Ia tahu yang terjadi tapi ia merasa tubuhnya membeku seketika.
Pria itu hanya bisa merasakan sapuan lembut dan manis dari sosok di sebelahnya, begitu dekat dengannya dengan cara yang intim. Dekat dengan sarafnya, nafasnya, penglihatannya, dan indera perasanya.
Saat Ratu menjauh darinya dan menatapnya dengan sendu, menyadari kalau reaksi Regi begitu tegang, Ratu hanya tersenyum.
“Satu ciuman untuk 10 juta. Kalau 30 juta jadi tiga kali kan?” kata Ratu lembut.
Regi belum bisa bereaksi secara gamblang, jantungnya sibuk berdebar.
Walau pun hatinya berteriak, minta ‘ayo lagi! Lagi! Apa ini kok enak?!’ tapi mulutnya terasa kaku saat digerakkan.
Jadi saat Ratu memajukan wajahnya ke arah Regi, Regi pun tidak bisa menolak.
Kali ini gadis itu lebih berani, bukan sekedar menempel, tapi menekan. Sampai ia dengan halus mengarahkan Regi agar membuka mulutnya, lalu lidah licin gadis itu masuk dan membelai lidah Regi.
Saat itu Regi bagai tersadar dan kaget.
Ia menarik dirinya dan sedikit mendorong Ratu.
Gadis di depannya mengeluh kecewa. Lalu menatapnya lurus-lurus.
Regi masih belum bisa menguasai keadaan, dia hanya bisa menunduk.
Rasanya ia sesak nafas. Semua organnya masih shock bahkan setengahnya belum bisa berfungsi sempurna. Terutama kepala dan jantung.
Perasaan yang aneh ini mulai merangsang tiga bahan kimia dari otaknya. Noradrenalin yang merangsang produksi adrenalin yang menyebabkan jantung berdebar kencang dan telapak tangan berkeringat. Dopamin yang membuat perasaan nyaman. Terakhir, Phenylethylamine yang memberikan sensasi seperti perutnya diguncang-guncang dari dalam.
Entah dia harus senang atau marah.
Ini hal baru untuknya.
“Kalau dilanjut aku bisa pingsan.” Gumamnya. Seharusnya ia berujar dalam hati, tapi mulutnya sedang tidak bisa diajak kerja sama.
“Oh, hehe... justru harus dilanjut agar terbiasa,” Rayu Ratu sambil mengalungkan lengannya ke leher Regi.
Regi melihat senyuman Ratu yang lembut.
Saat ini, gadis di depannya ini bagaikan Dewi dari Khayangan di matanya.
Kenapa Ratu jadi cantik sekali?
Regi melipat bibirnya sejenak, lalu ia dapat merasakan rasa manis dari sana. Karena pancake, atau lipgloss? Atau memang rasa bibir Ratu seperti ini?
Rasanya ia ingin lagi.
Kali ini Regi yang maju.
Ia raih leher belakang Ratu dan ia tempelkan bibirnya ke gadis itu.
Rasanya luar biasa. Pikirannya melayang.
Ia kini bergerak berdasarkan insting. Beberapa kali menempel, ia ingin lebih. Regi memasukkan lidahnya ke mulut Ratu, berusaha bergumul dengan lidah gadis itu. Ia sesap semua hasrat Ratu, ia campur dengan gairahnya.
Kurang...
Ia ingin lebih.
Tangannya yang bebas mulai masuk ke dalam kaos Ratu, area punggung gadis itu dikaitkan tali karet. Br a Ratu yang terkait kencang.
Ia pelajari strukturnya sementara lidahnya masih merayu Ratu.
Setelah ia kuasai sudut kaitan, ia tekan dengan telunjuk dan jempolnya, ia jentikkan kunciannya. Kaitan br a Ratu langsung lepas.
Ratu terkesiap dan terpekik pelan. Lalu gadis itu mundur.
Melepaskan kecupan Regi.
Matanya yang lentik menatap Regi dengan tegang, lalu tangannya memeriksa kaitan br a nya.
dan dia membelalakkan matanya ke arah Regi dan meminta konfirmasi.
Tapi Regi hanya menatap Ratu, pria itu bahkan masih bingung dengan apa yang terjadi.
Sepertinya instingnya lumayan buas. Dan Regi sendiri baru tahu hal itu.
“Um... sorry. Reflek.” Desis Regi.
“Kamu...” Ratu mengaitkan kembali br a nya lalu memicingkan matanya menatap Regi. “Ternyata reflek kamu parah juga ya?!”
“Sumpah, ini saat pertamaku.” Regi mengangkat kedua tangannya.
Ratu menekan bibirnya dan duduk kembali dengan kalem.
Lalu mereka berdua saling diam di dalam mobil.
Dan sama-sama menghela nafas panjang.
“Jadi...” Ratu membuka obrolan. “Ini ciuman pertama kamu?”
“Hm...” gumam Regi malas menjawab secara spesifik.
“Selama ini kamu belum pernah pacaran?”
“Hm.”
“Aku wanita pertama kamu?”
Dijawab dengan tarikan nafas Regi.
“Aku pikir kamu gay.”
“Bukan cuma kamu yang mikir begitu.”
Lalu hening lagi beberapa detik.
“Terima kasih ya.” Desis Ratu.
Kali ini Regi menoleh ke arah Ratu. Ratu meliriknya sambil tersenyum. Semburat merah di pipinya menjawab banyak hal.
