Fei Shuwan terkejut namun ia sangat senang, ia juga dapat merasakan denyut jantung sudah kembali berdetak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Selain dapat merasakan tekanan jantung dan pernapasan, Fei Shuwan juga diberi tahu jika tekanan darah Long Tian mulai mendekati kondisi normal.
Kejadian ini juga tentu saja mengagetkan beberapa orang yang tengah beraktivitas di dalam ruangan yang menyerupai bangsal tersebut, mereka menilai biasanya dalam kondisi seperti tadi maka mustahil seseorang bisa sadar kembali dalam waktu cepat. Apalagi mereka juga sebelumnya memperhatikan dan mendengar langsung dari Tabib Akademi jika Long Tian sulit bertahan hidup, jika selamat pun maka ia akan mengalami kerusakan pusat inti energi yang sulit dipulihkan.
Tetapi kini tanda kehidupan Long Tian berangsur normal, meski belum terbangun dari pingsannya peredaran darah dan napasnya sudah mulai stabil.
"Nona, kekasih anda sudah melewati masa kritisnya" ucap diaken junior itu lagi sambil tersenyum cerah.
Diaken junior itu mengubah panggilannya kepada Fei Shuwan, sebagai seorang pria ia juga jelas memahami tentang perasaan wanita terhadap seorang pria di saat hidup dan mati seperti tadi. Zhang Fei jelas merasa iri dengan Long Tian yang memiliki seorang wanita yang mau menemaninya di saat banyak orang yang mengabaikannya.
Fei Shuwan yang semula menangis sedih tampak memerah wajahnya, dibilang sebagai kekasih Long Tian adalah hal yang sangat ia dambakan. Namun sayangnya ia tidak pernah mendapatkan perhatian yang lebih dari pria yang selalu ia cintai dari semenjak bergabung dengan Akademi Xiamen.
Sementara itu, Long Tian yang masih terbaring lemah mendengar percakapan beberapa orang di dekatnya. Ia belum berani bergerak atau membuka matanya karena sedang mencerna kata-kata asing di dalam dirinya.
Di dalam kesadarannya ia berusaha menggali informasi yang ada, bagaimanapun ia hanya tahu jika dirinya baru saja dieksekusi di Kerajaan Langit. Semua ingatan dirinya di Alam Langit sebagai Jenderal Naga Langit masih terekam jelas, perjalanan hidupnya hingga proses kematiannya masih jelas tergambar.
Di sisi lain ia juga memiliki rangkaian ingatan lainnya, sosok pemuda yang bernama Long Tian yang baru saja menghadapi pertandingan hidup dan mati di lapangan bela diri Akademi Xiamen di Kota Qiancheng. Memikirkan hal konyol ini entah kenapa Long Tian benar-benar merasa konyol, dirinya dikalahkan demi memperebutkan seorang wanita yang ternyata hanyalah piala bergilir pihak lain.
Selain itu, hal yang paling mendasar baginya adalah bahwa ia mulai mengingat semuanya. Seharusnya ini adalah kehidupan masa lalunya saat ia berada di Akademi Xiamen.
"Ternyata aku kembali ke masa remajaku" gumam Long Tian di dalam hatinya.
Seharusnya ini adalah masa dimana ia melakukan kekonyolan dalam hidupnya, masa dimana ia mempertaruhkan hidupnya demi seorang wanita yang nyatanya lebih memilih Long Zhiwu yang merupakan saudara satu Klannya.
Di masa ini juga seharusnya Long Tian terluka parah, ia berhasil selamat karena pertolongan dari Tabib Akademi. Hanya saja Long Tian ingat jika dirinya terluka parah dan mengalami degradasi atau penurunan kultivasi selama beberapa tahun. Hal ini juga yang membuat dirinya membuang waktu sepuluh tahun berikutnya dengan sia-sia, ia yang sebelumnya dianggap salah seorang murid berbakat di pelataran murid luar akhirnya harus merangkak tahap demi tahap dengan penuh tekad dan perjuangan.
Long Tian jelas ingat dengan masa-masa sulit itu, ia dihina dan dikucilkan oleh banyak orang sebelum ia berhasil membuktikan kepada Akademi bahwa ia tetaplah murid cerdas yang layak dibanggakan oleh Akademi Xiamen.
