untuk mencari makan malam. Kebetulan tidak jauh dari gerbang masuk Akademi terdapat sebuah restoran yang masih melayani pelanggan.
Keduanya masuk dengan santai lalu memilih meja yang berada di salah satu sudut ruangan. Meski ini bukan pertama kalinya mereka makan malam, namun suasana canggung nampak terlihat di wajah keduanya.
Long Tian tentu mengetahui perasaan Fei Shuwan terhadapnya, meski seorang wanita lebih sulit mengungkapkannya namun Long Tian berusaha memupuk rasa yang adil terhadap Fei Shuwan.
Tidak ada keburukan di dalam ingatannya, bahkan bisa dikatakan jika Fei Shuwan adalah wanita terbaik yang pernah ada. Meski ia bukanlah wanita yang tercantik, namun keanggunan yang dimilikinya tetap merupakan bagian dari anugerah yang terindah.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Fei Shuwan dengan nada khawatir.
"Sudah lebih baik, mungkin besok sudah bisa berlatih seperti biasa" jawab Long Tian sambil tersenyum ringan.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan kondisi tubuh mu. Seharusnya dengan luka yang kau alami tadi akan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih" ujar Fei Shuwan dengan penasaran.
"Mungkin selain tampan aku juga memiliki bakat terpendam" ujar Long Tian sambil bercanda.
"Dasar pembual" Fei Shuwan memandang ke arah Long Tian, dalam hatinya ia memiliki perasaan yang rumit.
Long Tian merasa nyaman saat bersama dengan Fei Shuwan, di masa lalu mereka hanyalah seorang sahabat. Bahkan seringkali Long Tian mengabaikan kebaikan dari sahabatnya itu, tetapi kini setelah kejadian hari ini Long Tian yakin jika wanita sejati yang harus diperjuangkan adalah wanita yang memiliki kepribadian seperti Fei Shuwan.
"Apakah besok kamu benar-benar akan berlatih?" tanya Fei Shuwan sambil menyesap minuman hangat ke dalam mulutnya.
"Ya, tentu saja. Aku khawatir jika aku tidak berlatih maka akan mempengaruhi citraku di hadapan gadis cantik sepertimu" jawab Long Tian dengan senyum meledek.
"Apakah kau menilai aku adalah orang seperti itu?" ujar Fei Shuwan sambil melototi Long Tian dengan mata indahnya.
"Hahahaha.. Aku baru menyadari jika sedang marah kau terlihat cantik" goda Long Tian lagi.
"Jadi selama ini aku jelek begitu!?" ucap Fei Shuwan sambil cemberut.
"Tentu saja tidak, namun di masa lalu mataku terhalang debu yang menyebabkan aku melewatkan banyak hal" ucap Long Tian dengan serius.
Mendengar perkataan long Tian, Fei Shuwan terdiam dan meletakkan sendok makannya. Ia memandang Long Tian dengan lekat lalu berkata
"Sepertinya efek benturan di kepalamu belum hilang, besok aku akan melaporkan kepada Tetua Fang agar kamu bisa beristirahat"
"Aku baik-baik saja, lagipula aku sudah berjanji untuk selalu menjagamu" ucap Long Tian merasa serba salah
"Lihatlah dirimu, aku tidak mau hal-hal konyol terjadi di masa depan" ujar Fei Shuwan sambil melanjutkan makannya.
"Ya tentu saja, aku juga takkan membiarkan seorang wanita menangis untukku" ujar Long Tian santai.
Fei Shuwan hampir tersedak, ia membayangkan peristiwa yang terjadi hari ini. Meskipun ia menganggap Long Tian sebagai sahabat, namun dalam hal tertentu ia memiliki perasaan yang rumit untuk dikatakan.
Hubungan keduanya belum masuk ke tahap perkembangan, Long Tian sendiri terkenal cuek selama ini dan Fei Shuwan hanya bisa berharap dalam diam.
"Hari ini akan ku anggap sebagai hari kelahiranku kembali, aku akan mengubah banyak hal di masa depan. Aku tidak akan membiarkan seseorang yang berharga akan kembali menangis, tetapi aku akan menggapai tangannya yang pernah terulur dan membawanya terbang ke langit tinggi" ucap Long Tian dengan sungguh-sungguh saat menatap ke arah Fei Shuwan.
Ia tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung, namun ucapannya barusan adalah sumpah seorang Jenderal Langit, Jenderal besar yang berjalan di atas gunungan mayat dan melewati pertempuran yang tidak terhitung.
Fei Shuwan terdiam, namun jantungnya berdetak lebih kencang dan merasakan getaran hangat dari seorang pria yang selalu ia kagumi. Long Tian adalah seseorang yang mandiri, meski ia berasal dari keluarga besar Long, ia banyak mencapai prestasi dengan usahanya sendiri dan pencapaiannya memang sangat luar biasa.
Kelemahannya hanya pada percintaan, Long Tian selalu menganggap Ning Shih adalah gadis yang murni dan polos. Setelah mendapatkannya ia merasa jika wanita tersebut layak dijaga, namun pada kenyataannya Ning Shih mencari Long Zhiwu untuk mendapatkan pijakan yang lebih kuat.
Saat Fei Shuwan masih tercengang dengan perubahan kondisi saat ini, tiba-tiba ia merasakan punggung tangannya disentuh oleh telapak tangan Long Tian.
"Maafkan aku, selama ini terlalu sering mengabaikan kehadiran dirimu" ucap Long Tian dengan hangat, ada upaya yang ia bangun untuk hati Fei Shuwan.
"Apakah ini sungguhan? Aku tidak sedang bermimpi kan?" tanya Fei Shuwan kemudian.
"Tentu saja tidak, tetapi kita masih muda saat ini dan aku ingin kita lebih serius untuk menguatkan diri. Kelak di masa depan kamu yang akan menjadi pendampingku, menemani hari-hari ku dan selalu ada di saat lelahku mengarungi dunia" Long Tian berkata dengan tegas, ia tidak membual sama sekali terhadap perasaannya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 196 Episodes
Comments
Darus Sutriatno
ternyatawal kebangkitan reinkarnasinya sudah sarat dengan teknik negombal
2025-01-22
1
lestari
1895
awal kebangkitan sang jendral
13 03 25
2025-03-13
1
mbah bin aja
1898
2025-03-21
0