“Juga... maaf kalau kamu bukan yang pertama bagiku. Tapi kamu jelas cinta pertamaku. Kupikir kita tak akan bertemu lagi, jadi aku berpacaran dengan beberapa cowok sebelum akhirnya memutuskan untuk single karena ingin fokus ke pekerjaan.” Ratu menggenggam punggung tangan Regi. “Terima kasih sudah memberikan ciuman pertama kamu untuk aku.”
“Hm...” Regi menatap tangan berkulit putih dengan jemari kurus yang menekan punggung tangannya. Kali ini ia tidak menepisnya. Ia malah ingin tangan itu ada di sana selamanya.
“kurasa setelah pertemuan dengan ibuku... kita harus membicarakan beberapa hal.” Desis Regi.
Ratu terkikik pelan, “Aku sudah mempersiapkan diri karena kurasa kamu akan sangat posesif.”
“Hm...” Regi menyalakan mesin mobilnya dan mengenakan sabuk pengamannya. “Mulai sekarang GPS kamu harus aktif.”
“Siap Boss.” Kekeh Ratu.
***
“Bagaimana sayang?” Ratu berujar dengan lembut sambil memutar tubuhnya. Mereka sudah di cafe Bunga dan Ratu baru saja berganti pakaian. Dress barunya berwarna salem, membuat kulitnya yang putih semakin bersinar.
Regi hanya bisa menarik nafas melihat penampilan Ratu.
“Ratu, Suit! Suit!” beberapa rekan kerja dari bagian dapur yang melihat Ratu langsung menggodanya.
“Berisik!” seru Regi tidak senang.
Semua langsung hening.
Tapi Ratu malah mesem-mesem.
“Baju yang itu kamu pakai saat bersamaku saja.” Gumam Regi sambil mengernyit.
“Kamu tahu kan di sini banyak yang kenal kita berdua. Apalagi sepertinya ibu kamu juga kaan membawa Ibunya Pak Wahyu juga. Bisa jadi Wahyu-nya juga ada.”
“Gampang itu. Kalau Wahyu ingin istri dan anaknya bisa tetap makan 3x sehari, dia pasti akan tutup mulut.”
Ratu mengintip ke seberang lewat sela-sela tanaman rambat. “Ibu kamu sudah datang itu.” Desisnya.
“Ya sudah... yuk?”
“Ih sebentar dooong.” Ratu menarik lengan Regi dan menggiring pria itu ke area dalam dapur. Mereka melewati jajaran juru masak lalu naik ke tangga.
Tempat penyimpanan wine.
“Ini tempat menyendiriku, kalau aku lagi mau nangis dengan suara kencang.” Kekeh Ratu.
“Buat Apa juga kamu nangis?”
“Mikirin hutang.”
“Hm.” Regi mengelus pipi Ratu. “Aku nggak ingin diburu-buru, aku tahu kamu butuh uang tapi kalau buru-buru takutnya semua jadi berantakan.”
Ratu mengibaskan tangannya smabil tersenyum. “Nggak kok, aku sudah tidak apa-apa lagi. Aku kan sekarang punya gaji bulanan jadi masih bisa cicil sedikit-sedikit walau pun hanya bunga berjalannya saja. Aku yakin uang itu juga nggak akan berkah untuk mereka. Yang penting Ibuku nggak diganggu lagi. Aku bilangnya pinjam kantor buat ngelunasin, padahal sih...” Ratu menaikkan bahunya.
“Bagaimana kalau-“
“Nggak Ya, Pak Regi.” Potong Ratu. “ Jangan bantuin aku soal hutang ini! Kita bekerja sendiri-sendiri, Lagian aku barusan ditraktir banyak banget sama kamu. Aku tahu gaji kamu tidak sebesar pikiran orang-orang, jadi please, No.”
Regi mencibir. “Em... maksudku, bagaimana kalau kamu triple job saja sekalian, ambil shift malam juga. Kan lemburannya lumayan di cafe ini.”
“Heh...”
“Kepedean kamu.” Regi nyinyir.
“Ya ampun kamu ngeselin banget... Untung tampang kamu cute...” geram Ratu.
“Aku nggak suka dibilang ‘cute’.” Desis Regi. “Kita ngapain di sini?!”
“Minta ciuuuum...” Ratu mengalungkan lengannya ke leher Regi dengan manja.
“Buang-buang waktu aja Ratu.” Gerutu Regi.
“Aku gugup banget ini! Aku nggak nyangka bakalan dikenalkan langsung dengan kedua orang tua kamu!”
“Ini kan biar ibuku nggak cerewet.”
“Hm, ya sudah kalau nggak mau cium. “ desis Ratu sambil melepaskan tangannya dan menghela nafas, lalu membalik tubuhnya ke arah pintu keluar gudang.
Tapi Regi menarik lengannya dan mengecup bibirnya sekilas.
Hanya sepersekian detik.
Ciuman ringan yang terkesan ogah-ogahan.
Tapi membuat senyum Ratu menjadi amat-sangat manis.
“Sudah, cepetan selesaikan, biar aku bisa pulang cepet!” gerutu Regi.
Ia menggerutu, namun saat Ratu tak melihat, bibirnya menyunggingkan senyum tipis.
Cinta bisa meluluhkan batu kokoh di hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Baby B.
aku slalu sukaaaa...smuaaa karya2 kak septira emang slaluuu kereeeeeennnn
2025-01-04
0
Mei Saroha
es di puncak gunung sudah melelehhhh... ati2 kebanjiran kawan2 🤣
2024-11-26
0
Bee mi amore
pocecip mode on
2024-12-20
0