Pada saat ini Long Tian juga memperhatikan kehadiran sosok lain disebelahnya, wanita muda yang menangisi dirinya terus menerus dan setia menemaninya hingga ia dibawa ke dalam ruang perawatan ini.
Informasi tentang Fei Shuwan juga dengan cepat mengalir di dalam ingatannya, wanita baik hati yang selalu mendukung dirinya namun selalu terabaikan karena kehadiran Ning Shih.
"Dasar laki-laki bodoh" umpat Long Tian di dalam pikirannya, ia jelas dapat menarik kesimpulan tentang sikap tulus Fei Shuwan.
Dalam ingatannya di masa lalu, meski telah sembuh dan berada dalam puncak kultivasinya Long Tian selalu mengabaikan keberadaan Fei Shuwan. Untuk sesaat Long Tian juga berpikir mungkin dengan peristiwa yang baru saja ia alami, semuanya terjadi berkat doa dan harapan tulus dari Fei Shuwan.
Tidak lama kemudian kabar tentang keselamatan Long Tian dari bahaya kematian menjadi perbincangan hangat orang-orang di Paviliun alkimia. Mereka yang terbiasa merawat dan membuat obat itu hanya bisa mengelus dada, walau bagaimanapun Long Tian merupakan sosok pemuda yang dapat diandalkan pada usianya yang baru dua puluh tahun.
Beberapa orang yang bertugas merawat Long Tian yang sebelumnya terlihat panik kini bisa bernapas lega, setelah melakukan pertolongan dan perawatan secara intensif akhirnya tubuh Long Tian dibawa ke dalam sebuah bangsal peristirahatan. Ia sudah berhasil keluar dari masa kritisnya, banyak yang menduga jika pada akhirnya Long Tian dikatakan sebagai jenius yang memiliki kondisi tubuh khusus.
Setelah berada di kamar peristirahatan, Long Tian tetap mendapatkan perawatan untuk diberikan pil penambah energi serta beberapa ramuan penguat tubuh untuk benar-benar menyembuhkan dirinya dari luka yang fatal. Secara khusus dengan sabar dan telaten, Fei Shuwan ikut menyuapi Long Tian yang terlihat belum sepenuhnya sadarkan diri.
Fei Shuwan menemani proses ini dengan sedikit tenang, setelah melewati masa kritisnya Long Tian dinyatakan baik-baik saja dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut terkait penanganan bekas luka-lukanya.
"Syukurlah kau baik-baik saja" ucap Fei Shuwan sambil menggenggam tangan Long Tian dengan erat.
Long Tian merasakan kehangatan tangan lawan jenisnya, ketulusan perasaan Fei Shuwan telah menggetarkan hatinya dan memacu jantungnya berdetak menjadi lebih cepat.
Pemulihan tubuh Long Tian terus berlanjut, Fei Shuwan memperhatikan kemajuan tubuh Long Tian sangat senang. Setelah merasakan kebahagiaan ia pun selalu berada di samping ranjang pasien, menemani Long Tian dan selalu menggenggam tangannya.
Long Tian jelas dapat merasakan ketulusan Fei Shuwan, kecepatan penyembuhan tubuhnya masih berjalan lambat namun secara pasti energi di dalam tubuhnya telah memperbaiki organ yang rusak dan membentuk jaringan yang baru. Semua ini berhubungan dengan khasiat pil keabadian yang diberikan oleh Kepala Tabib Istana, orang yang sekaligus menjadi guru ilmu pengobatan baginya.
Selama proses penyembuhan, anggota tubuh Long Tian yang patah juga diperbaiki dengan kondisi tulang yang lebih baik, hal ini berlangsung secara berkelanjutan dan membentuk kembali inti energi yang sebelumnya hancur.
Diaken junior yang sebelumnya merawat Long Tian melihat hal ini merasa aneh, baru kali ini ia melihat tubuh seseorang yang dapat menyerap pil energi dengan begitu cepat melewati batas normal. Kendati demikian ia tidak terlalu mempermasalahkannya, selama kondisi orang tersebut baik-baik saja dan dapat meningkatkan peluang kehidupan orang itu maka ia akan tetap senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 196 Episodes
Comments
lestari
1974
lanjutkan
13/03/25
2025-03-13
0
Mia Sagitarius
lmjut
2025-02-22
0
Darus Sutriatno
masa penyembuhan
2025-01-22
1